
"Berarti mulai sekarang aku memanggil Paman Amar dengan sebutan Ayah kan, tolong Ayah jaga Ibuku jangan pernah sakiti dia, kalau memang Ayah ingin menyakiti Mamaku tolong kembalikan dia padaku, aku tidak akan pernah sanggup kalau misalnya Ayah sampai menyakiti mama. Kalau ayah sudah bosan dan tidak mau bersama mama tolong kembalikan mamah padaku "ucap Irsyad saat sudah berhadapan langsung dengan Amar.
"Tidak perlu khawatir Irsyad menjaga dan membahagiakannya itu adalah tugas Ayah sekarang, kamu bisa memantau apapun yang Ayah lakukan dengan ibumu. Ayah tidak akan pernah mengecewakannya. Kita nanti tinggal bersama Irsyad, jadi jangan pernah takut kalau mamamu akan Ayah sakiti karena hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi"balas Amar dengan tegas.
Amar tahu Irsyad sangat ketakutan sekali kalau mamanya kembali disakiti. Amar tahu bagaimana trauma yang dirasakan oleh Irsyad ini saat dulu ayah kandungnya sendiri menyakiti mamanya dengan sangat dalam sekali.
Amar hanya menganggukkan kepalanya, dia segera pergi ke arah kanan dan berdiri di sana bersama keluarga yang lain, semua tamu langsung bertepuk tangan mereka juga ikut bahagia atas pernikahan Amar.
Apalagi keluarga Amar juga semuanya datang. Jadi gedung ini benar-benar penuh dengan keluarga dan teman-teman terdekat Amar bersama Freya.
Amar tidak henti-hentinya dari tadi menatap Freya dengan tatapan yang begitu kagum. Amar tidak menatap sekitar dia hanya fokus menatap wajah istrinya yang begitu cantik dan mempesona di matanya.
MC sudah mulai berbicara dan menyuruh mereka untuk segera tukar cincin, Amar sampai kaget tadi saat MC berbicara karena saking terlalu fokusnya menatap istrinya.
Mamanya Amar membawa sebuah nampan dan di sana ada dua cincin yang akan mereka gunakan, mamanya Amar langsung tersenyum ke arah Freya.
"Selamat ya sayang akhirnya kalian berdua menikah, memang banyak sekali rintangan yang kalian hadapi. Tapi semuanya bisa kalian jalani kan, bisa kalian lewati jangan pernah menyerah dengan apa yang terjadi nanti di depan kalian harus selalu bisa menerobosnya dan bisa menjalankannya tanpa harus ada kata perpisahan"
Ekspresi haru terlihat dari wajah mamanya Amar, matanya sudah berkaca-kaca melihat anak semata wayangnya menikah dengan wanita yang begitu dia cintai.
__ADS_1
"Mama jangan menangis "ucap Freya merasa tidak enak saja.
"Mama hanya bahagia saja Freya, akhirnya Amar menikah juga akhirnya perjuangan kalian berdua tidak sia-sia, akhirnya kalian bisa menerobos rintangan itu meskipun sulit yang harus kalian hadapi nenek tapi semuanya berjalan dengan lancarkan, semuanya bisa teratasi Mama begitu bahagia sekali"
"Ya udah sekarang kalian tukar cincin dulu. Lihat yang lain udah pada nungguin nanti deh kita ngobrol-ngobrol lagi "lanjut mamahnya Amar sambil memberikan cincin itu.
Mamanya Amar yang sudah selesai dengan tugasnya kembali ke arah keluarganya, dia langsung menangis di sana untungnya ada keluarga yang membawa tisu dan langsung diberikan pada mamanya Amar.
Saat mereka berhadapan Amar langsung mengusap pipi Freya, tak lupa dengan senyum lebarnya "Kamu begitu cantik, memang setiap harinya kamu cantik akhirnya kita bisa bertemu juga"
"Kamu juga tampan sangat berbeda sekali"balas Freya dengan senyum yang tak pernah luntur.
Dia benar-benar tidak mau berpisah dengan istrinya kembali, mereka sudah dipingit waktu itu dan Amar tidak mau sampai kecolongan lagi ya maksudnya kehilangan istrinya dari depan matanya.
Sampai-sampai keluarga bersorak saat melihat Amar mengikuti Freya berganti pakaian, mereka begitu bahagia melihat Amar yang tidak bisa lepas dari istrinya.
Karena memang ini sesuatu yang baru yang pertama baru mereka lihat, Amar dari dulu sangat anti dengan seorang perempuan dia sangat tidak mau diatur-atur oleh perempuan ataupun mengikuti seperti itu.
Tapi sekarang bersama Freya benar-benar berubah, Amar yang dulu dan sekarang sudah sangat-sangat berubah sekali. Memang kalau seseorang sudah menemukan cinta sejatinya mereka akan lupa segalanya.
__ADS_1
Sesi foto dan salam-salaman yang paling lama, karena di sini banyak sekali keluarga yang ingin difoto semuanya ingin difoto teman-teman Freya juga sama ingin difoto, Amar semuanya difoto tidak ada yang tertinggal.
Apalagi banyak pasien pasien yang sudah sembuh juga yang datang kemari yang diundang oleh Amar, mereka benar-benar bahagia dengan pernikahan Amar dan juga Freya yang paling bahagia sih Jordi, karena bisa menyatukan dua sahabatnya ini dari yang dulunya bukan siapa-siapa menjadi satu sekarang.
Gea juga yang dari tadi diam di pojokan tersenyum bahagia melihat Freya yang bahagia, dia tidak menyangka Freya akan kembali menikah dan menemukan cinta sejatinya cinta seutuhnya.
Rasanya dia ingin menikah semewah ini sama seperti Freya. Tapi semua itu hanya ada dalam angan-angannya saja, karena semua itu tidak akan pernah terjadi.
"Kalau saja dulu kita menikah seperti ini apakah akan sebanyak ini tamunya Dimas, apakah akan banyak orang yang datang saat seorang pelakor merebut suami orang lain menikah "
Dimas berdehem dia juga sebenarnya dari tadi menahan rasa sakit hati karena Freya menikah lagi, tapi Dimas sudah berjanji kan akan melupakan segalanya. Dimas akan mencoba melupakan Freya dan membiarkan Freya bahagia dengan pasangannya yang sekarang.
"Kamu dulu yang menolak kan, aku sudah memberikan pesta yang bagus untuk kamu, ingin membuatkan pesta yang indah tapi kamu tidak mau. Kalaupun kita mengadakan sebuah pesta seperti ini aku jamin semua orang juga pasti akan datang kalau mereka diundang, ya pasti mereka datang tapi ya sudahlah kita juga sudah menikah dan akan segera mempunyai anak pula "
"Iya aku tahu, pesta ini adalah impian setiap perempuan dan aku adalah salah satunya Dimas, aku dulu bermimpi ingin menikah semewah ini, tapi ya sudahlah seperti apa yang kamu katakan kita berdua sudah menikah kita berdua sudah menjadi suami istri, tidak akan pernah ada yang diubah lagi kalaupun kita membuat pesta toh uangnya juga sayang"
"Ya sudah kalau kamu sudah mengerti, berarti tidak usah ada yang dibahas lagi kan kita nikmati saja pesta yang Freya dan Amar berikan ini adalah sesuatu suguhan yang begitu mewah, kita hanya perlu menikmati semua hidangan yang ada di sini"
Gea menganggukan kepalanya, dia masih tidak mau berjalan kesana kemari dia takut ada yang mengenalinya dan nanti malah marah-marah padanya. Gea tidak mau di hari pernikahannya Freya menghadapi pertengkaran.
__ADS_1
Gea tidak mau dia menjadi sumber masalah di sini, Gea hanya ingin melihat Freya menikah kembalikan bukan untuk mencari masalah ataupun musuh.