
Amar dan juga Freya masuk ke dalam rumah berbarengan, mereka berpegangan tangan dengan senyum yang merekah. Orang pertama yang membuka pintu adalah Mama, Mama sampai tak percaya melihat kalau Freya dan juga Amar berpegangan tangan seperti ini.
"Ini bukan mimpi kan, mama tidak mimpi kan melihat kalian bersama-sama seperti ini. Mama sedang sadarkan sekali " tanya mama Astuti yang memang masih tak percaya saja, rasanya seperti mimpi saja.
Freya melepaskan pegangan tangan mereka dan memegang kedua bahu mama Astuti, untuk bisa menenangkan Mama Astuti yang masih tak percaya saja dengan apa yang terjadi ini.
"Iya Mama nggak salah lihat kok ini emang bener-bener kalau Freya dan Amar kembali lagi, Freya sadar kalau Freya nggak bisa tanpa Amar. Freya ga akan bisa sebahagia dulu, dan juga Helena juga tak akan tersenyum bahagia lagi kalau tanpa Amar "
Mama Astuti langsung memeluk Freya dengan erat, dia begitu senang mendengar kabar ini tak menyangka akhirnya Freya bisa luluh juga. Freya tak egois lagi, ini adalah kabar yang begitu membuatnya bahagia. Kabar yang selalu dirinya tunggu-tunggu.
"Mama senang sekali, mama senang sekali mendengarnya. Ayo cepat kalian masuk Helena juga pasti akan senang kalau mendengar hal itu, Helena pasti akan tersenyum bahagia sekali, dia sudah menunggu-nunggu kabar ini "
Mereka semua segera masuk ke dalam rumah kembali. Amar menggandeng tangan Freya, Helena juga yang sedang makan meninggalkan makanannya itu dan berlari ke arah Amar.
"Ayah ayah akhirnya ayah datang, ayah datang kemari juga. Aku senang sekali melihat ayah yang datang kemari "
Amar berjongkok dan menggendong Helena "Ini kan kejutan makanya ayah tiba-tiba datang kemari. Bagaimana Helena suka dengan kejutan yang ayah berikan "
"Tentu saja Helena sangat suka sekali, akhirnya ayah dan juga mama tidak marah-marah lagi akhirnya kalian berdua bersama lagi. Aku senang sekali berarti Helena sekarang bebas dong bertemu dengan ayah, Helena bisa dijemput lagi sama ayah "
"Tentu saja Helena bebas bertemu kapan saja dengan ayah, kita akan bisa bersama-sama lagi seperti dulu"
"Baiklah Ayah ayo kita makan sama-sama"
Amar menganggukan kepalanya. Mereka pergi ke arah meja makan sedangkan Freya hanya menatap Helena yang begitu senang melihat Amar, biasanya Helena akan murung tapi sekarang senyumnya begitu manis dan lebar sekali, selama ini Freya malah membuat Helena murung.
Freya tak akan membiarkan hal itu lagi, Freya yakin akan bisa menjalani semua rintangan ini.
"Kamu nggak akan tiba-tiba berubah pikiran lagi kan Freya. Tolong jangan tiba-tiba berubah pikiran Mama tidak mau kalau kamu bersama Amar berpisah, mama sudah sangat cocok sekali kamu dengan Amar, dia begitu baik sekali, dimana lagi kamu akan menemukan laki-laki baik dan perhatian seperti Amar"
"Freya janji semua itu tidak akan pernah terjadi lagi, Freya akan berjuang sama-sama dengan Amar. Tidak mungkin kan neneknya Amar terus seperti itu keras kepala dan tidak merestui hubungan kami berdua, aku yakin suatu saat neneknya Amar akan berubah"
"Benar sekali dia tidak akan mungkin terus keras kepala, dia pasti akan ada berubahnya. Mama akan selalu mendoakan kamu Freya"
Mama Astuti langsung membawa Freya untuk bergabung ke meja makan. Baru saja tadi dirinya menyajikan semua makanan untuk menunggu Freya pulang, dan ternyata Freya malah membawa kabar baik, Freya dan Amar kembali lagi.
__ADS_1
Mereka semua duduk, seperti ada yang kurang Freya terus celingak celinguk "Irsyad di mana Mah, kenapa dia tidak ada. Biasannya Irsyad akan selalu duduk paling pertama "
"Tadi Irsyad izin katanya mau ke rumah sakit, ada temennya yang sakit dan orang tuanya nyuruh Irsyad untuk datang ke sana. Entah ada apa "
"Orang tuanya emangnya siapa ? Kenapa orang tuanya sampai menyuruh Irsyad datang kesana "
"Mama juga nggak tahu, tadi Irsyad langsung pergi aja tanpa ngejelasin siapa temennya yang sakit dan orang tua siapa juga yang nelpon, dia buru-buru banget kelihatannya mungkin sangat penting sekali sampai Irsyad terburu-buru seperti itu "
"Ya udah deh, semoga aja nggak ada masalah apa-apa ya mah"
"Iya, mana mungkin sih Irsyad bikin masalah, anak itu sangat baik "
"Iya ma"
Akhirnya mereka makan sama-sama meja makan menjadi ramai lagi terutama Helena dia terus saja berceloteh bercerita apapun pada Amar, semuanya dia ceritakan dari sekolah, dari saat bermain bersama teman-temannya lalu saat mengerjakan tugas bersama kakaknya semuanya tidak ada yang terlewat.
Helena benar-benar menjadi hangat lagi, Helena juga tak mengeluh lagi. Semoga saja seterusnya akan seperti ini. Mulai sekarang Freya tak akan memikirkan tentang dirinya sendiri, Freya juga akan memikirkan tentang semuanya.
...----------------...
"Mungkin kalau waktu itu kamu tidak pergi Freya kita sudah menikah sekarang, kita sudah bisa satu kamar dan kita juga sudah memberikan adik untuk Helena"
Freya hanya menatap sekilas Amar dan kembali fokus ke arah depan "Namanya juga proses. Aku hanya tidak mau membuat nenek kamu sakit hati kalau tiba-tiba kita menikah, apalagi nenek kan tidak mau menerima anak-anakku dan pilihannya itu sangat sulit untuk aku Amar, aku benar-benar tak bisa memilih salah satu "
Amar yang mengerti memeluk Freya dengan erat "Tapi aku yakin. Sekarang nenek pasti akan luluh, apalagi nenek juga tidak membahas bahas lagi tentang kamu ataupun anak-anak. Nenek sekarang sudah mulai lebih tenang "
"Nanti kita coba bicara dengan nenek sama-sama ya, kita berjuang sama-sama kan Amar"
"Tentu kita berjuang sama-sama, dari awal juga aku sudah bilang kan kalau kita akan berjuang sama-sama tapi kamu nya aja yang nggak mau tiba-tiba pergi gitu aja, tanpa mau mendengarkan penjelasan aku dulu dan rencana aku "
"Iya aku minta maaf, tadinya aku cuman takut aja nanti kecewa seperti dulu lagi, aku tidak mau kesalahan yang pernah terjadi padaku terulang lagi hanya itu saja Amar. Aku benar-benar takut memulai hal baru dan memilih sesuatu yang tak aku inginkan"
Amar mencium pipi Freya beberapa kali, sampai-sampai Freya mendorong kepala Amar "Kamu ini bagaimana kalau ada orang melihat atau Pak satpam gitu yang lihat kan ga enak, nanti kita malah jadi gunjingan tetangga loh"
"Ya nggak masalah, kita kan mau nikah aku hanya cium kamu aja ga ngelakuin apa-apa kok aku itu udah sangat rindu banget sama kamu Freya, udah lama kan aku nggak peluk kamu, kita malah hanya saling diam saja waktu itu dan ini adalah kesempatanku. Aku tak bisa menahan lagi Freya untuk mencium pipi kamu yang berisi ini "
__ADS_1
"Kita sedang membahas hal serius loh Amar"
"Iya kita sedang membahas hal serius, nanti kita bicara dengan nenek sama-sama kalau mamaku dari awal dia sudah setuju, hanya nenek saja kita hadapi nenek sama-sama ya mulai sekarang, kalau pun nenek tak setuju kita harus tetap menikah, tak ada diundur-undur lagi "
"Tentu kita hadapi semuanya bersama-sama, aku mulai sekarang ikut kamu saja Amar. Aku tak akan memutuskan hal yang sepihak lagi "
Freya melihat jam tangannya. Irsyad belum juga pulang ke mana dia, kenapa lama sekali. Irsyad biasanya tidak betah kalau di luar rumah. Dia akan cepat-cepat pulang apalagi dia ada dirumah sakit sekali.
"Kenapa ?"
"Kenapa Irsyad belum pulang-pulang juga ya, kenapa sangat lama sekali. Tak seperti biasannya anak itu aku harus segera menghubunginya "
"Tunggu sebentar lagi, Irsyad itu kan sudah dewasa Freya "
Tiba-tiba saja ponsel Amar berdering. Amar langsung mengangkat telepon itu ternyata dari Jordi.
"Ada apa Jordi"
"Bisa datang ke rumah sakit, ini Irsyad ada di sini dan dia tadi bertengkar dengan seseorang di rumah sakit"
"Apa ada masalah apa, sampai-sampai Irsyad bertengkar seperti itu "
"Aku juga tidak tahu pokoknya datang kemari, aku sudah membawa Irsyad ke ruanganku dan juga orang yang tadi bertengkar dengan Irsyad. Kita selesaikan semuanya di sini beritahu Freya ya aku tadi mencoba untuk menghubunginya tapi tidak diangkat"
"Baiklah nanti aku akan langsung ke rumah sakit, tunggu sebentar jangan sampai mereka bertengkar lagi"
"Tentu kutunggu sekarang, jangan lama "
Freya yang mendengar pembicaraan mereka tentu saja kaget sampai-sampai Freya melepaskan pelukan dari Amar "Ada apa dengan Irsyad, kenapa dia bertengkar"
"Entahlah sayang ayo kita ke rumah sakit sekarang, aku takut terjadi sesuatu dengan Irsyad "
Freya tanpa banyak basa-basi lagi langsung mengambil jaket, ponsel dan juga tasnya. Bahkan Freya tidak berbicara dulu pada Mama untuk pergi ke rumah sakit.
Freya begitu khawatir dengan keadaan anaknya ini, ada apa kenapa sampai-sampai Irsyad ada di rumah sakit dan bertengkar apa yang dilakukan oleh anaknya.
__ADS_1
Irsyad tak mungkin bertengkar dirumah sakit, dia itu selalu tenang kalau menghadapi masalah. Pasti ini masalah besar.