Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 73 Ingin ada didalam hatinya seutuhnya


__ADS_3

"Dimas kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit, apakah kamu yakin "


"Iya Freya aku sudah mengeceknya, tapi dia dengan perempuan lain. Apa kamu mengenalnya seorang perempuan dengan rambut panjang, tubuh tinggi dan juga mata yang bulat aku rasa itu perempuan yang pernah kamu kenalkan pada teman-temanmu ya. Kalau tidak salah itu perempuan itu ada disini. Kenapa dia bisa ada disini Freya, siapa dia sih sebenernya "


Freya sudah menyangka kalau Dimas akan lebih menghubungi Gea dulu daripada dirinya. Gea lebih berarti kan untuk Dimas kan, Freya ini sudah tak ada harga dirinya lagi dihadapan Dimas. Dimas benar-benar sudah ingin menghapuskannya dalam hidupnya.


"Lalu keadaannya bagaimana, apakah dia baik-baik saja "


"Dia baik-baik saja Freya, dia pasti dirawat inap di sini kamu akan menjaganya kan, tidak mungkin perempuan itu menjaganya siapa dia sampai-sampai harus menjaga Dimas. Memangnya dia keluarganya, kenapa kamu tenang sekali Freya apakah kamu dan juga Dimas sedang bertengkar "


"Aku tidak akan datang ke sana, awasi saja perkembangannya kalau aku datang ke sana. Aku tidak akan sanggup aku malah akan membuat keributan aku harus istirahat, aku sedang sangat lelah sekali aku tak bisa kesana sekarang nanti kalau sudah saatnya dan aku siap, aku akan mencoba datang "


Freya langsung mematikan sambungannya, Freya melempar ponselnya dan menangis sambil menyobek-nyobek kan foto dirinya dan juga Dimas, lalu Freya mengambil korek dan membakarnya. Semua kenangan ini hilang semua senyum ini sudah hilang. Untuk apa Freya menyimpannya lagi, Freya tidak mau melihat senyum ini lagi.


Sekarang tidak ada bahagia itu, sekarang semuanya sudah hancur. Freya tak mau menyimpan kenangan itu semuanya sudah tak baik-baik saja percuma juga kan kalau disimpan tak ada gunanya.


"Kenapa kamu menghancurkan aku begitu dalam. Kenapa kalian berdua sangat jahat padaku sebenarnya apa salahku di masa lalu, sampai-sampai aku harus tersakiti sedalam ini oleh mereka berdua. Apa salahku ya Tuhan aku tak pernah jahat pada orang lain tapi sekarang aku malah di jahati oleh orang lain "


Pintu kamar Freya tiba-tiba saja dibuka ternyata itu adalah anaknya Irsyad. Freya cepat-cepat menghapus air matanya. Freya mencoba tersenyum di hadapan anaknya. Irsyad menghampiri mamanya dan memeluknya dari samping.


"Irsyad yakin Mama akan kuat, Irsyad akan selalu ada di samping Mama. Mama jangan pernah menangis lagi ya untuk dia untuk mereka. Irsyad berjanji akan selalu menjaga mama dan juga adik yang ada di dalam kandungan mama. Kita akan bahagia sama-sama Ma, kita harus memulai dari awal Ma"


Freya hanya bisa menganggukan kepalanya, Freya memeluk anaknya juga. Rasanya hanya inilah yang Freya punya semuanya sudah direnggut, kebahagiaannya sudah diambil oleh orang yang sudah dia bantu dengan susah payah. Bahkan Freya sampai harus melawan orang tuanya hanya untuk membela perempuan itu. Tapi balasannya seperti ini, balasannya malah rasa sakit.

__ADS_1


"Mama kenapa kita tidak pergi saja dari sini. Kita mulai dari awal lagi Irsyad yakin semuanya akan baik-baik saja, Irsyad yakin kita tak akan pernah sedih lagi "


"Kita tidak bisa meninggalkan nenek begitu saja kita harus kuat di sini demi nenek, Mama takut nenek akan sakit kalau kita tetap pergi dia pasti akan terus kefikiran tentang kita sayang "


"Tapi dengan mama sendiri bagaimana, Mama juga tak bisa terus disini "


Freya mengusap wajah anaknya "Mama kuat mama bisa dan Mama akan menahan semuanya. Semuanya akan baik-baik saja seperti apa yang kamu katakan nak"


Freya mencoba untuk tersenyum kembali meskipun rasanya masih sakit, di dalam hatinya Freya tidak mau membuat anaknya ini trauma nanti, Freya tidak mau sampai anaknya nanti tidak mau menikah karena hal ini.


...----------------...


Di rumah sakit Dimas memimpikan Freya sedang tertidur dengannya, bahkan saat dulu dia masih sangat romantis-romantisnya dengan Freya pun termimpikan semuanya kegiatan dengan Freya tergambar jelas sekali.


"Kamu di rumah sakit, kamu kecelakaan tadi ada yang telepon aku dan kasih tahu kalau kamu kecelakaan, makanya aku ke rumah sakit. Freya juga nggak ada datang ke sini kayaknya dia udah nggak peduli sama kamu, buat apa kamu ingat-ingat dia lagi. Udah lebih baik kamu istirahat aja. Kamu udah tahu kan siapa yang bakal ada saat kamu kayak gini "


Dimas hanya diam dia memikirkan bagaimana keadaan Freya sekarang, apakah dia baik-baik saja Dimas takut Freya melakukan hal gegabah dengan menceraikannya nanti. Dimas tak mau itu sampai terjadi.


"Ayo lebih baik kamu tidur lagi ya, aku bantu untuk kamu berbaring. Jangan terus memikirkan orang yang tak memikirkan kamu "


Gea membaringkan kembali Dimas, Gea juga mengusap-usap rambut Dimas agar dia tertidur lelap lagi. Gea sebenarnya sakit hati saat Dimas tadi berteriak memanggil nama Freya rasannya begitu sakit sekali.


Seharusnya namanya yang dipanggil bukan Freya, selama ini kan yang bersama Dimas adalah dirinya bukan Freya. Gea harus memiliki seluruh hati Dimas agar disana hanya namanya saja yang ada.

__ADS_1


Gea keluar terlebih dahulu dari dalam kamar rawat inap Dimas. Gea ingin mencari udara segar dia duduk dan menatap orang-orang yang masih berlalu lalang meskipun sudah malam, masih banyak orang tiba-tiba saja ada yang mendekatinya.


"Kamu ini sebenarnya siapa sampai-sampai harus menunggu Dimas seperti itu, kamu ini kan bukan istrinya Freya istrinya kenapa kamu yang ada di sini. Aneh saja orang asing ada disini "


Gea menatap perempuan yang ada di sampingnya, siapa dia Gea tak pernah tahu "Kenapa kalau aku yang menunggunya, istrinya tak ada dia sudah tidak peduli lagi dengan Dimas. Lalu untuk apa mengharapkan Freya ada di sini, kalau ada aku kenapa tidak sama saja tak ada bedanya juga "


Perempuan itu mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan yang sangat tidak masuk akal aneh sekali perempuan ini "Tidak mungkin Freya seperti itu kalau kamu bukan keluarganya lebih baik kamu pulang saja biar aku saja yang menunggunya di sini, aku adalah temannya Dimas dan juga Freya lebih baik kamu pulang bisa pulang sendiri kan. Tak usah sampai diantarkan juga kan "


Gea langsung mengelengkan kepalanya" Aku tidak akan pernah pulang, kalau kamu mau pulang, pulang saja sendiri aku yang akan menjaga Dimas sampai dia sembuh. Jangan berharap Freya akan datang kemari, Freya sudah sangat membenci Dimas jadi tidak usah ikut campur tentang hubungan aku Dimas dan Freya. Kamu hanya seorang teman kan bukan siapa-siapa mereka juga kan. Jadi kamu juga tidak berhak untuk menunggu Dimas, sana pergi aku bisa menjaga Dimas sendirian "


Gea yang kesal masuk lagi ke ruangannya Dimas. Sedangkan perempuan itu masih bingung dengan tingkah Gea yang seperti itu kenapa harus marah. Memang kenyataannya kan kalau Dimas dan Freya itu suami istri dan dirinya temannya.


Harusnya dirinya boleh dong menjaga Dimas. Tadi juga saat menelpon dengan Freya sepertinya Freya agak acuh. Ada apa ya apa mereka punya masalah besar, apa ini biang masalahnya perempuan tidak tahu diri ini.


...--------------...


Astuti membawakan makanan ke kamar Freya. Astuti duduk di samping Freya yang sedang melamun sambil menatap ke arah luar "Makan dulu Freya kamu harus makan, kamu lupa di dalam perutmu ini ada seorang bayi yang harus selalu kamu beri makan, kasihan kalau dia terus didiamkan seperti itu dia akan kelaparan"


Freya mengambil piring itu dan memakan makanan yang diberikan oleh ibu mertuanya, tidak ada pembicaraan Freya memakan itu semua dengan air matanya yang masih terus mengalir. Astuti sakit hati melihat menantunya seperti ini Dimas sudah menyakitinya sangat dalam sekali.


"Sayang mama sungguh minta maaf atas kelakuan Dimas gara-gara Dimas kamu seperti ini. Mama sangat-sangat menyesal Mama tidak bisa menjaga anak mama dengan baik sampai-sampai dia malah berselingkuh seperti itu"


Freya berhenti makan lalu menatap Ibu mertuanya "Ini semua bukan salah Mama, Mama tidak pernah salah. Kalaupun Dimas tahan dengan semuanya dia pasti tidak akan selingkuh, mau digoda sekeras apapun dia tidak akan pernah selingkuh. Jadi Mama tidak usah menyalahkan diri Mama ya. Mama adalah ibu terbaik bahkan aku saja nyaman bersama mama aku merasa kalau aku ini anak mama, mama selalu membelaku apapun itu masalahnya"

__ADS_1


Astuti memeluk Freya. Tak kuasa melihat Freya seperti ini. Biasanya Freya tersenyum tapi sekarang dia menangis terus menerus.


__ADS_2