Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 61 Ingin memiliki keduanya


__ADS_3

Dimas yang sudah datang langsung masuk ke dalam rumah itu dan memeluk Gea, yang diam duduk sambil menangis. Gea langsung menangis histeris saat Dimas datang, Gea begitu sangat ketakutan sekali.


"Dia datang kemari, dia ke sini aku sungguh takut sekali Dimas. Bahkan dia sampai mencekik ku lihat leherku sampai memar seperti ini. Rasannya sakit sekali, dia jahat sekali Dimas "


Dimas segera mengecek leher Gea yang memang agak memar"Akan aku penjarakan dia, aku janji dia tidak akan pernah keluar lagi aku janji itu. Kamu yang tenang ya aku udah ada disini jangan nangis lagi "


Tangisan Gea malah makin menjadi-jadi saja, dia menangis dengan sangat histeris sambil memeluk erat Dimas. Dimas yang mendengar itu merasa sangat khawatir dengan keadaan Gea, takut terjadi sesuatu dengan Gea.


"Sudah sayang sudah, aku kan ada di sini aku sudah ada di sampingmu jangan terus menangis seperti ini sudah aku di sini bersamamu. Aku akan terus memelukmu seperti ini. Malam ini aku akan menemanimu ya sayang "


Gea hanya menganggukkan kepalanya, tapi tangisannya masih seperti tadi. Gea sangat ketakutan sekali dan saat ada Dimas dia bisa mengeluarkan semuanya.


Gea ingin merasakan hatinya tenang, Gea ingin mengeluarkan semuanya dengan cara menangis. Rasannya Gea sudah lelah sekali diganggu oleh Ayah tirinya ini mau sampai kapan coba.


"Aku lelah diganggu terus Dimas "


"Jangan katakan itu, aku akan terus melindungi kamu. Aku pasti akan selalu membantumu "


"Tapi tidak akan setiap saat, kamu juga harus membagi waktu bersama Freya Irsyad"


"Tak usah khawatir, aku akan lebih menghabiskan waktu bersamamu, jadi tidak usah khawatir ya aku akan lebih memprioritaskan kamu "


Gea tersenyum senang mendengarnya. Dimas akan lebih memilihnya dari pada Freya. Gea akan terus membuat Dimas bahagia agar Dimas menjadi miliknya seutuhnya.


...----------------...


Freya membasuh mulutnya, lagi-lagi dia mual. Padahal Freya ingin memberi kabar baik untuk Dimas, tapi dia malah pergi begitu saja. Freya menatap wajahnya di pantulan cermin sangat pucat sekali.


Semoga saja setelah mendengar kabar ini Dimas akan berubah, dia akan lebih perhatian lagi pada Freya dan tidak akan meninggalkannya seperti tadi. Freya berharap lebih pada suaminya itu.


Freya mengusap perutnya dengan lembut "Nak, nanti Mama akan bicara dengan ayahmu sepertinya dia sedang sibuk sekali, sampai-sampai saat Mama akan bicara serius saja tidak bisa sayang "


Freya keluar dari kamar mandi. Ternyata Ibu mertuanya sudah ada di sana dengan wajah yang sangat khawatir sekali "Kamu ga apa-apa kan Freya mau kita cek ke rumah sakit aja, Mama khawatir dengan keadaan kamu "


Freya menggelengkan kepalanya, lalu menggandeng tangan Ibu mertuanya itu "Freya punya kabar baik. Freya itu lagi mengandung mah, Freya hamil lagi anak kedua. Mama senang ga dengernya "

__ADS_1


Astuti kaget sekali, tapi dia juga bahagia Astuti langsung memeluk Freya dengan sangat erat lalu mencium keningnya "Ya ampun kenapa kamu baru bilang sama Mama tentu saja Mama senang sekali mendengar kabar ini, Mama akan punya cucu lagi Irsyad juga akan punya adik"


"Kan kejutan mah, aku juga baru cek tadi siang Mah, kata dokter baru beberapa Minggu kandungan ku ini"


"Pokoknya Mama ikut senang, terus Dimas sudah tahu kan tentang kabar ini. Tapi mana dia kenapa tak ada disini Freya apakah Dimas sedang membelikan makanan untuk kamu sayang "


Wajah Freya langsung berubah murung "Tadi Dimas pergi katanya ada operasi mendadak, saat aku mau kasih tahu tentang kabar ini dia malah lagi sibuk dan ga bisa tunda pekerjaannya Ma. Tapi ga apa-apa Mah mungkin emang banyak pasien. Bahkan aku juga belum bicarain tentang Dimas yang selalu bohong tentang jam pulang kerja nya itu "


Astuti mengusap lembut rambut menantunya itu,Astuti juga merasa bersalah atas tingkah anaknya itu padahal Astuti sudah bicara dengan Dimas, tapi ternyata dia masih seperti itu juga. Harus dengan cara apa lagi Astuti berbicara dengan Dimas.


"Mama jangan dulu bilang ya sama Dimas kalau aku lagi hamil anak kedua, biar jadi kejutan aja. Nanti aku akan bilang langsung sama Dimas pasti dia akan senang banget"


"Iya Mama akan diam dan Mama ga akan bilang. Ya udah kamu sekarang istirahat ya, mama bikinin susu ya sayang "


Freya menggelengkan kepalanya "Ga usah Mah, tadi Freya udah minum kok sebelum tadi masuk kamar Freya udah minum. Mama juga lebih baik sekarang istirahat ini udah malam kayaknya juga Dimas nggak akan pulang Mah. Dimas pasti akan tidur dirumah sakit Ma. Kalau pulang juga kasian kan udah malem kayak gini "


"Iya sayang, Mama istirahat dulu ya "


Astuti melangkah keluar dari kamar anaknya itu. Astuti akan menelpon anaknya itu, di mana dia. Astuti punya firasat kalau Dimas itu sedang berbohong pada istrinya. Dimas itu tak pernah pergi malam-malam seperti ini.


...----------------...


Dimas masih menatap wajah Gea yang tertidur dengan lelap. Dimas mencium kening Gea sangat lama sekali Dimas senang sekali Gea bisa tenang olehnya Gea bisa terlindungi olehnya.


"Aku begitu mencintaimu Gea, semoga saja nanti kita akan bisa bersama dan seperti ini terus-menerus. Aku tak ingin ada yang berubah diantara kita berdua. Aku ingin kita terus bahagia seperti ini "


Saat Dimas akan menutup matanya dia malah mendengar suara dari ponselnya. Dengan perlahan Dimas menarik tangannya yang ditindih oleh kepala Gea. Untung saja dia tidak bangun.


Saat Dimas melihat ternyata ibunya yang menelpon, rasanya Dimas malas untuk mengangkatnya. Dimas rasa di rumah tidak ada masalah, tapia angkat dulu kalau dibiarkan ibunya itu bisa-bisa menyusulnya kerumah sakit bisa terbongkar kebohongannya ini.


"Ada apa Mah Dimas sedang di rumah sakit, Dimas sedang bekerja mungkin Dimas juga tak akan bisa pulang. Dimas titip Freya ya Ma "


"Di rumah sakit mana, kamu jangan terus berbohong Dimas. Kamu ini kenapa jadi berubah seperti ini pulang sekarang dan temani istrimu, dia itu sedang butuh kamu "


"Apa Freya mengadu"

__ADS_1


"Mengadu apa, dia tidak pernah mengadu pulang sekarang juga. Tidak ada tidak pulang ke rumah. Operasi juga seharusnya sudah selesai ini sudah 3 jam kamu keluar dari rumah. Mau sampai jam berapa kamu operasi, atau mungkin Mama datang saja kesana ya. Mama juga ingin tahu siapa pasien kamu itu "


"Mama kenapa menjadi posesif seperti ini pada Dimas, Dimas ini bekerja bukannya main Mah, mengertilah Dimas ini adalah seorang dokter. Dulu Mama sendirikan yang menginginkan Dimas menjadi dokter"


"Begitu ya cepat pulang sekarang. Mma itu bukan posesif tapi tingkah kamu sangat berubah sekali. Jangan membuat Mama kecewa Dimas. Mama bisa merasakan setiap perubahan yang kamu lakukan "


"Aku tidak pernah mengecewakan Mama, aku di sini bekerja dan aku sebagai dokter harus profesional"


"Benarkah"


"Sebenarnya ada apa dengan Mama ini'


Baru kali ini Dimas berbohong pada Mamanya, Dimas juga merasa takut kalau mamanya akan tahu semuanya dan berbicara pada Freya. Dimas juga tidak mau sebenarnya ditinggalkan oleh Freya tapi Dimas ingin memiliki kedua wanita ini.


Dimas ingin memiliki Gea sekaligus Freya juga. Dimas tak mau ditinggalkan oleh kedua wanita ini. Mereka punya tempat masing-masing didalam hatinya ini.


"Pulang sekarang Dimas, kamu itu punya istri dan anak. Selama ini saat di rumah sakit dahulu kamu tidak pernah seperti ini pulang malam berbohong. Mama sudah bilang kan Mama tahu sebenarnya kamu itu pulang kerja setiap hari tepat jam 5 sore tapi kamu pergi ke mana dulu. Mama sudah sangat percaya sama kamu Dimas kalau kamu bisa mencintai Freya terus-menerus. Jangan kamu nodai pernikahan yang sudah terjalin sangat lama ini. Jangan pernah membuat Mama kecewa dengan tingkah kamu Dimas "


"Maksud Mama apa Mama menyangka kalau aku ini selingkuh begitu, apa Mama sedang meragukan aku"


"Mama tidak berbicara seperti itu, Mama tidak mengatakan itu kamu sedang jujur dengan mamah sekarang ya "


"Tidak Ma, mana mungkin aku selingkuh dari Freya. Pernikahanku sudah 10 tahun mana mungkin aku bisa menghianatinya. Aku akan pulang sekarang mama tidak usah cerewet. Aku juga pasti akan pulang aku sedang beres-beres dulu, tenang ya tak usah berfikir yang jauh Ma "


"Baiklah segeralah pulang, kasihan istri kamu tidur sendiri. Mama lihat sekarang Freya itu selalu murung pasti ini gara-gara kamu. Seharusnya kamu bersyukur memiliki istri seperti Freya, dia baik dia perhatian tapi kamu sebagai suami malah seperti ini balasannya. Lihat juga Irsyad anak kamu ingat kamu juga sudah punya anak Irsyad juga perlu perhatian kamu"


"Iya mah aku mengerti, tanpa malah di nasehatin pun aku mengerti dengan apa yang harus aku lakukan, dengan tanggung jawabku sebagai seorang suami dan juga Ayah. Jadi Mama tidak usah menasehati ku seperti itu, aku bukan anak kecil Ma. Aku sudah dewasa bahkan sudah punya istri "


"Kalau tidak mau dinasehati kamu jangan pernah berbohong sama Mama, Freya, Irsyad. Jangan jadi suami yang culas "


"Aku pulang sekarang Mah"


Dimas mematikan sambungannya, Dimas menatap Gea yang masih tertidur dengan perlahan Dimas mendekati Gea dan membisikkan sesuatu "Sayang aku pulang, maafkan aku meninggalkanmu aku janji besok aku akan kemari lagi"


Dimas mencium kening Gea dan keluar dari apartemen itu. Dimas juga membawa kunci cadangan agar lebih memudahkan dia juga kan kalau misalnya pulang seperti ini. Sebenarnya Dimas ingin menginap di sini menemani Gea tapi mau bagaimana lagi Mamanya sudah menelpon dan pasti akan terus meneleponnya, dan itu akan mengganggu Gea. Bisa-bisa Gea nanti bangun dari tidur nyenyak ya ini.

__ADS_1


__ADS_2