
Yogi sudah sampai lebih dulu. Jelas saja, Yogi berangkat dari rumahnya jam setengah tujuh. Biar sampai di lokasi tepat waktu.
Sedangkan Surya sendiri malah jam tujuh baru sampai di rumah Nadia.
Yogi sempat kesal, saat dia sudah mau otewe, Surya malah baru makan malam dengan keluarganya.
Tapi kekesalan Yogi hilang, saat Surya mengatakan kalau Celyn bakal sampai di lokasi on time.
Yogi pun memacu motornya dengan semangat empat lima. Dia akan memanfaatkan waktu untuk lebih mengenal Celyn, sebelum Surya datang bersama Nadia.
Ya, Surya sudah bilang pada Yogi kalau dia akan mengajak Nadia. Katanya biar dia enggak jadi obat nyamuk saat Yogi pedekate pada Celyn.
Yogi menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sosok Celyn. Meski baru sekali ketemu, tapi Yogi yakin bisa mengenalinya.
Yogi tak menemukannya. Dia lupa kalau mereka janjian di rooftop cafe. Kata Surya, Celyn menginginkan tempat yang outdoor. Biar bisa menghirup udara segar.
Setelah mengingatnya, Yogi segera menuju ke lantai atas cafe.
Dan benar saja, di sudut rooftop cafe, duduk seorang wanita cantik dengan anggun. Yogi yakin kalau itu Celyn.
Yogi sempat tercengang saat melihat Celyn sedang menghisap sebatang rokok.
Ooh, rupanya dia perokok. Pantas saja meminta tempat yang outdoor.
Dengan langkah pelan, Yogi mendekati Celyn.
"Met malam, Celyn," sapa Yogi.
Celyn mengangkat wajahnya yang sedari tadi asik melihat ponsel di tangan kanannya.
"Yogi, ya?" tanya Celyn.
Celyn belum begitu hafal dengan wajah Yogi. Tadi di kantor polisi, Celyn tak begitu memperhatikannya. Celyn hanya fokus pada Surya.
Yogi mengangguk, lalu mengulurkan tangannya.
Celyn meletakan ponsel dan rokoknya, lalu menyambut tangan Yogi.
"Duduk, Yog." Celyn mempersilakan Yogi duduk. Yogi pun duduk di sebelah Celyn. Karena tahu kalau Surya bakal datang dengan Nadia.
"Mana Surya?" tanya Celyn. Rupanya Surya tak memberitahukan apapun pada Celyn.
"Surya nanti menyusul. Tapi pasti datang, kok," jawab Yogi. Yogi pun tak memberitahukan kalau Surya bakal datang dengan Nadia.
__ADS_1
"Oh, ya udah. Kita tunggu aja. Mungkin masih di jalan," sahut Celyn. Barusan Celyn mengirimkan pesan pada Surya, tapi belum dibaca.
"Bisa jadi," ucap Yogi. Bisa juga Surya masih nongkrong di rumah Nadia, batin Yogi.
"Pesan minum aja dulu, Yog. Atau kamu mau makan?"
"Minum aja dulu. Makannya nanti aja, nunggu Surya," jawab Yogi. Dalam hati Yogi kesal pada Surya. Karena tadi Surya bilang kalau dia mau makan malam dulu bareng keluarganya.
Yogi berharap Nadia yang akan menemaninya makan. Itupun kalau Nadia belum makan.
Celyn tak gampang akrab dengan orang asing. Padahal berkali-kali Yogi memancing obrolan. Tapi jawabannya hanya singkat-singkat saja.
Hingga Yogi akhirnya bete dan memilih menyalakan rokok juga sambil membuka akun medsosnya.
Hampir satu jam mereka menunggu, dan akhirnya Surya datang sambil memapah Nadia di lengannya.
Celyn menatap mereka tanpa berkedip. Dia tak mengira kalau Surya akan datang bersama wanita lain.
Celyn menatap wajah Nadia. Dia masih sedikit mengingat wajah itu. Cewek yang dulu sering bersama Surya saat di sekolah.
Apa itu Nadia? Yang ditabrak Defa? Kasihan sekali kondisinya. Celyn ternganga dan segera menutup mulutnya.
"Hay, Cel. Masih ingat sama Nadia, kan?" tanya Surya.
"I...Iya. Aku masih....ingat," jawab Celyn tergagap. Dia benar-benar tak tega melihat Nadia yang jalan pincang dipapah Surya.
"Duduklah, Nad," ucap Celyn.
"Iya. Terima kasih, Cel," sahut Nadia.
Surya mendudukan Nadia. Dan dia duduk di sebelahnya.
"Sur, kondisi Nadia masih kayak gini, kenapa kamu ajak? Kasihan kan kalau masih sakit," komentar Celyn blak-blakan. Bukannya dia tak menyukai Nadia ikut. Tapi kasihan melihat kondisi Nadia.
"Enggak apa-apa, Cel. Biar Nadia enggak bosan di rumah terus. Iya kan, Nad?" sahut Surya.
Nadia mengangguk. Padahal Surya yang memaksanya ikut.
"Ya udah. Kalian mau pesan apa? Biar aku pesankan," Celyn begitu perhatian pada Nadia dan Surya.
"Biar aku pesan sendiri aja, Cel," tolak Surya. Lalu Surya berdiri dan memanggil pelayan cafe.
Yogi terkesima dengan sikap Celyn. Dia pikir Celyn akan marah atau bete karena Surya membawa serta Nadia.
__ADS_1
"Nad. Maafkan kakakku ya? Dia sudah membuat kamu terluka kayak begini," ucap Celyn penuh penyesalan.
"Iya, enggak apa-apa, Cel. Namanya juga kecelakaan. Kakakmu pasti enggak sengaja," jawab Nadia.
Enggak sengaja gimana? Jelas-jelas dia pecicilan di jalan. Batin Surya.
Rupanya Surya menyimpan kekesalannya pada kakak Celyn. Dan itu juga alasannya kenapa Surya mengajak Nadia. Biar Celyn lihat sendiri akibat sikap ugal-ugalan kakaknya di jalanan.
Diam-diam Celin mengambil foto Nadia dan dikirimkan ke nomor kakaknya. Dia ingin Defa menyesali kelakuannya yang mengakibatkan Nadia luka parah.
Di markas tempat nongkrongnya, Defa membuka pesan dari Celyn. Dia melihat foto seorang gadis cantik dengan kaki diperban.
Defa terkejut membaca ketikan Celyn yang memberitahukan kalau gadis di foto itu adalah Nadia. Orang yang ditabraknya.
Defa pun merasa sangat bersalah. Lalu dia minta Celyn mengirimkan lokasinya sekarang. Dia akan menemui Nadia dan meminta maaf.
Celyn menurut dan mengirimkan shareloc pada Defa. Tapi Celyn meminta Defa merahasiakan kalau dia yang memberitahukannya.
Celyn tak mau disalahkan oleh Surya. Karena Surya menolak saat keluarganya ingin ketemu Nadia.
Defa pun setuju. Lalu segera meluncur ke lokasi cafe tempat mereka ketemuan.
Celyn mengajak ngobrol Nadia juga Surya. Mereka membicarakan tentang masa lalu saat masih satu sekolah.
Celyn ternyata seru juga orangnya. Tapi kenapa tadi sama aku jutek banget? Apa Celyn merasa tidak nyaman denganku? Tanya Yogi dalam hati.
Yogi pun tak banyak bicara. Dia jadi ilfil pada Celyn. Dan menganggap Celyn tak menyukainya.
Yogi menyibukan diri dengan game online-nya. Mau makan juga tak ada yang menemani. Nadia tak memesan makan. Hanya beberapa camilan saja yang dipesan Surya.
Tak lama, seorang lelaki bertato dan berpenampilan ala anak punk menghampiri. Yogi yang melihatnya lebih dulu, sudah bersiap. Dia mengenali kalau itu adalah Defa. Kakaknya Celyn. Orang yang menabrak Nadia.
Mau apa dia kesini? Yogi sudah ambil ancang-ancang kalau saja Defa melakukan hal yang buruk. Karena anggapan Defa sangat buruk pada orang-orang punk.
"Hey, Celyn. Ngapain kamu di sini?" Defa pura-pura terkejut melihat adiknya ada di cafe itu.
"Hey, Kak Def. Aku lagi sama teman-temanku. Kakak sama siapa?" tanya Celyn pura-pura terkejut juga.
Defa menunjuk seorang temannya yang duduk di kursi tak jauh dari meja Celyn.
"Aku dari tadi di sana. Sama temanku."
Yogi menatap tak suka pada Defa. Bohong banget. Karena Yogi melihat kalau Defa baru saja datang bersama temannya itu. Dan temannya yang juga anak punk, disuruh duduk di kursi itu.
__ADS_1
Surya dan Nadia pun terkejut melihat kedatangan Defa dengan penampilan uniknya. Bahkan Nadia langsung memeluk lengan Surya karena ketakutan.
Ya, Nadia sangat takut pada anak punk. Karena pernah punya pengalaman buruk dengan mereka. Itu juga salah satu alasan Surya tak mau mempertemukan mereka.