Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 11


__ADS_3

Dion sampai di rumahnya pukul 10 malam. Setelah perpisahan dengan Angel di taman tadi, dia pulang dengan senyum merekah di bibirnya.


"Dari mana?" tanya Reno yang membuat Dion tersentak kaget, menatap Reno yang berdiri di tangga dengan tangan bersedekap di dada menatap Dion lekat.


Entah kenapa dia senyum-senyum sendiri, padahal aku ingin menghiburnya karena kesedihan tadi. Eh, pulang malah senyum-senyum tak jelas. batin Reno mengurungkan niatnya menghibur putranya.


"A..a..aku dari rumah teman." jawab Dion salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Benarkah? Siapa temanmu? Papa menghubungi mereka satu persatu, dan mereka bilang kau tak ada disana." curiga Reno memicingkan matanya menatap putranya. Dion semakin salah tingkah.


"Teman. Bukan teman sekolah. Memangnya teman harus teman sekolah?" elak Dion naik tangga hendak menuju kamarnya.


"Kau yakin? Bukan ke rumah pacarmu?" pancing Reno menyindir Dion.


"Pa..." rengek Dion digoda Reno menghentikan langkahnya.


"Papa tak mau kau berbohong?" ujar Reno berbalik menatap putranya yang hampir sampai di ujung tangga. Dion masih diam, ragu untuk menjawab desakan pertanyaan Reno.


"Kau sudah memutuskannya?" tanya Reno tentang hal lain tak mendesak Dion dari mana saja.


"Aku masih berpikir. Aku akan mengatakan jika sudah memutuskan." jawab Dion.


"Jangan terlalu lama, bagaimanapun mereka tetap orang tua kandungmu." nasehat Reno.


"Papa akan membiarkan mereka mengambilku? Mereka yang tak pernah mengurusku meski mereka orang tua kandungku?" ucap Dion.


Reno menatap Dion lekat, menghela nafasnya perlahan. Mendekati Dion di ujung tangga.


"Semua terserah padamu, kau sudah dewasa, kau boleh memilih untuk ikut dengan siapapun. Papa tak berhak melarangmu." ucap Reno menepuk punggung Dion dan beranjak ke kamarnya.


"Aku... tetap ingin bersama papa." jawab Dion berbalik menatap Reno yang berhenti tapi tetap membelakanginya.


"Temuilah mereka dulu!" ucap Reno masuk ke kamarnya. Meski dirinya senyum-senyum sendiri anaknya lebih memilihnya.


Dion masuk ke kamarnya, duduk di meja belajarnya.


**


*Dion menarik tengkuk Angel dan mengecup bibir Angel. Angel tersentak menggeser tubuhnya hingga menempel di sandaran pinggir bangku menyentuh bibirnya menatap Dion terkejut.

__ADS_1


"Maaf.. maafkan aku kak, aku... aku pasti sudah gila. Aku pasti sudah tidak waras." seru Dion menundukkan kepalanya di hadapan Angel dengan tangannya memukuli kepalanya sendiri.


Angel tersenyum melihat tingkah Dion meski tanpa suara. Dion mendongak menatap Angel yang malah tersenyum. Dion ikut tersenyum.


Suara dering ponsel Angel mengagetkan mereka. Angel segera mengambil ponselnya melihat 'mama' tertera di ponselnya.


"A...a..aku pulang dulu, mama sudah menelponku." pamit Angel terbata, gugup karena ciuman Dion padanya tadi.


"Ah, tentu." jawab Dion gugup juga.


Dion pun mengambil motornya untuk pulang ke rumah sambil senyum-senyum sendiri*.


**


"Hangat dan kenyal." bisik Dion sambil menyentuh bibirnya sendiri, masih tersenyum-senyum sendiri.


Di tempat lain. Angel segera berlari ke kamarnya saat sampai di rumah. Panggilan mamanya tak didengarnya. Dadanya masih berdebar-debar. Diusapnya bibirnya, meski bukan ciuman mendalam, entah kenapa masih terasa di bibirnya.


Padahal itu bukan ciuman pertamanya, hanya saja itu ciuman dari seorang pria yang dulu pernah dibencinya. Entah kenapa sekarang terasa manis. Dan anehnya Angel menginginkan ciuman itu lagi. Angel menutup wajahnya yang memerah malu, kenapa aku mesum sekali? batin Angel.


Suara denting ponselnya mengejutkan Angel, pertanda ada pesan.


Seketika senyum Angel menghilang. Dia baru ingat jika dia sudah punya kekasih. Bodohnya kau Angel, kau lupa sudah punya kekasih? Lalu, kenapa kau begitu senang ciuman dengan orang lain yang bukan kekasihmu? Itu artinya kau selingkuh? Kau berniat selingkuh! batin Angel berperang dalam hatinya. Angel tersenyum getir.


'Tak apa kak, aku mengerti. Pasti kau sedang sibuk-sibuknya. Istirahatlah! Jangan lupa makan' balas pesan Angel.


'Terima kasih, kau memang yang selalu ada untukku.' balas pesan dari Al.


'Apa kau keberatan?' balas Angel dengan emoticon pura-pura ngambek.


'Tentu tidak. Aku malah senang sekali. Tapi kita sudah seminggu tak bertemu. Aku sangat merindukanmu.' balas pesan dari Al.


'Aku juga' balas pesan Angel, tersenyum getir.


'Baiklah. Selamat tidur. Jangan berani-berani selingkuh. Ingat itu ya?' balas pesan dari Al membuat Angel tersentak menatap sekeliling sudut kamarnya, seperti waspada akan sesuatu.


Apa dia tau yang terjadi denganku tadi? Apa dia melihat saat aku bersama Dion? batin Angel menatap ponselnya lagi.


'Selamat tidur juga kak. Akan kuingat apa kata kakak.' jawab pesan Angel.

__ADS_1


Angel meletakkan ponselnya di nakas samping ranjangnya. Merebahkan tubuhnya mengingat ciumannya tadi. Mengusap bibirnya lembut.


Aku mau lagi. batin Angel yang wajahnya jadi memerah karena malu.


**


Seminggu setelah kejadian itu, Angel selalu berangkat sendiri dari halte bus tak jauh dari rumahnya. Dia juga tak pernah bertemu Dion lagi, entah kenapa dia berharap tak sengaja bertemu Dion.


Sedang Al, akhir-akhir ini dia juga sangat sibuk. Setelah sidang skripsinya dinyatakan lulus. Al sedang mempersiapkan magangnya. Sehingga waktu bertemu dengan Angel semakin tidak ada saja. Tapi, kadang-kadang Al menghubungi ponsel Angel sekedar basa-basi tentang kabar mereka. Angel sempat mengeluh merasa tak diperhatikan tapi saat mengingat Dion, rasa gundahnya jadi hilang.


Ponsel Angel berbunyi tanda pesan masuk.


'Boleh aku bertemu dengan kakak?' isi pesan itu yang ternyata dari Dion, entah kenapa Angel merasa senang, seolah yang dinantikannya telah datang.


'Tentu. Kau ingin bertemu dimana?' balas isi pesan Angel.


'Terserah, kakak maunya dimana?' balasan lagi dari Dion.


'Aku tunggu di cafe, dekat halte dekat rumah. Jam 3 sore.' balas isi pesan Angel.


'Ok'


Angel senyum-senyum sendiri. Seketika langsung berubah biasa saat seseorang berdiri di depannya.


"Apa kabar?" sapa Al tersenyum senang menatap Angel penuh kerinduan.


"Kak Al..." jawab Angel terkejut.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2