
Freya hari ini mendatangi Gea, Freya ingin menceritakan semuanya pada temanya ini. Semoga saja dia punya solusi untuknya karena Freya juga sudah bingung sekali harus meminta bantuan pada siapa, perubahan suaminya ini begitu drastis sekali.
Gea yang membuka pintu alangkah kagetnya saat melihat Freya yang wajahnya begitu murung dan matanya juga bengkak-bengkak seperti habis menangis. Kenapa dengan Freya tidak biasanya Freya itu perempuan kuat mana mungkin dia bisa menangis.
"Ayo sini kemari masuk Freya, ceritakan padaku apa yang terjadi padamu. Aku tak menyangka kamu akan seperti ini ayo masuk kedalam rumah "
Freya langsung masuk ke dalam rumah. Gea langsung menutup pintunya dengan perlahan lalu Freya memeluk Gea dengan erat. Air mata Freya langsung mengalir Gea melepaskan pelukan itu dan membawa Freya untuk duduk terlebih dahulu.
"Ada apa coba kamu ceritakan padaku, apa yang terjadi sampai-sampai kamu menangis seperti ini apa Dimas melukaimu. Aku begitu khawatir dengan keadaanmu Freya tidak biasanya kamu seperti ini. Kamu tidak akan mungkin menangis karena hal sepele kan pasti ini masalah besar"
"Entah kenapa sekarang Dimas berubah, dia bahkan berani membentakku aku rasa dia benar-benar sudah berubah apakah di luar sana dia mempunyai perempuan lain Gea. Aku begitu khawatir aku begitu takut sekali, aku tidak bisa hidup tanpanya. Dia adalah orang pertama yang bisa membuat aku sembuh dari trauma yang dulu"
"Kalau aku tidak bertemu dengan Dimas mungkin sampai sekarang aku tidak akan pernah menikah karena ketakutan itu, tapi dia bisa merubah aku dia bisa mematahkan segalanya aku benar-benar tidak mau kehilangan Dimas"
"Aku harus melakukan apa, bahkan aku sudah merubah segalanya aku sering cuti untuk bisa menemaninya. Aku bahkan lebih fokus padanya lagi tapi sepertinya semua itu tidak ada gunanya Dimas terus saja seperti itu padaku bahkan makin hari perubahannya itu makin drastis"
"Bahkan aku seperti tidak mengenalinya lagi, dia berani membentakku, dia berani menajamkan matanya pokoknya perubahan itu benar-benar membuat aku sangat ketakutan sekali Gea "
"Dimas adalah orang yang begitu aku butuhkan, Dimas adalah laki-laki yang sangat aku cintai aku tidak bisa melepaskannya ataupun membiarkannya pergi dariku, kamu tahu sendiri kan setelah kejadian itu aku tidak mau didekati oleh laki-laki. Tapi saat bertemu dengan Dimas itu berbeda, dia bisa membuat aku bahagia dan percaya lagi akan laki-laki "
Gea diam, Gea sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan. Maksudnya dengan perasaannya yang suka dengan Dimas. Sebenarnya Dimas itu tidak selingkuh dengan siapa-siapa hanya saja Dimas sedang mengendalikan dirinya yang sedang suka padannya.
"Aku harus bagaimana lagi Gea, apa yang harus aku lakukan. Apa aku harus keluar kerja saja agar aku bisa lebih fokus lagi pada Dimas. Agar Dimas juga senang kalau aku tak bekerja "
"Jangan kamu sudah lama bekerja, jangan sampai nanti suatu saat kamu menyesal. Kamu sangat sulit kan mengejar pekerjaan itu bahkan untuk merintisnya dari nol saja sangat sulit sekali, jangan menyia-nyiakan apa yang sudah kamu punya malahan aku ingin seperti kamu Freya, jadi jangan pernah lepaskan itu. Aku takut suatu saat suami kamu melenceng lalu kamu nanti akan seperti apa tanpanya jadi lebih baik tetap bekerja"
"Tapi aku tidak suka dengan perubahan suamiku itu. Perubahannya begitu drastis sampai-sampai aku tidak mengenali suamiku sendiri. Dia seperti membenciku, dia seperti menjauhiku aku mendekat tapi dia menjauh. Sekarang dia sedang pergi ada urusan katanya. Tapi aku tidak tahu ke mana dia, dia benar-benar seperti sedang menghindari ku saja"
Gea lebih mendekat dan memeluk Freya dengan erat, Gea tahu perasaan Freya dia mengerti dengan keadaan Freya sekarang. Gea juga perempuan dan Gea bisa merasakannya.
...----------------...
Setelah kepulangan Freya, Gea dia merenung Gea memikirkan tentang perasaannya ini, tiba-tiba saja Gea berpikir untuk merebut Dimas dari Freya. Gea juga tidak bisa menahan perasaannya ini, kalau terus dipendam seperti ini akan sakit Dimas saja sudah memberinya cincin.
"Aku begitu mencintai Dimas, aku tidak bisa melupakan Dimas begitu saja apakah aku harus merebutnya saja dari Freya, aku tidak bisa kalau harus terus begini apalagi dengan cincin ini "sambil menatap cincin yang diberikan oleh Dimas itu "Cincin ini menandakan seperti Dimas sudah melamar ku, aku tidak bisa begitu saja mengabaikan Dimas, Dimas adalah laki-laki yang aku mau"
"Dia laki-laki pertama yang bisa membuat aku jatuh cinta dalam pandangan pertama, aku tidak bisa melepaskannya begitu saja, aku tidak mau mengalah . Aku sudah terlanjur jatuh dan terlanjur ingin memiliki Dimas"
"Tadi Freya datang kemari menangis, dia sangat mencintai Dimas juga seharusnya aku tidak boleh seegois ini kan kalau tidak ada Freya aku tidak akan terlepas dari Ayahku. Aku tidak akan ada di sini aku pasti masih ada di tangan Ayahku dan disiksa habis-habisan"
"Harusnya aku malu bukannya malah mau merebut suaminya. Kenapa pikiranku ini sangat berbeda, yang ini mau merebut yang ini tidak, tapi aku tidak mau menyakiti hati Freya, apakah aku harus jujur saja pada Freya tentang perasaanku ini, tapi yang ada aku malah akan di tampar oleh Freya"
"Freya pasti akan sangat marah besar kalau mengetahui semua ini, mungkin Freya akan mengutukku seperti apa yang dia pernah katakan kalau Freya akan mengutukku. Kenapa cinta begitu rumit dan kenapa juga hatiku harus berlabuh pada suami orang lain"
"Sepertinya aku harus pergi jauh dari sini, aku tidak boleh ada di sini yang ada aku akan menghancurkan hubungan mereka berdua. Aku tidak mau sampai semuanya terjadi, Freya terlalu baik padaku Freya terlalu percaya padaku aku harus menjaga kepercayaan Freya itu. Aku tak boleh membuat Freya tak menolongku lagi. Aku tak mau sampai nanti ada masalah Freya tak menolongku "
"Hanya Freya yang bisa menyelesaikan semua masalahku, bahkan masalah dengan ayah saja Freya yang menyelesaikan aku tidak mungkin melepaskannya begitu saja. Freya begitu berarti untukku, untuk menolong ku dalam segala hal masalah yang terjadi dalam hidupku ini"
__ADS_1
Gea menghapus air matanya, rasannya sudah lelah sekali menangis terus menerus seperti ini. Gea juga ingin istirahat dan ingin merasakan tidur lagi dirumah barunya. Besok Gea akan pergi dari sini dan tak akan kembali lagi kemari sampai kapan pun itu.
...----------------...
Besok paginya Gea benar-benar membereskan pakaiannya, dia akan pergi dari rumah ini dia harus memulai hidup barunya, dia tidak mau kalau terus mengganggu hubungan Freya, dia harus mengalah, dia tidak boleh seperti ini terus.
Mengalah bukan berarti kalah kan, Gea akan menahan segalanya sendirian, menyimpan segalanya sendirian pula. Semoga saja lambat laun Gea bisa melupakan segalanya dan menemukan lelaki yang sama dengan Dimas. Agar Gea tak terlalu kehilangan.
Gea mengeluarkan selembar kertas dan memberikan pesan untuk Freya. Ini pesan terakhirnya. Kalau misalnya lewat pesan singkat Freya pasti akan mencarinya.
Freya aku pergi. Maafkan aku bila aku pernah membuatmu kecewa. Aku tidak bisa hidup terus di sampingmu. Aku ingin kamu bahagia tanpa ada diriku. Sebelum aku datang kamu sudah bahagia kan tapi setelah aku datang banyak masalah yang menimpamu.
Jadi lebih baik aku sekarang pergi saja agar hidupmu kembali seperti semula. Aku tidak mau melihatmu tidak bahagia Freya aku ingin selalu melihatmu tersenyum lebar.
Terima kasih atas setiap bantuan yang kamu berikan, semua itu sangat berarti bagiku. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang pernah kamu lakukan padaku.
Setelah menulis pesan itu, Gea membawa kopernya dan pergi dari apartemen itu, Gea sudah tahu akan pergi kemana. Sedangkan Dimas dia yang akan pergi bekerja malah membelokkan mobilnya dan pergi ke apartemennya Gea, dia ingin bertemu dengan Gea rasanya dia tak bisa menahan semua ini. Dimas tidak bisa kalau harus terus seperti ini.
Gea masuk ke dalam taksi sedangkan Dimas masuk ke dalam gedung untuk masuk ke apartemennya Gea, saat Dimas memencet bel tidak ada yang membuka. Rumah ini seperti kosong tak ada penghuninya.
Dimas pergi keluar lagi dan bertanya pada satpam "Pak penghuni baru yang ada di lantai 8 itu yang kemarin baru pindah rumah, kemana ya kenapa dia tak ada"
"Nona Gea ya, yang rambutnya panjang dia baru saja pergi naik taksi membawa koper. Tapi aku tidak tahu dia pergi ke mana. Tidak ada kata-kata yang diucapkan hanya saja dia mau menitipkan kunci ini untuk diberikan pada nona Freya itu saja sih pesannya tadi"
Dimas langsung ketakutan sekali mau ke mana Gea, mau pergi ke mana dia tiba-tiba membawa koper seperti itu. Dimas tidak boleh sampai kehilangan Gea. Dimas tidak mau sampai kehilangan perempuan itu tidak mau sampai kapanpun, Gea tak boleh pergi dari hidupnya.
Dimas masuk lagi ke dalam mobil. Gea akan mencari Gea, sudah cukup Dimas memendam semua perasaannya ini. Dimas harus mengeluarkan semuanya Dimas harus jujur pada Gea semakin lama Dimas menyimpan semua perasaan ini semakin sakit rasanya. Dimas tidak bisa seperti ini.
Bagaimana kalau nanti ada yang datang dan melamar Gea, tidak Dimas tidak mau sampai itu terjadi. Gea harus menjadi miliknya bukan menjadi milik orang lain, akan Dimas perjuangkan sekuat tenaga.
Apapun rintangannya akan Dimas lakukan semarah apapun Freya padanya Dimas sudah tidak peduli, yang terpenting sekarang adalah hatinya, pikiran perasaannya semuanya sudah milik Gea tak akan pernah bisa berpaling lagi pada siapapun itu.
Dimas mencoba menelfon Gea tapi tak diangkat, sama sekali tak diangkat. Pasti Gea sengaja melakukan ini apa Freya sudah mengusirnya. Apa Freya sekejam itu pada temannya.
...----------------...
Prang
Tiba-tiba saja gelas yang sedang Freya pegang terjatuh. Freya menatap gelas itu, dia sedang di pantry kantor OB yang ada di sana langsung mengguncang tubuh Freya.
"Bu Freya nggak apa-apa kan. Ibu baik-baik aja Kenapa Bu, apa ibu sakit "
Freya langsung menggelengkan kepalanya. Entah kenapa hatinya tiba-tiba saja tidak enak pikirannya langsung terpusat pada Dimas dan juga Gea. Ada apa kenapa harus pada mereka berdua.
"Bu kaki ibu berdarah, aku akan obati dulu ya Bu"
Freya menatap kakinya yang berdarah tapi rasanya tidak sakit, bahkan Freya tidak merasakan apa-apa sekarang yang dia pikirkan adalah suaminya. Keadaan suaminya itu.
__ADS_1
"Sini Bu duduk dulu, biar aku obati ya Bu "
Freya dibantu duduk oleh OB itu, Freya hanya diam pandangannya kosong OB itu bingung dengan keadaan Freya, dia membereskan terlebih dahulu bekas pecahan gelas. Lalu mengambilkan minum untuk Freya. Tak lupa mengobati kakinya itu.
Freya langsung mengambil minum itu, Freya meminumnya sedikit dan mengusap wajahnya, Freya mengeluarkan ponselnya menelpon suaminya, tapi mereka berdua tidak bisa dihubungi. Kemana mereka berdua apakah mereka sudah janjian.
"Ke mana sebenarnya mereka berdua, kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak apa ada sesuatu yang terjadi padanya mereka"
Kembali Freya menghubungi dua orang itu, tapi hasilnya nihil tak ada yang mengangkatnya. Apa mereka sengaja melakukan ini semua. Apakah mereka sedang bersama.
Freya langsung pergi dari tempat itu. Freya harus menyusul suaminya, Freya harus mencari keberadaan suaminya Freya harus pergi ke rumah sakit dan mengeceknya sendiri.
"Freya kamu mau ke mana kita ada meeting sekarang. Jangan sampai kamu pergi tiba-tiba lagi, aku tidak suka ya dengan kamu yang seenaknya. Dulu kamu tak seperti ini Freya"
Freya sampai lupa, dia mendekati bosnya ingin izin tidak enak sudah banyak waktu yang Freya gunakan dan Freya sia-siakan kalau terus seperti ini Freya pasti akan dipecat.
Apalagi sekarang bosnya sudah memperingatinya. berarti tidak boleh pergi lagi kan "Baik Pak aku akan mengambil berkasnya. Aku tadi habis membuat kopi dulu "
"Baiklah segera bawa aku tunggu diruang meeting "
Freya dengan pasrah masuk kedalam ruangannya. Freya harus fokus tapi Freya harus menelfon dahulu orang yang ada dirumah sakit itu. Freya mengenal salah satu suster akan Freya tanyakan padannya siapa tahu dia tahu kan tentang keberadaan suaminya itu.
Saat sudah ada di ruangannya Freya menghubungi suster itu, untungnya langsung diangkat "Hallo Freya ada apa kamu mau kesini, tapi menurutku jangan karena Pak Dimas tak ada "
"Apa Dimas tak ada, kemana dia aku ingin menanyakan hal itu padamu. Aku nelfon ponselnya tapi tak bisa "
"Aku tidak tahu Freya dia pergi dari tadi. Malahan dari jam 10 pagi dia pergi, dia tak berbicara apa-apa pada resepsionis juga. Jadi tidak ada yang tahu dia di mana, mungkin dia pulang ke rumah aku kira dia akan menemuimu, biasanya kalian akan makan siang bersama kan"
"Tidak bahkan tadi saat makan siang dia tidak ada ke sini, tidak ada ke kantor makanya aku sangat khawatir dengan keadaannya tiba-tiba saja aku kepikiran tentang Dimas. Bisakah nanti kalau dia pulang ke rumah sakit kamu beritahu aku, atau tidak kamu beri tahu Dimas kalau aku mencarinya. Aku benar-benar khawatir sekali dengan keadaannya"
"Tentu Freya nanti aku akan mengabari mu langsung kalau misalnya Dimas sudah kembali lagi ke rumah sakit, karena nanti juga jam 03.00 sore akan ada operasi tapi dia belum datang semoga saja dia nanti kemari lagi ya dan aku akan memberitahunya"
"Iya tolong ya, apakah ada sesuatu yang menurutmu janggal dari Dimas"
"Sepertinya tidak ada, dia biasa-biasa saja tidak ada yang janggal Dimas masih sama tak ada yang berbeda Freya. Memangnya ada apa"
"Entahlah aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan, takut-takut ada masalah di rumah sakit dan dia tidak mau berbicara denganku, dia tak mau membebaniku"
"Di rumah sakit sih baik-baik saja, tidak ada masalah Freya semuanya aman-aman saja. Dan dia juga sering pulang siang"
"Siang?"
"Iya seperti biasa dia pulang jam 05.00 sore, dia tidak pernah telat pulang jam segitu terus pulangnya "
"Baiklah terima kasih atas informasinya, aku tutup dulu ya"
"Tentu Freya sama-sama"
__ADS_1
Freya menyimpan ponselnya berarti selama ini Dimas membohonginya. Lalu ke mana dia kalau dia pulang jam 05.00, lalu ke mana dia pergi sampai-sampai harus pulang larut malam.
Freya sudah terkecoh dengan apa yang Dimas lakukan. Dimas sudah mulai berbohong padanya. Apa sebenernya yang Dimas sembunyikan. Freya kecewa dengan suaminya itu. Lihat saja Freya akan menanyakan hal ini, Freya tak terima dibohongi seperti ini oleh Dimas.