
Mereka duduk bersisian di ranjang yang lumayan besar, cukup untuk tidur dua orang. Wajah keduanya sama-sama memerah, gugup dan tegang. Angel meremas jemari tangannya mencoba meredakan kegugupannya.
"Aku akan mandi dulu." ucap Dion memecah keheningan.
"Ah, tentu." jawab Angel setengah berteriak karena terkejut membuat Dion menahan tawanya. Wajah Angel semakin memerah saja.
Dion masuk kamar mandi terlebih dahulu yang ada di dalam kamar itu.
Flashback on
Setelah hari mulai gelap mereka akhirnya memutuskan untuk menginap bersama di penginapan dekat kawasan wisata itu. Dion mencari kamar yang pantas untuk mereka huni malam ini. Meski Dion juga gugup, tapi karena Angel juga menginginkan hal yang sama diapun menekan kegugupannya juga.
Bagaimanapun baru kali ini dia akan berdua saja dengan seorang gadis, apalagi gadis itu gadis yang sangat dicintainya sejak kecil. Jika sampai mereka melakukan hal yang iya-iya di dalam kamar nanti, Dion berharap melakukan yang terbaik untuk mereka berdua.
"Ayo kak!" menarik jemari tangan Angel yang sejak tadi duduk menunggu di ruang tunggu.
Jemari tangan keduanya terasa sangat dingin. Dion menggenggam erat jemari tangan Angel mencoba menenangkan kegugupan itu padahal dia sendiri juga sangat gugup.
Kamar 201, mereka tiba di depan pintu kamar itu.
"Kalau kakak masih ragu, kakak bisa membatalkannya sekarang." ucap Dion sebelum membuka kunci pintu kamar. Angel menoleh menatap Dion lekat.
"Kita masuk sekarang!" jawab Angel. Yang dibalas senyuman manis. Dion mengecup punggung tangan Angel yang bertautan dengan jemarinya.
Flashback off
Entah sengaja atau tidak, di dalam kamar mandi sudah ada dua bath robe yang satu kecil yang satu besar, seperti memang sudah disiapkan untuk pasangan. Dion keluar dari kamar mandi dengan memakai bath robe itu.
"Mandilah kak!" ucap Dion, Angel yang sudah gugup sejak tadi hanya mengangguk mengiyakan dan masuk ke kamar mandi.
Dion menghubungi bagian pelayanan kamar untuk memesan dan mengantarkan makanan mereka ke kamar.
Setelah menunggu lebih dari setengah jam, pintu kamar diketuk dan muncullah layanan kamar mengantarkan makanan pesanan Dion. Sedang Angel belum keluar dari kamar mandi entah apa yang dilakukannya. Dion menatap jam dinding yang ada di kamar itu, hampir satu jam dia menunggu Angel yang masih setia di kamar mandi.
Sementara itu, Angel ragu dan malu untuk keluar dari kamar mandi, dia sangat gugup dan takut. Bagaimanapun juga ini merupakan yang pertama kali dirinya bersama seorang pria biarpun mereka sudah menjadi sepasang kekasih.
Bukan dia takut, tapi sangat malu dan tak mau mengecewakan Dion karena dirinya tak berpengalaman. Tapi, Dion tadi bilang katanya ini juga yang pertama kalinya untuknya. batin Angel.
Saat Dion berniat untuk mengetuk pintu kamar mandi, pintu itu terbuka dari dalam. Mereka pun saling bertatapan dengan gugupnya.
__ADS_1
"Makan dulu kak, nanti keburu dingin." ajak Dion kembali duduk di sofa dekat ranjang tempat makanan pesanannya tadi diletakkan.
"I...iya..." jawab Angel gugup mengikuti langkah Dion dan duduk di sofa lain karena gugup berdekatan dengan Dion. Dion tersenyum, mengambilkan makanan untuk Angel. Mereka pun makan bersama dalam diam.
**
Sementara itu, Karina mondar-mandir di ruang keluarga, gelisah. Setelah mendapat pesan dari ponsel Angel yang menyatakan dia menginap di rumah teman membuatnya bukannya malah tenang tapi malah semakin resah dan gelisah.
Entah kenapa perasaannya jadi tak enak. Dia berusaha menghubungi ponsel Angel tapi mati, atau kalau tidak di luar jangkauan. Karina berharap tak ada yang buruk terjadi padanya. Apalagi sekarang suaminya sedang ada dinas ke luar negeri. Sehingga dia tak tahu harus berunding dengan siapa.
"Mama sejak tadi mondar-mandir di depan tv nggak capek?" tegur Putri adik Angel yang juga ada di ruang keluarga sedang nonton tv.
"Kakakmu menginap di rumah teman sayang." ucap Karina dengan nada cemas.
"Ya, terus?"
"Biasanya kan kakakmu nggak pernah menginap atau pergi ke rumah teman sayang?"
"Ya biarin aja ma, kan kak Angel sudah besar juga. Sudah ngerti mana yang benar dan mana yang salah."
"Tapi kan..."
"Percaya sama kakak ma, nggak ada apa-apa kok. Kakak kan bukan anak yang kurang ajar juga." hibur Putri membuat Karina lebih baik dan dia pun ikut duduk di samping Putri yang sedang nonton tv sambil ngemil. Meski dirinya tak bisa berkonsentrasi.
**
"Lemaskan tubuhmu kak, rileks..." bisik Dion lirih di telinga Angel yang membuat Angel melepaskan kegugupan dan ketegangannya.
Dion mengecup bibir Angel lembut sekilas, Angel menatap lekat. Dion mengecup bibir itu lagi mencium, melu**mat, menghi**sap, mence**cap bibir itu dengan sangat lembut. Agar Angel dapat menikmati dan mengingat jika hal itu terjadi lagi. Desahan keluar dari mulut Angel karena kelembutan perlakuan Dion.
Dion tak menyia-nyiakannya, segera melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulutnya. Mereka pun saling beradu lidah di dalam mulut. Hingga sudah beberapa saat Angel kehabisan nafasnya dan memukul-mukul dada Dion.
Dihirupnya udara sebanyak-banyaknya setelah Dion melepas ciumannya. Dion menatap wajah Angel penuh dengan gairah, matanya yang sudah berkabut hasrat merasa tak sabar untuk melakukan lebih.
Ciuman itu terjadi lagi, tapi jemari tangan Dion mulai menelusuri leher Angel, turun ke pinggang hendak membuka tali bath robe. Tapi jemari tangan Angel memeganginya.
Dion melepas ciumannya dan menatap Angel lekat meminta persetujuan untuk melakukan lebih lanjut. Angel yang sudah berkabut gairah tak menolak juga tak mengiyakan. Hanya menuntun jemari tangan Dion melepas tali bath robe nya. Dion tersenyum lembut, mencium lagi bibir Angel. Yang dibalas juga oleh Angel dengan penuh semangat tak sabar.
Tali bath robe sudah terbuka, Dion membuka bath robe yang menampakkan dada kembar milik Angel yang tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar, tapi mungkin terlihat pas di genggaman tangannya. Dion membelai bahu Angel membuka bath robe nya masih mencium lembut bibirnya dan mulai turun ke rahang, leher dan menelusuri setiap lekuk leher Angel.
__ADS_1
Angel hanya bisa mendesah kenikmatan semakin membuat Dion bersemangat dan lebih bernafsu. Sementara tangan Dion mulai mere**mas dada kembar Angel sambil memi*lin areolanya. Yang membuat Angel semakin mendesah lebih kencang dan berani.
Sedang tangan Dion satunya mere**mas dan memi*lin juga areola dada satunya. Tangan Angel semakin tak sabar malah menekan tangan Dion untuk terus berada di dadanya. Dan tak terasa keduanya sudah polos tak ada sehelai benangpun di tubuh keduanya.
Ponsel Dion berdering nyaring beberapa kali, tapi tak dihiraukan keduanya yang sedang sama-sama diselimuti nafsu dan kabut gairah. Hingga deringan berkali-kali membuat Dion tak sabar dan berdecak kesal.
"Angkat dulu, siapa tahu itu penting." ucap Angel meskipun dirinya juga sudah bernafsu.
"Halo." jawab Dion tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Buka pintunya!" Teriak seseorang dari seberang.
"Si..siapa..?" Dion menatap nama yang tertera adalah papanya.
"Buka Dion, Apa papa akan suruh layanan kamar membuka pintunya dengan kunci cadangan?" bentak Reno sambil menggedor pintu kamar Dion.
"Tu... tunggu sebentar pa!" seru Dion menutup ponselnya panik.
"Papaku ada di luar pintu."
"Apa?" teriak Angel segera menutup mulutnya.
"Pakailah baju kakak di dalam kamar mandi. Aku akan buka pintunya dan mencari alasan." jelas Dion membuat Angel semakin panik saja.
Angel segera berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dan Dion terpaksa memakai kembali bath robe nya lagi, karena akan lama jika dia memakai pakaiannya dan itu pasti akan membuat papanya tak sabar dan akan memaksa masuk.
Cklek
Pintu terbuka, Reno yang datang sendiri memaksa masuk ke dalam kamar tanpa bicara apapun mendorong tubuh Dion. Reno masuk menatap ke sekeliling kamar, memandang ranjang yang sudah tidak rapi meski tak sampai berantakan. Menghela nafas berat dan panjang.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏🙏
.
__ADS_1
.
.