
Gea mengacak-ngacak rumahnya melampiaskan semua amarahnya ini. Gea menangis dengan histeris berteriak meluapkan semua rasa marahnya ini "Apa salahku sampai-sampai dia mencaci makiku seperti itu. Aku tidak pernah membuat salah padanya, tadi dia berani melukai aku seperti ini. Kenapa harus begini jalan hidupku ini, aku selalu baik dengan orang tapi tetap saja semua itu percuma "
"Aku juga sebenarnya tidak mau menjadi perempuan seperti ini, tapi aku sudah terlanjur mencintai suaminya harus bagaimana. Aku tidak bisa pergi, aku tidak bisa meninggalkannya sampai kapan pun "
Freya melempar piring, gelas semuanya sampai pecah semuanya bahkan fotonya dengan Freya juga dia lempar. Tak ada yang tersisa, Gea duduk sambil memeluk lututnya, rasanya hatinya masih sakit terngiang-ngiang saja perkataan dari ibunya Freya itu bahkan membawa-bawa ibunya segala.
Ibunya sudah tidak ada, dia tidak tahu apa-apa tapi malah dibawa-bawa seperti itu. Rasanya marah sekali, ingin melawan tapi Gea tak berani, Gea tak seberani Freya yang bisa melawan siapa saja.
Dimas yang baru datang langsung masuk ke dalam rumah, Dimas kaget rumah berantakan seperti ini. Apa ada pencuri sampai rumah seperti ini. Dimas mencari keberadaan Gea ternyata dia ada di pojokan. Dimas mengusap rambut Gea dengan lembut "Ada apa dengan kamu jangan seperti ini, kenapa rumah menjadi berantakan seperti ini apa ada pencuri, ayo bangun jangan seperti ini "
"Apakah aku seburuk itu, apakah aku tidak pantas untuk dihargai "
"Apa yang kamu katakan ayo bangun, jangan seperti ini ya "
"Apakah aku seburuk itu jawab Dimas, jawab aku sedang bertanya pada kamu jangan diamkan aku seperti itu "
"Tidak kamu tidak buruk, kamu adalah wanita yang aku cintai. Ayo bangun sayang "
"Tapi kenapa orang-orang tidak menyukaiku, aku juga tidak mau seperti ini. Aku juga tidak mau melakukan hal seperti ini "
Dimas memeluk Gea lalu membawanya ke dalam kamar. Gea masih saja menangis, Dimas juga bingung harus diam di sini atau pergi ke sana lagi ke pernikahan adik iparnya. Kalau Dimas sampai tidak kembali lagi pasti orang tuanya akan mencarinya. Apalagi ibunya pasti akan terus mencarinya sampai ketemu.
"Tolong jangan pergi, aku sangat membutuhkan kamu Dimas. Hanya kamu satu-satunya orang yang peduli sama aku. tolong diam disini bersamaku "
__ADS_1
Gea bangun lalu mencium bibir Dimas, Dimas yang memang mencintai Gea dia membalasnya, tanpa memikirkan perasaan istrinya atau anaknya. Akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri yang seharusnya mereka tidak lakukan dan tanpa Dimas ketahui ada seseorang yang mengintip.
Bahkan sampai menangis melihat kelakuan Dimas dan juga Gea. Orang itu langsung pergi meninggalkan apartemen itu dengan air mata yang bercucuran, rasannya sakit sekali melihat hal itu.
Sedangkan dua orang yang sedang jatuh cinta itu tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan, mereka hanya saling memuaskan di atas ranjang. Mereka asyik dengan kegiatan mereka berdua.
...----------------...
"Aw"
"Maaf dek kamu kenapa kok menangis seperti ini, apa ada yang menyakiti kamu atau ada yang mengejar kamu"
Anak itu langsung menggelengkan kepalanya, dia kembali berlari meninggalkan orang yang baru saja dia tabrak tadi. Anak itu terjatuh kembali dan dia kembali menangis. Badannya begitu lemas sekali.
"Kenapa ayah tega mengkhianati Mama kenapa, padahal Mama begitu menyayangi Ayah kenapa semua ini harus terjadi "
Irsyad selalu diam-diam melihat tingkah Ayahnya yang berubah, makanya Irsyad ingin tahu apa yang terjadi dengan Ayahnya itu, tapi kenyataannya dia malah melihat ayahnya dan juga tante Gea melakukan sesuatu yang membuat Irsyad begitu kecewa dengan ayahnya, berarti selama ini benar kan firasatnya kalau Tante Gea itu akan merebut ayahnya.
"Aku harus bagaimana bicara dengan Mama apakah Mama akan percaya aku tidak punya bukti apa-apa. Mama pasti tak akan percaya dan akan lebih percaya dengan kata-kata Ayah "
Irsyad mengusap air matanya, dia bertekad akan mencari semua bukti. Irsyad tidak mau mamanya disakiti seperti ini Irsyad tak akan membiarkan semua ini terus berlanjut. Dan mamahnya yang menjadi korban di sini. Memang seharusnya mamanya dari awal tidak membawa orang asing ke rumah, Mamanya seharusnya tidak terlalu baik pada orang lain.
Hati Irsyad sekarang begitu hancur sekali, sangat hancur sekali ayahnya yang menjadi panutannya malah melakukan hal seperti ini, mengkhianati mamanya meskipun Irsyad belum dewasa seperti orang-orang tapi Irsyad mengerti apa yang ayahnya lakukan Irsyad juga sebentar lagi akan jadi remaja.
__ADS_1
"Dek kamu kenapa, ada apa dek "
Lagi-lagi ada yang menghampiri Irsyad, tapi Irsyad langsung menggelengkan kepalanya "Aku tidak apa-apa aku baik-baik saja"
Irsyad menghapus air matanya lalu memberhentikan taksi untuk kembali lagi ke pesta, Irsyad tidak mau mengkhawatirkan mamanya pasti sekarang mamanya sedang menunggunya dan mencarinya.
...----------------...
Sedangkan Freya di pesta itu terus saja menghubungi suaminya. Kenapa tidak bisa dihubungi suaminya ini ke mana. Freya bahkan sampai mencari keluar gedung tapi tidak ada, suaminya benar-benar menghilang seperti ditelan bumi. Gea juga tidak ada mereka berdua menghilang bersamaan sesuatu yang mengejutkan sekali untuk Freya.
Freya tiba-tiba saja melihat mobil taksi yang berhenti, saat yang keluar Irsyad Freya segera menghampirinya. Irsyad begitu murung Freya memeluknya dengan erat "Ada apa kamu habis nangis ya, apa ada yang menyakiti kamu sayang. Bicara dengan Mama siapa yang menyakiti kamu "
Irsyad mengelengkan kepalanya "Irsyad baik-baik aja. Irsyad janji akan selalu jaga Mama, Irsyad nggak akan pernah kecewakan Mama, Irsyad akan menjadi semangat Mama. Mama harus selalu bahagia ya "
"Kamu dari mana kenapa bisa naik taksi sendirian seperti itu. Mama tahu Irsyad akan selalu jaga Mama"
Irsyad menatap mamanya dan tersenyum, mencoba untuk baik-baik saja di hadapan mamanya. Irsyad tidak mungkin langsung berbicara pada mamanya tanpa bukti pasti. Mamanya tidak akan pernah percaya "Irsyad tadi dari rumah ada sesuatu yang tertinggal mau bilang sama mama tapi Mamanya sedang sibuk, jadi Irsyad ambil sendiri saja. Mama nanti jangan sedih ya di Irsyad akan selalu ada untuk Mama. Irsyad sebentar lagi akan menjadi dewasa. Irsyad akan mencari uang untuk Mama. Agar Mama tak perlu bekerja lagi ya. Mama harus selalu bahagia tak boleh sedih "
Freya tersenyum mendengar kata-kata anaknya, lalu mencium keningnya "Lebih baik Irsyad sekarang fokus dulu sama sekolah ya. Nanti juga Irsyad bakal bisa cari uang kok tapi yang Mama mau sekarang Irsyad fokus dulu. Ayo masuk lagi ke dalam Mama lagi cari ayah dia nggak ada, nggak tahu ke mana mama bingung mau cari ke mana lagi. Udah banyak keluarga juga yang tanyain ayah kamu"
"Ga usah cari Ayah mah, kita masuk aja nggak usah hiraukan ayah, ayah itu lagi sibuk. Mama jangan terlalu percaya ya nanti dengan kata-kata ayah. Ayo kita masuk sekarang Ma"
Tangan Freya langsung ditarik oleh Irsyad, Freya belum sempat untuk bertanya dan menjawab apa yang dikatakan oleh anaknya itu. Freya bingung kenapa dirinya tidak boleh percaya dengan suaminya apakah Irsyad melihat sesuatu.
__ADS_1
Pertanyaan yang membingungkan itu teralihkan oleh teman-teman Freya yang datang. Freya langsung menyambut mereka Irsyad sendiri dia duduk di pojokan melamun sendirian.
Mengingat semua apa yang ayahnya lakukan begitu sakit sekali rasanya mengingat hal itu. Irsyad begitu hancur sekali, Ayahnya sudah menghancurkan segalanya Tante Gea juga sama perempuan itu tak menyayangi Mamanya.