
"Karina...Karina..."teriak Derian mengetuk pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Karina tersentak mendengar ketukan dan teriakan Derian dari balik pintu kamar mandi.
"Iya.."jawab Karina bergegas mengguyur tubuhnya di bawah shower dan memakai kimono mandinya.
Cklek...
Suara pintu kamar mandi terbuka, Derian terlihat cemas menatap Karina.
"Maaf... aku tertidur?" Derian menghela nafas lega.
"Kenapa kau menguncinya,kau membuatku kawatir lagi,"seru Derian tak suka.
"Maaf.."ucap Karina menepuk-nepuk pipi Derian berjalan ke arah walk-in closet mencari piyama tidurnya.
Derian terus mengekor mendekap Karina dari belakang mengecup tengkuk Karina mencumbuinya. Karina merasa geli tapi juga nikmat. Tangan Derian sudah tidak dikendalikan menjelajahi seluruh tubuh Karina.
**
Hingga pukul 2 malam, mereka terlelap di dalam selimut dengan Derian memeluknya dari belakang, tanpa sehelai benangpun pada keduanya. Terdengar hembusan nafas teratur menandakan keduanya sudah tertidur pulas.
**
Karina sudah membereskan mejanya bersiap-siap untuk pulang. Rekan kerjanya yang masih penasaran tentang siapa yang menjemputnya kemarin dijawab Karina sopir suaminya, tentu Karina tak menjawab salah, siapapun yang dikenal mereka sebagai suaminya yang dimaksud Karina Derian atau Reno, kedua memang pernah menjadi suami. Dan yang dimaksud Karina adalah Derian sekarang suaminya itu benar adanya meski secara agama saja.
Derian menghubunginya untuk pulang sendiri, saat dia bilang akan menyuruh Noah untuk menjemputnya Karina segera menolaknya dengan alasan masih ada yang harus dikerjakannya.
"Bu guru, hari ini bu guru jadi antar kami pulang lagi kan?"tanya Angel antusias mendekati Karina dengan diikuti Putri yang ikut mengangguk-anggukan kepala.
"Ah..."Karina lupa janji dengan mereka, tapi Karina akhirnya mengangguk mengiyakan, mereka mengatakan bibi pengasuh mereka mengatakan kalau papanya akan pulang jika guru anaknya datang, bibi pengasuh tinggal menelponnya papanya saja.
__ADS_1
"Hore..."sorak kedua anak itu.
"Kalau begitu ayo kita berangkat!"seru Karina menggandeng tangan keduanya disisinya masing-masing.
"Apa papa kalian tak datang ke sekolah saja?"tanya Karina saat di mobil perjalanan menuju rumah mereka.
"Papa sibuk bu guru, papa akhir-akhir ini gak pernah pulang, padahal kita kan kangen papa, papa juga jarang terima telpon kami lagi,"
"Ah, begitu ya?"jawab Karina datar semakin nelangsa saja mendengar penuturan polos anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian orang tuanya, bahkan orang tuanya sibuk mengurus urusan mereka masing-masing. Sungguh miris Karina memikirkannya, dirinya yang begitu menginginkan seorang anak untuk dapat dicurahi seluruh kasih sayang malah tak kunjung dikaruniai anak. Tapi mereka yang sudah dikaruniai dua orang putri malah menelantarkan mereka, seandainya dirinya yang menjadi ibu mereka Karina pasti akan sangat menyayangi kedua anak itu, anak-anak yang cantik dan manis.
Anak-anak keluar dari mobil berhamburan bersorak menggandeng Karina ke dalam rumah. Pengasuh menyambut mereka untuk dibawanya ke kamar mandi dan ganti baju.
Karina duduk di ruang tamu dipersilahkan PRT rumah yang kemarin ngobrol dengannya. Karina menatap kembali sekeliling rumah yang sudah didatangi dua kali ini.
Rumah mewah dan indah tapi entah kenapa sangat dingin, padahal AC rumah ini tak sedingin hawa di sekitar rumah ,batin Karina. PRT datang menyuguhkan minuman dan beberapa camilan.
"Terima kasih bi?" ucap Karina setelah PRT itu meletakkan minuman itu di meja ruang tamu depan tempatnya duduk.
"Iya bi silahkan."
"Bu gulu bu gulu... ikut main ke kamar Putli yuk!"ajak Putri menarik pergelangan tangan Karina setelah kedua gadis kecil itu selesai mandi dan ganti baju.
"Ah,bu guru sedang nunggu papa kalian, lain kali saja ya?Kan gak enak kalau papa kalian datang ternyata ibu di kamar kalian?"tolak Karina.
"Gak apa-apa bu guru,papa lama pulangnya!" sela Angel sang kakak juga ikut menarik pergelangan tangan Karina yang lain, sehingga sekarang Karina ditarik di kedua sisi oleh kedua gadis kecil itu.
"Sebentar.."kata Karina saat melihat PRT itu selesai menelpon majikannya, mendekat padanya.
"Gimana bi?"tanya Karina penasaran.
"Kata tuan akan segera pulang, mungkin setengah jam sampai bu?Saya juga sudah bilang kalau bu guru sudah menunggu di rumah," jawab PRT itu merasa tak enak pada Karina.
__ADS_1
"Kita main ke kamar kita aja dulu bu sampai nunggu papa pulang, ya bu?"bujuk Angel terus menerus menarik Karina tak ketinggalan si bungsu Putri juga menatapnya dengan wajah berbinar-binar berharap. Karina menatap PRT itu dan juga pengasuh mereka yang berdiri tak jauh dari kami. PRT itu mengangguk mengerti arti tatapan Karina yang meminta izin untuk masuk ke kamar mereka.
"Baiklah!"jawab Karina tersenyum setelah mendapat persetujuan dari PRT rumah itu.
Karina mengikuti tarikan kedua tangan mungil para gadis kecil itu masuk ke kamar mereka.
Karina menatap sekeliling kamar itu begitu mewah dan cantik, terdapat 2 ranjang bersisian yang diduga milik masing-masing kedua gadis kecil itu. Dengan warna, motif dan corak yang sama, agar mereka tidak saling iri jika dibedakan menurutnya.
Keduanya bercerita antusias,bicara bergantian saling memamerkan barang-barang mereka masing-masing di kamar itu, Karina tak banyak bicara hanya mendengar omongan keduanya yang sangat cerewet sekali. Tapi Karina hanya mengangguk-angguk menanggapi cerita mereka, Karina tersenyum senang setelah mendengar cerita keduanya, mereka tertidur lelap dikedua lengan Karina di sisi masing-masing lengannya.
Setelah dirasa nyenyak, bibi pengasuh menghampiri ranjang kedua gadis kecil itu. Karina berbisik meminta bibi pengasuh untuk membantunya memindahkan masing-masing ke ranjang mereka.
Karina menatap mereka setelah menyelimuti. Seandainya aku punya anak? Seperti inikah rasanya? batin Karina miris meratapi dirinya. Karina menghela nafas panjang menyemangati dirinya. Karina berdiri ketika mendengar suara berisik dari luar kamar, mendengar suara seorang pria yang mungkin papa anak-anak ini. Karina segera menuju pintu kamar tapi pintu kamar itu terbuka lebih dulu dari luar, Karina segera menunduk memberi salam tapi ternyata bibi pengasuh anak-anak tadi.
"Ah,tuan menunggu di ruang kerja bu guru, anda diminta kesana untuk menemui beliau, saat saya bilang bu guru menunggu di kamar anak-anak beliau ingin mandi dulu dan ganti baju. Dan menyuruh saya mengatakan pada bu guru kalau tuan menunggu anda di ruang kerja tuan,"jelas bibi pengasuh itu terlihat gugup dan ketakutan.
"Ah,iya bi, tolong antar saya ke ruangan yang dimaksud majikan bibi?"pinta Karina menghela nafas. Entah kenapa Karina sedikit kecewa terhadap papa kedua gadis kecil ini, pulang kerja tak langsung menemui anak - anaknya walau hanya sekedar melihat wajah mereka, malah mengurusi diri sendiri.
Karina masuk ke ruang kerja yang ditunjuk bibi pengasuh itu dan duduk di kursi sofa disana.
TBC
Mohon like dan rate nya.. vote nya juga kakak..
Makasih 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1