Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 24


__ADS_3

Karina berjalan perlahan di trotoar jalan raya dengan langkah lunglai.Secarik kertas yang tertera alamat rumah diberikan Hesti padanya ketika Karina mengejar tadi.


"Maaf ibu... sepertinya aku tak bisa menerima surat ini?"ucap Karina tegas menyerahkan amplop coklat itu pada Hesti.Hesti tersenyum sinis padanya, dengan tangan bersedekap di dadanya.Seolah tak menghiraukan Karina.


"Yakin sekali kau tak mau menerima surat ini?Apa kau sudah tak tau malu?"seru Hesti membuat orang-orang di sekitar melihat mereka.Karina berdiri tegak mempertahankan keputusannya untuk tidak bercerai dari suaminya.Karina berusaha percaya kalau Reno pasti mempertahankannya karena cinta. Itulah yang selalu diucapkan Reno saat Reno mengajaknya memulai kembali hubungan mereka.


"Saya ingin mempercayai mas Reno, kalau dia masih mencintai saya, sehingga saya tetap akan mempertahankan pernikahan kami."ucap Karina yakin.


"Hahaha...kau yakin?"Hesti menjawab dengan sinis mengambil buku catatan kecil dari dalam tasnya,menyobek selembar kertas dan memberikan pada Karina.


"Datanglah ke alamat itu!Kau akan tau jawabannya dan simpan surat ini.Berikan padaku jika kau sudah memutuskannya,"kata Hesti masuk ke dalam mobilnya yang dibawa sopir pergi meninggalkan cafe itu.


Karena mematung menatap secarik kertas yang diberikan Hesti padanya,membaca alamat itu dengan teliti.Alamat yang tidak jauh dari rumahnya mungkin jika berjalan tak lebih dari 15 menit.


Karina masih berjalan,dia duduk di bangku taman dekat pinggir jalan.Orang-orang hilir mudik mulai masuk kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah mulai gelap.Karina malah semakin duduk tak menghiraukan orang-orang yang membuyarkan diri.Menatap ke arah taman dengan masih menggenggam amplop coklat tadi.Menerawang menatap ke depan memikirkan apa yang dikatakan Hesti.


Karina ingin mempercayai Reno sekali lagi, meski dirinya tak menceraikan istri lainnya karena merasa kasihan pada anaknya.Karina berusaha menerima dan janji Reno tak akan pernah datang atau menginap di rumah istrinya itu kecuali saat dia merindukan anaknya,dia akan membawa anak itu ke rumah ibunya.


Karina mencari alamat di kertas itu.Rasa penasarannya yang tinggi membuatnya berjalan mencari alamat itu.


Setibanya di depan alamat yang dicari,Karina masih berdiri di depan rumah itu,tak terlalu besar tapi sangat mewah.Rumah minimalis dua lantai yang mewah meski tak semewah rumah tempat tinggalnya dan Reno.Mobil Ferarri merah keluaran terbaru yang jarang sekali dipakai Reno terparkir apik di depan rumah itu.Bahkan mobil itu hanya digunakan jika mereka kencan,tapi saat kerja sehari-hari Reno hanya memakai mobil pribadi keluarganya termasuk mobil MPV yang sering digunakan dengannya.


Reno baru tiba,Karina segera bersembunyi di balik pohon depan rumah itu.Mengeluarkan ponselnya,saat melihat sambutan mesra dari istrinya Irene yang dibalas dengan mesra juga berciuman,itu bukan ciuman sapaan tapi lebih ciuman yang menunjukkan betapa dalamnya perasaan diantara keduanya.


Dulu waktu mereka masih pengantin baru, Karina pernah merasakan ciuman itu juga. Karina menjatuhkan ponselnya menatap tak percaya apa yang dilihatnya.


Ah, apakah itu artinya mereka saling mencintai? hahaha....batin Karina seakan mengiris hatinya,hati yang mulai sembuh dan mau menerima kembali suaminya.Entah kenapa Karina merasa menjadi seorang pelakor.Karina mengambil ponselnya menghubungi Reno.


"Halo..."jawab Reno berjalan keluar rumah itu.

__ADS_1


"Kau... ada di mana... mas?"tanya Karina ragu masih menatap Reno dari depan rumah itu yang tak diketahui Reno.


"Aku...masih ada di kantor.Karena pekerjaanku banyak, mungkin aku akan pulang terlambat, mungkin juga aku tak akan pulang malam...ini."jawab Reno agak gugup.


"Ah,begitu ya? Baiklah, jangan lupa makan dan istirahat"ucap Karina menahan rasa sakit dihatinya.


"Maafkan aku sayang?"


"Kenapa minta maaf? Kau sibuk untuk kerja kan,aku...tak apa.Lanjutkan pekerjaanmu!"


"Terima kasih."


Reno menutup ponselnya,menatap ponselnya lekat.Panggilan istrinya dari dalam rumah membuatnya kembali masuk ke dalam rumah.


Karina berjalan lunglai pulang ke rumah.Entah kenapa air matanya tak mengalir.Terlalu sering dirinya menangis mengingat kembali ucapan Reno yang katanya tak pernah mencintai Irene dan hanya dirinya yang katanya dicintainya.


Karina pulang ke rumah, membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.Amplop coklat dari Hesti dibukanya,dibaca dengan teliti.Karina sudah membulatkan tekad untuk tetap bercerai,walau Reno akan mencegahnya. Dengan bantuan Hesti pasti akan berjalan dengan lancar.


Seminggu setelah Karina melihat kebahagiaan keluarga Reno,Karina duduk di balkon kamarnya menikmati udara pagi. Akhir pekannya hanya digunakan untuk Karina bersantai di rumah,duduk di balkon kamarnya memejamkan mata menikmati cahaya matahari pagi yang katanya menyehatkan tubuh.Tak lupa masker terpasang di wajahnya.


Suara langkah kaki yang terdengar tergesa - gesa menghampirinya.


"Sayang,apa ini maksutnya?"tanya Reno meletakkan kertas itu di meja dekat Karina duduk.Karina menatap lembaran kertas itu, tapi tak menghiraukannya kembali bersandar di kursi itu memejamkan mata seolah menganggap Reno tak pernah datang.


"Karina..."seru Reno lagi yang merasa tak dihiraukan.Karina menghembuskan nafas perlahan,melepas maskernya.


"Kurasa aku tak perlu menjelaskan lagi,"ucap Karina berlalu pergi hendak pergi ke kamar mandi.Tapi pergelangan tangannya ditarik Reno hingga mereka berhadapan.


"Aku tak akan pernah menandatanganinya," jawab Reno menahan amarahnya.

__ADS_1


"Boleh aku tau alasannya?"tanya Karina santai masih tak begitu menghiraukan Reno.


"Tentu saja karena aku mencintaimu.Kita sudah berjanji untuk mulai dari awal lagi, melupakan masa lalu..."jelas Reno yang dihentikan Karina.


"Boleh aku minta satu hal padamu?"tanya Karina.


"Apapun asal jangan perceraian."


Karina mendekati Reno, memeluknya erat, merasakan perasaannya pada Reno, tak berdebar,tak ada rasa apapun, tak ada rasa cinta atau sayang lagi.Reno balas memeluknya erat.


"Tolong lepaskan aku?"pinta Karina lirih masih dalam dekapan Reno.Reno terbelalak, melepas pelukannya menatap Karina lekat.


"Aku tak akan melepaskanmu, tidak akan..."jawab Reno menggelengkan kepala menolak permintaan Karina.Memegang kedua lengan Karina.


"Apa aku harus memergokimu dulu baru kau akan melepaskanku?Apa aku harus melihatmu dulu di rumah ibu anakmu?"jawab Karina sendu, air matanya menetes bak air sungai yang tak bisa dikendalikan.Reno menggeleng tak percaya mendengar perkataan Karina yang sudah mengetahui dirinya masih berhubungan dengan istri keduanya.


"Apa aku harus bersujud padamu?Akan kulakukan apapun tapi kumohon lepaskan aku Reno, aku sudah tak kuat?Aku sudah lelah? Biarkan aku menyerah?"kata Karina semakin terdengar perih.Permintaan perpisahannya menyayat hati Reno.Badan Karina luruh bersujud di kaki Reno ,Reno ikut terduduk memegang Karina menarik untuk berdiri tapi Karina masih mempertahankan dirinya.Reno menariknya ke dalam pelukannya.


"Maaf...maaf... maafkan aku."ucap Reno berulang-ulang di dekapan Karina dengan air mata yang ikut menetes.


TBC


Mohon like dan vote nya,,, sarannya juga,,


makasih 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2