
"Baiklah, aku akan terima pernikahan kalian, tapi aku tak mau ya sampai kamu nanti menyakiti cucuku Freya . Aku tak mau kalau Amar sampai tersakiti, dia adalah cucuku yang paling aku cintai, dia tak boleh sampai tersakiti apalagi oleh seorang perempuan"
Amar yang mendengarnya tentu saja langsung menatap neneknya dengan lekat "Nenek tak salah bicarakan, apa yang nenek katakan benar kan, nenek tak sedang main-main kan"
"Jadi sebenarnya kamu ini mau menikah tidak Amar, kalau mau ya silahkan menikah, aku sudah memberi kalian restu, aku terlalu egois waktu itu sampai-sampau memisahkan kalian "
"Aku tak pernah berfikir bagaimana terpuruknya kalian ini, aku terlalu mengikuti ambisi ku "
Amar langsung memeluk neneknya dengan erat sekali, Amar begitu senang dengan kabar ini, kenapa tak dari kemarin-kemarin saja mungkin semua ini tak akan ada, tak ada drama lagi.
"Sudah Amar lepaskan, aku tak terlalu suka dipeluk seperti ini oleh kamu. Kamu senangkan sekarang lebih baik kalian beri kabar anak-anaknya Freya pasti mereka akan sangat senang sekali"
__ADS_1
Freya yang memang dari tadi diam dan mendengar setiap penuturannya begitu terharu, apa yang neneknya Amar katakan membuat hatinya tenang dan tak ada beban lagi, awalnya Freya begitu takut sekali, tapi ternyata neneknya Amar itu ingin berbicara hal itu.
"Terimakasih nek karena sudah merestui kami, kami begitu senang mendengarnya, kami benar-benar berterimakasih pada Nenek "
"Sama-sama Freya, maafkan aku juga yang egois karena ingin memisahkan kamu dengan mantan ibu mertuamu itu, aku tahu dia begitu berarti buat kamu dia begitu banyak berjasa untuk kamu, aku tahu masa lalu kamu itu sangat berat sekali. Aku memang belum pernah merasakannya makannya aku meremehkan kamu begitu saja "
"Juga tentang cicit, Helena dan juga Irsyad adalah cicitku, nanti kapan-kapan bawa dia, aku ingin bertemu dengan cicitku itu, aku ingin mengenal mereka lebih dalam lagi "
"Amar kamu ini ya, kamu belum jadi suaminya jadi jangan asal peluk seperti itu "
"Aku tak bisa melihat Freya yang menangis nenek, aku dan Freya sebentar lagi akan menikah jadi biarkan kami seperti ini "
__ADS_1
"Kamu ini tidak tahu diri ah "
Neneknya itu langsung bangkit dan mengusap rambut Freya sebentar, neneknya itu masuk kedalam kamar. Mama Amar yang memang dari tadi diam saja langsung memeluk Freya dan juga Amar.
"Mama yang mendengarnya senang sekali, mama benar-benar tak menyangka nenek akan berkata demikian, tapi tak masalah berarti bagus dong pernikahan kalian akan bisa langsung dilaksanakan. Jangan pernah tunda-tunda lagi, agar nenek juga tak berubah fikiran" sambil melepaskan pelukannya.
"Iya ma, Amar juga tak menyangka, Amar akan menyiapkan segalanya Amar tak mau menunggu lagi iya kan Freya "
Freya hanya diam saja, Freya hanya tersenyum saja, karena fikiran Freya sedang penuh apalagi dengan kasus anaknya itu, bagaimana sekarang jadinya. Freya sebentar ingin menikah dengan tenang dan masalah ini selesai juga, Freya tak mau bahagia tapi anaknya tidak bahagia karena memikirkan tentang masalahnya itu.
"Sayang ada apa dengan kamu " tanya Amar sambil mengusap pipi Freya.
__ADS_1
Freya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.