Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 50 Berjanjilah padaku


__ADS_3

Mereka berempat ada di ruang tamu. Astuti masih saja melamun lalu dia menatap anaknya dan juga menantunya. Astuti sampai memikirkan tentang kejadian saudaranya itu. Astuti takut semua itu terjadi pada keluarganya juga.


"Mama selalu berdoa agar kamu Freya tidak pernah merasakan itu. Mama tidak mau kamu merasakan kesakitan yang Kania rasakan, sakit sekali pasti dikhianati oleh suaminya sendiri apalagi sampai ditinggalkan seperti itu. Mama tidak mau sampai kamu merasakannya Freya sayang "


Dimas lagi-lagi mendengar kata-kata dari mamanya sendiri hanya bisa diam, tidak bisa berkata apa-apa. Freya juga melamun memikirkan semua itu. Kenapa laki-laki bisa dengan cepat berpaling seperti itu, apa mereka tidak berpikir bagaimana perjuangan mereka berdua. Sungguh Freya tak habis fikir dengan semua kejadian itu. Tak menyangka saja saudara mereka akan merasakan hal seperti itu.


Lalu Freya menatap suaminya sambil tersenyum. Freya menyakinkan hatinya kalau dia tak akan pernah merasakan hal itu "Tapi Mama aku yakin aku tidak akan pernah merasakan itu dan aku juga tidak akan pernah ada di situasi seperti itu, karena aku yakin Dimas tidak akan mungkin menghianatiku dia akan terus bersamaku. Aku percaya dengan anak Mama kalau dia tidak akan membuat hatiku sakit dan membuat Irsyad juga kehilangan sosok ayah"


"Dari dulu Dimas tidak pernah menyakitiku kan Mah. Bahkan dia sampai disebut suami idaman oleh para tetangga karena Dimas tidak pernah melenceng sedikitpun dia terlalu sempurna"


Dimas hanya tersenyum tipis Astuti melihat gelagat anaknya itu. Dimas merasa bersalah karena telah menyimpan sebuah rasa untuk Gea yang seharusnya tidak pernah hadir dalam hatinya dan tidak pernah hadir dalam hidupnya ini.


"Iya Mamah juga berpikir seperti itu, semoga saja Dimas yang dulu dan Dimas yang sekarang masih sama tidak ada yang berubah sedikitpun atau hatinya berpaling pada siapapun"


Dimas lagi-lagi hanya bisa tersenyum tak bisa menanggapi semua perkataan yang dilontarkan oleh ibunya dan juga istrinya sendiri. Karena sekarang Dimas sedang dalam situasi yang tidak aman, situasi yang bisa saja membuatnya tergoda dan meninggalkan anak dan istrinya.


...----------------...


Pagi-pagi sekali Gea sudah pergi dari rumah, ingin mencari pekerjaan dia tidak mungkin kan terus saja diam. Gea juga kemarin sudah mengambil beberapa berkas punyanya yang disimpan oleh Ayahnya itu. Gea tidak mau terus tergantung pada Freya. Gea akan menyibukkan dirinya untuk mencari pekerjaan.


Itu ide yang baguskan. Siapa tahu Gea juga bisa bertemu dengan jodohnya sendiri. Gea ingin juga ada yang menemani, ada yang memperhatikannya dan juga agar hatinya ini bisa melupakan Dimas.


Gea masuk ke dalam sebuah perusahaan. Lalu memberikan berkas-berkasnya tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya "Bukankah ini dirimu, jadi kamu ini ada perempuan nakal mau melamar ke perusahaan sebesar ini apa tidak malu. Kamu ini sudah menjual diri dan masih bisa keluar apa tidak malu, lihatlah ini wajahmu sangat jelas sekali dan harga mu juga cukup murah"


Gea menatap foto itu, bukannya itu foto dirinya yang diambil oleh ayahnya waktu itu. Itu sudah sangat lama sekali saat ayahnya menyuruhnya untuk menggunakan bikini. Wajah Gea langsung pucat sekali melihat semua itu. kenapa bisa tersebar, dan kenapa harus langsung kena pada orang yang kerja disini.


"Lihatlah di sini ada perempuan nakal, di sini ada perempuan yang bisa dibeli loh ini lihat ada harganya begitu murah sekali. Lihat dia tak malu datang kemari"


Gea menggelengkan kepalanya. Siapa yang menyebarkannya Ayahnya kan tak ada. Apa ada yang mempunyai foto itu selai Ayahnya "Oh jadi ini yang suka goda-goda suami orang, ga malu emang sekarang lamar kerja ke ke sini. Urat malunya emang udah putus kali ya. Makannya dia berani kesini"


Gea mencoba untuk menjelaskannya, tapi mereka semua sudah membawanya keluar dari kantor itu. Gea didorong dengan keras tapi ada yang menangkapnya, saat dia melihat ternyata itu Dimas kenapa Dimas ada di sini. Padahal tadi dia pergi sendiri, apa Dimas mengikutinya.


Tatapan mereka langsung bertemu Dimas dan juga Gea bertatapan, getaran cinta yang Dimas rasakan selama ini pada Gea makin dalam saja melihat tatapan mata yang sedih itu membuat Dimas begitu sakit hati.


Membuat Dimas makin ingin melindungi Gea. Tadi Dimas sengaja mengikuti Gea. Ingin tahu Gea akan pergi kemana, Dimas tak mau Gea pergi jauh darinya makannya dirinya mengikutinya.


Sedangkan di luar gerbang ada Ayahnya Gea yang menatap mereka berdua, ternyata dia sudah keluar dari kantor polisi. Erik yang melihat apa yang Dimas sangat kesal sekali. Padahal Erik mau Gea menemuinya meminta maaf dan meminta bantuan.


Erik sudah sudah menyogok laki-laki itu untuk mempermalukan Gea di hadapan teman-temannya, tapi malah Dimas datang dan pasti akan membelanya rencananya ini pasti akan gagal.


"Sialan laki-laki itu akan menjadi penghambat. Kenapa dia selalu ada di manapun Gea berada. Padahal aku dari tadi sudah mengikuti Gea tapi tidak ada Dimas tiba-tiba saja laki-laki itu datang, apakah dia seorang jin sampai-sampai bisa langsung datang seperti itu "


Orang-orang itu langsung berteriak dan membuyarkan tatapan mereka berdua "Kenapa kamu membantunya, dia itu perempuan nakal dia itu perempuan yang menjual harga dirinya, dia itu tidak pantas untuk dikasihani. Padahal biarkan saja dia terjatuh"


"Dia itu perempuan penghancur rumah tangga orang lain. Seharusnya perempuan seperti ini itu tidak diberi jalan, tidak dikasihani perempuan seperti ini harus diadili agar tidak banyak perempuan yang disakiti"


Dimas langsung melepaskan pelukannya pada Gea dan menatap semua orang "Jangan salah paham dulu, ini adalah perbuatan orang lain yang ingin menjatuhkan temanku Gea. Sebenarnya dia adalah perempuan baik-baik, hanya saja ada yang membencinya makanya dia difitnah seperti itu, memangnya kalian punya bukti dia pernah menjual diri dan ada fotonya. Itu hanya sebuah foto kan bisa saja itu diedit jadi tolong bijak dalam melakukan sesuatu "


"Gea ini perempuan baik-baik dia itu lahir dari keluarga baik-baik juga. Jadi tidak mungkin dia melakukan itu tolong mengertilah jangan ambil sesuatu dari yang kalian lihat, tapi dengarkan dulu apa yang akan orang itu jelaskan jangan ambil keputusan seperti ini ya. Aku minta pada kalian untuk bubar sekarang "


"Ini adalah kelakuan Ayah tirinya yang tidak terima kalau dia dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri, ini benar-benar pencemaran nama baik. Yang salah itu adalah ayahnya ini adalah kelakuan ayahnya, dalam suatu masalah pasti perempuan yang selalu disalahkan padahal belum tentu perempuan itu salah kan jadi jangan asal menuduh juga "


Mereka malah bersorak, tak peduli dengan penjelasan Dimas, yang mereka lihat berarti itu benar "Alah alasan saja sudah tahu perempuan nakal. Tapi tetap saja dilindungi, kalau begitu kamu bawa pergi saja dia. Kami sudah melihat kok video-videonya memang dia itu perempuan nakal tidak usah dilindungi, dia itu tak pantas untuk dilindungi oleh siapa-siapa "


Mereka semua langsung bubar lalu menyoraki Gea lagi. Gea sampai menunduk malu berarti selama ini Ayahnya memvidio semuanya dan menyebarkan semuanya. Ayahnya sudah mencemarkan nama baiknya dan juga sudah menghancurkan harga dirinya.

__ADS_1


Sangat keterlaluan sekali Ayahnya ini. Ayahnya benar-benar ingin membuat Gea hancur. Kenapa ibunya dulu harus menikahi laki-laki seperti itu, laki-laki yang licik.


Gea sekaran menatap Dimas dengan dalam, dia begitu terharu dengan apa yang Dimas lakukan, dengan mati-matian Dimas membantunya. Sungguh Gea sangat senang sekali. Padahal Dimas tahu siapa sebenarnya dirinya tapi dia sama sekali tak jijik dengan Gea yang sudah dipakai oleh banyak laki-laki meskipun itu bukan keinginannya sendiri.


Ayah tirinya Gea yang ada di sana langsung pergi menjauh "Lihat saja Dimas aku tidak akan pernah melepaskanmu, kamu sudah menggagalkan rencanaku aku sudah membuat rencana ini dari jauh-jauh hari, tapi kamu malah menggagalkan semua ini. Awas saja suatu saat aku akan menemukan kelemahan mu dan menghancurkan mu sampai ke akar-akarnya"


...----------------...


Gea malam-malam malah diem di balkon padahal udara sedang dingin sekali. Gea sekarang malah pusing dengan perasaannya. Dimas membelanya tadi bahkan Dimas tidak jijik dengannya. Padahal semua video itu sudah tersebar dan jelas-jelas itu adalah wajahnya tapi Dimas masih mempertahankannya.


Gea tak pernah dibela seperti ini, Gea selalu saja disalahkan tapi sekarang saat ada orang yang peduli padanya Gea begitu bahagia dan ingin membalas apa yang Dimas lakukan, tapi dengan cara apa sedangkan hatinya sekarang malah menjadi pusing lagi. Gea ingin melupakan Dimas tapi di satu sisi dia juga tidak bisa.


Dimas sudah membuatnya terpesona dengan membantunya seperti tadi, benar-benar itu membuat hatinya menjadi hangat dan bahagia sekali. Tidak mungkin ada laki-laki yang mau membelanya seperti itu saat mengetahui masa lalunya dia yakin itu.


"Aku harus bagaimana, aku tidak mau terjebak dalam keluarga ini. Aku tidak mau menghancurkan Freya. Aku tidak mau jadi orang ketiga dalam hubungan mereka apa yang harus aku lakukan. Kenapa hidup ku malah menjadi rumit lagi "


"Aku takut kalau apa yang pernah aku lakukan pada Freya akan kembali terulang. Masa, masa lalu itu akan terulang lagi aku malah jatuh cinta dengan laki-laki yang Freya suka juga"


"Aku tidak mau merebut apa yang Freya punya untuk kedua kalinya, aku tidak mau menyakiti Freya lagi, dia adalah orang baik. Freya sudah sangat baik padaku memberikan segalanya padaku. Bahkan dia mau menampung ku di rumahnya. Jarang sekali kan ada teman yang seperti ini, yang mau membela aku sampai habis-habisan seperti ini "


Gea bahkan sampai menangis karena ingin cepat-cepat melupakan Dimas, tapi sulit sekali berat sekali untuknya melupakan semua itu. Kebaikan Dimas sudah membuatnya terpesona dan rasanya tak mau saja hilang seseorang yang selalu membelanya dan mau menerimanya apa adanya.


...----------------...


Freya yang sedang melamun didekati oleh ibu mertuanya "Ada apa Freya pagi-pagi sudah melamun seperti ini, Mama lihat kamu jadi sering melamun ada apa, kamu punya masalah besar biasanya juga kamu cerita sama Mama kan"


Freya menggenggam kedua tangan Ibu mertuanya itu "Entah kenapa mah aku berpikir akan ada sesuatu yang hilang dariku nanti. Tapi aku tidak tahu apa perasaanku tidak enak saja, aku merasa akhir-akhir ini aku selalu gelisah"


Astuti mengusap kepala Freya dengan sayang "Mungkin itu hanya perasaanmu saja, semuanya akan baik-baik saja tidak akan pernah ada yang terjadi di antara kamu dan juga Dimas. Kalian berdua akan selalu bersama seperti ini. Mama yakin kalian pasti akan selalu kuat dengan apapun itu ujiannya"


Astuti masih diam menatap mata Freya yang sangat khawatir sekali .Astuti juga merasakan kalau ada sedikit perubahan dari anaknya. Astuti sering melihat kalau Dimas mencuri-curi pandang pada Gea sering dia melihatnya.


"Kira-kira kamu kapan akan mengatur Gea untuk bisa tinggal di rumahnya sendiri, Mama rasa dia harus segera berpisah dan jangan terus ada disini. Bukan apa-apa rasannya aneh saja kalau ada Gea dirumah diwaktu yang lama "


"Aku masih sibuk Mamah mengurus klinik yang akan digunakan oleh Dimas, aku sudah menyiapkan semuanya tinggal di tempati saja. Aku ingin cepat-cepat Dimas bekerja di sana. Makannya aku mengesampingkannya dahulu tentang dia. Aku ingin membahagiakan suamiku dulu"


"Kamu melakukannya sendiri, kenapa kamu tidak mengajak Mama "


"Iya aku ingin memberi sebuah kejutan pada Dimas, dia kan sedang mempersiapkan semua kebutuhan klinik sedangkan aku akan memberi sebuah kejutan tempat untuk Dimas nanti, Dimas aku segera membuka klinik itu Ma, agar Dimas tak perlu bekerja pada orang lain lagi "


"Mama senang sekali mendengarnya, nanti kalau mau melakukan sebuah kejutan seperti itu kamu harus ajak Mama ya. Mama yakin Dimas tidak mungkin menghianatimu. Dimas tidak mungkin membuat kesalahan padamu, kamu hanya perlu tenang. Mungkin kamu terlalu capek Freya makanya kamu merasa tidak enak hati"


"Iya mah. Tadinya aku tidak mau membuat Mama pusing makanya aku mengerjakan segalanya sendiri. Mungkin saja Mah semoga saja ya akhir-akhir ini aku selalu khawatir tapi tidak tahu aku khawatir karena apa"


"Ya sudah sekarang kamu sarapan dulu. Kamu jangan mendiamkan perutmu kosong ayo akan Mamah temani. Mama ingin melihat kamu banyak makan Freya"


Freya mengikuti langkah Ibu mertuanya itu, feeling istri itu selalu kuat kan dan Freya merasa kalau Dimas sedang tertarik pada seseorang, apakah perasaannya itu benar apa feeling istri itu memang ada.


Sedangkan Dimas yang masih ada di dalam kamar dia menggebrak meja dengan kesal. Kenapa dia tidak bisa melupakan Gea. Kenapa begitu sulit padahal hidupnya sudah sangat indah sekali hidupnya sudah sangat bahagia sekali dengan Freya.


Hidupnya sangat sempurna sekali. Dari dulu pertama Dimas menikah dengan Freya, Dimas tidak pernah tertarik dengan perempuan manapun. Bahkan untuk melihatnya saja Dimas enggan.


Dimas mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya, Dimas tidak mau terjebak. Bahkan saat makan malam itu Dimas tidak terkontrol bahkan bisa melukai orang lain hanya untuk perempuan itu. Kenapa rasa cemburunya begitu besar saat bersama Freya tak seperti itu.


Freya yang sudah selesai sarapan berpamitan pada ibu mertuanya untuk masuk lagi ke dalam kamar, tadi Freya mendengar sebuah gebrakan takut terjadi apa-apa pada suaminya. Saat pintu dibuka Freya melihat suaminya yang masih mondar-mandir dan seperti gelisah juga.

__ADS_1


"Ada apa dengan kamu, apa kamu baik-baik saja Dimas. Apa ada masalah"


Dimas langsung memberhentikan langkahnya dan mendekati istrinya. Freya mengerutkan keningnya melihat mata suaminya yang memerah, apa suaminya habis menangis"Kenapa dengan mata kamu itu, kenapa merah sekali "


"Ga apa-apa, tadi kelilipan makannya jadi merah karena aku terus mengucek mataku ini"


Freya menarik suaminya untuk duduk, Freya tidak percaya kalau hanya kelilipan sampai semerah itu "Kalau ada masalah apa-apa kamu cerita sama aku ya, jangan dipendam kayak gini aku bingung. Kalau aku bisa bantu pasti aku akan bantu kamu kok aku ga akan diam"


"Ga ada sayang, semuanya baik-baik aja kok ga ada yang sedang aku pikirkan semuanya baik-baik saja. Kamu ga berangkat kerja ini udah siang loh"


"Aku hari ini minta libur dulu. Aku pengen istirahat di rumah dan habisin waktu sama kamu boleh kan. Aku ingin dengerin semua cerita kamu "


Dimas langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Tentu saja boleh masak istriku akan menghabiskan waktu dengan suaminya aku melarangnya, aku senang sekali kamu mengambil cuti. Aku senang sekali bisa berduaan dengan kamu. Sudah lama kita tidak berduaan juga kan kita selalu saja bertiga"


Dimas memeluk istrinya, tapi pikirannya malah ke arah Gea, Dimas sempat melihat tatapan Gea padanya apakah dia juga memiliki rasa yang sama. Apa Gea mencintainya juga tidak Dimas harus menghilangkan itu semua.


Dimas jangan terus memikirkan perempuan lain di hadapannya ada istrinya, seharusnya sekarang Dimas memikirkan Freya bukan memikirkan perempuan lain. Fikirannya ini sudah sangat ngawur sekali.


Dari dulu Dimas tidak pernah berpikir untuk menghianati Freya. Tapi sekarang kenapa hatiku yang malah berpaling bagaimana ini aku tidak bisa seperti ini terus. Dimas harus segera menyelesaikan masalah ini.


...----------------...


Gea keluar kamar dengan cara mengendap-endap, dia tidak mau sampai bertemu dengan Dimas dia tahu kalau Dimas ada di rumah bersama Freya mungkin mereka sedang ada di kamar, tapi Gea takut tiba-tiba bertemu dengannya.


Gea celingak-celinguk ke sana kemari, tidak ada siapa-siapa dia masuk ke arah dapur dan tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya. Gea tidak mau membalikkan badannya Gea takut itu Dimas Gea sedang ingin menghindarinya.


"Gea ada apa dengan kamu, kenapa kamu seperti sedang bersembunyi dari seseorang "


Gea langsung menghela nafasnya, ternyata itu Ibu mertuanya Freya. Gea membalikkan badannya dan tersenyum ke arahnya meskipun agak sedikit canggung senyumnya itu "Tidak ada tante. Aku hanya ingin sedang mengambil minum saja, aku hanya ingin melihat sekitar saja"


"Baiklah sepertinya kamu sangat gugup sekali ada apa, apa ada masalah. Apakah kamu bisa berjanji sesuatu padaku. Aku ingin mengatakan hal ini dari lama padamu"


Gea langsung menganggukkan kepalanya. Gea tidak akan bertanya-tanya lagi apa sebenarnya yang ingin Ibu mertuanya Freya tanyakan "Aku ingin kamu berjanji untuk tidak tertarik pada suaminya Freya, jangan kamu mengkhianati Freya yang baik padamu"


Jantung Gea langsung berdetak dengan kencang, apa selama ini ibu mertuanya Freya tahu, apa selama ini dia mengetahui kalau dia sering curi pandang pada Dimas.


"Aku tahu anakku sering mencuri-curi pandang padamu. Aku tahu akan hal itu aku minta tolong bila suatu saat nanti anakku Dimas benar-benar tertarik padamu jangan sampai kamu gubris, jangan sampai kamu melayaninya kamu tahu sendiri kan dia adalah suami temanmu, aku masih membiarkanmu tinggal di sini karena Freya kalau bukan karenanya aku mungkin sudah menyuruhmu untuk pergi dari sini"


Gea menundukan kepalanya. Rasanya malu sekali diberitahu seperti ini. Rasannya harga dirinya seperti jatuh sekali. Gea tak suka diminta akan hal-hal seperti ini. Gea sebagai perempuan mau bagaimana lagi kalau laki-lakinya sudah tertarik ya mau bagaimana lagi.


"Sekarang Freya sudah merasakan sesuatu yang salah, dia sudah tidak enak hati firasat seorang istri tidak pernah salah jadi aku mohon padamu untuk bisa mengendalikan perasaanmu juga nantinya. Kamu pasti tidak mau kan mengecewakan Freya lagi, dia sudah menolongmu masa kamu tidak mau membalas budinya sama sekali kan. Jadi aku minta tolong kamu untuk bisa menjaga semuanya. Freya adalah menantuku yang paling aku sayangi, dia sudah aku anggap seperti anakku sendiri maka jika suatu saat nanti ada yang menyakitinya maka aku yang akan lebih dulu maju"


Gea masih belum bisa menjawab. Dia hanya akan mendengarkan semua kata-kata dari ibu mertuanya Freya, dia tidak mau membuat masalah di sini nanti kalau ada saatnya dia bicara maka dia akan bicara.


"Bisa kamu berjanji padaku. Bisakah kamu bicara jangan diam saja aku ini bicara dengan manusia bukan dengan patung"


Gea langsung mengganggukan kepalanya "Iya aku berjanji padamu Tante, aku tidak akan mungkin tergoda oleh Dimas aku akan menjaga perasaan Freya. Aku juga tahu dan mengerti kalau aku ini harus balas budi pada Freya karena apa yang Freya lakukan selama ini padaku"


"Baguslah aku ingin kamu menepati janjimu, jangan sampai suatu saat kamu malah mengecewakan aku dan juga mengecewakan Freya. Aku sudah mulai menerimamu di sini Gea, jadi tolong jangan buat aku menjadi tidak suka lagi padamu"


Gea lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, dia tidak tahu nanti ke depannya akan seperti apa kita lihat saja apakah dia akan sanggup untuk bertahan agar tidak tertarik pada Dimas, kita lihat saja karena cinta tidak bisa memilih kan.


Cinta juga tidak tahu akan berlabuh pada siapa. Gea juga tidak bisa memilih kalau bisa memilih dia akan memilih tidak akan pernah mau tertarik dengan Dimas dan tidak akan pernah melabuhkan hatinya ini pada Dimas.


Gea ingin pertemanannya dengan Freya selalu terjalin dengan baik sampai nanti mereka tua. Gea ingin selalu ada disamping Freya.

__ADS_1


__ADS_2