
Pagi ini Freya disibukkan dengan ibunya yang mengabari kalau adiknya akan menikah dan akan diadakan dalam beberapa hari lagi. Freya sungguh bingung dengan sikap ibunya ini. Kenapa tiba-tiba adiknya akan menikah padahal adiknya waktu itu mau bekerja dengannya, tapi sekarang tiba-tiba menikah kan.
Ibunya menyuruh Freya untuk berbelanja, mau tidak mau Freya harus pergi bahkan pagi-pagi sekali Freya sudah pergi. Freya juga melihat Dimas sudah ada di sampingnya. Freya tidak tahu Dimas pulang kapan tapi Freya sudah menyiapkan bekal, pakaian dan segalanya untuk Dimas serta memberikan sebuah pesan pada Dimas kalau dia akan pergi berbelanja untuk adiknya yang menikah.
Freya bahkan tidak menyetir sendiri, dia menggunakan taksi karena hari ini rasanya Freya tidak mau saja menyetir. Freya melihat barang-barang yang sudah dia belanjakan tadi. Freya tiba-tiba ingat Gea ingin mengajaknya berbelanja juga sekalian mereka makan sama-sama kan, sudah lama Freya dan juga Gea tidak sama-sama semenjak kepindahannya ke apartemen itu.
Freya juga masih merasa bersalah atas tuduhannya waktu itu pada Gea, tiba-tiba saja marah cuman gara-gara Gea memeluk suaminya, padahal itu hanya reflek saja kan. Freya merasa kalau tindakan itu sudah sangat keterlaluan sekali. Padahal Gea baik sekali kan.
Pada panggilan pertama langsung diangkat dan Freya mendengar suara Gea yang seperti sangat lesu sekali, seperti enggan untuk mengangkat telfonnya "Kamu kenapa Gea, sepertinya kamu sedang sakit. Apa kamu baik-baik saja "
"Iya Freya aku sedang sakit, aku sedang tidak enak badan. Entah kenapa tubuhku ini menjadi sering seperti ini "
"Ya ampun nanti aku akan ke apartemen mu ya, membawakan mu obat dan juga makanan. Tadinya aku mau mengajak mu keluar. Adikku akan menikah ini sangat mendadak sekali bagiku, makanya aku sekarang sedang berbelanja. Siapa tahu kamu bisa membantuku untuk memilih yang lainnya karena aku kadang kebingungan"
"Maaf aku tidak bisa, kamu juga tidak usah membawakan aku obat kemari, aku sudah membelinya kok kemarin aku sudah menyuruh Pak satpam untuk membelikan aku obat dia juga mau tidak masalah. Kamu urus dulu saja adikmu nanti kamu yang ada akan lelah kalau bolak-balik ke sini dan pasti kamu juga nanti akan pergi ke rumah ibumu kan, itu sangat jauh pasti itu sangat melelahkan sekali"
"Kamu yakin ga apa-apa mau ke rumah sakit. Aku masih bisa kok antar kamu ke rumah sakit. Aku masih ada waktu untuk mengantar kamu dulu. Aku malah jadi khawatir dengan keadaan kamu "
"Ga usah, aku ga papa kok kamu fokus aja belanja ga usah hiraukan aku ya. Aku matiin dulu ya aku mau istirahat, aku sangat lelah sekali Freya tolong mengerti aku "
Belum juga Freya berbicara Gea sudah mematikan sambungannya. Saat Freya menatap ke arah kiri dia malah melihat Gea sedang duduk dengan seorang laki-laki di sebuah restoran. Freya yakin benar kalau itu adalah Gea karena mobil juga sedang berjalan dengan sangat pelan.
Freya begitu kaget melihat itu, Gea sepertinya mulai berbohong dengannya mulai menyembunyikan sesuatu darinya. Benar-benar Gea ini ya kenapa tak jujur saja. Apa sulitnya sih jujur, Freya juga akan mengerti.
Freya yang marah langsung menelpon Gea, tapi tidak diangkat mau turun juga sudah terlanjur belok. Apakah ini yang dinamakan sakit katanya dia sedang sakit tapi ada dalam restoran dengan seorang laki-laki, dengan siapa dia sebenarnya pergi. Freya tak sempat melihat wajah laki-laki itu tapi wajah Gea begitu jelas sekali.
Jadi kalaupun nanti Freya bertanya pada Gea, dia tak akan bisa mengelak lagi. Lihat saja Freya akan berbicara dengan Gea. Sebenarnya Gea itu punya masalah apa dengannya sampai menyembunyikan hal itu. Apakah dia masih sakit hati dengan tingkahnya waktu itu.
...----------------...
Gea menundukkan kepalanya lalu dia berbicara "Aku tidak biasanya berbohong pada Freya, tapi sekarang aku berbohong padanya bagaimana kalau dia sampai tahu. Dia akan selalu nekat datang ke apartemenku, tiba-tiba saja dia datang bagaimana apa alasanku nanti saat aku tidak ada di dalam. Kamu pasti mengenal bagaimana Freya kan "
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu berbohong pada Freya tapi aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku sangat khawatir dengan keadaanmu makanya aku mengajakmu bertemu di sini. Kamu baik-baik saja kan maafkan aku semalam aku meninggalkanmu begitu saja karena ibuku menelpon, kalau aku tak pulang pasti ibuku akan mendatangiku kerumah sakit "
Gea langsung menatap Dimas "Tidak masalah, aku mengerti kamu punya anak dan istri dan kamu juga tidak bisa 24 jam denganku. Aku mengerti dengan posisimu jadi jangan merasa bersalah seperti itu, memang seharusnya aku lebih mengalahkan aku ini perempuan yang sedang kamu sembunyikan. Hubungan kita ini tersembunyi tidak ada yang tahu. Bahkan saat akan bertemu juga kita harus sembunyi-sembunyi seperti ini "
"Suatu saat kita akan bisa bersama-sama dan semua orang tahu, aku pasti akan memperjuangkan itu kamu jangan takut ya, aku akan terus berjuang untuk kamu jadi kamu jangan pernah takut kalau aku akan meninggalkan kamu. Aku akan terus bersamamu, aku tak akan pernah meninggalkan kamu bagaimana pun keadaannya "
Gea hanya menganggukkan kepalanya dengan lemas. Sebenarnya masih ada sih rasa bersalah pada Freya tapi mau bagaimana lagi hatinya sudah terlanjur terikat pada Dimas, dirinya sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi kalaupun mau mengalah bagaimana dengan perasaannya.
...----------------...
Freya menyimpan semua barang belanjaannya di dalam rumahnya. Ibunya juga sedang sibuk dengan yang lainnya Freya segera menghentikan langkah ibunya yang sudah bolak-balik sana sini.
"Ibu kenapa mendadak sekali Dini menikah, katanya mau kerja dulu tapi sekarang tiba-tiba menikah ada apa. Aku sampai kaget saat mendengarnya dari ibu. Aku benar-benar tidak menyangka saja"
Ibunya langsung menarik tangannya, lalu membisikkan sesuatu pada Freya "Kamu tahu adikmu Dinu itu sudah membuat masalah dia hamil duluan, Ibu tidak menyangka dia bisa seperti itu, bahkan ayahmu sampai memukulnya habis-habisan dia sudah membuat keluarga malu. Makanya harus dinikahkan dengan cepat, Ibu juga memberitahumu dengan mendadak seperti ini karena masalahnya begitu besar sekali. Ibu tadinya tak mau memberitahu mu. Ibu malu dengan ibu mertua kamu Freya kalau sampai dia tahu hal ini "
Freya diam sejenak tidak menyangka adiknya akan melakukan hal itu "Ibu udah cek kandungannya, Ibu udah pastiin semuanya"
"Iya bu Freya ga akan bilang sama siapa-siapa. Freya boleh ke kamar Dini kan Freya udah beli semua belanjaan yang Ibu mau. Freya mau berbicara dengan Dini "
"Iya kamu temuin dulu adik kamu ya, suami kamu ga ikut kamu ga diantar sama suami kamu tadi ke sini. Biasanya suami kamu itu selalu protektif dan antar kamu kemana-mana"
"Dimas lagi sibuk kerja Bu, apa lagi di rumah sakit lagi banyak pasien banget jadi aku juga nggak mau terlalu ganggu dialah, yang terpenting kan aku bisa bantu ibu"
"Tapi kamu harus hati-hati ya ada Gea, perempuan itu perempuan gak baik bisa aja dia goda suami kamu. Kamu udah pernah dikhianati sama dia kan. Jangan sampai ini terulang untuk kedua kalinya, kamu jangan gampang percaya. Ibu juga denger tuh dari mama mertua kamu, kalau kamu beliin rumah buat perempuan itu buat apa sih kamu habisin uang hanya untuk perempuan itu. Ga ada gunanya juga dia itu bukan siapa-siapa kamu, hanya teman lama yang sudah menghianatimu. Seharusnya kamu tidak melakukan hal itu kalau ibu tahu dari awal mungkin Ibu udah melarangnya"
"Bu itu kan cuma masa lalu. Ya udahlah aku yakin Gea juga udah berubah dia ga mungkin ngelakuin itu. Dimas juga nggak akan mungkin tergoda Bu. Ya udah aku temenin dulu Dini ya pasti dia lagi sedih banget"
"Ya udah pokoknya selalu hati-hati deh, pokoknya jangan sampai rumah itu jadi hak miliknya Ibu ga rela yah sampai harus memberikan itu pada perempuan nakal itu. Kamu itu akan terbawa sial kalau terus membantu perempuan itu "
Freya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Kalau diteruskan nanti akan makin panjang ibunya itu pasti akan terus mengungkit tentang masa lalunya. Bukan apa-apa Freya itu sudah melupakan semuanya Freya tidak mau mengingat-ingat lagi tentang masa lalu sudahlah itu sudah berlalu juga dan sudah terjadi lama juga kan.
__ADS_1
Freya mengetuk pintunya dengan perlahan "Dini ini kakak boleh Kakak masuk, kakak ingin bicara dengan kamu "
"Masuk saja kak pintunya tidak dikunci kok "
Freya membuka pintunya dan kembali menutupnya. Freya melihat adiknya yang begitu murung sekali. Freya duduk di sampingnya dan belum berbicara apa-apa. Freya ingin adiknya sendiri yang berbicara padanya ingin tahu kejadian sebenarnya itu seperti apa, sampai-sampai adiknya harus hamil seperti ini diluar nikah.
Padahal Freya tahu bagaimana sikap adiknya, adiknya tidak akan pernah tergoda oleh laki-laki atau sampai memberikan sesuatu yang seharusnya tidak dia berikan. Adiknya ini pasti akan berpikir beribu-ribu kali tapi kenapa semua ini bisa kejadian seperti ini.
"Maafin aku Kak, aku udah kecewakan Kakak Ibu Ayah pokoknya aku udah kecewakan semua keluarga, aku bener-bener minta maaf. Tadinya aku mau cari kerja tapi aku malah pacaran dan tinggal satu rumah sama pacar aku, aku udah bohongi ibu sama ayah, aku benar-benar nyesel. Aku juga dengan gampangnya malah memberikan itu, karena aku saking cintanya sama dia Kak aku nggak bisa nolak apapun yang dia mau. Aku ga berpikir panjang ke depannya akan seperti apa"
"Bagus deh kalau kamu udah sadar. Apakah laki-laki itu pernah mukul kamu atau laki-laki itu pernah berbicara kasar pada kamu. Lalu kenapa juga dia tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya sampai harus ibu dan Ayah turun tangan. Dia itu benar-benar laki-laki yang tak bertanggung jawab "
"Dia bilang, dia belum siap tapi Ibu tetap mau nikahin aku sama dia, Ibu terus minta pertanggungjawabannya dan akhirnya orang tua da mau juga dan aku harus cepat-cepat nikah juga. Kata ibu kalau sampai perut itu terlihat oleh orang-orang akan sangat memalukan sekali, aku juga sangat tahu aku juga mengerti dan aku juga pasti akan malu. Aku benar-benar tidak menyangka masalahnya akan seperti ini Kak "
"Kakak hanya bisa berdoa saja semoga saja rumah tangga kamu nanti baik-baik saja, tidak ada masalah apapun dan laki-laki itu baik jangan sampai dia main fisik padamu jika sampai dia memukulmu maka kamu harus cepat-cepat melaporkan dia ke kantor polisi. Jangan pernah takut dan jangan pernah ragu kamu masih punya keluarga. Dan jangan pernah memaafkannya karena sebuah kata cinta, karena kamu mencintainya kalau laki-laki sudah main tangan maka tinggalkan tidak akan ada gunanya juga apalagi kalau dia sampai selingkuh"
Dini memeluk kakaknya dari samping, Dini menangis Dini juga merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Awalnya ingin mencari kerja malah jadi pacaran dan malah jadi seperti ini kan. Dini juga menyerahkan sesuatu yang seharusnya dia tidak serahkan pada laki-laki itu, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur terjadi kan.
Freya mengusap tangan adiknya. Freya juga sebenarnya kecewa dengan adiknya ini tapi ya mau bagaimana lagi mau Freya marah-marah di hadapan adiknya semuanya tidak akan bisa merubah segalanya, semua itu akan tetap sama tidak akan ada yang berubah dan pernikahan juga harus segera dilaksanakan. Semoga saja laki-laki itu bisa menerima adiknya dan juga anak yang nanti akan lahir.
"Setelah itu kamu akan tinggal di mana, kamu sudah memikirkan segalanya kan "
"Di rumah ibu mertuaku sepertinya Kak. Tapi aku sangat takut aku takut kalau mereka membenciku. Aku takut kalau mereka tak menyukai aku"
"Kakak yakin mereka tidak akan membencimu. Jangan pernah takut jadilah diri sendiri ya. Kakak yakin setelah ini semuanya akan baik-baik saja apalagi kamu juga akan punya bayi kan "
Dini menganggukan kepalanya. Dini memeluk Kakaknya lebih erat lagi. Kenapa Dini tak bisa seperti Kakaknya. Kakaknya begitu pintar dalam segala hal tapi dirinya malah sebaliknya.
"Kakak, apakah Kakak tak marah denganku "
"Tentu saja aku marah, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Mau aku marah-marah pun semua keadaan tidak akan kembali seperti semula kan"
__ADS_1
Dini diam, semua orang marah padanya tapi memang patut semua orang marah karena kelakuannya ini. Perbuatannya ini tak akan bisa dimaafkan. Ibunya juga sudah tak menyapanya semenjak kejadian ini.