
Derian membuka pintu mobil untuk Karina, Karina tersenyum bahagia dengan perhatian suaminya, suami sahnya. Tangan Derian tak lepas dari pinggangnya saat memasuki rumah, bahkan sampai kamar si kembar Derian enggan melepasnya.
"Aku siapkan makan siang, bersihkan tubuhmu dulu sebelumnya?"ucap Karina hendak masuk ke kamar si kembar.
"Kenapa tak ke kamar kita dulu?"bisik Derian di dekat telinga Karina.
"Sayang..."seru Karina menatap Derian yang tersenyum nakal dan mesum.
"Baiklah!"Derian menurut, dia menuju kamar utama setelah mengecup bibir Karina sekilas.
Karina melihat si kembar terlelap, sepertinya apa yang di cemaskan tak terjadi. Mungkin stok ASI Karina yang cukup disiapkan untuk sewaktu-waktu si kembar menangis karena haus mampu membuat si kembar langsung tertidur kembali tanpa rewel.
Karina menuju ke dapur menyiapkan makan siang untuknya dan suaminya dengan dibantu pelayan dapur.
**
"Aku harus kembali ke kantor, Noah terus menghubungiku..."keluh Derian setelah mereka selesai makan siang. Derian memakai jasnya dengan dibantu Karina.
"Hati-hati."ucap Karina disertai kecupan ke pipi Derian yang dibalas ciuman bibir yang mesra oleh Derian.
Ponsel Derian berbunyi saat dirinya hendak masuk ke dalam mobilnya yang masih dengan setia diantar Karina sampai mobil. Derian menatap nama Adelia tertera pada layar ponselnya. Berganti menatap Karina yang masih setia di sisinya.
"Hmm."jawab Derian ogah-ogahan, kalau bukan Karina yang disisinya memaksanya, Derian sudah tak peduli dengan urusan yang berhubungan dengannya.
"..."
"Ada apa?"jawab Derian ketus.
"..."
"Siapa Anton?"
"..."
"Apa maksudmu?"seru Derian mulai emosi.
"..."
"Apa kau yakin diculik? Bukannya dia ayahnya?"
"..."
"Sekarang kau dimana?"tanyanya agak panik.
"..."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan segera kesana!"
Derian mematikan ponselnya dan beralih menghubungi Noah. Tapi saat hendak menghubungi Noah, ponselnya mendapat pesan gambar yang berisi foto Angel yang tertidur pulas di ranjang entah dimana yang kaki dan tangannya terikat serta mulutnya disumpal. Dengan note dibawah foto itu 'Kalau aku minta sejumlah uang, apakah kau akan berikan?Atau aku akan menjual anak ini?' Derian mengumpat kesal setelah melihat pesan foto itu.
"Ada apa sayang?"tanya Karina yang melihat Derian dengan sorot wajah yang berubah-ubah setelah menerima panggilan Adelia dan sekarang berakhir dengan umpatan kekesalan dan kemarahan.
Derian menyodorkan pesan foto di ponselnya pada Karina, emosinya yang mungkin bisa berimbas dengan perkataan kasar yang mungkin tidak sengaja nanti ungkapkan pada Karina, memilih Derian menunjukkan langsung daripada menjelaskan sendiri.
"Angel!"seru Karina terkejut sontak menutup mulutnya menatap Derian dengan sorot mata meminta penjelasan.
"Ceritanya panjang, nanti aku jelaskan setelah mengurusnya. Kau tunggu di rumah bersama anak-anak. Ok?" jelas Derian tergesa-gesa.
"Hati-hati." jawab Karina mengangguk-angguk mengiyakan ucapan Derian.
Derian pergi tak lupa kecupan sekilas di bibir Karina lagi.
Derian menghubungi Noah terpaksa membatalkan meetingnya yang harus ditinggalkan untuk mengurus Angel. Meeting pun dilanjutkan oleh Noah. Derian menuju rumah sakit tempat Adelia ditolong oleh orang-orang yang ada di taman kota karena pingsan.
"Derian!"seru Adelia memeluk Derian begitu melihat Derian tiba di rumah sakit.
Derian segera melepas pelukan Adelia, baginya dirinya masih belum terbiasa menerima pelukan dari selain Karina, meskipun itu Adelia mantan istrinya. Dirinya masih belum bisa memaafkan semua kesalahan Adelia sepenuhnya.
Setelah Derian membayar semua administrasi pengobatan Adelia, dia menemui Adelia yang sedang menunggu di ruang tunggu pintu keluar.
"Kau bisa antar aku untuk menemuinya?" tanya Derian merujuk pada Anton masih dengan nada dingin.
**
Tak sampai setengah jam, mereka sampai di rumah kontrakan kekasih Adelia, Anton. Adelia mencoba membuka pintu dengan kunci yang dia punya, tapi pintu terkunci dari dalam dan gembok yang terkunci dari luar.
Ponsel Derian berbunyi yang segera diangkatnya.
"Kalau kau berani masuk ke dalam, aku tak akan tau apa yang terjadi pada anak itu." ancam Anton yang ternyata berada tak jauh dari depan rumahnya. Dan berjalan mendekati Derian dan Adelia.
"Mana Angel?"tanya Derian masih berusaha tenang.
"Anton, apa yang kau lakukan pada putri kita?Apa kau sudah gila?"seru Adelia emosi.
"Tutup mulutmu!Aku tak menyuruhmu untuk mengambilnya, dia adalah putriku."ucap Anton yang semula menatap Adelia beralih menatap Derian.
"Berapa yang kau inginkan?Katakan!"tawar Derian, meski Angel bukan putri kandungnya, baginya kebersamaannya dengan Angel selama ini membuatnya untuk tak bisa menutup mata atas apa yang terjadi dengan Angel.
"Berikan uangnya dulu! Akan kuberikan kunci rumah itu padamu."tawar Anton menyeringai.
"Aku akan transfer, aku tak membawa uang tunai saat ini."ucap Derian mulai tak sabaran.
__ADS_1
"Kau kira aku bodoh. Aku tak akan berikan kuncinya jika bukan uang tunai."ucap Anton sarkas.
"Anton! Apa kau sudah gila!"sela Adelia yang tak digubris oleh Anton.
"Baik. Tunggu sebentar. Berapa yang kau inginkan?" tanya Derian, dirinya bersiap untuk menghubungi Noah untuk membawakan sejumlah uang yang disebutkan Anton yang tidak sedikit.
"Sekretarisku akan kemari membawa uang tunai, kau bisa berikan kunci itu padaku. Dia pasti ketakutan di dalam sendiri saat melihat tak ada seorangpun di sisinya."pinta Derian berusaha tenang.
"Kita tunggu, sekretarismu itu."ucap Anton menyeringai.
"Mama...mama..." teriak Angel dari dalam rumah itu sambil menangis kencang yang berhasil melepas sumpalan mulutnya meski tak bisa melepas ikatan tangan dan kakinya.
"Sayang... Angel...Kau baik-baik saja nak?" ucap Adelia mencoba menghibur menempelkan telinganya pada pintu rumah itu.
Noah tiba 10 menit kemudian setelah Derian mendengar teriakan Angel. Noah memberikan uang di dalam koper itu pada Derian.
"Berikan kuncinya!"seru Derian setelah menerima koper itu dari Noah.
"Berikan pada Adelia, suruh dia membawanya kemari, aku akan melemparkan kuncinya." jawabnya sambil memamerkan kunci rumah itu di jari tangan kirinya.
Derian menatap Adelia dan Anton bergantian sedikit ragu untuk mempercayai Adelia.
"Cepat!"seru Anton tak sabar, dengan suara tangis Angel semakin kencang di dalam rumah itu. Derian menyerahkan koper itu pada Adelia dan mendekati Anton perlahan-lahan.
"Masuk!"seru Anton menyuruh Adelia masuk ke dalam mobilnya yang sudah dikendarai mungkin teman Anton. Setelah Anton ikut masuk di sebelah Adelia, Anton melempar kunci itu pada Derian. Derian menangkap kunci itu dan segera membuka pintu rumah itu. Tak ada suara lagi dari dalam seperti jeritan Angel.
"Angel! Angel!"teriak Derian saat sudah membuka pintu rumah dan bau tak sedap dari dalam rumah yang merupakan bau gas yang sengaja dibocorkan tanpa membuka satu ventilasipun.
"Noah!Noah!"teriak Derian, Noah segera ikut masuk langsung menyumbat hidungnya yang sesak karena bau gas yang menyengat.
"Angel!Angel!"teriak Derian melihat Angel pingsan dengan bau gas yang menyengat.
"Siapkan mobil!"teriak Derian lagi, Noah langsung mengerti dan membukakan pintu belakang mobil, langsung tancap gas menuju rumah sakit.
"Sayang ... bangunlah sayang!"panik Derian dengan raut wajah penuh kecemasan. Noah menambah kecepatan begitu melihat kepanikan pada tuannya.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.