
Gea yang baru saja selesai mandi dikagetkan dengan ponselnya yang berdering, ternyata dari suaminya, ada apa ya suami nelpon tadi juga suaminya izin katanya mau pergi ke rumah Ibunya dan mau berbicara dengan Helena juga. Semoga saja mereka bisa akur dan saling menyayangi.
"Halo Dimas kenapa, kenapa apakah kamu akan menginap dirumah Mama ? "
"Halo Bu ini saya mau kasih kabar, ini sama istri yang punya ponselnya kan, saya gak salah telfon kan "
"Iya saya istrinya kenapa ya dan ini juga siapa, kenapa ponsel suami saya biasa ada sama kamu, apakah ponselnya jatuh "
"Ini Bu orang yang punya ponsel ini kecelakaan, sekarang ada di rumah sakit saya di suruh kasih tahu karena tadi saya yang nolong makannya ponselnya ada disana, kalau untuk barang-barang yang lain sih nggak tahu Bu tapi saya nemu ponsel ini jadi saya langsung hubungi ibu, bisa ibu datang kesini sekarang, banyak tindakan yang harus dilakukan dan harus ada persetujuan keluarga "
Gea tentu saja langsung lemas dia tidak pernah menyangka kalau suaminya akan kecelakaan seperti ini, tadi masih baik-baik saja, saat pergi dia tak kenapa-napa dan tak sedang memikirkan apapun.
"Kamu jangan macam-macam ya, jangan berbohong padaku. Mana mungkin suami aku kecelakaan"
"Saya nggak macam-macam Bu emang kenyataannya begitu, ini yang punya ponsel ini kecelakaan, ini saya lagi di rumah sakit ibu bisa datang langsung aja ke rumah sakit ini, saya akan kasih alamatnya saya share lok ya Bu sekarang ibu bisa lihat sendiri "
Gea langsung melihat ponselnya dan dia juga mendapatkan pesannya, tempat dimana suaminya dirawat.
"Ya sudah Bu saya tunggu ya sekarang juga "
Setelah sambungan itu terputus, Gea malah melorot tak kuat menahan bobot tubuhnya ini. Gea benar-benar lemas sekali, air mata juga sudah tak karuan.
"Bu, ibu kenapa Bu "
Gea tak menjawab, dia masih saja terus menangis. Bibi jadi bingung kenapa coba. Soalnya bibi juga tak mendengar percakapan apa yang majikannya ini lakukan, tadi sedang masak juga.
Gea yang ingin cepat-cepat melihat keadaan suaminya langsung menarik tangan bibi "Antar aku kerumah sakit sekarang, suamiku bi kecelakaan tolong antar"
"Ya Allah, baik Bu ayo bibi akan antar "
Mereka bergegas pergi keluar rumah, untungnya juga taksi tak susah, jadi mereka tak usah menunggu lagi.
"Bi saya takut terjadi sesuatu dengan suami saya, saya benar-benar takut ditinggalin sama dia, kalau suami saya ga ada saya sama siapa bi"
__ADS_1
"Ibu jangan berbicara seperti itu, kita berdoa saja yang terbaik untuk bapak, semoga bapak tak kenapa-napa, semoga bapak hanya luka ringan saja "
Tapi Gea malah berfikir kearah yang lain, Gea berfikir kalau suaminya ini kecelakaan dengan hebat, kalau misalnya ringan tak akan mungkin orang lain yang menelfon.
"Ibu harus tenang, ingat ibu sedang mengandung"
Gea langsung mengusap perutnya, benar dia sedang mengandung. Gea makin ketakutan saja, kalau misalnya ditinggalkan suaminya bagaimana nasib dirinya dan juga anaknya ini yang belum lahir.
"Aku sangat takut bi, aku benar-benar binggung sekarang "
Bibi juga lebih binggung "Ibu berdoa saja ya " hanya kata-kata itu saja yang bisa keluar dari mulut bibi. Karena bibi juga disini sama bingungnya.
...----------------...
Gea yang sudah ada dirumah sakit langsung berlari saat sudah tahu dimana ruangan suaminya itu, Gea juga melihat ada orang asing disini.
"Bu saya yang tadi menelfon " ucap orang itu sambil mendekati Gea "Ibu istrinya ? "
"Iya aku istirnya "
Gea langsung terduduk, untuknya ada bibi yang menahan tubuhnya jadi tak langsung menghantam ubin.
"Bibi suamiku, bagaimana dengannya "
"Ibu yang sabar ya, sabar Bu. Ayo kita duduk disana"
Bibi membantu Gea bangun dan duduk dikursi. Orang yang menolong Dimas langsung berpamitan pulang, karena dirinya sudah tak ada urusan lagi keluarganya sudah datang.
"Aku harus bagaimana bi "
"Coba ibu telfon orang tuanya "
Gea baru ingat. Dia dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan menelfon mama mertuanya itu. Tak butuh waktu lama langsung diangkat telfonnya ini.
__ADS_1
"Kenapa Gea, suami kamu sudah pulang dari tadi, dia sudah tak ada disini "
"Ma, Dimas kecelakaan, aku mau mama kemari, tolong ma datang Dimas sekarang kritis "
"Kamu yakin, tadi saja dia baik-baik saja, bahkan dia pulang dengan baik-baik saja, kenapa bisa kecelakaan, mungkin ada yang sedang membohongi kamu "
"Tidak ma, Gea ga bohong bahkan Gea sudah ada dirumah sakie sekali, tolong ma percaya dengan Gea, Gea binggung sekarang ma. Gea butuh mama sekarang tolong "
"Baiklah kirimkan alamatnya sekarang juga "
"Baik akan aku kirimkan "
Setelah memutuskan sambungannya Gea langsung memberi tahu alasannya, Gea benar-benar butuh orang yang ada disampingnya, Gea sangat takut sekali dengan keadaan suaminya itu.
Gea kembali menangis, air matanya ini tak henti-hentinya mengalir, terus saja seperti ini. Gea takut suaminya tak bisa bekerja lagi, bukan apa-apa dulu saja saat suaminya tak bekerja Gea begitu kesusahan, apalagi sekarang mereka akan memiliki anak juga kan.
"Ya ampun kenapa lama sekali, kenapa operasinya begitu lama, aku sudah tak sabar ingin melihat keadaan suamiku ini " gumam Gea.
"Saya belikan minum ya Bu "
Gea hanya menganggukan kepalanya, fikiran Gea sudah kemana-mana dari tadi.
Gea menatap ruangan operasi dengan cemas, Gea juga segera bangkit dan melihat dari kaca bulat, tapi sulit tak terlihat banyak sekali dokter yang menangani, kembali air matanya ini mengalir.
"Bertahan Dimas, kamu jangan tinggalkan aku, kalau kamu pergi aku sama siapa. Aku ga punya siapa-siapa anak kita juga akan lahir, jangan tinggalkan istrimu ini. Aku tak mau sampai kamu meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini "
"Mama kamu juga tak akan mungkin mau mengurus aku dan anak kamu ini, dia pasti akan acuh tolong Dimas bertahan demi aku dan juga anak kita. Kamu harus tetap hidup "
Gea malah jadi mondar mandir seperti setrikaan, Gea tak akan bisa diam sebelum melihat suaminya membuka mata dan berbicara dengannya. Gea begitu penasaran dengan kejadiannya.
Kenapa suaminya itu bisa kecelakaan, ada apa sedang memikirkan apa coba, tadi juga Gea lupa tak bertanya pada orang yang menolong suaminya.
"Apakah Dimas bertengkar dengan anak-anaknya itu, tapi tak mungkin tadi mama berkata kalau Dimas baik-biak saja, berarti tak ada masalahkan, apa yang sebenarnya terjadi dengan suami aku ini, kenapa bisa kecelakaan diwaktu yang tak tepat "
__ADS_1
Gea kembali duduk, dia masih berfikir keras tentang kejadian suaminya ini, tak ada yang bisa menjelaskan apa-apa padannya. Mobil juga entah ada dimana. Kalau saja tadi Gea melarang suaminya untuk pergi mungkin semua ini tak akan pernah terjadi.