Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 4


__ADS_3

Dion hari ini pagi sekali sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia menunggu di halte bus setelah menyuruh sopirnya pulang. Dion bersembunyi agak jauh dari halte, di kejauhan tampak Angel berjalan menuju halte menunggu bus tujuannya tiba.


Dion menatap di kejauhan itu dengan senyum mengembang. Hatinya mendadak sakit mengingat reaksi Angel kemarin masih takut padanya meski tak setakut dulu.


Bus tujuan kampus Angel tiba dan segera naik, jika Angel naik dari pintu depan, Dion naik dari pintu belakang, menghindari untuk bertemu langsung dengan Angel.


Setibanya di kampus.


"Selamat pagi." sapa seseorang dari arah belakang belakang Angel, yang membuatnya tersentak terkejut cemas. Angel sontak langsung menoleh ke arah suara dan terpundur.


"Maaf... aku tak bermaksud mengejutkan." ucap Al langsung, dia juga terkejut dengan reaksi yang dianggapnya berlebihan dari Angel.


Sorot matanya menunjukkan ketakutan dan kecemasan meski langsung berganti dengan sorot mata kelegaan.


"Kau mengejutkanku kak." jawab Angel mengelus dadanya yang berdetak lebih cepat.


"Maaf, aku hanya berniat menyapa." ucap Al merasa bersalah.


"Tak masalah." ucap Angel singkat.


"An!" seru Dinda tak jauh dari tempatnya berdiri.


Dinda berada di kejauhan di tempat parkir mendekati Angel, dia datang dengan naik mobil bersama pacarnya Delon. Al ikut menoleh ke arah suara yang juga diikuti Delon di belakang Dinda.


"Ayo, ke kelas!" ajak Dinda menggandeng lengan Angel yang hanya menurut saja.


"Duluan kak!" pamit Angel menatap Al.


"Siapa? Gebetan?" tanya Dinda saat mereka sudah tiba di kelasnya.


"Bukan." jawab Angel cuek mengeluarkan bukunya untuk dibaca sebelum dimulai kelasnya.


"Kau tau siapa dia?" tanya Dinda seolah menebak. Angel menggeleng meneruskan membaca bukunya.

__ADS_1


"Dia kan senior kita yang jadi juara satu kampus. Padahal dia cuma anak beasiswa Lo, dia juga dari keluarga kurang mampu makanya dia kuliah disini karena beasiswa prestasi." jelas Dinda sok tau.


Belum sempat Angel menjawab, dosen kelasnya tiba, mereka kompak langsung diam.


Saat istirahat


"Hai.." sapa Al di depan kelas Angel yang hendak keluar kelas.


"Kak Al..." sapa Angel dan Dinda menatap keduanya bingung.


"Makan siang." ucap Al menunjukkan kantong berisi sandwich dan jus buah aneka rasa.


"Pacar aku udah dateng, aku duluan ya!" pamit Dinda saat melihat Delon menghampirinya.


"Mau di kantin apa di bangku taman?" tanya Al lagi yang belum dijawab Angel.


**


Sudah 2 minggu lebih Al selalu mendatangi kelas Angel, meski kadang tak mendatangi kelas, Al selalu menuju ke bangku taman kampus tempat mereka selalu makan siang bersama. Dan Al selalu menjumpai Angel sudah disana jika dia terlambat menjumpai di kelas.


Bahkan mereka sudah saling bertukar nomor ponsel dan sering chat jika Angel mengalami kesulitan dalam belajarnya. Dan Al selalu membantunya dengan senang hati. Meski mereka beda semester tapi jurusan perkuliahan mereka sama, Manajemen bisnis. Sehingga apapun kesulitannya mereka selalu nyambung.


Sore itu, Angel pulang dari kampus berjalan di sepanjang trotoar menuju halte bus. Biasanya Al selalu menemani menuju halte tapi hari itu Al sedang ada perlu mengurus skripsinya, bagaimanapun Al adalah mahasiswa semester akhir yang mungkin sebentar lagi akan wisuda.


"Hai apa kabar?" sapa seorang pria yang tiba-tiba berdiri di depan Angel.


Angel menatap pria itu menyelidik, Angel tau siapa pria itu, dia adalah ketua tingkat di kampusnya, Bryan Putra Atmaja. Anak pemilik kampus tempatnya kuliah. Semua mahasiswa dan mahasiswi kampus mengenal siapa dia. Angel sedikit heran kenapa pria ini menghalangi jalannya.


"Maaf kak ..." jawab Angel hendak meneruskan jalannya tapi tetap dihalangi oleh Bryan dengan menghalangi setiap arah jalan Angel.


"Mau kuantar pulang?" tawar Bryan tersenyum manis. Angel diam menatap dengan dingin ke arah Bryan.


"Maaf, saya tidak mau merepotkan kakak." jawab Angel meneruskan jalannya lagi.

__ADS_1


"Angel Aftano benarkan?" ucap Bryan dengan perlahan menyebutkan nama lengkap Angel yang membuatnya sontak menatap wajah Bryan penuh tanda tanya. Tapi segera melanjutkan perjalanan menuju halte.


"Kurasa tak ada yang tau tentang kau siapa sebenarnya, jika aku mengatakan pada seluruh kampus pasti akan menarik." ucap Bryan meski tak bermaksud mengancam, tapi nadanya terdengar mengancam.


Angel berbalik menatap ke arah Bryan menghela nafas. Angel bisa saja cuek pada ancaman Bryan tapi Angel tau betul siapa Bryan, dia tetap akan melakukan segala cara selain menyebarkan siapa dirinya sebenarnya.


"Apa yang kakak inginkan?" tanya Angel pura-pura tersenyum manis meski hatinya sangat dongkol.


"Mengantarmu pulang." tegas Bryan.


"Hanya hari ini." tegas Angel juga.


Bryan hanya mengangkat kedua bahunya tersenyum menang.


Di kejauhan Dion mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras melihat Angel masuk ke dalam mobil mewah Bryan mungkin untuk diantar pulang. Entah apa yang diucapkan pria itu sehingga Angel mengiyakan ajakan pulangnya.


Disisi lain Chika melihat kejadian itu juga, hanya saat Angel dibukakan pintu oleh Bryan masuk ke dalam mobil mewahnya. Chika yang merupakan pacarnya bahkan hampir tak pernah Bryan membukakan pintu mobil untuknya, Bryan jarang sekali memperlakukannya seromantis itu. Chika mengumpat kesal melihat itu.


"Awas kau anak baru..." guman Chika meninggalkan tempatnya.


Dia berniat menghampiri Bryan tadi saat melihat di pinggir jalan tapi tak tau jika dia sedang mendekati anak mahasiswi baru itu.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2