
Angel menatap Dion lekat.
"Huahahaha.... bercandamu gak lucu." elak Angel meski dadanya berdegup kencang, sambil menutup mulutnya yang tertawa. Meneruskan lagi makan es krimnya mengalihkan pandangannya ke arah es krim.
"Kak." panggil Dion berharap Angel menatapnya.
"Ya?" Angel menjawab tanpa menatap Dion pura-pura meneruskan makannya sambil mengendalikan perasaannya yang bergemuruh, Angel berusaha menghindari tatapan mata Dion.
Ingin Angel mengiyakan perasaan Dion yang mengajaknya berpacaran tapi dia masih tak bisa menerima Dion karena umurnya yang jauh di bawahnya. Meski tubuh Dion yang besar dan kekar tak menunjukkan usianya yang jauh di bawahnya, Angel tetap tak bisa untuk bisa mengatakan iya pada Dion.
Entah kenapa begitu berat beban yang menghimpitnya. Perasaannya pada Al, hubungan dengan Bryan dan sekarang Dion yang menyatakan perasaannya ingin menjadikannya pacarnya. Angel tak mau serakah meski hatinya senang. Jikalau pun dia ingin menerima perasaan Dion, dia harus membereskan perasaannya pada Al dan juga menyelesaikan hubungannya dengan Bryan.
Angel mungkin juga menginginkan hubungan lebih dengan Dion. Tapi jika dia masih terhubung dengan orang lain rasanya itu tidak benar dan bahkan tidak adil untuk Dion, Angel tak mau Dion hanya menjadi pelariannya dari mereka-mereka yang membuatnya galau.
"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Dion terpaksa mengatakannya meski Angel tetap menundukkan kepalanya.
Angel memejamkan mata, menghela nafas dan mendongak menatap wajah Dion yang terpancar penuh rasa cinta yang mungkin untuknya. Angel ingat tatapan itu, Angel tau betul pancaran mata itu, dulu saat masih di sekolah dasar Dion pernah mengatakan hal yang sama dan baik dulu maupun sekarang pancaran mata itu tetap sama bahkan sekarang semakin bersinar dan kuat pancaran mata itu.
Dulu mungkin Angel masih sangat kecil untuk memahami hal-hal seperti ini. Tapi, sekarang dia merasa sudah bisa melihat mana pancaran mata tulus dan bukan. Dan entah kenapa pancaran mata Dion terlihat sama dengan pancaran mata Al saat dulu Al memintanya untuk menjadi pacarnya juga.
Tapi, Angel melihat pancaran mata Dion lebih kuat dan lebih tulus, mungkin karena sejak dulu Dion sudah sangat menyukainya.
"Dion... aku..." jawab Angel gugup.
"Aku tahu kakak baru putus dari pacar kakak, Atalarik." potong Dion sebelum Angel menjawabnya, entah kenapa Dion merasa kalau Angel akan menolaknya.
"Ah, kau sudah dengar?" Dion mengangguk.
"Tapi, sekarang aku sudah dijodohkan." ucap Angel lagi menatap Dion lekat.
"Apa kakak menyukainya? Yang kutahu kakak sangat membencinya?" jawab Dion seolah mengetahui segala tentangnya. Angel sontak kembali menatap Dion meski tadi sempat mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Itu... aku... aku memang tak menyukainya, tapi kami sudah sepakat untuk mencoba dengannya." jelas Angel lirih masih bisa didengar Dion.
Dion menunduk, entah kenapa dia sungguh kecewa. Dan dia selalu kalah start dengan orang lain. Dion bukannya tak ingin segera menyatakan perasaannya, tapi Dion menunggu dirinya lulus sekolah menengah atas baru jika dia kuliah, meski umurnya masih tergolong belum dewasa, setidaknya dia sudah kuliah dan siap untuk meluangkan sedikit perasaannya untuk memberikan prioritas pada orang yang disukainya sejak dulu.
"Aku tak keberatan jika kakak menjadikanku yang kedua?" ucap Dion enteng tersenyum senang menatap Angel lekat.
__ADS_1
"Apa?" Angel melongo menatap Dion yang entah kenapa perasaan Angel membuncah bahagia. Dion menggenggam erat jemari tangan Angel yang berada di atas meja. Dan Angel pun tak menolaknya, bahkan dia menikmati remasan jemari tangan Dion. Dion menatap lekat Angel.
"Sekarang aku akan menjadi simpananmu kak." ucap Dion menatap Angel lekat. Angel balas menatap Dion lekat.
"Tapi, kau... bisa mendapatkan yang lebih baik Dion?" bisik Angel lirih menatap Dion sendu.
"Tapi, hatiku hanya menginginkan kakak." jawab Dion menatap Angel sendu tapi juga terpancar kebahagiaan.
Angel membalas remasan jemari tangan Dion, seolah menjawab untuk mengiyakan keinginannya. Dion pun tersenyum senang dan mengerti arti remasan jemari tangan Angel. Mereka pun saling tersenyum senang dan bahagia terdapat pada wajah mereka.
**
"Makasih... sudah diantar." ucap Angel setelah turun dari motor Dion.
Setelah dari kedai es krim Dion memaksa mengantar pulang Angel ke rumah meski Angel menolak. Setelah turun dari motor Dion tak melepas tautan jemari tangannya pada jemari tangan Angel. Angel yang berusaha melepaskan karena sudah sampai gerbang rumahnya, tak dilepaskan oleh Dion. Dion trs mengeratkan tautan jemari itu.
"Aku... tak mau pulang." ucap Dion.
"Apa?" spontan Angel, menatap Dion intens, tersenyum lembut.
"Rasanya... aku ingin membawamu lari saja." ucap Dion sendu. Angel tersenyum. Entah kenapa dia juga senang dan bahagia, berbeda saat dia jadian dengan Al dulu.
"Kuharap kau tidak melupakan perjanjian kita." suara Bryan di tempat yang tak jauh dari mereka membuyarkan pasangan itu.
Dan refleks Angel menjauhkan tubuhnya dari Dion. Angel terlihat salah tingkah tapi Dion segera berada di depan Angel membelakanginya menghadang tubuh Bryan yang mulai mendekatinya.
Angel memegang kemeja belakang Dion ingin menggeser tubuh Dion dari hadapannya dan ingin menghadapi Bryan juga. Tapi, tubuh besar Dion tak mengizinkan Angel untuk menampakkan wajah memerah imutnya. Dion menatap Bryan tajam dan dingin.
"Ada apa?" tanya Dion menjadi tameng Angel. Meski Dion masih belum dewasa tapi tubuh besar dan kekarnya hampir menyamai tubuh Bryan, bahkan tingginya pun hampir sama dengan Bryan.
Sehingga Dion semakin berani menghadapinya meski umurnya jauh diatasnya. Dion juga tau betul siapa Bryan, Dion juga tau Bryan adalah pria yang dijodohkan dengan Angel. Dion juga tau orang tua Angel tak memaksa untuk menerima perjodohan itu karena perjodohan itu hanya dikehendaki oleh satu pihak saja yaitu Bryan yang memaksa karena Angel merupakan putri dari seorang Aftano.
"Ah, sepertinya kau belum tau siapa aku?" jawab Bryan balik bertanya.
"Siapa? Kau? Walau kau sudah dijodohkan dengannya, tapi Angel belum mengiyakan untuk meneruskan perjodohan ini kalau kau tak mengucapkan perjanjian konyol itu. Dan kurasa sudah saatnya perjodohan kalian dibatalkan karena Angel lebih memilihku dari pada kamu." jelas Dion.
Angel yang di belakang punggung Dion tak dibiarkan mengeluarkan suara oleh Dion dan Dion tetap menjadikan tameng dirinya berdiri di depan Angel untuk menghadapi Bryan.
__ADS_1
"Hei, kau itu bocah kemaren sore dan mungkin belum dewasa, lap ingusmu dulu sebelum bicara tentang orang dewasa." jawab Bryan mulai menaikkan intonasi bicaranya terlihat emosi.
"Mungkin aku belum dewasa dalam umurku sekarang. Tapi, mungkin kamulah yang saat seumurku baru bisa mengelap ingus." ucap Dion tersenyum santai setengah mengejek.
Bug...
Satu pukulan melayang di pipi Dion, membuat Angel berteriak kaget.
"Dion..." memegangi Dion yang sempat terhuyung meski tak sampai jauh.
Dion mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah yang dirasakan asin pada bibirnya.
"Kak, masuklah!" bujuk Dion menatap Angel yang cemas padanya. Angel menggeleng mencemaskan Dion. Angel tau betul siapa Bryan, dia orang yang nekat, bisa melakukan apa saja pada siapapun.
"Kakak percaya sama aku kan?" bujuk Dion lagi.
"Banyak bacot Lo ya ..." teriak Bryan seperti orang gila. Bryan menyerang lagi, tapi sekarang sudah ditepis Dion dengan mudah.
Ilmu bela diri yang dipelajari Dion saat sekolah menengah pertama ternyata berguna juga saat ini. Bryan dengan mengandalkan ototnya hanya menyerah membabi buta pada Dion. Dion mengandalkan teknik beladirinya tanpa harus bergerak banyak. Hingga Bryan kehabisan nafas dan ngos-ngosan meski tak banyak babak belur. Hanya beberapa pukulan yang sengaja diberikan oleh Dion.
"Cukup... hentikan!" seru Angel ketakutan yang akhirnya dia keluar gerbang rumahnya lagi dengan membawa satpam rumahnya setelah hampir masuk ke halaman rumahnya.
Angel mendekap tubuh Dion menenangkan yang melihat wajah Dion masih diselimuti emosi. Bryan dipegang kedua satpam rumahnya.
"Pulanglah kak!" usir Angel masih dalam dekapan Dion. Bryan berdecak kesal, menghentakkan pegangan tangan satpam itu. Pergi menaiki mobilnya dan berlalu dari depan rumah Angel.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏🙏
.
.
__ADS_1
.