Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 57


__ADS_3

"Lalu... Kenapa kau menyerah mencarinya? Kenapa kau tak terus mencarinya?"desak Reno. Derian hanya diam merasa tak ada yang dikatakan lagi.


"Kalau aku tau kau selemah ini, aku tak akan melepaskannya untukmu saat itu."ucap Reno lagi.


"Haha... hahaha... Kenapa?Kau mau mengambilnya lagi?Ambil saja jika kau mau, aku sudah lelah..."ucap Derian yang dihadiahi bogeman mentah lagi oleh Reno di pipinya. Derian tak membalas seolah pasrah, hanya tertawa mengejek, Reno memegang kuat kerah Derian.


"Kau yakin?Kau yakin aku boleh memilikinya?Bahkan jika dia tak bahagia bersamaku aku tak akan melepaskannya lagi untukmu?Ingat itu?"ancam Reno melepaskan cengkeramannya berlalu meninggalkan ruang itu.


"Karina hamil anakmu mungkin sudah lima bulan. Dan ternyata akulah yang mandul. Kasihan Karina harus dicampakkan oleh ayah dari bayi yang dikandungnya."Reno tersenyum getir benar-benar meninggalkan Derian sendiri belum memahami perkataan Reno.


"Apa maksudmu?"teriak Derian setelah beberapa saat mencerna kembali perkataan Reno yang terakhir, mengejar Reno namun Reno sudah pergi.


"Tuan, tuan Reno sudah pergi..." Derian mengumpat kesal atas perkataan Reno yang menggantung, Derian butuh penjelasan yang pasti dari Reno.


"Kau dengar kalimat terakhirnya Noah?Apa aku yang salah dengar ucapan tadi. Karina hamil?Hamil anakku? Sudah lima bulan? Kenapa dia tak pernah mengatakannya?Kenapa?" teriak Derian seperti orang gila. Derian kehilangan kewarasannya dan tersenyum senang juga mendengar Karina kenyataan bahwa buah cinta mereka hadir di rahim Karina.


Noah mendorong tuannya ke lantai atas ruang pribadi tuannya. Membaringkan tubuhnya di ranjang ruangan dekat meja kerjanya. Terdengar nafas teratur, Derian tertidur pulas, entah pingsan atau kelelahan.


**


"*Kau mengantuk? Kau libur tak kerja hari ini?"tanya Karina menatap Derian yang tertidur pulas di ranjangnya. Derian membuka matanya tersentak, seolah melihat bayangan Karina. Derian menghela nafas, mimpi tadi terasa nyata? batinnya.


"Kau yakin mau bolos kerja?"tanya Karina lagi muncul dari walk-in closet kamarnya meletakkan baju ganti untuk Derian pergi ke kantor. Derian mengucek matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Karina ada di hadapannya dan Derian menurunkan pandangannya ke arah perut Karina yang terlihat membesar seperti orang hamil mungkin sekitar 5-6 bulanan. Karina benar-benar hamil?Hamil anakku?Dada Derian membuncah bahagia, melihat Karina ada di sisinya, menyiapkan baju kerjanya di atas sofa kamar apartemennya.


"Ayolah bangun!Jangan malas!"seru Karina lagi mendekati ranjang dan duduk disisi ranjang menatap di Derian yang seperti melamun.


Derian terus menatap wajah Karina tanpa berpaling sedikitpun. Dia ingin memastikan Karina benar-benar ada di hadapannya dan ini semua bukan mimpi.


"Sayang..."panggil Karina lembut membelai pipi Derian lembut dengan tersenyum lembut pula. Derian menyentuh jemari tangan Karina, merasakan sentuhan Karina di pipinya terasa nyata dan hangat.

__ADS_1


"Kenapa?Kau mimpi buruk?"tanya Karina lagi melihat Derian memejamkan mata menikmati belaiannya.


"Aku mimpi. Kau pergi meninggalkanku?"ucap Derian meneteskan air matanya sedih, menatap Karina lagi.


"Kau juga membawa anakku yang tumbuh dalam perutmu?"isak Derian, sambil mengelus perut Karina, dia tak peduli meski harus menangis di hadapan Karina. Karina tersenyum sedih.


"Maaf... maafkan aku..."bisik Karina lirih*.


**


"Tuan...tuan..."ucap Noah lirih menepuk pipi Derian yang sudah dibangunkannya sejak tadi tidak bangun-bangun. Hanya terdengar gumanan dari mulut Derian, wajahnya terlihat sendu.


"Jangan!Jangan pergi!Tidak......!!"teriak Derian membuka matanya memegang pergelangan tangan Noah yang tadi berusaha membangunkan dengan menepuk pipi Derian.


Ternyata hanya mimpi, batin Derian, wajahnya kembali dingin dan datar menepis tangan Noah.


"Tuan... meeting akan segera dimulai." ucap Noah yang menatap Derian seperti orang kebingungan, masih belum menjawab ucapan Noah.


"Ya tuan."


"Kau fokus saja untuk mencari Karina, bawa seseorang atau suruh seseorang untuk mencari Karina di seluruh pelosok kota. Aku ingin menemukan Karina, dengan anakku." perintah Derian.


"Ya tuan."jawab Noah mesti batinnya menggerutu, begitu banyak pekerjaan yang juga harus diselesaikan, bagaimana dia bisa fokus ke salah satunya.


"Untuk masalah pekerjaan, aku yang akan mengurusnya. Kau hanya fokuskan pada mencari Karina. Jangan lewatkan petunjuk sekecil apapun, jika kau sudah menemukan hal apapun yang menyangkut Karina. Katakan padaku biar aku yang menemuinya langsung." jelas Derian masuk ke dalam kamar mandi ruang kerjanya untuk membersihkan diri mempersiapkan meeting.


Apapun yang terjadi aku pasti akan menemukanmu Karina. batin Derian.


"Ya tuan."jawab Noah meninggalkan tuannya untuk bersiap.


***

__ADS_1


"Biar saya bantu Bu?"pinta pria itu yang melihat Karina keberatan dengan bawaan Karina. Karina yang berperut buncit mungkin hamil usia 5-6 bulan yang besarnya seperti wanita hamil berusia 8 bulanan. Karina yang masih terlihat cantik dan anggun kini menjadi guru sementara SD di desa tempatnya tinggal sementara ini.


Setelah 4 bulan lalu dirinya tiba di desa itu dengan dibantu perempuan setengah baya yang dia temui di bus waktu itu. Karina akhirnya terpaksa menerima tawaran wanita setengah baya itu yang bernama bu Siti, wanita setengah baya yang ternyata sangat baik dan ramah.


Dia tinggal dengan bu Siti dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah itu. Meski bu Siti sudah melarangnya, Karina tak mungkin hanya diam saja tanpa melakukan apapun untuk membalas kebaikan bu Siti yang telah mengizinkannya untuk tinggal di rumahnya sementara dirinya belum mendapatkan tempat tinggal.


Tinggal dengan bu Siti yang sudah lebih dari sebulan membuat Karina terpaksa menceritakan tentang hidupnya pada wanita itu. Awalnya bu Siti menyalahkan pria yang menjadi suami sirinya itu, tapi melihat kesungguhan hati Karina yang tak menginginkan dirinya menjadi pelakor membuat bu Siti menatap kasihan pada Karina. Meski Karina sudah menceritakan semuanya, tapi tak menyebutkan nama Derian pada ceritanya, biarkan bu Siti mengetahui kisahnya tanpa harus mengatakan namanya.


Hingga dua bulan kemudian, Karina mencoba untuk mencari pekerjaan yang berdasarkan profesinya dulu yaitu sebagai guru. Karena tempat itu pedesaan yang sangat pelosok, hanya ada satu SD dan satu SMP di desa itu. Karina mengajukan lamaran sebagai guru SD di sekolah dasar di desa itu. Karena pedesaan itu sangat dalam dan terpelosok banyak guru-guru yang tidak betah ditugaskan di sekolah itu.


Sehingga sekolah itu kekurangan tenaga pengajar pendidik. Karena akses jalan menuju desa itu lumayan sulit. Jika mengendarai mobil, harus memutar jauh di jalan raya yang masih melalui beberapa desa lagi untuk sampai ke desa tempatnya itu.


"Rumah anda masih jauh, biarkan saya bantu membawakannya?"tawar Tio, rekan sesama guru sementara di sekolah tempatnya mengajar. Sudah dua bulan lebih Karina mengajar di sekolah itu. Karina menoleh ke arah suara.


"Tidak. Terima kasih atas bantuannya."jawab Karina ramah kembali meneruskan langkahnya. Tio meraih kantong belanjaan Karina yang terlihat keberatan membawanya dengan perut buncitnya. Tio yang merasa tak tega memaksa untuk membawanya.


"Pak...apa yang pak Tio lakukan?"seru Karina.


Sepulang mengajar tadi dirinya mampir ke pasar membeli keperluan rumah. Setelah mengajar dua bulanan, kepala sekolah menawarkan dirinya untuk tinggal di rumah dinas dekat sekolah agar Karina tidak terlalu jauh menuju sekolah. Tentu saja Karina tidak menolaknya. Meski bu Siti merasa keberatan karena melihat kondisi kehamilan Karina harus tinggal sendiri.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah memberikan like dan vote nya 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2