
Gea yang sudah masuk lagi ke dalam rumah mendekati Freya yang sedang membereskan ruang tengah "Biarkan aku pergi Freya, aku akan baik-baik saja kamu tidak usah takut. Aku benar-benar akan baik-baik saja, aku tidak mau terus tergantung denganmu dan juga keluargamu. Aku harus bisa hidup sendiri aku tidak bisa seperti ini terus, aku tidak mau menjadi beban siapapun. Aku akan mencari kebahagiaanku sendiri "
"Tapi aku khawatir dengan keadaanmu, jangan tiba-tiba pergi seperti itu. Aku sangat takut saat kamu pergi meninggalkan aku "
"Apakah kamu tidak khawatir dengan keluargamu sendiri, aku tahu anakmu tidak terlalu menyukaiku dan juga Ibu mertuamu juga sama aku tahu di sini aku hanya akan menjadi sebuah bencana untukmu l. Aku tidak mau hidupmu malah berantakan hanya karena menolongku, aku yakin dengan uang dan juga perhiasan yang ada di rumah Ayah tiriku itu akan cukup untuk membeli rumah baru dan untuk keseharian sebelum aku mendapatkan pekerjaan" Gea mencoba membujuk lagi Freya mengatakan kata-kata yang hampir sama. Karena memang itu alasannya terbesarnya.
"Ayolah mungkin mereka berdua belum menerima keadaanmu di sini, jadi jangan ambil hati namanya juga Irsyad dia masih kecil dia mungkin berpikir kalau kamu itu masih orang asing tapi aku jamin dia pasti akan berubah. Dia ga akan kayak gitu lagi tolong jangan pergi ya tetap disini "
Gea menggenggam kedua tangan Freya "Tidak masalah aku mengerti kalaupun aku ada di posisi mereka, aku juga akan bersikap seperti itu apalagi kita sudah tidak bertemu beberapa tahun kan, pasti mereka sangat asing dengan aku yang tiba-tiba muncul dan kamu memperkenalkan pada mereka kalau aku ini adalah sahabat kamu, terasa aneh sekali kan jadi kamu tidak usah khawatir. Besok aku akan berangkat ke rumah itu dan mengambil semuanya, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku"
"Tapi aku minta kamu pergi bersama Dimas, kamu diantar olehnya. Jangan pergi sendiri aku takut kalau tiba-tiba saja ada anak buah Ayah tirimu itu, aku tahu dia licik sekali pasti dia akan melakukan berbagai hal untuk menghancurkan kamu Gea "
Freya akhirnya pasrah saja, tidak mau menahan Gea juga. Takutnya dia malah tertekan kalau Freya terus menahannya. Nanti Freya bisa mengunjunginya juga kan. Benar juga ucapan Gea harus membuat Irsyad nyaman lagi di rumahnya, lalu ibu mertuanya tidak berbicara apa-apa lagi dan semuanya normal seperti semula lagi.
...----------------...
Gea dan juga Dimas benar-benar pergi berdua. Freya membiarkan suaminya untuk mengantar Gea mengambil uang dan juga perhiasan yang ada di rumah ayahnya itu. Freya benar-benar membebaskan mereka jadi kalaupun mereka selingkuh akan gampang, karena Freya tidak punya pikiran kalau suami dan juga temannya akan selingkuh.
Sebenarnya Dimas sudah menolak dan tidak mau, biar Gea naik taksi atau ditemani yang lain tapi karena Freya terus saja meminta pada suaminya ini mau tidak mau Dimas akhirnya mengalah. Meskipun hatinya sekarang menjadi sangat bingung sekali. Gea ada di sampingnya dia duduk dengan manis di dalam mobil bersamanya.
Selama perjalanan juga hanya diam saja, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua, mereka berdua seperti canggung dan Dimas juga sama canggungnya, Dimas sesekali menatap Gea yang sibuk menatap ke luar jendela.
Dimas ingin melupakannya Gea, tapi kalau diberi ruang seperti ini terus menerus kapan Dimas bisa melupakannya, yang ada rasa ketertarikan ini akan terus bertambah karena istrinya selalu saja mendekatkannya bersama Gea. Kemanapun Gea pergi pasti Dimas yang akan mengantarnya.
Jadi Dimas disini serba salah sekali. Menolak malah istrinya akan terus berbicara, kalau terus bersama Dimas malah akan terus menyimpan rasa ini mungkin Dimas bisa saja selingkuh kan dengan Gea. Karena istrinya yang terus saja membiarkannya bersama Gea dan menyuruhnya selalu menemaninya. Jadi kalau kalian ada di posisiku bagaimana.
Mereka berdua sudah sampai di rumah besar itu, saat masuk rumah kosong tidak ada siapa-siapa kunci juga ada di bawah pot seperti biasa "Aku akan mengecek dulu ke kamar, kamu mau ikut atau tunggu di sini "tawar Gea pada Dimas yang masih diam saja dan mengikutinya dari belakang.
"Aku akan menunggu di sini saja, kamu tak masalah kan sendiri "
"Iya tak masalah biar aku saja yang ke kamarku, kamu di sini saja tunggu aku. Aku tidak akan lama hanya sebentar"
Gea langsung naik ke lantai atas. Gea membuka kamarnya, melihat keadaan kamarnya yang sama persis setelah dia tinggalkan terakhir kalinya. Bersih dan juga tidak ada yang berubah. Gea segera membuka berangkas yang ada di sana, benar saja masih ada perhiasan dan uang. Untungnya ayahnya pernah memberitahu kodenya berapa jadi Gea bisa leluasa mengambil semuanya.
Gea menyimpan semua perhiasan dan uang itu ke dalam tasnya, tidak ada yang terlewat semuanya disimpan dengan rapih. Tiba-tiba saja ada kecoa yang lewat di hadapannya Gea yang kaget langsung berteriak"Akhh"
Dimas yang mendengar teriakan itu langsung naik ke lantai atas, takut-takut terjadi sesuatu dengan Gea. Dimas begitu khawatir dengan keadaan Gea, mereka malah bertabrakan dan Gea jatuh di pelukan Dimas, pandangan mereka langsung beradu. Dimas menatap wajah cantik Gea. Matanya yang bulat, bibir kecil, hidung mancung dan kecil itu membuat Dimas terpesona dan tak bisa mengalihkan pandangannya.
Tapi Gea langsung melepaskan tangan Dimas yang menahan pinggangnya, baru saja Dimas tersadar lalu Dimas menundukkan kepalanya "Maaf aku tidak sengaja, aku tadi refleks"
"Iya seharusnya aku yang minta maaf, aku tadi tiba-tiba berteriak begitu saja aku sudah mengambil semuanya jadi ayo pulang"
Dimas dengan canggung mengangguk-anggukkan kepalanya, mereka berjalan keluar bersama-sama"Ada lagi yang ingin kamu lakukan selain ini, mungkin mau makan dulu atau apapun itu. Biar sekalian saja agar tidak bolak-balik "
"Tidak. Aku tidak mau ke mana-mana aku mau pulang saja, aku akan menyiapkan segalanya kalau makan bisa di rumah kan"
Mereka masuk ke dalam mobil dan Dimas mengantarkan Gea untuk pulang, sedangkan Dimas sendiri langsung pergi lagi ke rumah sakit karena dia juga banyak pekerjaan dan banyak sekali yang harus dia kerjakan.
...----------------...
Sore harinya saat Freya pulang dia langsung mendekati Gea yang sedang menonton televisi "Gea kamu tahu aku bertemu dengan teman lama kita, sungguh kebetulan sekali aku sudah lama juga tidak bertemu dengannya"
"Siapa memangnya yang kamu temui. Aku juga mau bicara aku sudah mengambil uang dan juga perhiasan yang ada di rumah itu, aku akan segera menjualnya dan mencari rumah. Mungkin aku akan mencari rumah yang kecil saja karena aku juga akan hidup sendiri kan, aku tidak mau terlalu besar"
"Sudah sudah jangan terburu-buru, kamu ini kenapa sih terburu-buru sekali nanti kita cari yang pas untuk kamu. Sementara kamu masih di sini saja aku juga harus mengurus semuanya kan"
"Tapi Freya_"
__ADS_1
"Sudah sudah, kamu tenang saja. Aku tadi bertemu dengan Ilham. Dia menanyakan kamu juga, sepertinya dia suka deh sama kamu dari dulu kan dia suka deketin kamu dari zaman sekolah malahan "
Gea mengingat-ingat nama laki-laki itu siapa dia, dia rasa dia tak ingat yang mana ya. Gea harus melihat dulu wajahnya baru dia ingat karena sudah lama kan.
"Masa kamu lupa dengan dia, pokoknya nanti kita ketemu. Malam ini kita ketemu aku nanti akan bilang sama Dimas. Dia juga pasti akan senang kalau kita makan malam di luar"
"Baiklah aku setuju saja denganmu Freya, apapun itu keputusanmu aku akan mengikuti mu yang penting baikan ke depannya"
"Tentu saja ini baik sekali"
Freya begitu bersemangat bukan apa-apa Freya ingin menjodohkan Gea dengan Ilham, semoga saja ya mereka berjodoh. Siapa tahu kan tidak ada yang tahu ke depannya akan seperti apa. Dilihat-lihat juga dari tadi Ilham terus menanyakan tentang keadaan Gea.
Memang Ilham tahu kalau Freya dan Gea bersahabat dari dulu jadi mereka dari tadi hanya membahas Gea saja. Entah kenapa kalau sudah membahas Gea itu tidak ada habisnya, memang dari dulu banyak yang suka dengan Gea karena ya dia cantik.
Freya saja yang perempuan suka dengan Gea ya maksudnya suka dengan wajahnya yang cantik, bagaimana laki-laki ya pastilah sudah tertarik.
...----------------...
Mereka bertiga sudah sampai di sebuah restoran dan Ilham ada di sana langsung melambaikan tangan ke arah Freya dan juga Gea. Dengan senang mereka bertiga menghampiri Ilham. Dimas juga berkenalan dulu dengan Ilham, sebenarnya saat Freya menikah Ilham datang dan sudah dikenalkan dengan Dimas jadi ya mereka hanya perlu mengingat-ingat lagi saja sih.
"Sudah lama kita tidak bertemu ya Dimas, aku senang sekali bisa bertemu lagi dengan suaminya Freya. Maafkan aku ajak kalian makan malam mendadak seperti ini"
"Tidak masalah, kami senang diundang makan malam seperti ini. Apalagi kita sudah lama tak bertemu ya" ucap Dimas dengan ramah. Dimas memang selalu seperti itu ramah dan juga gampang akrab bila bertemu dengan orang baru.
Mereka berempat duduk dan mengobrol-ngobrol, banyak juga orang-orang yang berdansa di sini karena musiknya romantis sekali. Freya menatap Gea yang masih berbicara dengan Ilham. Sepertinya kalau mereka menari bersama akan makin dekat. Itu ide yang bagus sekali.
Freya ingin melihat sahabatnya bahagia, sama sepertinya pasti akan sangat menyenangkan kan kalau misalnya mereka bahagia sama-sama. Freya juga tak akan kefikiran tentang kehidupan Gea lagi.
"Gea apa kamu tidak mau berdansa, Ilham juga kamu tidak mau berdansa dengan Gea, kalian kan sudah lama tidak bertemu lagi siapa tahu ada sesuatu yang ingin kalian berdua bicarakan. Sesuatu yang penting mungkin yang tak boleh aku dengar "
Gea menatap Freya, Freya langsung menganggukan kepalanya, memberi kode untuk menerima Ilham. Dengan masih takut-takut Gea menerima uluran tangan itu. Lalu Dimas membawa Gea berdansa Dimas yang melihat itu merasa sangat panas sekali hatinya.
Dimas begitu tak suka melihat Gea bersama laki-laki lain, dari tadi tatapan Dimas terus saja mengarah ke arah Gea dia tidak suka tangan, pinggang apapun itu dipegang oleh orang lain.
Dirinya saja tak pernah sedekat itu dengan Gea ini laki-laki lain malah dekat sekali dengan Gea. Menyebalkan sekali kan. Rasannya ingin sekali Dimas menghajar laki-laki itu.
"Kita juga harus berdansa Freya masa mereka saja yang berdansa dan kita tidak, ayo sayang kita juga harus lebih romantis dari mereka. Kita tak boleh kalah"
"Baiklah ayo"
Mereka berdua ikut berdansa, tapi pandangan Dimas selalu saja tertuju pada Gea yang sepertinya nyaman berbicara dengan Ilham. Dimas terus saja menatap dua orang itu sampai dia tak sadar menginjak kaki istrinya.
"Aw sakit Dimas kenapa kamu menginjak kakiku, sakit tahu kamu ini kenapa sih sedang memikirkan apa "
Dimas yang fokusnya tadi pada Gea langsung menatap istrinya yang sedang kesakitan "Aduh aduh maaf sayang, maaf aku tidak sengaja. Ayo duduk-duduk ayo duduk sayang maafkan aku ya aku sungguh tak sengaja "
Dimas membawa Freya untuk duduk dan melihat kakinya, lalu membersihkannya juga "Kamu ini gimana sih tiba-tiba injak kaki aku. Apa sih yang kamu lagi pikirin, kayaknya kamu tuh banyak pikiran banget"
"Iya maaf maaf aku ga sengaja. Aku ke sana lagi ya. Kamu ga masalah kan aku tinggal sendiri lagi "
Freya hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap-usap kakinya, sedangkan Dimas kembali ke arah orang-orang yang sedang berdansa. Dia berdiri tak jauh dari Gea dan juga Ilham. Pandangannya terus menatap mereka berdua, sungguh Dimas tidak terima akan hal itu.
Kenapa juga Freya harus menyuruh Gea untuk berdansa dengan laki-laki ini, hatinya jadi sakit kan. Panas sekali hatinya ini cemburu Dimas melihat Gea dengan laki-laki lain. Padahal lebih tampan dirinya dari pada laki-laki itu.
Dimas dengan sengaja langsung menyenggol Ilham dengan keras sampai-sampai Ilham terjatuh, Gea yang kaget langsung membantunya bangun "Ya ampun maaf ya Ilham aku benar-benar tidak sengaja. Aku tidak melihatmu, maafkan aku telah membuatmu jatuh seperti itu "
Ilham yang dibantu oleh Gea untuk bangun hanya tersenyum saja "Sudah aku baik-baik saja,aku tidak apa-apa aku baik-baik saja jangan merasa bersalah seperti itu, aku tahu kamu tak sengaja "
__ADS_1
Dimas hanya menganggukan kepalanya, lalu mereka kembali duduk, Ilham masih membersihkan celananya yang sepertinya kotor. Sebenarnya Ilham merasa aneh dengan tingkah Dimas. Seperti sedang cemburu apa Dimas dan juga Gea punya hubungan.
Karena tadi Ilham sempat melihat Dimas terus menatap Gea. Seperti orang yang sedang cemburu saja. Ilham menatap Freya tapi dia baik-baik saja, Freya juga sempat bercerita kalau Gea tinggal bersamanya kan.
"Freya kamu kenapa "tanya Gea yang khawatir dengan keadaan sahabatnya itu, Gea baru melihat kearah Freya yang sedang memegang kakinya.
"Kakiku sakit karena tadi diinjak oleh Dimas. Dia ini menyebalkan sekali "
"Iya sudah kita pulang saja, kita pulang ya aku khawatir dengan keadaanmu "ucap Gea
"Tapi kita kan belum selesai, aku tak apa-apa kok Gea aku masih bisa menahannya "
Ilham langsung menimpali "Tidak masalah, nanti juga kita bisa ketemu lagi kan, nanti kita bisa mengobrol-ngobrol lagi banyak hal yang akan nanti kita bicarakan. Ini kartu namaku Freya siapa tahu nanti kamu butuh aku dan bantuan ku " Ilham memberikannya pada Freya. Ilham merasa mereka bertiga sedang terjebak cinta segitiga siapa tahu nanti Ilham bisa membantunya.
Freya awalnya binggung kenapa memberikannya padanya. Tapi Freya mengambilnya saja dan menyimpannya didalam tas. Freya fikir mungkin karena Ilham malu saja untuk memberikannya pada Gea.
Mereka bertiga berpamitan untuk pergi dari restoran itu, padahal kan mereka belum makan gara-gara kaki Freya sakit akhirnya mereka pulang. Karena itu memang kemauan Dimas juga. Dimas sangat ingin pulang karena tidak mau melihat adegan-adegan yang dilakukan oleh Gea dan juga Ilham.
Walaupun dia sudah punya istri tapi entah kenapa hatinya ini sangat tidak suka saat melihat Gea dengan laki-laki lain, apalagi berdansa seperti itu. Dimas benar-benar tidak terima.
...----------------...
Saat di dalam mobil Freya terus saja membicarakan tentang Ilham pada Gea. Mereka begitu asyik membicarakan laki-laki itu. Dimas sesekali menetap ke arah Gea, sudah mencoba untuk melupakan Gea tapi sangat sulit sekali.
Entah kenapa begitu sulit sekali melupakan Gea. Sekarang malah maju ketahap cemburu, nanti kedepannya entah akan bagaimana. Dimas tak tahu nanti apa masih tahan dan bisa mempertahankan rumah tangganya ini.
Hatinya tidak bisa untuk dibohongi, perasaannya juga tidak bisa untuk dibohongi. Dimas memang benar-benar tertarik dengan Gea, meskipun dia sudah punya istri Freya dan juga anak Irsyad. Tapi tetap saja semua perhatiannya tertuju hanya untuk Gea saja.
Mereka bertiga yang baru saja pulang mendengar suara tangisan seseorang. Mereka langsung masuk ke dalam rumah ternyata yang menangis adalah adik dari ibunya Dimas, Freya langsung mendekatinya.
"Ada apa Bibi, apa yang terjadi kenapa bibi tiba-tiba menangis seperti ini, coba bibi ceritakan pada Freya ada apa Bi, siapa tahu Freya dan juga Dimas bisa bantu. Pelan-pelan saja ceritakannya "
"Kania, Freya dia mencoba untuk bunuh diri karena suaminya selingkuh. Bibi tidak habis pikir dia bisa melakukan itu. Sekarang dia ada di rumah sakit makanya bibi kemari ingin memberitahu kalian. Bibi Tidak bisa kalau berbicara di ponsel. Bibi tidak akan kuat makanya Bibi datang saja ke sini tak menyangka kejadian ini akan terjadi pada anak bibi Kania "
"Apa suaminya selingkuh" Freya sungguh kaget karena yang Freya tahu suaminya Kania begitu baik sekali, bahkan perhatian sekali pada Kania sangat mencintainya.
"Iya dia malah memilih perempuan asing itu daripada mempertahankan rumah tangganya dengan istrinya, padahal hubungan mereka sepertimu dan juga Dimas tapi bibi tidak menyangka kalau menantu bibi itu bisa selingkuh seperti itu. Bibi benar-benar tak tahu harus melakukan apa. Kenapa laki-laki itu mudah sekali untuk berpindah hati pada perempuan asing yang baru saja dia kenal. Kenapa harus seperti itu, kalau tahu begini bibi tak akan menikahkan Kania. Mungkin dia tak akan seperti ini "
Freya memeluk adik dari ibu mertuanya itu dengan erat. Dimas yang mendengarnya langsung merasa posisinya sama dengan orang itu. Bahkan Dimas sampai melamun mendengarnya. Kenapa ini seolah-olah sedang menyindir dirinya.
"Padahal anakku meninggalkan segalanya untuk bersama dengan suaminya, bahkan pekerjaan cita-citanya semuanya dikorbankan hanya untuk hidup bersamanya, tapi dia dengan mudahnya langsung berpaling seperti itu. Tidak mengingat bagaimana perjuangan mereka ingin bersama-sama, bagaimana anakku berjuang untuk melupakan segalanya tidak ada yang dia pikirkan. Kenapa harus begini Freya kenapa"
Freya langsung menghiburnya, memeluknya dengan sangat erat sekali. Lalu Freya memberitahu bibinya untuk menemani Kania takutnya tiba-tiba Kania melakukan hal yang fatal lagi. Freya tidak mau sampai saudaranya itu kenapa-napa lagi kan.
Di sana juga ada Ayahnya Kania yang menemani untuk datang ke sini. Astuti juga dari tadi sudah menenangkan saudaranya ini, adiknya ini dan dia setuju dengan apa yang Freya katakan. Lebih baik menunggu di rumah sakit dan nanti mereka akan menyusul ke sana untuk melihat keadaannya.
Dan adik ibu mertuanya Freya akhirnya setuju setelah menceritakan semuanya, mereka akhirnya pulang. Mereka hanya ingin membagi ceritanya ini dan ingin keluarganya tahu saja kalau Kania sedang ada di rumah sakit dan apa masalahnya karena dalam keluarga mereka, mereka tidak mau menyembunyikan apapun itu, makanya langsung datang kemari dan terbuka semuanya.
Gea juga yang memang bukan dari bagian keluarga ini hanya diam saja. Ternyata dari perbuatan seperti itu membuat hati perempuan lainnya sakit hati dan melakukan hal fatal seperti itu, sampai bunuh diri bahkan.
Gea menatap Freya dan juga Dimas. Kalau misalnya Gea merebut Dimas apakah Freya akan bunuh diri juga ?
Gea langsung mengelengkan kepalanya, tidak jangan fikirkan itu. Kenapa jadi memikirkan itu aneh-aneh saja dirinya tak mau hal itu terjadi pada sahabatnya.
Gea kan sekarang sedang mencoba untuk melupakan Dimas. Semoga saja apa yang dia lakukan bisa membuahkan hasil, Gea tidak mau sampai membuat Freya ada di posisi perempuan itu.
Gea begitu menyayangi Freya. Gea tak mau melihat sahabatnya terpuruk dan sakit hati. Cukup dirinya saja yang pernah hancur.
__ADS_1