Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 83 Pilihan Gea


__ADS_3

Irsyad dan keluarganya sudah datang didepan gedung itu, Irsyad hanya tersenyum saat sedang berbicara dengan Mamanya.


"Kamu tak boleh murung lihat Ayahmu sudah menyiapkan semua ini "


Irsyad lagi-lagi hanya tersenyum canggung dan menggenggam tangan Mamanya dengan erat. Irsyad tak mau ini, Irsyad lebih baik pergi berdua saja dengan Mamanya.


Mungkin kalau dulu Irsyad suka dengan hal seperti ini tapi sekarang sudah beda, Irsyad sama sekali tak suka dengan kejutan yang Ayahnya lakukan. Irsyad sudah terlanjur kecewa dengan Ayahnya itu.


"Irsyad pasti Ayah kamu sudah menyiapkan sesuatu yang sangat mewah untuk kamu. Ini adalah perayaan ulang tahu kamu sayang. Kamu harus selalu tersenyum ya saat nanti ada teman-teman kamu "


"Ya kalau bisa, aku tak bisa berpura-pura nenek. Aku bukan Ayah yang dengan mudah langsung berpura-pura semuanya baik-baik saja "


Astuti menghembuskan nafas lelahnya. Astuti tak bisa memaksa Irsyad memang ini kesalahan anaknya. Kenapa juga harus ada Gea, kenapa harus muncul perempuan itu.


...----------------...


"Aku akan pulang saja Dimas, aku tak mau sampai nanti ada masalah kalau aku disini "


"Kamu jangan pulang Gea, kamu tunggu saja disana. Nanti kita akan pulang sama-sama. Kamu diam saja didalam ruangan itu ya "


"Emm, tapi aku_"


"Sudah sayang, kamu juga harus menikmati pesta ini. Irsyad adalah anakmu juga. Jangan takut ya kan ada aku yang akan membela kamu dan akan selalu ada disamping kamu "


Gea dengan patuh menganggukan kepalanya. Gea akan masuk kedalam ruangan itu, tapi pintu tiba-tiba saja terbuka dan Gea melihat keluarga Dimas datang. Lampu tiba-tiba mati dan Gea langsung berlari masuk keruangan itu.


Tamu-tamu juga mulai bermunculan. Semua orang datang bahkan teman-teman Irsyad juga datang. Tapi Irsyad sama sekali tak senang.


Ayahnya menyambutnya dengan lampu yang menyala dan dekor sudah terlihat sangat mewah sekali. Belum lagi kue yang cukup besar teman-temannya sudah menyambutnya dan bertepuk tangan.


"Nak bagaimana kamu suka "tanya Dimas dengan senang.


"Biasa saja " jawab Irsyad dengan ketus.

__ADS_1


Pandangan Irsyad tiba-tiba terarah pada orang yang mengintip dan tiba-tiba saja pergi berlari keluar. Irsyad tentu saja mengejarnya.


Irsyad tahu itu siapa, saat sudah ada diluar Irsyad menarik tangan perempuan itu, sampai-sampai badannya terhuyung.


"Irsyad kamu ini kenapa "


"Lepaskan Ayahku, ini adalah hari ulang tahunku. Aku minta lepaskan Ayahku dan biarkan Mamaku bahagia tanpa kamu. Pergilah sejauh mungkin dari kehidupan Mamaku dan juga Ayahmu "


"Jangan pernah kembali, biarkan Mamaku selalu tersenyum, semenjak datangnya kamu ke keluarga kami semuanya hancur, bahkan aku jadi tak betah dirumah "


"Jika kamu punya hati, maka pergilah dari kehidupan kedua orang tuaku, mamaku sudah sangat baik sama kamu tapi apa balasan kamu, malah mengambil Ayahku"


"Tolong aku ingin dihari ulang tahunku ini, kamu pergi dari samping Ayahku dan tak kembali lagi. Ayahku adalah sumber kebahagiaan mama dan kamu sudah menghancurkan semuanya "


"Setuju kan dengan apa yang aku minta, anggap saja itu adalah kado dari kamu buat aku "


Kenapa Irsyad mengatakan ini, Irsyad ingin Mamanya seperti semula lagi. Mungkin dengan kembali ayahnya mamanya akan tersenyum lagi dan bahagia lagi.


"Kenapa kamu diam saja hah kenapa "


"Aku hanya meminta kamu mengembalikan Ayahku saja. Aku ingin semuanya baik-baik saja, jangan hancurkan apa yang Mamaku punya. Kamu sudah mendapatkan segalanya dari mamaku kan maka sekarang adalah balasannya kamu pergilah dari sini, kamu juga sudah diselamatkan oleh Mamaku "


Gea malah melepaskan cengkraman tangan Irsyad dan berlari begitu saja, tak berbicara apa-apa hanya air matanya saja yang mewakili semuanya.


Irsyad tersenyum miring, ternyata sulit ya berbicara dengan perempuan seperti itu. Irsyad sekarang mengerti kenapa orang tua teman-temanya sampai bercerai mungkin karena ini, karena perempuan perebut itu tak mau ditinggalkan dan ingin semuanya.


...----------------...


Pagi harinya Gea hanya melamun saja, masakannya sudah gosong tapi Gea belum sadar masih saja melamun.


Gea tiba-tiba tersadar dan mengangkat masakannya yang gosong lalu melemparkannya begitu saja. Gea sungguh tertekan dengan kata-kata dari Irsyad.


Kenapa Irsyad berani mengatakan semua hal itu. Kenapa Irsyad tega sekali padannya. Gea menutup telinganya, semua kata-kata dari Irsyad terngiang-ngiang terus.

__ADS_1


Sedangkan diluar apartemen ada Dimas yang sedang menunggu pintu dibuka, karena tak kunjung pintu dibuka Dimas segera masuk kedalam rumah. Dan dia melihat Gea yang sedang berdiri menghadapnya.


Dimas langsung menghampirinya dan memeluknya lalu tak lupa mencium keningnya juga "Lihat aku sudah membawa sarapan untuk kamu. Aku minta maaf ya kemarin tak bisa mengantarkan kamu pulang dan tak kemari juga, acara kemarin sungguh sangat meriah sekali "


"Semua tamu suka dengan pilihan dekor kamu, semua orang memujimu Gea. Kalau kamu mendengarnya pasti kamu akan suka "


Gea duduk dan menjauhi Dimas. Dimas tentu saja mengikuti langkah Gea, duduk berhadapan dengan Gea dan mengenggam tangannya tapi Gea langsung melepaskannya.


"Jangan pegang aku, lebih baik kamu pulang dan temui keluarga kamu dari pada semua ini menjadi masalah besar"


"Aku ingin kamu tak menemui aku dulu untuk beberapa hari saja "


"Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan itu, apa ada seseorang yang berbicara dengan kamu. Apa ada orang yang sudah mengancam kamu, katakan padaku siapa itu, aku akan menegur orang itu "


"Apa Freya kemarin malam menemui kamu dan memarahi kamu lagi, atau mungkin kelurganya Freya ada yang menegur kamu lagi ada yang menyakiti kamu"


"Tidak, tidak ada yang menyakiti aku. Aku hanya ingin kita tak bertemu dulu saja "


"Apakah kamu tak mencintai aku Gea, aku meninggalkan anak dan istriku hanya demi bisa bersama kamu. Bahkan aku menentang semua orang demi kamu, aku tak mendengarkan kata-kata Mamaku juga hanya untuk bisa bersama kamu "


"Aku ingin kita berpisah saja, aku tak mau melanjutkan ini, aku tak mau hubungan ini sampai terlalu jauh. Sudah cukup aku tak mau lagi berhubungan dengan kamu Dimas "


Dimas yang marah melempar piring yang ada dimeja makan, lalu juga membuang sarapan yang sudah dia beli tadi, Dimas mengamuk disana tapi Gea hanya diam saja dengan tatapan kosongnya.


Hal seperti ini sudah biasa dialami olehnya. Jadi Gea tak takut sama sekali. Tubuh Gea didorong oleh Dimas, sampai terbentur ke lemari.


Dimas menyatukan keningnya dan juga kening Gea "Maafkan aku Gea, tolong maafkan aku bila aku punya salah, jangan tinggalkan aku. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpa kamu. Jangan tinggalkan aku, aku sudah berjuang dengan begitu jauh untuk bisa bersama kamu tolong "


Gea hanya diam saja, Gea binggung sekali Gea tak mau hidupnya terus dihantui oleh semua orang. Banyak yang menyumpahinya, Gea tak mau nanti suatu saat hidupnya dimasa depan malah akan kacau.


"Gea aku begitu mencintai kamu. Jangan diam saja seperti ini tolong Gea, jangan diamkan aku seperti ini. Aku begitu menyayangimu. Jangan tinggalkan aku Gea, aku sungguh tak bisa tanpa kamu sayang. Jangan tinggalkan aku Gea, tetap disampingku ya "


Gea mengusap air matanya yang mengalir, Gea akan menentukan sekarang apa yang akan dirinya pilih.

__ADS_1


__ADS_2