Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 123 Batal


__ADS_3

Amar terus saja menelpon Freya, tapi tidak ada satupun yang diangkat benar-benar Freya ini membuatnya takut sekali.


Amar keluar dari kamarnya dan menemui neneknya "Sebenarnya apa yang nenek katakan pada Freya sampai-sampai dia seperti ini padaku"


"Apa memang yang aku katakan, aku tidak mengatakan apa-apa perempuan itu saja mungkin yang tidak mau mengangkat teleponmu, sudahlah masih banyak perempuan cantik yang bisa kamu dapatkan. Kamu ini tampan Amar, kamu memiliki segalanya, sedangkan perempuan itu seorang janda tak akan cocok dengan keluarga kita. Yang ada dia akan terus dikucilkan "


"Status status status terus yang difikirkan. Nenek tidak pernah mengerti bagaimana rasa sayang pada seseorang. Nenek hanya tahu ini pilihan nenek itu pilihan nenek, tapi nenek tidak pernah melihat bagaimana perasaan orang yang dijodohkan. Nenek itu terlalu egois dari dulu sampai sekarang, tak ada berubahnya nenek ini "


"Oh begini ya, kamu dekat dengan Freya malah jadi membantah nenek, apakah selama ini Freya selalu mengajarkanmu untuk selalu seperti ini pada nenek. Berarti keputusan nenek benar dong untuk tidak merestui kamu dari dulu dengan Freya, dia hanya membawa buruk saja pada kamu "


"Nenek di sini yang mempermasalahkan segalanya, nenek hanya fokus dengan harta, nenek hanya ingin mencari menantu yang kaya nenek memang mata duitan. Tak pernah ada yang berubah dalam diri nenek ini "


Amar langsung pergi saja meninggalkan neneknya, neneknya yang kaget dengan kata-kata Amar sampai memegang dadanya. Lalu neneknya Amar melihat pada anaknya.


"Apakah ini didikan kamu selama ini, kenapa dia begitu kasar padaku, aku tidak pernah mengajarkan hal ini pada cucuku. Aku selalu mengajarkan yang baik-baik padannya "


"Seharusnya Mama mengikuti apa yang Amar mau, bukannya menolak pilihan Amar seperti ini hanya karena masalah sepele saja. Mama mau membatalkan pernikahan mereka berdua, Mama tidak pernah mengerti dengan perasaan yang mereka rasakan, dulu saja mama tidak memikirkan perasaanku kan. Mama hanya memikirkan uang seperti apa yang Amar katakan tadi "


"Ungkit saja semua masa lalu, aku melakukan itu untuk kebaikanmu lihat sekarang kamu bahagia"

__ADS_1


"Bahagia dari mana, laki-laki pilihan Mama itu sudah membuat aku sakit hati dia selingkuh dan meninggalkan aku bersama Amar. Apa selama ini mama hanya tutup mata saja tidak melihat bagaimana kesakitan aku saat dia selingkuhi. Bahkan saat aku bersama Amar pergi dia tidak peduli kan, apakah dia memberikan aku sedikit harta dari pernikahan kami tidak dia mengambil semuanya, bahkan dia tak memikirkan perasaan anaknya, bagaimana nanti anaknya hidup dia tak memikirkan semua itu "


Neneknya Amar malah membelakangi anaknya itu, sambil melipat tangannya dengan sangat angkuh sekali "Tapi kan berkatku kamu bisa menikah dengan laki-laki itu, dengan laki-laki terkenal dan pernah hidup bahagia juga dengannya, bahkan Amar sampai ada di dunia ini kalau aku tidak menikahkan kamu dengan dia kamu tidak akan pernah bahagia, kamu tidak akan merasakan bagaimana menjadi Nyonya rumah dan mendapatkan anak setampan Amar dan sehebat Amar"


"Aku tidak pernah mempermasalahkan atas kelahiran Amar, aku bersyukur dia lahir dan bisa menemani aku tapi yang aku ingin katakan pada Mama jangan pernah gegabah lagi dan jangan pernah mengatur hidup orang lain. Amar itu adalah anakku Amar harus menikah dengan Freya meskipun tanpa restumu, kamu bunuh diri silakan aku tunggu kamu bunuh diri sesuai apa yang kamu katakan "


Mamanya Amar yang sudah sangat kesal sekali langsung meninggalkan ibunya itu, dirinya tidak mau membuat Amar menjadi sepertinya dulu, hidup tanpa cinta hidup tanpa rasa kasih sayang itu sangat tidak menyenangkan meskipun dulu dirinya bergelimang harta tapi tetap saja itu tidak membuatnya bahagia.


...----------------...


Freya membuka pintu dengan perlahan, ternyata Amar yang datang. Amar langsung menerobos masuk ke dalam rumah.


"Maksud kamu apa kenapa kamu ga angkat telepon aku, dari tadi aku telepon kamu sebenarnya apa yang nenek katakan sama kamu"


"Kamu ini apa-apaan, kamu bilang kita ga bisa nikah kamu batalin gitu aja"


"Iya aku batalin pernikahan ini, aku ga jadi nikah sama kamu Amar. Lebih baik kamu cari perempuan yang lebih dari aku, yang memang nggak punya masa lalu yang serumit aku"


"Hubungan ini dilakukan dengan dua belah pihak, maka kamu tidak bisa memutuskan hubungan ini dengan secara sepihak seperti ini"

__ADS_1


Raut wajah Amar sudah sangat marah bercampur sedih. Amar mendapatkan Freya dengan susah, Amar mendapatkan hati Freya ini dengan sangat sulit sekali, apakah sekarang tiba-tiba akan begini hubungannya akan berakhir itu sama sekali tidak adil untuknya.


Freya melepaskan cincinnya dan memberikannya pada Amar "Yang penting aku berikan lagi cincin ini padamu, aku ingin semua ini batal "


Amar tentu saja langsung menolaknya dan memakaikannya kembali pada Freya, tapi Freya melipat tangannya supaya tidak masuk kembali cincin itu.


"Sebenarnya apa yang nenekku katakan, cepat bilang padaku Freya "


"Benar apa yang nenekmu katakan itu, turuti apa kemauannya jangan bantah dia. Aku ini bukan perempuan baik untukmu aku ini bukan pilihan yang terbaik untukmu. Semua yang nenekmu katakan memang benar. Seharusnya aku tidak boleh berharap lebih. Seharusnya dari awal aku tidak menerimamu Amar dan memberikan kesempatan padamu karena kita sepertinya tidak jodoh"


"Apakah segampang ini kamu memutuskan semuanya, semudah ini kamu melupakan aku Freya"


"Aku mungkin tidak akan pernah bisa melupakanmu Amar. Tapi aku akan selalu ingat kata-kata dari keluargamu. Aku sadar diri kalau aku bukan yang terbaik untuk kamu, kalau aku bukanlah pilihan satu-satunya untuk kamu. Keluargamu punya pilihan lain. Aku tidak mau menghambat pilihan mereka aku juga tidak mau membuat mereka malah terhalangi karena gara-gara ada aku"


"Di sini aku yang akan menjalankan rumah tangga bukan nenekku ataupun ibuku, kenapa kamu tidak bercerita padaku. Untuk apa kamu datang ke rumah dan berbicara dengan nenek, tidak akan ada gunanya berbicara dengan nenek"


"Mau bagaimanapun dia adalah orang tuamu, aku harus bertemu dengannya aku harus meluruskan segalanya saat mendengar semua kata-kata dari nenekmu aku sadar, kalau aku memang tidak pantas untukmu Amar "


Freya segera berjalan ke arah meja dan menyimpan cincin itu "Aku simpan cincin ini di sini kamu ambil dan bawa pulang, untuk bukti pada nenekmu kalau aku sudah membatalkan semuanya "

__ADS_1


Freya melangkah dengan cepat ke arah kamarnya, Amar terus saja berteriak memanggil nama Freya tapi Freya sama sekali tidak menengok ke arah belakang. Freya tidak mau sampai nanti malah kembali bersama Amar dan membuat keluarga Amar menghinanya lagi.


"Aku tidak akan pernah membawa cincin ini sampai kapanpun, aku tidak akan pernah membawanya ingat itu"


__ADS_2