
Gea dan juga Dimas sudah pulang, Gea tentu saja membawa Dimas kerumahnya tak mungkin Gea dengan rela melepaskan Dimas untuk pulang pada Freya.
Gea membantu Dimas duduk "Kamu istirahat ya. Kalau mau apa-apa kamu langsung bicara saja dengan aku. Jangan sungkan ya, aku akan selalu ada untuk kamu dan membantu setiap kamu butuh bantuan"
Dimas hanya diam saja, Gea sendiri dia pergi Kedah dapur untuk menyiapkan makanan spesial untuk Dimas. Gea yakin kalau Dimas akan suka, Dimas pasti akan memujinya dan kembali tersenyum seperti biasanya.
Dimas yang mendengar ponselnya berdering segera mengambilnya. Freya yang menelfon dengan sangat bahagia Dimas langsung mengangkatnya.
"Freya, kamu menelfon ku, aku begitu senang sekali, aku menunggu ini sayang"
"Bisa kita bertemu "Freya berbicara dengan sangat tenang sekali, tak ada amarah yang menggebu-gebu. Freya juga ingin semuanya selesai dengan cepat .
"Baiklah kita akan bertemu aku akan pulang kerumah sayang, aku akan pulang sekarang aku pulang. Kamu tunggu aku dirumah ya "
"Jangan. Tak usah sampai pulang ke rumah, kita hanya akan bertemu beberapa jam saja tak akan lama setelah itu kamu juga bebas mau pergi ataupun istirahat dimanapun. Aku tak akan melarangmu"
Senyum Dimas langsung pudar, tapi tak masalah temui dulu saja Freya dan nanti berbicara berdua membahas semuanya.
__ADS_1
"Baiklah kita akan bertemu dimana, aku akan langsung datang Freya"
"Aku akan kirim alamatnya"
Sambungan langsung dimatikan, Dimas hanya bisa diam dengan tatapan yang kecewa, kecewa pada dirinya sendiri karena telah membuat Freya berubah.
Dimas bergegas akan pergi, tapi Gea menahannya. Dimas berhenti dihadapan Gea.
"Kamu mau kemana Dimas, jangan kemana-mana aku tak mau terjadi sesuatu dengan kamu. Diam disini ya, tak akan ada yang merawat mu Dimas, hanya aku yang bisa melakukannya "
"Aku ikut ya, aku ingin menemani kamu, takut terjadi sesuatu "
"Tidak usah, aku kau pergi sendirian saja, kamu dirumah saja nanti juga aku akan pulang. Aku tak akan lama, aku hanya akan sebentar saja "
Gea langsung mengelengkan kepalanya, Gea menautkan tangan mereka berdua. Gea ingin membawa Dimas untuk berbaring lagi, tapi tubuh Dimas begitu keras.
"Ayo istirahat "
__ADS_1
"Tidak aku tidak kamu, sudah aku bilangkan aku harus pergi Gea, jangan larang-larang aku, aku harus pergi sekarang "
"Tapi kamu janjikan akan kembali lagi "
"Ya aku janji dan akan kembali lagi kemari kamu tak usah khawatir dan takut, jadi sekarang jangan halangi jalanku "
Gea melepaskan tautan tangan mereka. Gea dengan susah payah melepaskannya. Gea yakin pasti Dimas ingin bertemu dengan Freya. Dimas juga langsung melangkah pergi dan meninggalkan Gea.
Dengan langkah yang lunglai Gea duduk dan merenung, bagaimana ini kalau misalnya mereka akan kembali, Freya pasti ingin mengambil Dimas lagi.
Gea sungguh tidak mau kalau sampai itu terjadi. Gea tak mau kalau harus kehilangan Dimas. Dimas sudah menjadi miliknya.
"Awas saja kalau mereka kembali, aku tak akan rela "
Gea Tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu "Apa Dimas berubah fikiran dan pulang lagi, pasti Dimas kasian dengan aku, "
Gea segera membuka pintunya, ternyata bukan Dimas yang datang alangkah kagetnya sekali. Gea juga hanya bisa mematung melihat orang itu.
__ADS_1