Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 45


__ADS_3

Derian langsung menyuruh Noah untuk mencarikan penerbangan pertama pagi itu. Setelah mendengar kabar dari pengawalnya yang ditugaskan untuk mengawasi putrinya Angel, Derian langsung emosi. Dia begitu tak sabar untuk pulang dan menemui kedua pemuda pemudi itu.


Sungguh kesabarannya di ambang batas, dia sangat murka, dia sudah mendengar dari para pengawal ketika melaporkan jika keduanya bertemu diam-diam dalam beberapa hari ini. Dia mengira pertemuan keduanya secara diam-diam hanya sekali ataupun dua kali untuk saling melepas rindu saja.


Dan kemungkinan mereka akan terpaksa menemui kami selaku orang tua Angel meminta izin untuk menikah mungkin atau setidaknya minta izin pertunangan dulu. Dan Derian tak mengira keduanya akan melakukan perbuatan nekat mereka.


Seharusnya mereka minta izin. Toh selain merestui dia tak bisa berbuat apa-apa pada dua insan yang saling mencintai. Dia tak mau kejadian yang dulu dialaminya juga dialami putrinya. Dia tahu betul bagaimana rasanya jauh dari orang yang kita cintai apalagi jika keduanya saling mencintai.


Dia tak pernah menginginkan keduanya berpisah, hanya ingin memberikan ujian pada pemuda yang begitu mencintai putrinya sejak kecil meski dulu putrinya sempat menolaknya.


Dan ternyata kesabaran dan perasaannya berbuah manis. Bak gayung bersambut, putrinya pun juga mencintainya. Derian berusaha meredam kemarahan di hatinya di dalam perjalanan.


**


Semalaman Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Angel duduk di kursi belakang dengan gelisah, bergerak tak menentu mencoba menenangkan diri. Dion menatapnya dari kursi depan sebelah kursi kemudi melalui spion tengah mobil itu.


Sebenarnya dia ingin duduk berdua di kursi belakang tapi Reno melarangnya dengan tegas. Dion ingin menghibur menenangkan tapi tatapan tajam Reno membuatnya mengurungkan niatnya.


Satpam penjaga gerbang rumah Derian membukakan pintu gerbang saat tahu siapa yang berkunjung setelah tengah malam itu. Sebelumnya nyonya besar rumahnya sudah menginstruksikan jika Reno salah seorang rekan bisnis tuan besarnya, begitulah Karina memberikan pengertian siapa Reno, datang langsung saja dibukakan pintu gerbangnya.


Mobil Reno terparkir apik di halaman rumah mewah itu. Saat Dion hendak membuka hendel pintu mobil, Reno mencegahnya dengan gertakan ringan.


"Kau tunggu disini Dion!" tegas Reno membukakan pintu belakang setelah dirinya turun dari mobil.


"Tapi pa..." Dion membela tak digubris papanya.


"Kak.." Angel hanya mengangguk tersenyum manis, menunjukkan bahwa dirinya tak apa-apa. Dengan wajah sendunya Dion merelakan Angel masuk ke dalam rumahnya diantar papanya.

__ADS_1


"Sayang..." seru Karina mendekati Angel yang baru tiba dengan diantar Reno. Karina memeluk tubuh Angel cemas dan khawatir.


Tapi melihat Angel yang tak kurang suatu apapun membuatnya sedikit bernafas lega. Karina sejak menghubungi Reno tadi tak dapat memejamkan matanya sejenak pun. Rasa cemas dan khawatir membuatnya melupakan rasa kantuknya.


"Bi Ani antar Angel ke kamarnya!" perintah Karina pada bi Ani yang masih setia menemaninya menunggu Angel di ruang keluarga meski nyonya rumahnya sudah menyuruhnya istirahat tapi dia tak tega untuk meninggalkan nyonya majikannya itu menunggu kedatangan nona majikannya.


Setelah beberapa jam lalu Reno menemukan Dion dan Angel, Reno langsung menghubungi Karina agar tak terlalu larut dalam memikirkan, setidaknya dia tahu keberadaan putrinya baik-baik saja.


"Mereka..." Reno ragu untuk bicara, setelah Angel masuk kamarnya, Karina mengajak duduk di sofa ruang tamu rumahnya, duduk berhadapan.


"Dimana mas Reno menemukan mereka?" tanya Karina tak sabaran memotong ucapan Reno.


"Lebih baik kau istirahat, toh Angel baik-baik saja. Besok aku akan menceritakan semuanya dan membawa Dion kemari saat suamimu pulang. Kurasa kita harus membahas masalah ini dengan serius." jelas Reno hati-hati.


"Tapi mas, memangnya apa yang terjadi dengan mereka, sampai seserius itukah?" tanya Karina masih cemas.


Karena Reno tahu betul sifat mantan istrinya itu, hidup dengannya hampir lima belas tahun membuatnya hapal betul watak wanita yang pernah jadi istrinya itu meski semuanya sudah terlambat untuk diketahuinya.


Saat wanita ini mengkhawatirkan sesuatu apalagi jika berhubungan dengan anak walaupun bukan anak kandungnya, Karina akan memikirkannya sepanjang waktu sampai masalah itu selesai tanpa mempedulikan dirinya sendiri.


**


Dua hari kemudian, Derian datang di rumahnya tepat pukul sebelas malam. Dia sengaja tak memberitahu istrinya tentang kepulangan mendadaknya, dia juga tak memberi tahu istrinya tentang kejadian menginap Angel dengan Dion telah diketahuinya.


Karina bahkan belum tahu jelas yang terjadi malam itu antara Dion dan Angel. Bahkan setelah itu dia tak menemui putrinya sama sekali. Setelah malam itu Karina mengurung dirinya di kamar. Begitu pula Angel, dia tidak diizinkan kemanapun sampai papanya pulang.


Malam itu Karina merasakan tubuhnya menggigil, kepalanya pusing terasa berat, dan matanya terpejam tapi merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Selimut ditariknya menutupi seluruh tubuhnya hingga leher demi menyingkirkan rasa menggigilnya tapi tetap tak bisa berkurang.

__ADS_1


Derian langsung masuk kamarnya, selain merasakan kemarahan, dia sangat merindukan sosok istrinya. Entah kenapa beberapa hari ini membuatnya untuk segera pulang selain karena perihal putrinya.


Dilihatnya istrinya meringkuk di ranjangnya dengan selimut menutupi hingga lehernya hingga hampir menutupi kepalanya. Derian tersenyum senang, diapun masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Saat dirinya ikut masuk ke dalam selimut istrinya, Derian samar-samar mendengar gumanan istrinya. Derian menyibak selimut itu, melihat tubuh istrinya meringkuk seperti menahan kesakitan.


"Sayang, kau tak apa? Mana yang sakit?" paniknya meraba kening istrinya. Panas, sangat panas. Karina tetap menggigil di posisinya.


Derian mengambil ponselnya menghubungi bi Ani dengan teriakan kemarahan yang lebih besar. Karena mendapati istrinya kesakitan tanpa seorang pun yang tahu. Bi Ani dan seluruh pelayan rumahnya langsung terbangun dan panik serta ketakutan mendengar gelegar kemarahan tuan besarnya.


Pasalnya baru sekali ini mereka mendengar kemarahan tuan besarnya itu, mereka hanya mendengar dari pelayan lama rumah itu dan ternyata itu semua benar apalagi jika hal itu menyangkut kepentingan nyonya besar.


Dokter pribadi segera dihubungi bi Ani, pelayan lain mengambilkan air hangat dan handuk serta minuman hangat untuk mereda sementara sakit nyonya besarnya sebelum dokter sampai. Kepanikan dan kalang kabut terjadi di rumah besar nan mewah itu.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2