
"Irsyad tidak mau ikut kalau mama mau jalan-jalan ya sudah, kalau mau pergi bersama tante Gea tak masalah. Pergilah Ma Irsyad tak akan melarang"
"Kenapa biasanya juga Irsyad mau kan berangkat sama mama, kita pergi sama-sama. Ayah nggak bisa dia ada operasi jadi dia nggak bisa ikut nggak apa-apa dong, kamu aja laki-lakinya cuma sebentar kok kamu juga udah lama kan nggak pergi ke pameran kita naik permainan di sana, Mama tahu kamu pasti akan suka disana. Tempatnya sangat menyenangkan sekali "
Irsyad lagi-lagi menggelengkan kepalanya "Ga mau Irsyad dirumah aja, kalau Mama mau pergi sama Tante Gea ya udah Ma, berdua saja. Irsyad ga mau kemana-mana dulu mau dirumah aja "
"Irsyad ada apa dengan kamu, apa yang terjadi sama kamu "
"Hanya tidak suka saja ada perempuan yang dekat dengan ayah selain mama, makannya aku seperti ini. Jangan marah padaku tolong ma"
"Tapi dia adalah teman Mama dia bukan orang asing dia sahabat mama. Mama kan sudah menceritakannya sama kamu sayang "
"Iya Irsyad mengerti, tapi jangan dekat juga dengan ayah kan. Masa dekat sekali dengan ayah. Irsyad hanya tak suka saja. Irsyad mau mengerjakan PR Mama selamat bersenang-senang hati-hati ya di jalannya, kalau ada apa-apa langsung hubungi Ayah"
Irsyad langsung masuk ke dalam kamarnya. Entah kenapa sejak pertama bertemu dengan tante Gea seperti yang pertama Irsyad katakan, Irsyad merasa ada sesuatu yang disembunyikan tante Gea dan itu tentang ayahnya.
Entah cuma firasat saja entah karena Irsyad takut Mamah dan ayahnya seperti orang tua teman-temannya yang berpisah karena orang ketiga. Irsyad sungguh takut mendengar kata perpisahan.
...----------------...
__ADS_1
Freya dan juga Gea yang sudah ada di pameran itu. Mereka berkeliling berbelanja pakaian, makanan banyak lagi yang mereka beli. Mereka benar-benar bersenang-senang di sini mereka seperti nostalgia lagi kembali seperti masa lalu saat mereka belum menikah, saat mereka belum ada masalah itu juga. Mereka sering bersenang-senang seperti ini.
"Apalagi yang harus kita beli Gea, kita sudah membeli beberapa makanan dan kita harus segera memakan ini semua kalau sudah dingin kadang tidak enak, kita akan makan dimana"
"Apa lagi ya. Ini sudah cukup sih Freya memangnya kita akan bisa menghabiskannya. Ini sudah banyak sekali aku takut kalau kita tak bisa menghabiskan makanan ini "
Freya tersenyum mendengar kata-kata dari Gea "Iya benar sekali, padahal kita tak akan pernah bisa menghabiskannya dari dulu kita selalu seperti itu. Sekarang malah kita membeli banyak makanan seperti ini "
"Ya makanya apakah kita akan siap menghabiskan semua makanan ini, aku rasa tidak ini banyak sekali tahu "
"Ya sudah sebentar aku akan membeli minuman, kita sampai lupa untuk membeli minuman kamu tunggu saja di sini aku akan mengantri di sana penuh sekali. Jangan kemana-mana ya"
"Gea anakku kamu ada di sini, Gea sayang kamu ada disini "
Gea langsung membalikkan badannya saat mendengar suara siapa. Gea bergegas pergi tapi tangannya langsung ditarik "Mau ke mana anakku sayang, apakah senang tinggal di rumah orang lalu bagaimana suasana di sana apa sama dengan rumah kita. Aku akan menunggumu pulang sayang. Kamu harus pulang rumah sepi sekali jadi aku akan memberimu waktu, jika kamu masih betah tinggal di sana silakan aku beri waktu beberapa hari tapi kamu harus kembali lagi ke rumah"
"Lepaskan sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali. Aku tidak sudi untuk hidup denganmu lagi, lebih baik kamu cari wanita yang mau kamu peralat, yang mau bekerja untuk kamu dengan suka rela, aku tidak sudi untuk kembali lagi dengan kamu, aku tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan kamu "
Gea menatap wajah Ayah tirinya itu dengan benci, rasannya tak mau Gea kembali dengannya. Mereka saling tatap dan tiba-tiba.
__ADS_1
Plak pipi Gea langsung ditampar oleh Ayah tirinya. Orang-orang langsung mengerumuni mereka ada salah satu ibu-ibu yang datang menghampiri mereka "Ada apa denganmu. Kenapa kamu kasar sekali dengan Nona ini apa salahnya, kamu ini ya sudah tua tapi berani menampar anak muda dasar tidak tahu diri kamu ini ya"
"Ini masalah keluarga Bu, aku ini Ayahnya dan ini anakku dia kabur tidak pulang-pulang selama 1 bulan. Makanya saat aku menemukannya aku marah sekali padanya aku sudah mencarinya kemana-mana ternyata dia ada di sini, aku sungguh kesal dengan anak ini "
"Selesaikan semua masalah di rumah jangan seperti itu, langsung menampar dia ditempat umum seperti ini dia akan malu. Setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik kan Pak, selesaikan di rumah dengan kepala dingin. Mungkin dia punya alasan dengarkan dulu alasannya jangan sampai langsung melakukan kekerasan seperti itu"
Gea mencoba melepaskan pegangan tangan Ayahnya yang erat ini, tapi sangat sulit sekali pegangannya itu sangat erat sekali dan menyakitkan sekali"Ya aku sudah terlanjur kesal padanya Bu. Jadi tolong kalian beri aku jalan. Aku harus pergi dan membawa anak nakal ini pulang. Jangan halangi kami dan jangan memberitahu bagaimana aku harus mendidik anakku ini. Aku tahu yang terbaik untuknya "
Gea menahan tubuhnya agar tidak tertarik oleh ayah tirinya itu, tapi percuma Gea tertarik juga Gea mencari Freya di mana dia ke mana Freya. Kenapa Freya tak ada datang kemari. Gea butuh bantuannya.
Sedangkan Freya yang melihat Gea ditarik oleh ayah tirinya itu bergegas mendekatinya dan langsung menerjang ayah tiri Gea itu, bahkan Freya sempat-sempatnya untuk meninju laki-laki itu.
Orang-orang yang tadi masih berkumpul di sana sampai berteriak, melihat Freya yang langsung bertindak seperti itu. Gea langsung bersembunyi di belakang Freya "Freya ada apa denganmu tiba-tiba memukulku seperti itu. Kamu ini kenapa sih dengan ku selalu saja seperti ini kasar padaku "
"Kamu sudah berani memukulnya lagi, sudah lepaskan dia jangan bawa dia lagi "
"Aku ini adalah ayahnya, jadi aku berhak untuk membawanya pergi kemanapun. Dan kamu hanya seorang teman kan kamu bukan siapa-siapanya kamu bukanlah keluarganya jadi jangan pernah menghalangi aku untuk membawa dia pulang"
Freya menggelengkan kepalanya "Aku tidak akan pernah mau, aku tidak mau melepaskan Gea "
__ADS_1
Erik menggapai tangan Gea untuk ditarik, tapi Gea berpegangan pada Freya. Gea tidak mau sampai ikut dengan ayah tirinya itu lagi. Gea dengan susah payah berpegangan pada Freya tapi akhirnya tertarik juga.