
Derian membopong tubuh Karina ke kamarnya. Setelah kelelahan menangis, Karina tertidur di mobil saat kembali ke apartemen. Derian memaksa Karina untuk pulang ke apartemennya, meski Karina berkali-kali berontak melawan, Derian tetap memaksa membawanya pulang. Derian tak mau membiarkan sendiri, kemungkinan besar pasti Karina akan lari darinya lagi. Apalagi pulang ke rumah dinasnya, yang dirasa disana tak cukup aman.
Pukul 10 malam, Derian masuk kamar mandi membersihkan dirinya setelah membaringkan tubuh Karina di ranjang.
"*Papa, besok Putli sekolah dengan kakak lagi ya?"seru Putri saat mereka perjalanan dari kebun binatang.
"Wah, sekarang Putri jadi rajin ke sekolah juga ya?"jawab Derian tersenyum melihat putrinya bisa berbaur dengan teman sebayanya tanpa kesulitan lagi, setelah putri lahir, Adelia mama Putri langsung lepas tangan tak mau mengurusnya , dia langsung mencari pengasuh untuk si bungsu berbeda dengan Angel, saat Angel lahir itu saat pengantin baru masih senang-senang merawat anak, tapi setelah hamil Putri sifat Adelia berubah.
Adelia sering keluar rumah, kumpul dengan teman-teman sosialitanya daripada menghabiskan waktu bersama keluarganya, bahkan Derian sudah mencoba membujuknya tapi ternyata Adelia tak pernah menghargainya sekalipun.
Meski pernikahan mereka adalah atas dasar perjodohan orang tuanya, Derian berusaha untuk mencintai Adelia, tapi sampai 4 tahun usia pernikahannya dan kelahiran Putri, Derian tetap tak bisa mencintai Adelia, lama-lama Adelia muak dengan sikap Derian yang hanya perhatian dan menyayangi kedua putrinya saja.
Adelia mulai bergaul dengan teman sosialitanya itu dan tak memperdulikan anak-anak mereka dan sering menghabiskan uang untuk foya-foya dan hal lain yang tak penting.
Derian pun berjanji untuk lebih memperhatikan Adelia meskipun tak sepenuhnya mencintai Adelia, berharap Adelia merubah sikapnya. Derian mengabulkan apapun keinginan Adelia sampai suatu hari Derian memergoki Adelia bercinta dengan pria lain yang ternyata adalah mantan kekasihnya dulu sebelum menikah.
Seketika Derian murka, karena kasihan kepada anak-anaknya, Derian tak menuntut perceraian pada Adelia tapi mereka memutuskan untuk pisah ranjang. Bukannya membuat Adelia tobat justru Adelia semakin menggila apalagi terdengar kabar mantan kekasihnya itu membawa lari uangnya yang tidak sedikit, membuat Adelia semakin sering bergonta-ganti pasangan dan membawanya pulang yang memang sengaja dipamerkan di rumah terutama pada Derian.
Derian sudah tak peduli, kalau bukan karena anak-anaknya Derian pasti sudah menceraikannya dan mengusir Adelia dari rumahnya. Ya, rumah yang mereka tinggali adalah rumah yang dibeli Derian sebelum menikah dengan Adelia. Itu artinya Adelia menjadi istrinya tak membawa apapun.
Bagaimanapun anak-anaknya masih di bawah umur, masih membutuhkan kasih sayang ibunya, begitulah yang dipikirkan Derian saat itu, tapi bukannya Adelia sembuh malah semakin membuat Derian murka dengan segala kelakuannya sampai Derian sudah tak mau tau apapun yang dilakukannya.
Hingga saat terpuruknya itu bertemulah dia dengan Karina yang begitu perhatian dan pengertian padanya. Saat bersama Karina dirinya merasa nyaman dan dibutuhkan.
"Iya pa,di sekolah ada bu guru yang baaaiiik banget pada kita, ngajak kita main, membantu kami belajar, pokoknya bu guru sangat baik pada kita, apalagi waktu Putri menangis, yang bisa membujuknya cuman bu guru itu loh," jelas Angel dengan gerakan tangan untuk mewakili perkataannya, Derian hanya tersenyum getir, pasti kedua putrinya merindukan ibunya? batin Derian.
Dan Derian tak menyangka guru yang dimaksud adalah Karina. Derian memang tak mengurusi dimana sekolah kedua putrinya apa yang dilakukan putrinya, Derian menyerahkan semua kepada pengasuhnya karena kesibukannya bekerja. Derian tersenyum membayangkan Karina menjadi ibu kedua putrinya, pasti kami akan menjadi keluarga bahagia*.
__ADS_1
Suara handel pintu kamar terbuka membuyarkan lamunan Derian, dirinya segera mengguyur tubuhnya di bawah shower meraih handuknya melingkarkan hanya di bawah perutnya. Derian bergegas khawatir Karina berbuat macam-macam, seperti meninggalkan apartemennya mungkin.
"Sayang..."panggil Derian lembut tak menemukan Karina di ranjang, Derian keluar kamar mencari-cari keberadaan Karina ternyata dia ke dapur mengambil air minum dan meminumnya. Meski Karina tau Derian mendekatinya, Karina tak menghiraukannya, menghindari tatapan mata Derian. Karina segera kembali ke kamar lagi masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya.
"Sayang, kau butuh sesuatu? Kenapa menguncinya?" tanya Derian lembut dari luar pintu kamar mandi. Derian menghela nafas berat, Derian semakin bingung melihat Karina mendiamkannya.
"Buka pintunya sayang, kumohon!Ini sudah hampir tengah malam apa yang kau lakukan?" bujuk Derian lagi karena sudah lewat setengah jam Karina di dalam kamar mandi, Derian mengira Karina sebentar di dalam mau buang hajat atau air dan mungkin mandi.
"Kumohon sayang? Jangan menguji kesabaranku?" masih hening.
"Kalau kau tak keluar,aku akan dobrak pintu ini?"ucap Derian sudah tak sabaran.
Cklek
Pintu terbuka, muncullah Karina yang hanya berbalut selembar handuk di atas dada membuat Derian meneguk salivanya menahan hasratnya. Tubuh Derian seolah langsung bereaksi, dirinya mendekap tubuh Karina mengecup bahu,leher dan hendak ke dada Karina tapi ditahan oleh tangan Karina. Masih tak mau menatap Derian.
Derian langsung melepas pelukannya.
"Baiklah, istirahatlah kembali!" kata Derian mengusak rambut Karina, jika itu membuat Karina tak mendiamkannya lagi, Derian menurut meski harus menahan hasratnya yang mulai naik ke ubun-ubun.
"Kau lapar?Mau makan sesuatu?Sejak sore kau belum makan kan?"tanya Derian lembut saat Karina keluar dari walk-in closet memakai piyama tidurnya.
Karina masih diam tak menjawab atau menatap Derian. Derian mendekat mendekap tubuh Karina, tapi Karina mundur menolak sentuhan tangan Derian. Karina masih belum ingin bicara, mulutnya terkunci, masih sangat shock mengingat kenyataan kata-kata kedua putri Derian. Yang ternyata sedikit mengubah pandangannya tentang Derian. Tapi selama Karina berhubungan dengan Derian, dia orang yang sangat perhatian dan juga pengertian padanya, tak pernah sekalipun memperlakukan buruk padanya walaupun Karina berbuat kesalahan. Itulah yang sedang berputar-putar di benak Karina ragu dengan apa yang sedang terjadi. Derian menghembuskan nafas.
"Kalau kau ingin tau sesuatu, bicaralah?Aku akan menjawabnya?"seru Derian mulai tak sabar melihat Karina menolak sentuhannya.
Karina tetap diam memeluk tubuhnya menghadap ke samping menghindari tatapan mata Derian yang sudah menajam dan dingin.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan?Jika kau ingin tau sesuatu tanyakan padaku? Kalau kau terus mendiamkanku begini, aku tak tau apa kesalahanku?"seru Derian duduk di sisi ranjang menatap Karina yang masih menghindari pandangannya. Derian terlihat lelah dan ingin segera tidur, dengan mendekap tubuh Karina saat tidur membuat lelah di tubuhnya menghilang, tubuh Karina seperti obat baginya saat dia lelah dan perasaan kesalnya otomatis menghilang karena dekapan Karina.
"Tanyakan semua! Akan kujawab semua pertanyaanmu, apapun itu. Tapi kumohon berhentilah menolakku?Kau tau kalau kau sudah seperti nyawa bagiku," pinta Derian memohon dengan wajah sendu, dia sudah mulai kehilangan kesabaran tapi tak mau melampiaskannya pada Karina atau ingin menunjukkannya di depan Karina, setidaknya dia harus cukup bersabar.
Dia masih bingung dan bertanya-tanya dimana letak kesalahannya, Derian sudah pernah mengatakan semua yang ada dan yang terjadi di dalam rumah tangganya, bahkan siapa saja anggota keluarganya, dia tak mau menutupi apapun di hadapan Karina.
Walau ada hal yang satu atau dua hal yang tidak dikatakan, bukan karena tak mau mengatakan, mungkin tak perlu dikatakan toh bukan hal penting.
Derian mengusak rambutnya frustasi, melihat Karina masih diam tak bergeming tak menjawab. Derian sudah kehilangan kesabarannya dan berdiri mendekati Karina.
"Biarkan aku tidur sendiri malam ini?"ucap Karina dengan nada parau masih belum mau menatap Derian.
"Apa?"
TBC
Mohon like,rate nya kakak,, vote nya juga...
Makasih 🙏🙏
Dukung terus ya...
.
.
.
__ADS_1