
Anton masih melangkah mundur dengan Adelia sebagai tameng ancaman pada para polisi yang berusaha menangkapnya. Adelia pun tetap gemetar ketakutan jika Anton benar-benar nekat akan melukainya, dia mencoba memohon dan meminta Anton untuk menyerahkan diri saja daripada menyesal di kemudian hari.
Tapi dasar watak Anton yang keras kepala, dia sama sekali tak menggubris nasihat Adelia sama sekali, dirinya masih nekat berusaha untuk melarikan diri dari kepungan polisi.
Polisi pun sedikit demi sedikit ikut maju mendekat setiap Anton mundur mencari jalan keluar. Hingga tiba di dekat mobil, Anton masuk ke dalam mobil dengan mendorong Adelia ke kursi pengemudi dan memaksanya untuk menyetir, hingga kejar-kejaran 3 mobil pun tak terelakkan. Di depan mobil Anton, diikuti mobil patroli polisi dan paling belakang mobil orang suruhan Derian.
Kondisi jalanan yang awalnya sepi kini menjadi ramai dengan aksi kejar-kejaran 3 mobil tersebut dan berisiknya suara sirine polisi dinyalakan pada mobil patroli polisi untuk mengamankan jalannya agar para pengendara lain minggir dan mendahulukan mobil polisi.
**
Derian dan Noah yang tak ikut dalam penggerebekan itu karena ada meeting yang tak mungkin ditinggalkan hanya menanti kabar dari orang suruhannya, mereka juga memasang alat pelacak dan alat penyadap yang dipasang pada mobil orang suruhannya.
Sehingga mereka mendengar semua apa yang terjadi mulai dari penyergapan tadi hingga Anton menjadikan Adelia sebagai sandera hingga terjadinya kejar-kejaran 3 mobil itu.
**
Kejar-kejaran di jalan masih terus terjadi, hingga memasuki gang-gang kecil yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil saja.
Dirasa mobil patroli masih jauh, Anton menyuruh Adelia menghentikan mobilnya di ujung jalan gang itu. Adelia menurutinya, tanpa mengetahui apa yang dilakukan Anton, Adelia mendadak pingsan karena pukulan Anton di tengkuknya. Anton segera turun dari mobil dan melarikan diri dengan membawa uang yang sudah ditaruh di tasnya yang sejak tadi digendongnya.
Mobil patroli polisi yang sempat terlambat mengejar mendapati mobil Anton yang terparkir di ujung jalan gang itu. Mobil pratroli polisi segera berhenti di dekat mobil Anton, diikuti mobil suruhan Derian.
Polisi segera turun memeriksa penumpang mobil, hanya ada Adelia yang pingsan akibat pukulan di belakang kepala. Para polisi lain dan orang-orang Derian segera menelusuri daerah sekitar mobil yang diparkir. Dan beberapa orang membawa Adelia ke rumah sakit.
__ADS_1
**
Derian yang mendengar pembicaraan para polisi dan orang-orang suruhannya mengumpat kesal karena Anton lolos dari penyergapan dan pengejaran itu.
"Telusuri jalan dan lorong-lorong kecil daerah sekitar sini, radius 1 km, tersangka tak mungkin bisa lari jauh. Kalau perlu tunjukkan foto tersangka pada setiap orang yang mungkin melihatnya!"tegas seorang pimpinan polisi.
"Siap!"teriak para bawahan polisi itu, langsung berpencar di sekitar wilayah itu.
Orang-orang suruhan Derian pun ikut menelusuri dan menyisir wilayah sekitar yang mungkin dilewati tersangka.
**
"Sial... !Noah suruh orang-orang kita juga mencari di setiap terminal, pelabuhan kalau perlu bandara sekalian tempat yang mungkin membuatnya melarikan diri ke luar kota ataupun luar negeri. Jika dia sampai lolos, kemungkinan akan kembali mengganggu keluargaku pasti akan terjadi." perintah Derian dengan perasaan was-was dan gelisah.
Seseorang tak jauh dari lokasi polisi menelusuri wilayah itu, terdapat senyum seringai di bibirnya, menertawakan kebodohan para pengejar dirinya. Anton yang sudah berganti pakaian dan memakai topi hitam serta tas yang sudah diganti entah dari mana berlalu dari tempat itu menyetop taksi yang lewat.
**
"Nona Adelia. Anda kami tahan atas tuduhan penculikan yang berkomplot dengan tersangka Anton. Silahkan ikuti kami dengan tertib!" seru tiga orang polisi itu di ruang perawatan rumah sakit tempat Adelia ditempatkan saat pingsan kemarin, yang saat itu Adelia sudah sadar dari pingsannya saat dipukul tengkuknya pagi itu.
"Tapi, apa maksud anda menculik pak polisi? Saya tak punya niat untuk melakukan hal itu, apalagi dia adalah putri kandungku!"elak Adelia membela diri.
"Silahkan anda jelaskan di kantor polisi nanti, jika anda terbukti tidak bersalah, anda akan segera dibebaskan. Menurut penyelidikan, andalah orang yang pertama kali membawa nona Angel dari sekolahnya!"jelas polisi itu, hingga Adelia tak bisa memungkiri kenyataan itu bahwa memang dirinyalah yang membawa Angel dari sekolahnya saat itu, Adelia juga tak mengira jika Anton akan senekat itu.
__ADS_1
Kedua polisi di belakang ketuanya yang tadi membawa surat penangkapan memborgol pergelangan tangan Adelia dan membawanya ke mobil patroli polisi.
**
Karina yang menemani si kembar dan Putri yang sedang bermain-main di ruang keluarga rumahnya sambil menonton tv melihat berita lolosnya Anton dan penangkapan Adelia di rumah sakit.
Dengan wajah Adelia yang untungnya di blur oleh pihak media, sehingga Putri tak melihat wajah Adelia mamanya yang ditangkap dan digiring polisi.
Karina segera mengalihkan chanel tv menonton acara kartun. Karina menghela nafas berat, menyayangkan sikap kedua orang itu.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1