
"Untuk merayakannya, bagaimana kalau kutraktir es krim untuk kakak?" ajak Dion dengan wajah penuh harap.
"Memangnya aku anak kecil, kau traktir es krim?" jawab Angel tersenyum senang.
"Ah, begitukah... Apa es krim hanya untuk anak-anak?" ucap Dion kikuk, dengan polosnya, serba salah dan salah tingkah menggaruk tengkuknya lagi yang tidak gatal.
Angel tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dion yang polos dan kekanak-kanakannya. Dion melongo mendengar tawa Angel yang lebar dan sorot mata yang bahagia. Angel sendiri hatinya sedikit teralihkan, dengan rasa kecewa yang dialaminya karena tak dapat balasan pesan chat dari Al. Dan Dion pun ikut tertawa, mereka pun tertawa terbahak-bahak bersama-sama.
**
"Kakak suka?" tanya Dion melihat Angel begitu menikmati makan es krimnya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap makan es krim, dengan berharap Angel agar lebih terbuka dengan siapapun yang bermaksud baik padanya.
"Ehm... enak sekali. Bagaimana kau tau aku suka makan es krim disini? Ah, tentu karena kau selalu menguntitku sejak SMP kan?" goda Angel membuat Dion tersipu malu.
"Kakak sudah tau dari kapan?" tanya Dion dengan polosnya.
"Entahlah, mungkin saat kau masuk SMP, meski kau menginginkan dekat denganku. Tapi, aku senang kau tak memaksakan kehendakmu seperti dulu. Dan aku menghargai kegigihanmu. Terima kasih, tapi maaf, aku tak bisa menerima perasaanmu. Aku hanya menganggapmu sebagai adik." jelas Angel meneruskan makan es krimnya yang mulai meleleh sambil menatap sekeliling ruangan, dulu saat kelas 2 SMU dia sering kemari dengan teman-teman sekolahnya tapi saat kenaikan kelas 3 SMU.
Saat sedang sibuk-sibuknya belajar untuk kelulusan, kami bahkan tak ada waktu untuk hang out bersama teman-temannya dulu.
"An? Kau disini?" sapa Dinda di kedai es krim tempat dia dan Dion sedang makan es krim.
"Dinda..." ucap Angel.
Dinda datang dari arah pintu bersama Delon and the genk dan juga pacar mereka masing-masing.
"Siapa? Pacarmu?" tanya Dinda yang membuat Dion tersenyum.
"Bukan, dia..."
"Ah, adikmu ya, pantas dilihat seragamnya, seragam SMA." sela Bryan menyahuti jawaban Angel dengan nada mengejek menatap ke arah Dion.
Bryan juga tahu kalau Angel punya tiga saudara 2 perempuan dan 1 laki-laki. Bryan mengira, dialah adik laki-lakinya.
Angel menatap Bryan tak suka.
"Benarkah? Dia adikmu. Imutnya." ucap Dinda mencubit kedua pipi Dion yang segera ditepis oleh Dion menatap mereka tak suka.
"Bagaimana jika kita bergabung?" ajak Dinda pada rombongannya yang ditatap tajam oleh Chika. Angel menatap mereka semua dan berakhir pada tatapan tajam dari Chika.
__ADS_1
"Kami sudah selesai, kami akan segera pulang. Iya kan kak?" sela Dion menghentikan kecanggungan.
"Iya. Kami pulang duluan Din?" pamit Angel pergi dari kedai es krim diikuti Dion yang sudah membayar tagihan es krim itu.
"Seharusnya kakak dengan tegas menolak mereka." ucap Dion saat mereka berada di halte bus, akan pulang.
"Dinda temanku. Meski aku tak suka pada yang lainnya, aku tak bisa menolak mereka dengan kasar." jawab Angel.
"Tapi kak ..."
"Sudahlah, kau naiklah bus mu sendiri, kau tak perlu mengikutiku sampai ke rumah." sela Angel.
"Aku akan mengantar kakak." tegas Dion. Angel hanya menggeleng kepala.
**
"Kak Al?" sapa Angel saat dia naik bus bersama Dion melihat Al sudah duduk manis di kursi penumpang paling belakang.
Angel melambaikan tangannya pada Al, tapi Al seolah tak mengenalnya dan melengos memandang arah lain. Angel menggenggam tangannya yang tak mendapat sambutan lambaiannya.
"Kita duduk disini kak?" ajak Dion menarik jemari tangan Angel dan mereka pun duduk bersisian.
Apa yang sedang kulakukan? Kenapa aku menjauhinya? Lalu, siapa aku? Dia apaku? Kenapa aku seperti seorang yang cemburu padanya? batin Al yang mengusap rambutnya berdecak kesal.
*Mungkin kau menyukainya? bisik hati kecilnya.
Tak mungkin. sangkalnya dalam hati.
Lalu kenapa kau menghindarinya? Dia tak bersalah, kau hanya teman. Kenapa kau marah hanya karena kau melihatnya jalan dengan pria lain? Itu namanya cemburu? ucap kata hatinya.
Tidak, pasti bukan itu. Aku hanya tak suka dia membohongiku. Ya, pasti karena itu, benar. batin Al dalam hati padahal kenyataannya dia juga senyum-senyum sendiri, hingga orang yang duduk di sebelahnya menatap heran padanya karena tersenyum sendiri*.
"Maaf..." ucap Al menundukkan kepalanya meminta maaf pada orang yang duduk di sebelahnya.
Setelah tiba di halte pemberhentian bus tujuan Al, Al turun tanpa menatap Angel, meski sebenarnya dirinya melirik di kaca jendela pintu yang menampilkan sosok Angel sedang menatapnya penuh harap agar bisa bicara dengannya. Al menunduk sendu, antara tega dan tidak tega cuek padanya.
**
Besoknya di kampus, Angel duduk sendiri di bangku taman tempat biasanya dia makan siang bersama Al dan sebelum mengenal Al.
"Boleh aku ikut duduk?" ucap Al berdiri tak jauh dari bangku tempat duduk Angel. Angel sontak berdiri dan lupa jika bekal makanannya ditaruh di pangkuannya yang otomatis jatuh ke tanah dan kotor...
__ADS_1
"Yah, kotor deh..." Angel segera memunguti bekal makanannya berjongkok di depan Al, yang langsung dibantu Al memungutinya juga.
"Harusnya kau hati-hati, kenapa masih tetap ceroboh?" nasehat Al yang membuat Angel menatap wajah Al yang tersenyum padanya.
"Maaf kak, aku terkejut kakak datang. Kupikir kakak sudah tak mau datang untuk makan siang bersamaku." jawab Angel menunduk masih memunguti sisa bekal yang jatuh dan membuangnya ke tempat sampah terdekat.
"Duduklah! Kita makan sama-sama milikku." ajak Al yang sudah duduk di bangku menepuk tempat di sebelahnya.
"Terima kasih kak, aku sudah makan tadi meski... kruk..." suara perut Angel yang berbunyi tanda Angel masih lapar membuat Angel tersipu malu, wajahnya sudah memerah dan Al tak sengaja tertawa terbahak-bahak. Yang mendapatkan tatapan tajam dari Angel, meski hanya bercanda.
"Maaf... maaf... seharusnya kau mengiyakan ajakanku makan bersama..." goda Al masih menutup mulutnya menahan tawanya.
Angel hanya menunduk di tempatnya berdiri masih malu dengan tawa Al. Al menarik jemari Angel untuk duduk di bangku
sampingnya.
"Ayo duduk!"
"I iya kak." jawab Angel gugup menatap jemarinya yang masih digenggam erat oleh Al. Al ikut menoleh arah tatapan mata Angel.
"Ah, maaf..." ucap Al spontan melepas tautan jemari mereka. Entah kenapa Angel kecewa.
"Ini makanlah!" ajak Al menyodorkan satu sandwich untuk di makan Angel dan diterima dengan senyum menawannya mengembang di bibirnya.
"Makasih kak..." ucap Angel membuat wajah Al memerah entah kenapa dadanya berdebar-debar karena senyuman manis dari Angel.
Kau kenapa jantung? batin Al menepuk dadanya.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1