PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)

PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 117 AKIBAT KECEROBOHAN VIONA


__ADS_3

"Dewa...?"


Saking terkejutnya, Susi hampir saja menjatuhkan ponsel Nadia.


"Oh....!"


Susi segera menggenggam kembali ponsel Nadia.


"Viona dengan Dewa?" tanya Susi.


Nadia mengangguk. Lalu mewek lagi.


"Kok bisa?" tanya Susi tak paham.


Nadia menghela nafasnya dalam-dalam. Lalu menceritakan apa yang dikatakan Viona, pada Susi.


Susi mendengarkan dengan fokus.


"Kenapa dia memperkenalkan diri sebagai Putra?" tanya Susi..


"Dewa Putranto," jawab Nadia.


Susi mengangguk.


"Jadi selama ini, Dewa tak mencarimu karena dia berlayar?" tanya Susi.


"Iya. Tapi dia kan tahu rumah ini, Ma. Dia tahu nomor telpon Nadia yang enggak pernah ganti. Kenapa dia tak mencari Nadia?" Tangis Nadia pecah lagi.


Susi menghela nafasnya.


"Ya sudah. Itu berarti, dia sudah melupakan kamu, Nad," sahut Susi.


"Enggak! Nadia enggak percaya begitu aja. Pasti ada penyebabnya," ucap Nadia.


"Penyebabnya karena dia mungkin tak pernah benar-benar mencintai kamu, Nadia!" sahut Susi.


"Mama enggak pernah tau, bagaimana Dewa mencintai Nadia. Dewa sangat mencintai Nadia, seperti Nadia juga mencintainya. Sampai sekarang, Ma!"


Degh!


Ada seseorang yang tertusuk hatinya mendengar ucapan Nadia barusan.


Surya ternyata sudah sampai di rumah Nadia. Bahkan dia sekarang sedang berada di dekat pintu kamar Nadia.


Bukan berniat menguping. Hanya tadi saat Surya baru saja datang, mbok Nah mengatakan kalau Nadia lagi sedih di kamarnya.


Surya langsung naik ke kamar Nadia. Dia khawatir terjadi sesuatu dengan Nadia.


Dan begitu sampai di depan pintu kamar Nadia, dia mendengar suara Susi juga. Dan Surya segan untuk masuk. Jadi dia menunggu saja di depan pintu.


Surya tak menyangka bakal mendengar kalimat yang menyakitkan itu.


"Nadia! Jaga omongan kamu! Kamu sudah pacaran dengan Surya. Lalu apa artinya Surya bagi kamu?" tanya Susi dengan geram.


Dia geram pada Nadia, karena ternyata anaknya ini plin plan.


"Surya hanya pengganti Dewa, Ma. Dan Nadia tak janji, apa Surya mampu menggantikan Dewa apa enggak!" sahut Nadia.


"Surya pasti bisa!" ucap Susi yakin.


"Tapi Nadia belum tentu, Ma. Apalagi sekarang, Nadia udah menemukan lagi Dewa. Nadia akan mengejar Dewa lagi!" sahut Nadia.


"Jangan gila kamu, Nad! Dewa sudah jadi milik Viona. Sahabat kamu sendiri!" ucap Susi.


Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Enggak, Ma. Nadia enggak percaya. Dan Nadia enggak peduli. Dewa harus jadi milik Nadia!" sahut Nadia dengan tegas.


Hati Surya kembali terasa ditusuk-tusuk. Bahkan dirajam. Sangat menyakitkan mendengar pengakuan Nadia itu.


Ternyata dia tak pernah benar-benar mencintainya. Nadia hanya menjadikannya tempat pelarian saja.


"Nad. Sadar! Tak baik mengganggu pacar orang. Kamu sudah memiliki Surya. Apa itu tidak cukup untuk kamu? Kurang apa Surya? " tanya Susi.


Nadia menggeleng.


"Bukan Surya yang Nadia cari, Ma. Tapi Dewa!" jawab Nadia.


Jeder!


Surya bagai tersambar petir.


Surya berusaha menahan air matanya. Lalu menghela nafasnya panjang.


Setelah merasa kuat, Surya melangkahkan kakinya. Perlahan dia menuruni anak tangga.


Viona!


Ya. Pasti dia yang membongkar semuanya.


Apa maksud anak itu? Bukankah itu artinya dia menghancurkan dirinya sendiri?


Bodoh!


Surya memaki Viona dalam hati.


"Lho, kok pulang, Mas Surya?" tanya mbok Nah yang lagi membersihkan ruang tamu.


"Iya, Bik. Nadia lagi ngobrol sama tante Susi. Enggak enak kalau mengganggu." Surya langsung pergi, tanpa bicara lagi.


Gara-gara dia, harapannya hidup bahagia dengan Nadia jadi berantakan.


Dan setelah ini, bisa dipastikan Nadia akan kembali mencari Dewa. Dan bisa jadi Nadia akan memunggu Dewa di pelabuhan itu.


Surya melajukan motornya dengan kencang. Dia ingin segera sampai ke tempat kos Viona.


Di kamar kosnya, Viona baru saja ganti pakaian. Dia hanya memakai tank top dan hot pants. Karena cuaca sore ini masih cukup panas.


Surya belum pernah datang langsung ke tempat kos Viona. Dia hanya sering mengantarkan Nadia saja, sampai di halaman.


Lalu Nadia masuk dan dia pulang. Surya akan kembali lagi, saat Nadia menelponnya untuk menjemput.


Surya bertanya pada seorang penghuni kos, dimana kamar Viona.


"Di ujung itu, Mas. Masuk aja langsung," jawab teman kos Viona.


Surya menatap cewek itu yang hanya mengenakan daster mini. Lalu mengangguk dan berjalan masuk ke kamar Viona.


Beberapa kamar pintunya tertutup. Tapi dari dalamnya terdengar suara cekikikan lelaki dan wanita.


Hhh! Surya menghela nafasnya.


Tempat kos Viona sangat bebas. Tamu siapapun bisa langsung masuk ke kamar.


Atau mungkin yang kos di sini juga canpur aduk, jadi satu? Tanya Surya dalam hati.


Surya mengetuk kamar paling ujung. Dia yakin itu kamar Viona. Karena melihat sepatu Viona ada di situ.


Surya hafal sepatu Viona, karena dulu Yogi sering memperhatikannya.


Viona membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Surya....!" ucap Viona. Dadanya langsung berdegup kencang.


Apalagi melihat wajah Surya yang mendung.


"Masuk, Sur," ajak Viona.


"Apa enggak bisa di luar aja?" tanya Surya. Dia risi masuk ke kamar cewek, apalagi cuma berdua saja.


"Di sini enggak ada ruang tamunya," jawab Viona. Lalu dia masuk duluan dan duduk di atas tempat tidurnya.


Surya menghela nafasnya. Lalu terpaksa masuk.


Surya duduk di kursi yang hanya ada satu-satunya.


"Mau aku buatkan minum, Sur?" tanya Viona.


"Enggak usah, Vi. To the point aja!" jawab Surya.


"Oke. Aku tutup pintunya ya, Sur. Kamar ini ber-AC. Sayang kalau dibuka pintunya."


Tanpa memunggu persetujuan Surya, Viona menutup pintu kamarnya.


Surya menoleh sebentar. Mau melarang pun rasanya enggak enak. Sementara dia sedang ada perlu dengan Viona.


"Ada apa?" tanya Viona.


"Kamu....udah ngomong sama Nadia, tentang Putra?" tanya Surya.


Viona menghela nafasnya. Lalu mengambil ponselnya di atas meja belajar.


"Nih. Nadia melihat ini." Viona memperlihatkan wallpaper ponselnya.


Surya berdecak kesal.


"Kenapa dia sampai melihatnya?" tanya Surya.


"Tadi kami jalan-jalan ke mal. Di foodcourt, kami foto berdua pakai ponselku. Dan...ya, kamu bisa tebak kan kelanjutannya?" jawab Viona.


Surya mendengus sangat kesal.


"Kenapa kamu begitu ceroboh, Viona?" tanya Surya dengan gemas.


"Aku lupa, Surya...!" jawab Viona.


"Lupa...? Aku kan udah berkali-kali mengingatkan kamu. Kenapa kamu bisa lupa?" Surya tetap menyalahkan Viona.


"Kamu menyalahkan aku?" tanya Viona.


"Lalu menyalahkan siapa lagi?" sahut Surya.


"Ya udah. Aku minta maaf," ucap Viona.


"Minta maaf! Apa kamu pikir, masalah ini bisa selesai dengan minta maaf?" bentak Surya.


Surya tak pernah semarah ini, apalagi pada wanita.


"Terus aku mesti bagaimana? Aku juga tak sengaja melakukannya!" Viona hampir saja menangis.


Surya menghela nafasnya.


"Sekarang....masalah menunggu di depan kita!" ucap Surya.


"Masalah apa?" tanya Viona tak paham.


"Nadia akan kembali mengejar Dewa!"

__ADS_1


__ADS_2