
Karina berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan diikuti Putri yang menggandeng jemari tangan Karina. Tak berapa lama mereka masuk ke kamar ruang perawatan VIP room Angel.
Bi Ani sudah bangun dari duduknya dan membungkuk memberi salam pada Karina. Bu Ani sudah tau tentang tuannya yang menikah dengan Karina guru sekolah putri majikannya. Karina hanya tersenyum beralih menatap Angel yang sudah sadar dan duduk di ranjang.
"Kakak..."seru Putri melihat Angel yang sudah mulai sadar tapi masih sedikit pucat wajahnya. Angel tersenyum menatap Putri dan beralih menatap Karina.
"Bu guru..."sapa Angel yang terkejut Putri adiknya datang bersama bu gurunya dulu atau lebih tepatnya mantan gurunya.
Karina tersenyum sambil meletakkan makanan dan buah-buahan di meja samping ranjang perawatan Angel yang dibawanya tadi.
"Bagaimana keadaannya bi? Apa kata dokter?" tanya Karina pada bi Ani masih menatap Angel lembut membelai rambut Angel. Angel sangat senang sekali dibelai seperti itu.
"Sudah mulai membaik nyonya, kata dokter hanya perlu istirahat yang cukup."jelas bi Ani.
"Sudah minum obat sayang?"tanya Karina lembut masih menatap Angel meminta jawaban.
"Sudah bu guru setelah makan tadi."jawab Angel tersenyum senang.
"Ibu mau menemui dokter dulu ya? Kapan Angel sembuh dan bisa pulang?"hibur Karina masih mengusap rambut Angel lagi.
"Iya bu guru..."jawab Angel.
"Sebentar saya ke ruangan dokter ya bi?" pamit Karina tersenyum ramah.
"Iya nyonya."jawab bi Ani balas tersenyum.
***
__ADS_1
"Bagaimana persiapannya Noah?"tanya Derian pagi itu setelah breafing pagi itu.
Dia berencana untuk menunda semua meeting pekerjaan hari ini untuk menuntaskan masalahnya dengan Anton.
Menurut pelacak yang dipasang Noah. Tampak menunjukkan sebuah rumah sederhana di pinggiran kota tepat di perbatasan kota. Mungkin Anton berencana untuk pergi ke luar kota setelah semalaman istirahat di rumah sederhana itu.
"Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mengawasinya, berharap saat kita menggerebeknya nanti dia tak mungkin bisa lari. Saya juga sudah melaporkan semua ini untuk bekerja sama dengan kepala kepolisian untuk ikut penggerebekan ini."jelas Noah tentang rencananya.
Derian hanya mengangguk paham merasa puas dengan rencana Noah. Kali ini Derian berencana untuk tidak akan melepaskan Anton, awalnya Derian sudah mengikhlaskan uang itu, tapi saat melihat Angel di dalam rumah dengan membiarkan gas beracun yang dibiarkan bocor yang membuat terhirup oleh putri kecilnya.
Itu semua bisa menimbulkan kematian jika Angel terlambat diselamatkan bisa mengakibatkan kematian. Derian tak terima, itu artinya Anton sudah berusaha melakukan percobaan pembunuhan pada putrinya sendiri.
Dan ini semua juga dilakukannya agar Anton tak mengusik hidupnya bahkan keluarganya terutama Angel putri kandungnya, bahkan Derian ingin membuat Anton tidak bisa menuntut jalur hukum suatu saat nanti masalah Angel.
**
Anton dan Adelia bersiap meninggalkan rumah kontrakan itu. Anton sudah memindahkan semua uangnya ke dalam tas besar yang sudah disiapkannya.
"Sial..."umpat Anton kencang, dia berbalik menuju jendela kamarnya hendak melompat keluar lewat jendela, tapi orang-orang suruhan Derian yang sudah mengantisipasi kaburnya Anton dari jendela mereka mengepung Anton.
Anton yang hendak melompat mengurungkan niatnya, dia mundur perlahan mendekati Adelia yang sudah panik dikepung polisi dan juga bukan anggota polisi yang mungkin suruhan Derian.
Anton segera menarik pisau lipat di pinggangnya dan menarik tubuh Adelia dengan pisau yang melingkar di leher depan Adelia.
"Jangan mendekat, atau kubunuh wanita ini?" seru Anton mengancam.
Adelia yang tidak menyangka akan dijadikan tameng ancaman oleh Anton sontak terkejut dan memegang tangan Anton yang memegang pisau di tangannya.
__ADS_1
"Anton, apa-apaan kamu?"seru Adelia tak percaya.
Semua polisi dan orang-orang yang ikut membantunya sontak terdiam mundur ke belakang beberapa langkah berharap tak melukai sandera.
Derian sudah menjelaskan, kemungkinan wanita yang bersama tersangka bukanlah rekannya, mungkin akan dijadikan sandera untuk mengancam agar dirinya bisa lolos dari polisi.
"Singkirkan senjata anda atau kami tembak!" ancam salah seorang pimpinan polisi.
Adelia gemetar ketakutan, dirinya tak mau mati konyol hanya karena ulah ketidak becusan Anton.
"Anton, kumohon lepaskan aku! Menyerahlah kau sudah tak bisa lari lagi?"mohon Adelia menangis sesenggukan.
"Maaf sayang... kali ini kau harus membantuku melarikan diri."bisik Anton.
"Mundur atau kulukai wanita ini! Atau kubunuh sekalian!"seru Anton berjalan keluar rumah masih dengan menyandera Adelia.
Wajah Adelia semakin memucat ketakutan, Adelia kenal siapa Anton, Anton adalah orang yang akan tega melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya meski harus mengorbankan orang terkasihnya.
TBC
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.