Perselingkuhan

Perselingkuhan
Derian dan Karina


__ADS_3

Wajah Karina memucat, membuat dirinya mau tak mau terduduk saat sedang sibuk-sibuknya menyalami para tamu undangan pernikahan putri kesayangannya. Derian yang melihat wajah istrinya memucat sontak membopong tubuh istrinya meninggalkan pelaminan untuk ikut menyalami para tamu undangan lebih lanjut.


Banyak tamu undangan yang melihat kejadian itu menjadi cemas, ada juga yang tersenyum malu melihat masih saja terlihat mesra pasangan suami istri yang sudah dipanggil kakek nenek itu. Derian mencoba tersenyum menyapa setiap orang yang melihatnya membopong tubuh istrinya mesra itu.


Derian mencoba menyembunyikan wajah pucat istrinya ke dalam dadanya. Dan ternyata istrinya sudah pingsan saat Derian membopongnya tadi. Raut wajah cemas dan panik batu ditampakkan saat mereka sudah sampai di kamar pribadi mereka yang ada di hotel itu.


Derian memang meminta untuk membuat satu kamar khusus untuknya nanti jika membutuhkan kamar hotel kosong untuknya pribadi. Sehingga Derian langsung saja menuju kamar tersebut yang berada di lantai paling atas.


Ya, sudah sebulan ini, dokter pribadi spesial istrinya memvonis istrinya mengalami lemah jantung setelah melihat jatuhnya Angel dari tangga dalam keadaan hamil pertamanya. Apalagi Karina pernah mempunyai riwayat penyakit hati saat baru memasuki pernikahan tahun ketiganya dengan pernikahan pertamanya.


Namun masih sempat disembuhkan karena saat itu segera ditangani dan faktor usia Karina masih relatif muda dan belum pernah hamil. Sehingga daya tahan tubuhnya sangat baik. Namun akhir-akhir ini karena terlalu banyak berpikir dan membuat pikirannya dipenuhi rasa bersalah pada keadaan putri-putrinya membuat Karina merasakan sakit di dadanya.


Awalnya Karina mengira itu hal biasa, namun lama kelamaan sakit di dadanya itu membuatnya bahkan hampir tak bisa bernafas. Untung saja Derian melihat kejadian saat itu sehingga Karina bisa langsung mendapatkan pertolongan pertama dan akhirnya bisa diselamatkan. Dan saat itulah dokter memvonisnya penyakit lemah jantung karena terlalu banyak berpikir.


Seandainya kondisi tubuhnya masih muda dan tak ada riwayat penyakit hati yang dulu pernah dideritanya, mungkin operasi bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya dan sedikit memperpanjang umurnya namun hal itu juga beresiko tinggi kalau gagal akan tinggal nama saat di meja operasi.


Dan Karina tak mau mengambil resiko itu. Meskipun suaminya memaksanya akan mencari solusi terbaik dengan pengobatan ke luar negeri mungkin namun ditolak langsung oleh Karina. Karina hanya menginginkan obat jalan dengan menunggu waktu kematiannya.


Derian sempat frustasi saat mendengar keputusan istrinya, memang mustahil operasi itu akan berhasil, namun dia tak mau berpangku tangan menunggu tanpa melakukan apapun. Namun istrinya memberikan pengertian dan penjelasan panjang lebar agar suaminya bisa memakluminya.


Dan dengan berat hati, suaminya bisa menerima meski berat. Seharian penuh dia hanya berdiam di kamar memeluk tubuh lemah istrinya tanpa melakukan apapun. Dia ingin menghabiskan seharian penuh di dalam kamar berdua saja tanpa melakukan apapun selain berpelukan dengan intens.

__ADS_1


"Dokter, segera ke kamar hotelku, sekarang!" titah Derian agak berteriak dengan nada panik.


Dokter spesialis pribadi yang menangani Karina sudah dapat menebaknya hal itu akan terjadi. Saat itu diapun ada di acara pernikahan putrinya. Sehingga dia juga sudah mempersiapkan peralatan medisnya di mobil dan langsung menuju kamar yang dimaksud.


Derian membawa masuk dokter itu masuk ke kamar hotelnya untuk memeriksa istrinya dengan teliti dan seksama. Infus pun dipasang saat dokter itu sudah selesai memeriksa.


"Bagaimana?" tanya Derian cemas.


"Dia hanya kelelahan, sebaiknya istirahat lebih banyak. Sepertinya kurang istirahat beberapa hari ini. Untung saja langsung diketahui." jelas dokter itu membuat Derian sedikit lega.


"Bagaimana dengan penyakitnya?" tanya Derian lagi.


"Say pamit dulu!" Derian hanya mengangguk tak mengantar.


Dia duduk di tepi ranjang di sisi istrinya. Meremas erat jemari tangan istrinya yang terbebas dari infus.


"Jangan tinggalkan aku! Kumohon! Aku tak bisa hidup tanpamu!" bisik Derian lirih memejamkan mata dan air matanya mengalir deras di pipinya.


Dia belum siap sendiri, belum siap untuk ditinggal istrinya pergi. Kalau bisa, dia ingin menggantikan saja rasa sakit istrinya itu. Agar dirinya yang pergi lebih dulu daripada istrinya.


Derian membaringkan tubuhnya di sisi istrinya. Memeluk erat tubuh istrinya posesif seolah tak mau melepaskannya. Derian menatap wajah istrinya dengan berbaring miring menyangga kepalanya dengan tangan ditekuk. Ditatapnya wajah istrinya yang masih saja cantik meski usia sudah tak lagi muda.

__ADS_1


Garis wajah manis membuat Derian tergila-gila pada istrinya tanpa bisa berpaling sedikitpun dari wajah yang sudah memenuhi pikirannya itu. Diciuminya seluruh wajah istrinya dengan rata, dan tanpa sadar air matanya mengalir kembali di pipi.


Isakan sesenggukan terdengar di kamar itu, membuat siapa saja yang mendengarnya terlihat menyayat hati siapapun. Namun kini Derian sendiri, seandainya suatu saat nanti istrinya benar-benar pergi meninggalkannya sendiri, sanggupkah aku hidup sendiri, sanggupkah aku hidup tanpamu.


Bisikan lembut terus terdengar diiringi isakan membuat Derian yang semakin lama semakin membuatnya tak mampu untuk sadar sehingga perlahan dirinya ikut tertidur pulas di sisi istrinya dengan masih memeluk erat tubuh istrinya.


Perasaan cinta yang diawali karena pengkhianatan masing-masing pasangan menumbuhkan dua insan yang dipertemukan dalam keadaan sama-sama terluka. Membuat keduanya merasakan arti cinta tulus yang sebenarnya.


Hingga sampai akhir semoga keduanya berharap dapat dipersatukan lagi nanti. Baik dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan nanti. Itulah janji Derian dalam hatinya dan ingin mewujudkan mimpi-mimpi keduanya saat mereka akan mendekati akhir usianya.


Baik istrinya lebih dulu ataupun dirinya lebih dulu. Sekarang dia akan menikmati masa-masanya saat ini saat masih bersama saat masih bisa saling menatap dan merasakan.


.


.


.


Maafkan typo


Setelah ***-*** sekarang yang sedih-sedih ya 😭😭

__ADS_1


__ADS_2