Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 67


__ADS_3

Beberapa hari setelah membenahi kamar si kembar dengan dibantu beberapa pelayan. Karina dan Derian sepakat memindahkan kamar si kembar selisih dua kamar dari kamar utama. Meski semua hal itu dilalui dengan kedramatisan dari diri Derian yang tak mau melihat Karina terlalu sering dan lebih mengutamakan mengurus anak-anaknya.


Bagaimanapun juga dirinya butuh diurus juga, itulah satu-satunya hal yang selalu diucapkan ketika perdebatan panjang mereka. Karina pun selalu luluh dengan kata-kata itu. Dirinya selalu merasa bersalah jika Derian sudah mengucapkan kalimat itu.


Setelah mengurus si kembar, Derian mengajaknya untuk ke kantor agama mengurus pendaftaran pernikahan mereka. Karina menolak mentah-mentah resepsi besar-besaran yang ditawarkan oleh Derian.


Mereka sudah bukan umurnya untuk melakukan resepsi mewah-mewahan. Apalagi umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Padahal Derian ingin memperkenalkan Karina pada publik kalau Karinalah istrinya yang sangat dicintainya. Setahu publik, Derian masih beristrikan Adelia, karena perceraiannya tidak disorot oleh publik.


"Bagaimana dengan kedua putrimu?"tanya Karina saat perjalanan menuju kantor agama.


"Mereka tinggal di rumah lama."jawab Derian merasa tak terbebani.


Setelah sibuk mencari Karina, Derian jarang bahkan tak pernah menjenguk kedua putrinya. Mungkin hanya sesekali menanyakan kabar mereka pada PRT yang mengurus rumah lamanya.


"Kenapa tak mengajak mereka tinggal dengan kita?"tanya Karina, membuat Derian menghentikan mobilnya mendadak.


"Apa maksudmu?"tanya Derian menatap Karina setelah mobilnya parkir di pinggir jalan yang agak sepi.


Derian sudah menceritakan semua proses perceraiannya dengan Adelia. Serta semua alasan yang terjadi di antara mereka sehingga mau tak mau keputusan perceraian mereka harus terjadi.


Apalagi Derian tak pernah mencintai Adelia. Dia hanya mencintai Karina. Sebanyak apapun dan selama apapun pernikahan mereka tak membuat Derian jatuh cinta pada Adelia. Dulu dirinya hanya menghormati dan menghargai Adelia sebagai istrinya. Tapi setelah mengetahui tentang perselingkuhannya, Derian semakin membenci Adelia lebih dalam.


Meski begitu Derian tak menceritakan tentang kalau Angel bukan putri kandungnya. Derian ingin menutup hal itu saja agar tak ada kebencian darinya terhadap anak itu.


"Kenapa kau tak mengajak anak-anakmu untuk tinggal dengan kita?Kau juga bisa lebih memperhatikan mereka langsung?Bukan hanya perhatian dari bibi pengasuhnya saja?" saran Karina.


"Mereka bukan anak-anakmu. Kenapa kau ingin mereka bersamamu?" jawab Derian mulai menyetir kembali.

__ADS_1


"Mereka anak-anakmu dan itu artinya sekarang mereka juga anak-anakku meski bukan anak kandungku? Apa salah jika aku ikut mengurus mereka? Akan lebih baik jika anak-anak diasuh oleh ibunya daripada terus bersama pengasuh. Itu tak baik untuk masa depan mereka nanti. Mereka tak akan mengenal orang tua mereka." jelas Karina.


Derian berdecak kagum dengan sifat Karina yang begitu memperhatikan anak-anaknya meski bukan anak kandungnya.


"Itu pasti akan tambah merepotkanmu nanti. Lagipula sudah ada pengasuh juga untuk mereka berdua." jawab Derian.


"Kenapa? Apa kau tak mengizinkan aku mengurus anak-anakmu langsung? Kau takut, aku menjadi ibu tiri yang jahat?"tanya Karina lagi pura-pura cemberut.


Derian tersenyum manis, bukan karena takut Karina akan memperlakukan buruk kedua putrinya. Derian yakin, Karina pasti akan menjadi ibu sambung mereka yang baik bahkan akan menyayangi mereka juga seperti anak kandungnya.


Tapi Derian tak mau, Karina semakin repot dan menjadi melupakan untuk memperhatikannya karena bertambahnya dua orang anak diantara mereka. Apalagi kedua putrinya sudah mengenal siapa Karina. Itu akan lebih membuat kedua putrinya ditambah dengan si kembar memonopoli Karina. Dan Derian tak mau itu terjadi.


"Bukan begitu? Hanya saja..."perkataan Derian tak jadi dilanjutkan karena mereka sudah tiba di kantor agama.


"Kita lanjutkan nanti..." ucap Derian lagi membukakan pintu mobil untuk Karina. Karina hanya tersenyum.


Reno menatap wajah gembira Dion yang bermain bersama Hesti mamanya. Setelah mengetahui kenyataan tentang keadaan Reno yang sebenarnya. Kesehatan Hesti semakin menurun, bohong jika Hesti mengatakan baik-baik saja jika ditanya Reno.


Nyatanya penyakitnya selalu kambuh karena terlalu stres dan banyak pikiran. Dan Reno yakin Hesti pasti masih berharap mempunyai cucu kandung darinya. Mungkin Hesti sudah terlihat menerima Dion sebagai anak angkat Reno, tapi Reno yakin Hesti pasti tak bisa sepenuhnya menerima Dion sebagai cucunya.


Sebesar apapun perasaan sukanya pada Dion kini, hati kecilnya masih berharap mempunyai cucu kandung dari putranya. Sejak itu pula, Reno memutuskan untuk pindah ke rumah Hesti untuk menjaga Hesti jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh, sebelum Reno pindah ke rumah Hesti, mamanya itu selalu dikabarkan sedang tidak enak badan bahkan pernah pingsan beberapa kali karena stres bahkan nafsu makannya pun menurun.


Reno berharap dengan adanya dirinya dan putranya bisa membuat sedikit menghibur Hesti. Dan ternyata hal itu bisa membuat Hesti sedikit bersemangat meski masih sedikit kurang tersisa kekecewaan dari raut wajahnya.


"Papa pulang!"seru Reno tersenyum manis sore itu pulang dari kantornya membawa oleh-oleh.


"Papa."seru Dion balas terkekeh saat melihat Reno membawa oleh-oleh yang sudah mulai lancar bicara. Dion langsung menghampiri Reno dan meninggalkan Hesti dan pengasuhnya yang saat itu bermain bersama di ruang keluarga. Hesti menatap Reno dengan senyum.

__ADS_1


"Anak papa sudah mandi?"


"Sudah dong, tadi dimandiin oma."jawab Dion dengan polosnya.


"Benarkah? Coba papa cium?Bau nggak?"kata Reno sambil pura-pura mencium kedua pipi Dion. Dion hanya terkekeh geli pipinya diciumi Reno.


"Kau sudah pulang?"tanya Hesti.


"Ya ma."jawab Reno mengecup punggung tangan Hesti setelah menurunkan Dion dan memberikan oleh-oleh kue itu padanya.


"Oh ya ma... Minggu depan Vian pulang. Katanya setelah selesai wisuda dia akan langsung pulang."Vian adalah adik Reno yang sekarang sedang kuliah di luar negeri. Sudah 10 tahun dia tak pulang, dan katanya tak akan pulang sebelum lulus kuliah dokternya.


Dia pernah pulang sekali waktu pernikahan Reno, itupun sebelum kuliah masih SMU, yang juga sekolah di luar negeri karena beasiswa, Vian memang termasuk anak pintar. Sejak kecil dia paling menonjol diantara teman lainnya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2