Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 149 Amar tahu isi kado itu


__ADS_3

Helena yang sedang di kamar sendirian tiba-tiba saja mendengar suara jendelanya seperti diketuk, sebenarnya takut tapi Helena juga penasaran siapa yang sudah mengetuk-ngetuk jendelanya itu malam-malam.


"Helena ini ayah Helena, kamu udah tidur belum"


Saat mendengar kata ayahnya Helena tentu saja senang, dia langsung membuka jendela kamar dan benar saja Ayahnya ada di sana sedang menatapnya dan tersenyum senang. Helena langsung membuka jendela dengan sangat lebar.


"Ayah ada di sini, kenapa tidak masuk pintu depan saja ayah. Kalau misalnya lewat jendela akan sulit Ayah"


"Jangan besar-besar suaranya, nanti kalau misalnya Mama tahu mama bisa marah. Ayah nanti tak akan bisa kemari lagi, pasti Mama akan mengunci jendelanya "


Helena langsung menutup mulutnya, dia baru ingat kalau Ayahnya dan mamahnya sepertinya masih bertengkar, makanya mereka tidak bertemu makanya mereka tidak makan malam bersama-sama tadi, biasanya ayahnya selalu ikut makan malam.


Ayahnya tak pernah absen dan selalu makan bersama mereka. Ini untuk pertama kalinya Ayahnya tak ikut.


"Baiklah aku akan memelankan suaraku ini ayah"


Amar yang begitu rindu dengan Helena langsung memeluknya meskipun masih terhalang sedikit, tapi Amar masih bisa memeluk Helena. Amar benar-benar sangat menyayangi anak ini. Amar tidak peduli Helena itu anaknya Dimas.


"Ayah begitu merindukan kamu Helena, Ayah sudah rindu sekali menjemput kamu sekolah, main bersama kamu, menghabiskan waktu bersama kamu juga sayang "


"Helena juga sama ayah, Helena juga ingin sekali seperti semula lagi kita jalan-jalan, kita menghabiskan waktu tapi sekarang sepertinya susah sekali kalau ayah dan juga Mama belum berbaikan. Sebenarnya kalian berdua ini kenapa sih, orang dewasa kenapa selalu saja suka bertengkar. Kalian ini sangat susah sekali alurnya "


Amar melepaskan pelukannya dan mengacak rambut Helena dengan gemas "Namanya juga orang dewasa pasti saja ada bertengkar nya, kamu juga nanti akan merasakannya sayang. Kamu juga nanti akan dewasa seperti ayah dan juga Mama "


"Ya sudah kalau begitu Helena tidak mau besar saja, Helena mau kecil saja seperti ini. Helena lebih suka seperti ini saja "

__ADS_1


"Tidak bisa, kamu itu harus tumbuh besar lihat kakakmu dia sudah besar dan kuliah. Memangnya kamu tidak mau mengejar cita-cita kamu"


"Ya tentu saja Helena mau, tapi sepertinya menjadi orang dewasa itu sangat membosankan dan penuh sekali dengan masalah. Helena benar tidak bisa menghadapi semua masalah itu kalau nanti sudah dewasa"


"Kan ada Ayah, nanti yang akan menemanimu Ayah yang akan membantu masalahmu juga Ayah kan "


"Aku sampai lupa, iya juga ya ada Ayah yang akan selalu membantuku. Jadi selain ayah rindu dengan Helena ada apa Ayah tiba-tiba datang kemari, apakah ada yang ingin ayah bicarakan lagi "


"Ayah ingin tanya, apakah tadi hadiah dari ayah itu diterima oleh Mama dengan baik sayang "


"Iya diterima Mama, Mama senang sekali sampai memeluknya. Pokoknya tersenyum dengan lebar sekali Ayah aku kira saat itu Mama akan langsung menelpon ayah dan mengajak Ayah untuk makan malam bersama, tapi ternyata tidak kita hanya makan berempat saja dan di sana juga kita bertemu dengan paman Dimas dan juga istrinya. Ayah tahu istrinya itu membuat masalah dia itu marah-marah di restoran "cerita Helena dengan semangat


Amar bingung apa sebenarnya yang diberikan oleh Dimas, Amar juga senang kalau Freya bisa tersenyum lebar. Meskipun hadiah itu dibuat oleh Dimas bukan oleh dirinya. Dimas sekarang akan memancing Helena untuk berbicara apa isi dalam kado itu karena Amar benar-benar tidak tahu apa isinya.


"Wah, pasti sangat berisik sekali ya kalau ada yang bertengkar seperti itu. Apa saja sih yang dilihat sama mama kamu dalam kotak hadiah itu"


Amar hanya bisa menggaruk kepalanya, pasti Dimas mengambil sebagian foto dari sosial medianya karena kebanyakan foto Freya, Helena, Irsyad dan juga mama Irsyad simpan di sosial medianya untuk kenang-kenangan.


Kalau untuk foto masalah muda Amar tidak punya, pasti Dimas yang punya tapi untungnya Freya tidak berpikir kemana-mana.


"Baguslah kalau mama senang, berarti sebentar lagi ayah dan juga Mama akan kembali lagi kan. Kalian akan bersama-sama lagi kan, benar bagus berarti nenek bilang juga pada mama kalau ayah itu tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan mama, nenek sudah menasehati Mama tapi sepertinya Mama masih malu-malu deh untuk berbicara dengan ayah. Mama itu kan kadang suka jual mahal apalagi dengan Ayah "


"Benarkah begitu, ayah yang mendengarkannya senang sekali "


"Iya, kami semua juga sangat senang saat mama menerima album foto itu, yang paling seneng sih memang Mama karena di dalam album foto itu banyak sekali foto mamanya, Mama tidak henti-hentinya tersenyum bahkan Mama memeluk foto album itu dengan erat. Lalu Mama menyimpannya di dalam kamar dan aku yakin sekarang mama sedang melihat foto itu"

__ADS_1


Amar sekarang menjadi semangat lagi, malahan lebih semangat lagi kalau begini kan enak jadi Amar tidak sia-sia mengejar Freya. Ya meskipun Amar akan dikecewakan berapa kali pun oleh Freya, Amar akan terus mengejarnya sampai Amar dapat. Amar benar-benar tidak mau melepaskan Freya.


"Apakah Ayah ingin menemani aku tidur di sini, aku rindu tidur dengan Ayah, aku ingin dipeluk oleh Ayah "


"Tidak bisa, Ayah harus pulang kalau misalnya Ayah menginap di sini dan tidur bersamamu nanti kalau ketahuan Mama bagaimana. Ayah pasti akan dibenci lagi sama mama lalu kapan ayah bisa baik-baik saja dengan mama nya. Kamu yang sabar ya, kalau mama sudah kembali luluh kita akan sama-sama lagi "


"Iya juga ya, tapi sering-seringlah ayah main kemari, ayah itu sudah jarang kemari tahu. Ya setidaknya temui Helena saja kalau tidak mau menemui mama kalau kalian masih punya masalah yang lainnya itu, kadang-kadang Helena kesepian Ayah apalagi mama kan kerja, nenek kadang-kadang di dapur dan kakak juga pulangnya sore hari, jadi kadang Helena kesepian, biasanya Ayah yang selalu menemani Helena kemana-mana"


"Iya nanti ayah akan sering-sering main ya, tapi Helena jangan pernah bilang sama mama kalau ayah temuin Helena"


"Iya Helena akan tutup mulut, Helena tidak akan pernah berbicara pada Mama Helena janji itu. Ayah hanya perlu percaya pada Helena saja "


"Anak pintar, ya sudah lebih baik kamu sekarang istirahat besok kan sekolah. Kamu harus lebih bersemangat lagi di sekolah dan jangan pernah pergi lagi dari sekolah untuk hanya menemui ayah, Ayah janji nanti akan temuin kamu asalkan kamu rajin sekolah dan bersemangat lagi seperti dulu"


"Iya ayah aku janji, tidak akan kabur-kabur lagi di sekolah, aku juga tidak mau membuat mama pusing. Mama akan marah kalau aku menemui Ayah lagi dan masalah kalian juga tidak akan selesai-selesai nanti. Helena rasanya ingin cepat-cepat Ayah tinggal di sini, Helena itu ingin semuanya lengkap lagi seperti dulu. Akan sangat menyenangkan sekali pasti "


"Iya doakan ayah agar ayah bisa mendapatkan hati Mamamu lagi, ayo cepat tidur Ayah harus pulang sekarang kunci kembali ya jendelanya. Lalu tidurlah dengan nyenyak ya "


"Iya Ayah hati-hati ya di jalan, jangan melamun Ayah Helena yakin suatu saat Mama pasti akan kembali seperti semula lagi. Mama tidak akan pernah marah lagi pada ayah, mama akan kembali tersenyum lagi pada ayah mama itu tidak bisa marah pada orang lama-lama"


"Iya sayang Ayah pulang ya "


Setelah berpamitan Amar langsung pergi dia tidak mau sampai ketahuan oleh Freya, tadi juga Pak satpam sebenarnya sudah disogok oleh Amar agar tidak berbicara pada Freya.


Ya untungnya Pak Satpam membiarkan Amar untuk masuk ke dalam rumah, ya meskipun masih di halaman tapi tak masalah Amar sudah sangat ingin tahu reaksi Freya tentang hadiah yang diberikan itu.

__ADS_1


Dan satu-satunya orang yang bisa Amar tanyai adalah Helena karena Helena pasti akan jujur dengan segala hal macam yang diperlihatkan oleh Freya. Helena itu tak mungkin berbohong dia masih kecil dan masih polos pasti akan berbicara dengan apa yang dia lihat.


__ADS_2