
Gea yang ada di rumah merasa khawatir dengan suaminya, entah kenapa tiba-tiba saja perasaannya tidak enak perasaannya mengatakan kalau akan ada yang terjadi dalam keluarganya ini tapi apa. Gea juga tak tahu itu apa, Gea begitu gelisah sekali, takut sesuatu yang selama ini dirinya sembunyikan terbongkar.
"Kenapa Dimas tidak bisa dihubungi, biasanya dia akan langsung mengangkat teleponku apa ada sesuatu yang terjadi apa Freya mendatanginya, apa Dimas kembali dengan Freya tidak tidak itu tidak boleh terjadi. Aku tidak boleh kecolongan seperti ini atau mungkin Dimas sedang berkencan dengan suster di sana mereka kan cantik-cantik"
"Ya mereka semua pada cantik, pasti Dimas akan tertarik dengan salah satu suster atau dokter muda, aku tidak akan pernah membiarkan itu semua. Aku tidak rela, aku tidak akan pernah sanggup kalau suami aku selingkuh "
Gea bergegas mengambil tasnya dan dia pergi ke rumah sakit, dia tidak mau sampai suaminya itu berpaling sebelum suaminya memberikan banyak uang padanya. Kalau uang suaminya sudah menjadi miliknya Gea akan melepaskannya mau suaminya pergi dengan siapapun dia tidak peduli yang terpenting uangnya sudah terkumpul.
Agar Gea bisa hidup mandiri serta mencari laki-laki yang lebih kaya lagi dari Dimas, Gea juga sudah bosan dengan Dimas, Gea ingin ganti pasangan saja. Ternyata hidup dengan Dimas tak membuatnya bahagia, malah sengsara seperti ini.
Sampai di rumah sakit Gea bergegas masuk ke ruangan suaminya, kosong tidak ada siapa-siapa jadi ke mana suaminya ini kembali Gea menghubungi suaminya, tapi malah sekarang tidak aktif nomornya. Gea keluar dan bertanya pada suster yang memang berjaga di dekat ruangan.
"Permisi aku mau bertanya kalau dokter Dimas apakah ada operasi atau mungkin ada pemeriksaan di ruangan lain, aku tadi masuk kedalam ruangannya tapi dia tak ada "
"Maaf bu Gea, untuk Pak Dimas dia tadi baru saja pergi. Tapi saya tidak tahu beliau pergi ke mana tapi jam kerjanya belum selesai masih ada beberapa orang yang harus beliau periksa juga"
"Kamu tahu dia pergi dengan siapa sendiri atau mungkin dengan siapa, karena aku tidak bisa menghubungi ponselnya aku hanya khawatir saja takut terjadi sesuatu dengan suamiku itu. Tak biasannya suamiku ini sulit untuk dihubungi "
"Dokter Dimas pergi sendiri Bu. Setelah dia mengobrol dengan Pak Jordi dia langsung pergi, tapi saya tidak tahu pergi ke mana. Itu saja Bu uang saya tahu tak ada lagi "
"Baiklah terima kasih atas informasinya "
"Tentu sama-sama Bu"
Gea bergegas keluar dari rumah sakit itu. Gea menggigit kukunya dia sangat ketakutan sekali, kemana suaminya itu kenapa tiba-tiba pergi begini saja. Ada apa sebenarnya apa mungkin suaminya sudah tahu tentang Helena, dia tahu semuanya Gea pernah diberitahukan oleh Mama mertuanya itu kalau Freya waktu itu sedang mengandung.
Tapi karena Gea waktu itu takut hamil anak orang lain makannya Gea tak memberitahu itu pada Dimas. Bodo amat sih menurutnya Freya mau mengandung atau tidak yang terpenting Dimas jadi miliknya dulu.
Pokoknya uang yang Dimas punya tidak boleh sampai dibagi-bagi dengan anak-anaknya nanti, Gea tidak akan rela Gea yang bersusah payah bersama Dimas, dirinya hidup yang serba kekurangan dengan Dimas.
Lalu saat Dimas sekarang sudah punya uang dirinya tidak mau sampai Dimas membagikannya juga pada anaknya, hanya Gea yang boleh dibagi uangnya dan juga nanti anaknya kelak harus menerima uang-uang dari Dimas.
Mereka itu masih punya Freya, jadi biarkan Freya saja yang memberi uangnya. Dimas sudah menjadi suaminya jadi hanya dirinya saja yang berhak menerima setiap uang yang dihasilkan oleh Dimas.
Gea melangkah pergi dari rumah sakit, dia akan mencari suaminya kemanapun itu pertama yang dia akan datangi adalah rumahnya Freya. Iya rumah itu yang harus Gea datangi.
Karena itulah satu-satunya rumah yang dia pikirkan, alamat yang dia pikirkan tidak ada yang lain lagi, kalau bukan ke sana Dimas akan pergi ke mana lagi. Tidak akan mungkin Dimas pergi ke tempat lain.
Dimas selama ini juga tidak punya teman, semua temannya sudah menjauhi Dimas karena masalah Dimas yang selingkuh. Jadi Gea hanya punya satu tujuan saja yaitu rumah mantan istrinya Dimas.
...----------------...
Saat Gea sampai dia langsung menggedor pintu dengan sangat keras sekali, tidak peduli dengan orang-orang yang nanti akan marah padanya tidak lama kemudian pintu dibuka dan Gea tidak tahu siapa yang membukannya, asing sekali untuknya ini bukan keluarga Dimas atau pun Freya.
__ADS_1
"Maaf mau cari siapa"
"Aku mau mencari suamiku Dimas dimana Freya menyembunyikannya, aku ingin mengambil suamiku "
"Maaf di sini tidak ada yang namanya Dimas, anda mungkin salah rumah"
"Tidak pasti suamiku ada di dalam kan, kamu jangan berbohong dan menutupi kesalahan Freya, awas jangan halangi aku untuk mencari suamiku "
Gea tanpa sopan santun sedikitpun langsung menerobos masuk ke dalam rumah. Gea mencari ke setiap kamar di mana keberadaan suaminya, orang itu yang ada di rumah terus menarik pakaian Gea sampai Gea tersungkur jatuh.
"Apa kamu ingin aku lapor kan ke kantor polisi, tiba-tiba masuk ke dalam rumah orang lain dan mencari ke kamar-kamar apa kamu tidak punya sopan santun sama sekali, kamu orang gila ya ayo keluar dari rumah ini. Sungguh kamu membuat pekerjaan ku makin banyak saja "
"Sudah aku bilang tak ada yang namanya Dimas tapi masih saja mencarinya, dasar gila ya kamu "
Gea ditarik paksa keluar dari dalam rumah dan didorong begitu saja "Lihat saja sampai kamu datang lagi aku akan laporkan kamu ke polisi, tidak sopan sekali ya. Masih muda tapi sudah gila sungguh kasian sekali "
Pintu langsung ditutup dengan sangat kencang dan terdengar bunyi pintu dikunci, Gea bangun dan menepuk pakaiannya yang kotor, berani sekali orang itu mendorongnya siapa sebenarnya dia "Sialan siapa lagi orang itu, aku belum mengecek satu kamar pasti Dimas ada di sana bersama Freya, dia benar-benar membuatku marah, Freya juga bukannya sudah punya Amar. Lalu kenapa juga harus menyembunyikan suamiku, dasar perempuan tidak tahu diri Freya itu sudah punya suami tapi masih saja gatal dengan suami orang lain "
"Lihat saja aku akan melabrak Freya nanti, aku tidak akan diam begitu saja, aku harus bergerak, jangan sampai Freya memang dan nanti dia malah tertawa melihat aku yang terpuruk seperti dirinya waktu itu"
...----------------...
Ruangan itu di dekor dengan sangat cantik sekali, Freya yang sudah ada di sana bersama keluarganya berpisah Freya ada di dalam kamar bersama anak sulungnya, bersama Irsyad karena nanti Irsyad yang akan menemaninya bertemu dengan Amar.
Freya juga sudah mendengar musik-musik yang mengalun dia menatap anaknya Irsyad yang dari tadi diam saja "Kenapa Irsyad diam saja, apa Irsyad tidak suka kalau mama bertunangan dengan Paman Amar, apakah Irsyad marah "
"Irsyad tidak mau melihat Mama menangis lagi seperti dulu, Irsyad ingin selalu melihat Mama tersenyum bahagia dan Paman Amar lah yang cocok untuk Mama, dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab Irsyad sudah lihat sendiri bagaimana perjuangan Paman Amar untuk mendapatkan mama, begitu sulit tapi dia terus bertahan meski ditolak oleh mamah tapi Paman Amar selalu bertahan dan menunggu Mama untuk menerimanya"
Freya tersenyum dan memeluk Irsyad dengan erat "Terimakasih selama ini kamu sudah ada disamping Mama Irsyad, kamu yang selalu menguatkan mama dari cobaan ini "
"Aku tak akan membiarkan Mama sakit lagi, jika laki-laki itu datang, maka biar aku saja yang menghadapinya. Mama yak perlu takut Irsyad akan selalu melindungi mama. Sekarang mari kita temui paman Amar"
Freya melepaskan pelukannya dari anaknya, lalu dia menganggukkan kepalanya. Freya dan juga Irsyad keluar dari dalam kamar mereka menuju aula yang sudah di dekor dengan sangat cantik sekali.
Tadi Freya memang sedikit melihat dekor itu dan dia terpukau dengan semua yang Amar lakukan, dengan pilihan Amar yang sangat cantik dan juga hebat dia bisa menyiapkan semuanya sendirian.
Freya menatap Amar yang sedang berdiri bersama Helena. Freya menggenggam tangan Irsyad dengan erat, rasanya gugup sekali entah kenapa bayangan saat dirinya dulu bersama Dimas terngiang kembali.
Sampai-sampai saat ada tangga Freya hampir saja terjatuh tapi untung saja ada Irsyad yang memegang tangannya dengan sangat erat, dan menahan tubuhnya agar tidak terjatuh juga. Kalau tidak ada anaknya mungkin Freya akan jatuh begitu saja.
"Mama jangan gugup semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan berjalan dengan lancar, mama tidak usah mengigat kembali tentang masa lalu yang menyakitkan itu, mama hanya perlu fokus pada masa depan mama saja " bisik Irsyad.
Freya menatap anaknya dan menganggukkan kepalanya Freya tersenyum menatap kearah Amar. Benar apa yang dikatakan oleh Irsyad. Freya harus fokus pada masa depannya, Freya tak boleh mengigat kembali tentang masa lalunya. Semua itu sudah berlalu dan harus Freya kubur dengan dalam.
__ADS_1
Freya sudah ada di depan Amar barulah pertunangan itu dilaksanakan, pertunangan itu begitu sakral semua orang banyak yang menangis melihat Freya yang kembali membuka hatinya untuk Amar, mereka tahu seberapa besarnya luka yang ditorehkan oleh Dimas.
Freya kembali membuka hatinya itu adalah sesuatu yang membuat mereka sangat bahagia, itu adalah sesuatu yang mereka tunggu-tunggu selama ini, mereka ingin melihat Freya bahagia.
Akhirnya Freya dan juga Amar resmi bertunangan dan nanti mereka akan berlanjut ke jenjang pernikahan, semua orang bertepuk tangan saat Amar sudah memakaikan cincin pada Freya.
Tapi tiba-tiba saja lampu mati, semua orang tentu saja kaget tapi Astuti tiba-tiba saja ada yang membekapnya dan menarik ke sebuah ruangan. Astuti sungguh bingung saat dia ingin berontak tiba-tiba saja suara yang sangat dia kenal terdengar.
"Ini Dimas mah, jangan berteriak Dimas ingin bertanya sesuatu yang penting pada mama "
Astuti bernafas lega ternyata anaknya. Astuti langsung menatap Dimas dengan tatapan yang masih saja benci "Ada apa kamu menemuiku, kita sudah tidak punya hubungan keluarga lagi. Jangan dekati aku ataupun keluargaku pergi dari sini kamu ini tidak diundang jangan buat keributan "
"Jelaskan padaku Helena itu anak siapa. Amar dan juga Freya baru saja bertunangan, lalu Helena anak siapa. Jangan sembunyikan lagi semuanya dariku kenapa hanya aku saja yang tidak tahu apa-apa. seharusnya aku adalah orang pertama yang tahu"
"Maksud kamu apa, jangan pernah paksa aku untuk mengungkapkan apapun. Di sini tidak ada rahasia dan kamu tidak berhak untuk mengetahui apa-apa, karena kamu itu bukan keluarga kami. Kamu itu hanya orang asing yang perlu dibuang jangan mengganggu hidup Freya lagi, dia sudah bahagia bersama Amar jalani saja hidupmu itu bersama perempuan nakal itu"
Astuti menatap anaknya dengan benci, Astuti tak sudi menyebut nama pelakor itu. Sungguh Astuti jengkel dengan perempuan perebut suami orang itu. Astuti selalu berdoa untuk perempuan-perempuan yang selalu merebut suami orang, agar dia hidup sengsara dan tidak pernah ada kebahagiaan dalam hidup mereka itu.
"Mah aku hanya butuh kepastian siapa sebenarnya Helena, siapa sebenarnya ayah dari Helena kalau Freya dan Amar baru bertunangan sekarang lalu Helena itu anak siapa, kalau bukan anak aku anak siapa lagi Helena. Helena itu anakku kan Mah jangan sembunyikan lagi apa-apa dariku. Aku ingin tahu kebenarannya aku berhak karena aku adalah ayahnya"
Dimas terus saja meminta jawaban dari mamanya, Dimas tidak akan pernah pergi sebelum dia mendapatkan jawaban yang benar. Dimas ingin tahu kepastian semua ini. Dimas ingin tahu kenapa alasannya sampai-sampai Dimas tidak diberi tahu.
Astuti tersenyum sinis "Ayahnya sejak kapan. Bukannya kamu hanya peduli dengan perempuan gatal itu saja. Bukannya kamu hanya ingin bersamanya saja hidup bersamanya saja, jangan seolah-olah kamu yang tersakiti Dimas di sini, karena bukan kamu yang tersakiti, aku Freya Irsyad yang kamu sakiti di sini, untung saja Irsyad tidak dendam dan membunuhmu Dimas, kamu sudah terlalu dalam menyakiti hati mamanya. Sudah aku tak mau berbicara dengan kamu"
Dimas mengusap wajahnya dengan kasar "Ya aku tahu aku telah menyakiti kalian semua, tapi apakah kalian berhak untuk menyembunyikan sesuatu yang besar dariku, seharusnya kalian itu memberitahu aku, seharusnya kalian itu terbuka dengan aku mungkin aku tidak akan mengambil keputusan yang gegabah"
Dimas menatap mamanya dengan tajam" Mungkin kalau waktu itu Freya hamil, sedang mengandung anakku, aku tidak akan pergi kemana-mana aku akan tetap bersamanya aku akan bertahan dengan Freya"
"Memangnya kalau kamu diberi tahu kamu akan tinggal bersama Freya karena cinta tidak akan kamu hanya tinggal karena tanggung jawab saja, kamu akan terus kepikiran dengan perempuan itu dan akhirnya apa kamu akan selingkuh lagi dengan perempuan itu, pilihan Freya sudah tepat yaitu melepaskan kamu, meninggalkan kamu. Sekarang lihat hidup Freya sangat bahagia dia punya segalanya, tanpa kamu dan dia juga mendapatkan laki-laki yang lebih lebih lagi dari kamu. Bahkan Amar segalanya fia adalah laki-laki yang bertanggung jawab tidak seperti kamu Dimas, lebih baik pergi dan jangan ganggu acara ini, acara sedang berlangsung dengan bahagia dan kamu jangan mengacaukan semuanya dengan drama-drama yang akan kamu mulai dan nanti datang istri kamu juga yang akan membuat drama pulang sekarang"
"Aku tidak mau melihat wajah istri kamu itu, dia hanya bisa membuat kacau dengan tangisan buayanya. Lebih baik kamu pulang dan peluk istri tercinta kamu itu sana Dimas pergi sebelum aku panggil security "
Dimas tentu saja menggelengkan kepalanya dia tidak akan pernah pulang sampai dia tahu tentang siapa anak siapa Helena, sebenarnya Dimas sudah menebak kalau Helena itu adalah anaknya tidak mungkin anak Amar, dari wajah Helena saja sudah tertebak kalau dia adalah anaknya miliknya dan harus bersama Dimas nantinya.
Hanya Dimas perlu jawaban dari ibunya ini, untuk membuat Freya berbicara dan memberikan Helena padanya. Dimas harus punya bukti terlebih dahulu dia tidak bisa tiba-tiba mengatakan kalau Helena adalah anaknya mau tes DNA pun pasti akan sulit.
"Setelah 7 Tahun lamanya kamu baru menanyakan hal ini, kamu baru bertanya pada Mamah siapa sebenarnya Helena lalu saat dulu kamu ke mana, bahagia dengan selingkuhan kamu itu, lebih baik kamu sekarang bersenang-senang dengannya, jangan ganggu keluarga kami "
"Jelaskan padaku mah " Dimas bahkan sampai mencengkram bahu mamahnya dengan sangat kencang, dia tak peduli Mamanya akan kesakitan, yang perlu Dimas dengar sekarang adalah sebuah kebenaran.
"Helena itu adalah anak adopsi, dia diadopsi oleh Freya dia begitu hancur saat kamu meninggalkannya. Dia tidak punya tujuan hidup dia benar-benar hancur olehmu, saat dia melihat Helena dia sangat menyayangi anak itu makanya ambillah Helena oleh Freya, puas kamu hah apalagi yang ingin kamu tanyakan. Sudah sana pergi jangan ganggu aku"
Astuti terpaksa berbohong, dia tidak mau membongkar apa-apa seperti apa yang pernah dia katakan pada Freya kalau dia tidak akan pernah berbicara apa-apa pada Dimas tentang kebenarannya, tentang siapa Helena sebenarnya rahasia ini akan terus dirinya pegang dan tidak akan pernah Dimas mengetahuinya.
__ADS_1
Berarti selama ini Gea tidak memberitahu Dimas. Astuti sudah memberitahu Gea kalau Freya sedang mengandung. Selama ini Gea sudah menyembunyikan semuanya. Sebenarnya Gea tahu semuanya hanya saja Gea bungkam.
Astuti tak habis fikir dengan anaknya ini masih bertahan dengan perempuan seperti itu.