
Mama Astuti yang melihat ada neneknya Amar langsung mendekatinya, dia langsung to the point saja. Memang inilah yang selalu ingin dia tanyakan kenapa juga harus membenci Freya. Padahal Freya begitu baik pada keluarganya Amar.
"Nenek tunggu sebentar, aku ingin berbicara denganmu. Aku sudah lama ingin bertemu dengan kamu"
"Ada apa kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, mau apa aku tak punya banyak waktu "
"Aku ingin tanyakan satu hal, kenapa kamu menyimpan sebuah kebencian pada Freya ada apa. Kenapa juga kamu mengatakan kalau Freya bukanlah pilihan yang tepat untuk Amar, mereka akan menikah kenapa kamu harus mempersulit segalanya. Padahal kamu sudah setuju kan dengan semuanya. Dengan tiba-tiba saja kamu malah seperti ini, aku benar-benar binggung dengan fikiran kamu ini "
"Freya akan bisa merawat Amar dengan sangat baik. Sebenarnya apa yang kamu sangat tidak sukai dari Freya, mungkin aku bisa mengetahuinya. Biar aku bisa menasehati Freya, tapi menurutku tidak ada kekurangan dari Freya, kamu seharusnya memberikan dia kesempatan, mantan suaminya hanya baru pertama kali datang dan itu pun hanya ingin menemuiku bukan menemui Freya" ucap Mama Astuti dengan tegas.
Neneknya Amar langsung menjawab "Aku sudah memberikan kesempatan padanya. Tapi apa dia tidak memanfaatkan kesempatan itu kan, aku memintanya untuk memilih keluarga Amar atau keluarga mantan suaminya, tapi apa kenyataannya dia malah memilih keluarga mantan suaminya. Aku tidak suka dengan jawabannya itu, itu adalah kesempatan dariku tapi dia malah menyia-nyiakan semuanya. Aneh sekali kan Freya itu, malah memilih yang seharusnya tak dipilih"
"Hanya itu pilihannya dan dia tidak mau malah memilih kamu, berarti kedepannya juga tidak akan pernah baik. Jadi kalau dia memang mencintai Amar cucuku dia pasti akan memilih Amar daripada dirimu, seorang perempuan yang masih memiliki hubungan erat dengan mantan mertuanya itu pasti ujung-ujungnya akan tidak benar. Bisa saja nanti Freya berpikir ulang untuk kembali dengan suaminya. Aku tidak mau membuat cucuku malah sakit hati nantinya"
"Kenapa kamu harus memberikan pilihan yang seperti itu. Freya itu bukanlah perempuan yang gampang akan tergoda dalam suatu hal, apalagi akan kembali dengan anakku, Freya tidak mungkin kembali dengan Dimas. Seharusnya kamu percaya dengan pilihan cucumu itu, bukannya sekarang malah membuat mereka harus terpisah"
Mama Astuti kembali melanjutkan kata-katanya "Kalau pun Freya ingin kembali dengan anakku mungkin dari dulu, mungkin Freya tak akan menceraikan anakku "
__ADS_1
"Ini sudah keputusan keluarga kami, jika memang Freya ingin terus bersama Amar ya dia harus memilih salah satu dari kami, mau kamu atau keluarga Amar itu saja apa sulitnya sih hanya memilih seperti itu saja. Aku tak memberikan hal yang sulit padannya. Hanya Freya saja yang membuat semuanya menjadi sulit "
"Kamu memang tidak mengerti bagaimana Freya dulu, kamu memang orang yang baru saja datang dalam hidupnya jadi kamu tidak akan pernah mengerti. Kamu juga tak menyayangi Freya, jadi kamu benar-benar tak ingin tahu "
"Ya aku tidak peduli dengan masa lalunya, mau masa lalunya sekelam apapun aku tidak peduli. Freya mau menikah dengan cucuku maka dia harus meninggalkan apa yang ada dalam masa lalunya. Aku tidak mau nanti dia malah sibuk dengan masa lalunya dan mengabaikan cucuku"
"Lebih baik aku menikahkan cucuku saja dengan perempuan lain, yang jelas keluarganya, yang jelas bagaimana masa lalunya. Bahkan aku belum pernah bertemu dengan orang tuanya Freya ke mana orang tuanya seharusnya mereka ada kan. Aku dengar orang tua Freya masih utuh "
"Bukan malah dirimu yang ada, kamu ini cuman mantan Ibu mertuanya kamu ini bukan keluarganya otomatis setelah Freya dan juga anakmu bercerai kalian tidak ada hubungan lagi. Seharusnya Freya itu meninggalkan kamu bukannya terus tinggal bersama kamu. Makanya itu yang membuat aku aneh, aku benar-benar tak habis fikir saja "
Mama Astuti mencoba untuk menahan emosinya, dengan kata-kata seperti ini membuatnya sangat marah, neneknya Amar tidak tahu apa-apa tentang bagaimana Freya dulu, begitu terpuruk Freya karena Dimas dan juga orang tuanya yang menyalahkan Freya terus-menerus karena bercerai.
"Jika pun aku menceritakan semuanya padamu. Kamu tidak akan pernah mengerti. Kamu hanya akan berkata seperti tadi itu urusan Freya masa lalu Freya. Kalau kamu ingin cucumu bahagia maka terimalah semuanya jangan terlalu egois dan mementingkan diri sendiri, dan egomu itu "
"Aku sama sekali tidak mementingkan diri sendiri, ini untuk kebahagiaan cucuku. Aku tidak mau suatu saat cucuku malah akan menyesal karena telah menikahi seorang janda beranak dua dan masih terikat dengan masa lalunya"
Mama Astuti mencoba untuk meredam emosinya, dia benar-benar marah dengan sikap yang diberikan neneknya Amar ini. Kenapa harus ada orang seegois ini.
__ADS_1
"Baiklah kita lihat saja apakah Amar akan mundur atau tidak, karena aku yakin kalau Amar tidak akan pernah mundur sampai kapanpun dia akan terus berjuang untuk Freya, permisi "
Mama Astuti langsung meninggalkan neneknya Amar, dia hanya ingin melihat keadaan Amar saja sekarang. Saat Mama Astuti masuk ternyata tinggal Mamahnya Amar saja yang ada di sana Freya tidak ada.
"Bu Astuti sini masuk. Ya ampun sudah lama kita tidak bertemu "ucap mamanya Amar sambil memeluk Mama Astuti.
"Iya kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana keadaan Amar apa sudah baik-baik saja "sambil melepaskan pelukannya.
Amar lantas tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Semuanya baik-baik saja Mah, hanya luka kecil saja nanti juga akan sembuh, apalagi kalau Freya yang menjagaku pasti akan cepat sekali sembuhnya "
"Aku begitu khawatir dengan keadaanmu Amar, takut terjadi sesuatu denganmu. Saat Freya mengabari kalau kamu kecelakaan aku benar-benar khawatir sekali"
"Iya aku ceroboh mah makanya aku sampai seperti ini. Tadi Freya baru saja pergi katanya dia harus meeting"
"Iya Freya sekarang sedang menyibukkan dirinya dengan meeting meeting yang banyak, lalu dengan berkas-berkas yang banyak itu juga. Kadang pekerjaannya dibawa kerumah juga "
Mamanya Amar langsung mendekati Mama Astuti "Maafkan sikap nenek yang seperti itu. Aku juga ingin Amar dan juga Freya menikah, tapi tadi aku juga sudah berbicara dengan Freya sepertinya dia masih bingung dengan pilihan yang nenek berikan, aku tahu kamu sangat berarti untuk Freya aku mengerti bagaimana Freya saat dulu dan hanya kamu yang ada di sampingnya"
__ADS_1
Mama Astuti menundukkan kepalanya, sungguh Mama Astuti juga tak menyangka kalau Freya akan memilihnya dan mempertahankannya.