Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 65


__ADS_3

Sudah dua minggu Karina tinggal di rumah bersama kedua anaknya dan ditemani bu Siti sampai Derian menyelesaikan pekerjaannya di kota. Derian juga meninggalkan beberapa orang untuk menjaganya semacam bodyguard di depan rumahnya.


Derian juga menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk menghubungi Karina, kadang hanya menelpon kadang juga lewat video call.


Pagi itu rumah Karina dipenuhi rekan-rekan gurunya, karena mendengar Karina mengundurkan diri dari pekerjaannya.


Awalnya kepala sekolah terkejut, pengajuan cutinya saja belum selesai kenapa sudah mengajukan pengunduran diri. Sekolah itu sangat kekurangan tenaga pengajar karena letaknya di pelosok desa. Kepala sekolah sempat khawatir pengunduran diri Karina karena perihal ketidaknyamanan dalam pekerjaan atau karena hal lainnya.


Ternyata setelah Karina mengatakan alasannya karena suaminya mengajak pulang ke kota dan juga sekaligus mengurus anak-anaknya, kepala sekolah tak dapat berbuat banyak selain menerimanya.


Bagaimanapun juga istri harus mengikuti suami, meski kepala sekolah tak pernah tahu alasan Karina sampai terdampar ke pelosok desanya.


Itulah sebabnya, siang itu setelah selesai mengajar para guru memutuskan untuk mengunjungi rumah Karina bersamaan. Rumah Karina yang kecil membuat para guru memenuhi rumah Karina yang sempit.


"Selamat ya bu? Atas kelahiran anak-anaknya. Wah, senang sekali ya, setelah lama menginginkan anak sekali diberi langsung kembar."seru salah satu guru yang tahu sedikit cerita tentang Karina.


Semua tertawa gembira mendengar celotehan guru itu. Anak-anak Karina yang perempuan diberi nama Violeta Aftano yang dipanggil Vio dan yang laki-laki diberi nama Arthur Zion Aftano yang dipanggil Arthur, nama-nama itu Derian yang memberikan nama, Derian tak mengizinkan Karina memberi nama, itu bukti bahwa Derianlah ayah mereka.


Meski mereka orang desa, tapi tak membuat para guru itu memandang sebelah mata pada Karina. Semua orang pasti punya alasan sendiri kenapa semua hal itu terjadi.


Begitulah pemikiran para guru rekan Karina. Yang tak mempermasalahkan status Karina tanpa didampingi suaminya saat hamil pada hari pertama kerja di sekolah. Kalaupun sekarang mereka tau, Karina dan suaminya sudah bersatu kembali. Mereka bahkan ikut mendoakan kelanggengan hubungan mereka.

__ADS_1


Setelah hari dirasa semakin sore, para guru berpamitan satu persatu, yang merasa rumahnya berdekatan pulang bersamaan. Kini masih tinggal pak Tio yang masih belum beranjak dari tempatnya.


"Apa keadaanmu baik-baik saja?"tanya Tio setelah semua orang pergi, termasuk bu Siti yang menunggui si bungsu sementara si sulung sedang disusui Karina masih dari dot.


"Tentu. Aku baik-baik saja."jawab Karina tersenyum dia mengira Tio menanyakan tentang keadaan sehabis melahirkan operasi.


"Lalu suamimu?Dimana dia sekarang?"tanya Tio sedikit tak suka tapi segera ditepisnya karena tak mau Karina tau tujuannya mendekatinya.


"Ah, dia sedang membereskan pekerjaannya, setelah selesai dia akan menjemput kami."jawab Karina sedikit kikuk karena hanya ada mereka berdua di ruang tamu Karina.


Tio meraih tangan Karina, Karina yang tak tau pun tersentak menarik tangannya tapi Tio memeganginya dengan erat. Tio memang sudah lama mengagumi Karina sejak tinggal di desa itu. Sebelum dirinya mulai mengajar juga, Tio sempat memperhatikan Karina waktu tinggal di rumah bu Siti. Tio mengagumi kerja keras Karina dan kegigihan diri Karina meski tak didampingi seorang suami di masa kehamilannya.


"Sayang... kapan datang?"tanya Karina memegang tangan Derian hendak mencium punggung tangannya. Derian mencoba mengontrol emosi untuk tidak marah di hadapan Karina.


"Perkenalkan, nama saya Tio Sadewa."ucap Tio mengulurkan tangannya pada Derian tapi tak segera diterima, masih menatap Tio tak suka. Derian merasa familiar dengan wajah Tio dan kemudian dia teringat, pria ini yang selalu ada di foto yang dikirim orang suruhannya dulu saat mengawasi Karina sebelum Karina melahirkan. Dan dilihat dari sorot matanya dia terlihat menyukai Karina, istrinya.


"Saya Derian suami Karina." ucap Derian penuh penekanan pada kata suami, ingin menunjukkan kepemilikan Karina, dan akhirnya dia menerima uluran jabat tangan Tio.


"Aku akan meletakkan putriku sebentar."pamit Karina tak peduli jika kedua pria itu akan berkelahi. Karina sudah memberi sedikit nasihat pada Derian untuk mengendalikan emosinya untuk tak langsung main otot jika ada yang membuatnya marah.


"Kenapa anda masih disini sementara yang lain sudah pulang?"tanya Derian ketus.

__ADS_1


"Saya masih ingin bicara dengan Karina." jawab Tio yakin.


"Mau membicarakan apa terhadap wanita yang bersuami. Jangan katakan anda ingin menyatakan cinta?"ketus Derian lagi menatap tak suka.


"Apa saya salah menyukai Karina?"jawab Tio tersenyum mengejek. Derian semakin emosi dan marah, hampir dirinya memukul pria muda itu jika dia tidak mengingat nasihat dari Karina untuk mengendalikan emosi.


"Tidak salah. Tapi lebih baik segera lupakan. Karena anda sendiri yang akan rugi."saran Derian mulai bersikap tenang. Karina keluar kembali membawa beberapa makanan kecil lagi. Keduanya langsung saling terdiam tak ada yang bicara.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukungnya 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2