
Freya dan Amar pulang dengan senyum yang merekah, mereka juga sudah memberitahu kabar bahagianya pada Mama Astuti kalau pernikahan mereka akan segera dilaksanakan.
Freya juga sudah memberitahu anak-anaknya bahkan Irsyad juga senang mendengar semua kabar ini. Amar tidak lama di sini dia hanya menceritakan tentang bagaimana pertemuan mereka dengan neneknya tadi, setelah itu Amar pulang katanya dia harus ke rumah sakit dan mengurus beberapa pekerjaan yang belum selesai.
Freya juga mendekati anaknya yang sedang menonton TV sepertinya anaknya tidak tertekan apa-apa dengan masalah ini. Tapi Freya bersyukur berarti anaknya ini memang tidak bersalah kalau memang benar bersalah pasti dia akan mengurung diri dan melamun.
"Irsyad kamu baik-baik saja "
Irsyad langsung menatap mamanya dan menganggukan kepalanya juga "Baik-baik saja, memangnya kenapa Mah"
"Ya maksudnya kan lagi ada masalah kayak gini. Kamu nggak apa-apa kan "
"Ga papa emangnya Irsyad harus kayak gimana, ini bukan salah Irsyad kok"
"Pasti semuanya akan selesai, tapi kamu nggak masalah kan sama pernikahan ini saat banyak masalah seperti ini mama malah akan menikah kamu tidak keberatan"
"Irsyad sangat senang sekali akhirnya Mama akan menikah, akhirnya Mama akan bisa bahagia mungkin sebelumnya Mama juga bahagia, tapi sekarang akan lebih bahagia Paman Amar sangat baik dia pengertian sekali dan Irsyad juga percaya kalau Paman Amar akan bisa menjaga Mama dengan baik. Irsyad nanti akan menikah akan bekerja jadi Irsyad tidak akan khawatir kalau ada apa-apa"
Freya memeluk anaknya dari samping "Terima kasih. Tapi Mama janji akan bantu kasus kamu ini sampai selesai, kita akan pecahkan sama-sama "
"Iya mah, Irsyad yakin kalau masalah ini akan cepat selesai masalah ini tidak akan terus begini. Irsyad juga tahu ini bukan kesalahan Irsyad dan lambat-lambat semuanya akan terbongkar"
"Iya sayang, mama juga yakin semuanya akan cepat selesai dan kembali seperti semula "
Irsyad juga balik memeluk mamanya. Irsyad masih mendalami semua kejadian ini. Irsyad juga masih mencari siapa sebenarnya laki-laki yang dekat dengan Laila sampai-sampai dia berani mengatakan kalau Irsyad yang melakukannya jelas-jelas bukan kapan Irsyad menyentuh perempuan dia saja trauma.
...----------------...
Laila diam di dalam kamar, selama ini dia bahkan tidak masuk ke kampus Laila terus saja menunggu kedatangan Irsyad, sudah di telepon diberi pesan tapi Irsyad seperti tidak peduli Irsyad benar-benar tidak takut dengan ancaman ini.
__ADS_1
Laila membuka ponselnya ingin memberikan pesan lagi pada Irsyad, tapi dia urungkan niatnya apakah Laila harus datang ke rumahnya ?
Sepertinya itu ide yang bagus. Laila harus pergi ke sana Laila harus minta tanggung jawab Irsyad tidak bisa lari begitu saja dari tanggung jawabnya enak saja.
Laila bergegas memakai pakaian tebal. Jangan sampai ada yang melihat keadaan ini, memang perutnya belum besar tapi tetap saja Laila tidak mau ada yang menggosipkan nya Laila harus cepat-cepat menikah.
Keluar dari dalam kamar Ibunya sudah ada di sana, sepertinya akan masuk ke dalam kamarnya "Kamu mau ke mana, kamu udah diem di rumah kalau ada apa-apa siapa yang akan bantu kamu. Kalau mau makan apapun minta sama ibu aja "
"Aku nggak bisa diam kayak gini terus Bu, aku harus minta tanggung jawab sama dia. Akan sampai kapan aku nunggu Irsyad datang kemari sedangkan dia tidak datang-datang"
"Ya udah ibu temenin ya, kamu jangan berangkat sendiri nanti kalau misalnya orang tuanya malah main kasar gimana, ibu ga akan terima itu "
"Ga bisa, ibu diem aja di rumah lebih baik aku pergi sendiri aja"
"Ga, Ibu mau ikut aja ibu pengen temenin kamu "
Laila benar-benar pergi dia tidak mau mendengarkan kata-kata ibunya, Laila tidak bisa tinggal diam Irsyad itu mau enaknya saja tapi tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan.
...----------------...
"Jadi gimana udah ketemu belum "tanya Irsyad yang menyuruh seseorang untuk menyelidiki kasusnya ini, Irsyad tidak bisa kalau harus ke sana kemari sedangkan dia harus belajar. Irsyad harus mementingkan kuliahnya.
"Baru sedikit sih, karena Layla itu pinter banget buat nutup nutupin semuanya tapi tenang aja pasti ini bisa kebuka kok soalnya ada satu laki-laki yang dekat banget sama dia"
"Udah bener-bener dicek lagi kan kalau laki-lakinya dekat banget sama dia "
"Udah udah malahan temen satu kelas kalian loh satu jurusan juga"
"Siapa emangnya"
__ADS_1
"Aku kirimin fotonya ya sama kamu sekarang juga"
Irsyad langsung menerima pesan dan dia melihat siapa orang yang dekat dengan Laila, tidak salah ini kan teman dekatnya.
Irsyad kembali berbicara dengan orang itu "Yakin ini orangnya, di kampus juga mereka nggak deket loh masa tiba-tiba orang ini yang jadi tersangka"
"Beneran, ini emang orang yang kenal sama Laila udah beberapa hari nih ya aku ikutin dan ada satu kali mereka ketemu di sebuah restoran dan aku juga lihat Laila nangis-nangis kayak gitu, tapi aku nggak bisa denger percakapannya karena mereka cuman bicara sebentar"
"Hemm, oke deh bantu pokoknya ya cari sampai ketemu tenang masalah bayaran itu nggak masalah yang terpenting terpecahkan"
"Oke oke "
Baru saja Irsyad akan kembali berbicara Mamanya sudah masuk ke dalam kamar. Irsyad langsung menyimpan ponselnya dia juga langsung mematikan sambungannya.
"Iya Mah kenapa"
"Laila ada di luar rumah, gimana mau kamu temuin atau mau mama suruh pulang aja"
"Kenapa dia kemarin si Mah. Ya udahlah Irsyad temuin dia. Mamah lebih baik masuk ke dalam kamar aja jangan urusan sama perempuan itu, dia itu licik bisa-bisa nanti mama difitnah aniaya dia lagi lebih baik Mama ga usah temuin dia "
"Mama temenin aja ya biar kalau misalnya kejadian ada apa-apa ada saksi mata. Mama nggak mau nanti malah kamu yang dituduh "
"Ga usah mah, Mama istirahat aja Irsyad yang temuin ya"
Irsyad langsung keluar dari dalam kamarnya. Irsyad akan menemui Laila sendiri saja. Mau apalagi perempuan itu mendekatinya. Apa mungkin karena pesan dan teleponnya tidak diangkat olehnya.
Irsyad sudah tahu ujung-ujungnya apa dia minta tanggung jawab, selalu saja minta pertanggung jawaban sedangkan Irsyad tidak tahu apa salah dirinya ini, kalau sampai sudah ketahuan Irsyad benar-benar akan menuntut Laila karena sudah membuatnya harus mempunyai masalah seperti ini dan nama baiknya harus tercoreng.
Lihat saja apa yang akan Irsyad lakukan. Irsyad melihat Laila sedang duduk akhirnya langsung berdiri dan akan memeluk Irsyad, tapi dengan langkah yang cepat Irsyad langsung menjauh, pasti ini adalah jebakan lagi.
__ADS_1