Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 72


__ADS_3

Derian mondar-mandir di depan ruang UGD rumah sakit, sudah sejak satu jam lalu pintu ruang itu masih tertutup belum ada salah satu perawat atau dokter yang keluar masuk ruangan itu.


Derian semakin cemas jika terjadi sesuatu pada Angel. Biarpun baru sedikit gas beracun yang dihirup, tapi tubuhnya adalah tubuh anak kecil. Mulut Derian tak henti-hentinya komat-kamit mendoakan keselamatan putrinya Angel. Noah sudah disuruhnya untuk membawa Putri dan pengasuhnya ke rumah Karina.


Kemungkinan Anton mungkin saja kembali dan mungkin juga akan berusaha menyakiti kedua putrinya, si kembar ataupun Karina, membuat Derian dihantui kecemasan. Dirinya juga meminta Noah untuk menambah perketatan keamanan di rumah barunya bersama Karina. Agar kemungkinan terburuk Anton tak kembali lagi menyuruh menyakiti atau menculik orang-orang tersayangnya yang lain.


Setelah dua jam, dokter keluar ruang UGD diikuti para perawat yang mendorong tubuh Angel di ranjang yang hendak dipindahkan ke ruang perawatan dengan beberapa alat kedokteran yang masih terpasang di tubuh Angel.


"Bagaimana keadaannya dok?"tanya Derian cemas berdiri di depan dokter itu.


"Syukurlah, putri anda berhasil diselamatkan. Untunglah belum banyak terhirup gas beracunnya jadi masih bisa dilakukan penyedotan untuk mengeluarkan gas racun yang mungkin terhirup. Mungkin sebentar lagi akan siuman dan kami berharap alat di tubuhnya bisa membantu sirkulasi peredaran udara pada tubuhnya."jelas dokter itu tersenyum ramah.


"Terima kasih dok."ucap Derian menghela nafas lega, mengikuti langkah dokter dan para perawat yang hendak menuju ruang perawatan putrinya yang sudah ditentukan.


**


Karina duduk di gazebo samping rumah dengan si kembar dan pengasuh si kembar. Sore itu Karina sedang memberikan susu pada putranya sambil menghirup udara segar di sore hari. Suara kedatangan mobil sopirnya di depan rumah membuat semua orang yang ada di situ termasuk Karina menoleh ke arah tempat berhentinya mobil sopirnya. Turunlah Putri dan bibi pengasuhnya yang. Terlihat Putri menatap rumah itu dengan pandangan penuh pertanyaan dan mulai berbisik pada bibi pengasuhnya.


"Putri!"panggil Karina dari dalam rumah. Karina langsung menghampiri menuju depan rumah dengan menggendong sang putra bungsu kembar.

__ADS_1


"Bu guru!"seru Putri tersenyum senang karena rasa penasaran yang ditanyakan pada bibi pengasuhnya yang belum sempat terjawab sudah membuat Putri terkejut senang, saat tau rumah yang didatanginya adalah rumah ibu gurunya dulu.


Putri langsung menghambur memeluk kaki Karina yang tak bisa dibalasnya karena sedang menggendong si kembar bungsu.


"Bu guru?Ini rumah bu guru?"tanya Putri polos.


"Iya sayang. Putri kok bisa kesini?"tanya Karina balik.


"Tuan yang menyuruh saya menjemput non Putri bu, untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi."jelas sopirnya.


Belum sempat Karina menjawab, mobil rombongan 3 mobil yang berhenti di halaman rumah membuat Karina kebingungan penuh tanda tanya. Pasalnya setelah semua turun terdapat Noah diantara mereka yang memberikan komando seolah seperti menempatkan para orang-orang itu untuk bergerak ke tempat sesuai perintah Noah.


Karina memberikan si kembar bungsu pada pengasuhnya untuk dialih gendongan. Karina mendekati Noah, Noah yang sudah selesai memberikan perintahnya memang ingin menemui Karina sontak menunduk di depan Karina saat berbalik.


"Tuan menyuruh untuk memperketat pengamanan di rumah ini nona!"jelas Noah.


"Pengamanan?"tanya Karina masih belum mengerti.


"Biar tuan yang menjelaskan lebih lanjut nona!" ucap Noah hendak meninggalkan Karina.

__ADS_1


"Dimana tuanmu?"tanya Karina lagi.


"Tuan sedang di rumah sakit nona?"jawabnya membuat Karina terkejut sontak memegang tangan Noah yang hendak pergi.


"Rumah sakit? Siapa yang sakit? Apa dia tak apa-apa?" tanya Karina penuh kecemasan menatap Noah lekat terus memegangi tangan Noah semakin erat.


"Tuan tidak apa-apa, hanya..."Noah melirik Putri yang sejak tadi ikut menyimak perkataan Noah dengan wajah penuh ketakutan memeluk bibi pengasuhnya. Karina paham akan tatapan mata Noah.


"Aku akan menghubungi Derian."jawab Karina akhirnya. Berbalik menatap Putri yang ketakutan dan menghampirinya mengajaknya masuk ke dalam rumah.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2