PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)

PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 42 AKU MENDEKAT KAU MENJAUH


__ADS_3

Nadia yang punya trauma pada anak punk, semakin merekatkan pelukannya pada Surya. Bahkan menyembunyikan wajahnya di dada Surya.


"Enggak usah takut. Ada aku, Nad," ucap Surya perlahan.


Nadia tampak gemetaran. Apalagi saat melihat Defa menatapnya. Surya mendekapnya dengan erat.


Nadia pernah punya pengalaman tak menyenangkan dengan anak-anak punk.


Dulu saat pulang sekolah bersama Surya dan Dewa. Di tengah jalan mereka dihadang dua orang anak punk.


Mereka bermaksud malak. Tapi sayangnya Surya dan Dewa menolak memberi uang. Karena saat itu uang keduanya habis.


Begitu juga uang Nadia. Sampai-sampai mereka pulang jalan kaki.


Kedua anak punk itu tak percaya. Lalu menonjok wajah Dewa sampai bibir dan hidungnya mengeluarkan darah.


Surya yang tak terima, membalas menghantam salah satu dari mereka. Dan perkelahian tak bisa dielakan.


Sebenarnya kalau dua lawan dua, Surya dan Dewa bisa menang. Karena badan anak-anak punk itu kurus.


Tapi saat salah satu dari anak punk itu terluka akibat hantaman Surya, beberapa anak punk lainnya, datang mengeroyok.


Terjadilah perkelahian yang tidak seimbang. Surya dan Dewa habis dipukuli mereka.


Dan semua itu terjadi di depan mata Nadia. Bahkan saat Nadia berteriak minta tolong, salah satu dari anak punk itu mendatangi dan menampar pipi Nadia hingga berdarah.


Nadia tak berani melawan. Dia hanya terisak sambil memegangi pipinya.


"Jangan....!" teriak Dewa yang melihat Nadia ditampar. Dia berusaha melepaskan diri. Namun pegangan anak-anak punk yang menghajarnya terlalu kuat. Hingga Dewa tak bisa berbuat apa-apa.


Surya pun bernasib sama dengan Dewa. Wajahnya bonyok dihajar mereka.


Untungnya tak lama setelah itu, sebuah mobil patroli polisi melintas.


Anak-anak punk itu berlarian tunggang langgang. Hanya dua orang yang sempat kena bogem mentah dari Surya dan Dewa yang tertangkap polisi dan dibawa ke polres setempat.


Setelah lepas dari keroyokan anak-anak punk, Surya dan Dewa lari mendekati Nadia.


"Sakit, Nad?" tanya Surya yang melihat lebam di pipi Nadia. Nadia mengangguk sambil terus terisak.


Dewa langsung mendekap Nadia. Saat itu mereka sudah jadian. Dan Surya hanya bisa menatap mereka dengan rasa kesal di hatinya.


Polisi menawari mengantar mereka pulang. Karena memang tak punya uang untuk ongkos pulang, mereka setuju.


Itulah pengalaman pertama mereka naik mobil patroli polisi. Pengalaman yang dibayar dengan sangat mahal. Muka bonyok dan badan serasa remuk.


Sejak itu, Nadia selalu ketakutan kalau ketemu anak punk. Dan kalau bisa menghindarinya.

__ADS_1


Saat Surya menceritakan tentang pelaku yang menabraknya, Nadia tak berfikir akan ketemu langsung dengannya.


Nadia juga tak mengira kalau pelakunya benar-benar anak punk.


Dan sekarang, anak punk itu ada di hadapannya. Nadia seperti terbang lagi ke masa lalu yang membuatnya trauma.


Yogi berdiri. Dia juga kasihan dengan Nadia yang ketakutan.


"Maaf, Def. Tolong jangan mendekat. Dia punya trauma dengan orang yang berpenampilan kayak kamu," ucap Surya blak-blakan, biar Defa menjauh.


"Oh, maaf...maaf. Ya udah, aku pergi. Sampaikan maafku pada Nadia. Aku tak bermaksud membuatnya terluka," sahut Defa sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.


Baik Surya, Nadia maupun Yogi terkejut. Mereka bertanya-tanya kenapa Defa sampai tahu nama Nadia. Padahal mereka belum pernah ketemu.


Dan setelah Defa pergi, semua mata menatap ke arah Celyn. Celyn mengangkat tangannya tanda meminta maaf.


"Kamu yang memberitahukan pada Defa?" tanya Surya. Dadanya naik turun. Dia menahan amarahnya.


"Iya. Maafkan aku. Defa hanya ingin meminta maaf pada Nadia. Aku tak tau kalau Nadia punya trauma pada anak-anak punk," jawab Celyn dengan sangat menyesal.


Surya menghela nafasnya. Mencoba mengatur nafas dan emosinya.


"Sur, kita pulang yuk," ajak Nadia dengan suara masih bergetar.


"Iya," jawab Surya.


"Aku juga pulang," ucap Yogi.


Celyn hanya bisa mengangguk. Tatapan matanya kosong penuh penyesalan.


Surya berdiri dan dengan sigap mengangkat tubuh Nadia. Nadia mengalungkan tangannya ke leher Surya dengan erat.


Yogi mengikuti mereka dari belakang. Sambil berjaga kalau-kalau Defa muncul lagi.


"Yog, tolong bukakan pintu mobilku," pinta Surya.


"Oke. Eh, tapi mana kuncinya?" tanya Yogi.


"Ini di kantong belakang." Surya mengarahkan bagian belakang kantong celananya ke arah Yogi.


"Awas, jangan raba-raba lainnya!" ledek Surya.


"Iih, najis!" Tapi Yogi meremat juga bokong Surya sambil tertawa.


"Auwh!" seru Surya sambil memajukan bokongnya.


"Jangan begitu, Sur. Nanti aku jatuh," ucap Nadia. Dia semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Enggak apa-apa. Aman," sahut Surya.


Setelah Yogi membukakan pintu mobil untuk Nadia, Surya mendudukannya.


"Yog, kamu mau bareng sekalian?" tanya Surya.


"Enggaklah. Gue bawa motor sendiri," jawab Yogi.


"Oke, kalau begitu kita duluan, ya," pamit Surya. Dan mereka berjabat tangan ala lelaki.


"Yoi. Ati-ati, Bro. Bawa barang antik," ucap Yogi sambil kembali tertawa.


"Sembarangan. Nadia dikatai barang antik!" gumam Surya sambil memutari mobilnya dan segera naik.


Celyn masih terus saja melihat mereka dari kejauhan. Dia merasa gagal mendekati Surya.


Rupanya mereka berpacaran. Surya begitu sayang sama Nadia.


Hhh! Apa sih hebatnya si Nadia itu. Perasaan dari SMA dulu juga enggak ada apa-apanya? Tapi kenapa Surya setia banget sama tuh anak? Tanya Celyn dalam hati.


Setelah mobil Surya menghilang, Celyn keluar dari cafe. Dia mau memesan taksi online.


Tadi Celyn sengaja tak membawa mobil sendiri. Rencananya saat pulang dia punya alasan untuk diantar Surya.


Tapi melihat kebersamaan Surya dan Nadia, ditambah lagi dramanya dengan Defa ketahuan, pupus sudah harapan Celyn.


"Hay, Cel. Kamu pulang naik apa?" tanya Yogi yang akan mengambil motornya.


"Naik taksi online. Ini baru mau pesan," jawab Celyn. Dia berharap Yogi menawari mengantarnya.


"Ooh. Ya udah. Ati-ati. Aku duluan, ya," sahut Yogi tanpa berminat mengantar Celyn.


Celyn mengangguk sambil tersenyum kecut. Salahnya juga, tadi saat masih berduaan dengan Yogi, sok jaga jarak.


Yogi yang terus saja mengajaknya bicara, hanya ditanggapinya sambil lalu saja.


Dan sekarang, Yogi gantian yang cuek. Menawarinya saja enggak.


Celyn mendengus kesal. Surya lepas, Yogi pun bablas. Padahal kalau saja dia bisa mendekati Yogi, akan mudah juga mendekati Surya.


Bagaimana caranya aku mendekati Surya kalau begini? Tuh anak setia amat sih sama Nadia? Si Yogi lagi, sok-sok nyuekin gue. Tadi aja SKSD. Batin Celyn.


Yogi melajukan motornya perlahan. Sebenarnya niat ikut ketemuan, karena pingin mendekati Celyn. Tapi setelah merasa dicuekin oleh Celyn, Yogi memilih mundur.


Dia tak mau kejadian kayak dengan Viona. Selalu dia yang mendekat, sementara yang didekati selalu berusaha menjauh.


Ahk! Buang-buang waktu aja! Kayak enggak ada cewek lain aja. Stock cewek di dunia masih bejibun! Yogi tertawa sendiri sambil terus melajukan motornya.

__ADS_1


__ADS_2