Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 7


__ADS_3

"Hai, pulang bersama!" ajak Bryan berdiri di depan kelas Angel saat kelasnya berakhir hendak pulang.


"Maaf kak, aku sudah ada janji." jawab Angel berlalu pergi. Bryan mencekal pergelangan tangan Angel membuat Angel berbalik menatapnya.


"Lepas kak!" ucap Angel berusaha melepaskan cekalan itu tapi Bryan semakin kencang mencekalnya.


"Aku tak akan lepas jika kau menolakku. Aku akan...aduh." seru Bryan yang tangan ganti dicekal oleh Al yang tiba-tiba muncul dari belakang Angel.


"Laki-laki tidak melakukan kekerasan pada seorang gadis." ucap Al menghentakkan tangan Bryan.


"Lo berani ma gue?" seru Bryan tak terima memegang kerah baju Al. Mereka adalah teman satu angkatan dan juga satu jurusan, Bryan tau siapa Al, begitu juga sebaliknya.


Tapi, Al hanya tenang dan diam tersenyum dengan tingkah Bryan, karena Bryan tak akan kasar jika di dalam kampus.


"Kau yakin mau berantem disini?" ucap Al dengan senyum seringai.


"Brengsek..." maki Bryan menghentakkan tangannya sambil menatap sekeliling yang sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kelakuan keduanya. Bryan pun berlalu dari tempatnya.


"Kamu gak papa?" cemas Al setelah Bryan pergi menatap Angel yang mengusap-usap pergelangan tangannya yang dicekal Bryan tadi.


"Lihat!" ucap Al menarik tangan Angel yang tadi ditarik Bryan dan pergelangan tangan Angel memerah.


"Nggak papa kok kak?" elak Angel.


"Si brengsek itu, dia mencekal pergelangan tanganmu terlalu kuat. Lihatlah! memerah seperti ini, pasti sakit." Al menarik Angel menuju klinik dengan masih menggenggam jemari tangan Angel, dia tersenyum hangat menatap jemarinya yang digenggam erat Al.


"Duduklah! Akan kumintakan obat pada dokter sebentar." ucap Al lembut mendudukkan Angel di ranjang klinik. Al berlalu ke ruangan dokter.

__ADS_1


"Wah, pacarmu Al." ucap dokter klinik yang baru tiba di klinik setelah makan siang, yang membuat Al tak jadi keluar klinik.


"Dokter apaan coba, bisa minta obat untuk memar dok?" tanya Al yang wajahnya memerah merona di goda dokter itu, Angel pun juga tersenyum malu-malu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ini. Jangan lupa kembalikan di tempat semula, aku masih ada perlu." ucap dokter itu berlalu pergi dari klinik.


"Sudah kak, tak apa." elak Angel mengelus pergelangan tangannya yang merah tadi mengalihkan pandangannya ke arah lain salah tingkah dengan godaan dokter tadi, entah kenapa jantungnya berdebar-debar.


"Kemarikan!" seru Al duduk di samping Angel di tempat tangan Angel yang sakit. Angel tak menolak saat pergelangan tangannya ditarik Al untuk diobati.


"Tangan seorang gadis itu, jangan sampai sakit." hibur Al mulai mengoleskan salep memar di pergelangan tangan Angel dengan memegangi jemari Angel.


Angel yang semakin berdebar tak karuan tak bisa konsentrasi dengan pengobatan itu. Wajah Al yang semakin dekat dengannya tak sengaja membuat wajahnya semakin memerah bak tomat. Deru nafas Al mengenai lengan atasnya. Angel benar-benar deg deg an tak bisa menjawab perkataan Al yang membuatnya semakin gugup.


"Sudah." ucap Al mengakhiri pengobatan.


"Ah, terima kasih kak." Angel langsung menarik tangannya sebelum degup jantungnya semakin kencang. Tapi, Al menahannya.


Al menatap Angel yang gugup, Angel pun balas menatapnya. Mereka pun saling menatap, pancaran mata mereka yang menyiratkan kerinduan dan rasa cinta membuat Al semakin mendekatkan wajahnya, bibirnya perlahan mencium bibir Angel yang lembut.


Angel tak menolak, meski dia masih amatir dengan ciuman, Angel tetap membalas pagutan bibir Al. Al seorang pria normal, hanya bersentuhan bibir dan mulut mereka beradu membuat yang di bawah perutnya sesak. Al menarik pinggang Angel agar menempel padanya.


Setelah dirasa nafas mereka menipis, Al melepaskan ciuman itu menatap wajah Angel melihat terdapat juga perasaan yang sama terhadapnya. Mereka pun saling menatap menatap masing-masing wajah mereka saling menunggu reaksi keduanya setelah ciuman panas itu. Al mencium lagi bibir Angel lembut, entah Angel kenapa juga tak bisa menolaknya, dia menerima perlakuan Al dengan membalas ciuman itu.


"Maaf..." bisik Al lirih yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. Angel menggeleng.


"Aku tak bisa mengendalikan diriku, itu karena aku terlalu menyukaimu." ucap Al lagi, Angel tersenyum lebar, ternyata perasaannya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Angel menyentuh pipi Al membelainya.

__ADS_1


"Aku juga, menyukai kakak." jawab Al yang langsung membuat wajah Al memerah senang, ternyata perasaan pun tidak bertepuk sebelah tangan juga.


Dikecupinya kedua punggung tangan Angel yang dipegangnya bergantian. Dia sangat senang, begitu juga dengan Angel, diapun sungguh bahagia perasaannya terbalas. Al menggenggam jemari tangan Angel, tangan satunya membelai dagu Angel lembut hingga ke sudut bibirnya.


"Bolehkah, aku menciumnya lagi?" tanya Al dengan nada serak karena saking senangnya.


"Kau tadi tak minta izin, Kenapa baru sekarang minta izin?" jawab Angel tersenyum.


"Sekarang kau adalah milikku, tapi aku tak mau dianggap tak tau malu setelah menyatakan perasaanku dengan perlakuan yang tak dapat izinmu. Tadi, aku tak tahan melihat bibirmu yang menggodaku itu. Bolehkah?" pinta Al masih mengusap sudut bibirnya.


"Lakukanlah! Sekarang kau bisa melakukannya tanpa minta izin dulu." ucap Angel tersenyum lembut, Al tersenyum cerah seperti mendapat oksigen saat dadanya sesak.


Al mengecupnya lembut, mencium, memagut serta melesakkan lidahnya ke dalam mulut Angel yang terbuka. Angel malah mendesah nikmat. Al semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh Angel.


Saat berisik suara di luar klinik, menghentikan aksi mereka dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Membuat mereka saling menatap kembali dan tertawa bersama.


"Sekarang kita adalah kekasih. Kau harus menolak jika ada orang yang mendekatimu, termasuk Bryan?" ucap Al mengeratkan tautan jemarinya. Angel hanya mengangguk senang sambil menatap tautan tangannya yang semakin dipererat.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2