Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 25


__ADS_3

Sidang putusan terakhir pengadilan sudah mengetuk palunya,tanda Karina sudah sah menjadi seorang janda dari suaminya, Reno.Rumah tempat tinggalnya dengan Reno diberikan untuk Karina, sebagai harta gono-gini pernikahan mereka yang hampir menginjak 15 tahun.Karina yang awalnya menolak, tapi terlanjur Reno mengatas - namakan rumah itu dengan nama Karina.


Bagaimanapun Reno masih sangat mencintai Karina,tapi dirinya juga tak bisa mengabaikan istri keduanya karena kehadiran anaknya. Mereka berpisah baik-baik berharap di kemudian hari masih bisa saling menyapa meski sudah tak memiliki hubungan.


Meski Karina diberikan rumah itu untuknya. Karina memilih pindah di perumahan yang dipinjamkan untuk pegawai PNS, sudah 5 tahun yang lalu Karina mendapat title guru PNS karena dedikasinya sebagai seorang guru yang sudah hampir 20 tahun.Dengan menambah pendidikan S1-nya Karina mampu meraih title guru PNS itu dengan disediakan fasilitas perumahan yang disediakan dari pemerintah.Meski rumah itu tak semewah rumahnya, tempat tinggalnya dengan Reno,Karina merasa lebih senang,walau hanya dipinjamkan padanya sebagai bentuk dedikasinya sebagai guru PNS karena bersyukur itu semua atas murni hasil perjuangannya dengan biaya sendiri.


Meski saat melanjutkan pendidikannya Reno bersikeras untuk membiayai sekolahnya.Tapi Karina tak pernah menggunakan uang itu,uang itu masih utuh di rekening kartu ATM Reno yang diberikan padanya sebagai nafkahnya dari suaminya.Itulah sebabnya Karina memilih tinggal di perumahan minimalis yang disediakan pemerintah padanya sebagai fasilitas PNS.


Selama lebih 10 tahun terakhir,baru dirasakan perasaan yang begitu lega tanpa beban apapun.Meski dirinya kini sudah bercerai Karina tak menyesali apapun, entah kenapa dirinya malah semakin bahagia seolah semua bebannya telah hilang.Rumah dari suaminya dibiarkan kosong, tapi Karina membayar orang untuk membersihkan rumah itu setiap seminggu sekali.


**


Setelah sebulan kepindahannya,pulang kerja Karina mencoba meluangkan dirinya ke salon, merawat dirinya.Sejak putus dari Derian Karina tak pernah merawat dirinya secara pribadi karena baginya itu sungguh tak diperlukan,saat dengan Derian terpaksa dilakukan karena desakan Derian.


Bahkan Derian rela menunggui dirinya di salon untuk perawatan kecantikan dirinya yang kebanyakan pria mengeluh karena terlalu lama wanita menghabiskan waktu di salon hingga berjam - jam lamanya.Tapi Derian menungguinya dengan sabar meskipun sambil mengerjakan pekerjaannya lewat tabletnya.Karina pasti akan menolak jika dirinya harus ke salon karena malas dan terlalu lama,tapi karena Derian sanggup menungguinya, Karina bersedia melakukannya.


Bayang-bayang tentang hubungan mereka terngiang-ngiang di benaknya, entah kenapa setelah perceraiannya dengan Reno,Karina malah teringat masa lalunya saat bersama Derian,bukan ingatannya saat bersama Reno.


Setelah 3 jam menghabiskan waktunya di salon,Karina pergi jalan-jalan ke mall tempat dirinya pernah jalan-jalan dengan rekan kerjanya.


Bruk....


"Maaf... saya tak melihat anda karena terburu-buru,"seru Karina menunduk memunguti belanjaannya yang lumayan banyak untuk stok di rumahnya yang mungkin bisa untuk sebulan.Pria yang ditubruk tadi membantu memungutinya.


"Aku yang minta maaf karena tak lihat jalan, aku sedang melarikan diri dari seseorang,"jawab pria itu merasa bersalah.


"Maaf...terima kasih."sahut Karina mendongak menatap pria yang ditabraknya itu.


Bruk...

__ADS_1


Sekali lagi belanjaan Karina jatuh berhamburn lagi saat dirinya tau siapa yang ditabraknya.


"Derian.."bisik Karina lirih.Lama tak bertemu Karina membuat Derian terdiam menatap Karina terpesona. Ah,dia semakin cantik saja,batin Derian tersenyum senang sambil membenahi topinya.


"Tuan..."teriak seseorang di kejauhan yang memanggilnya.Derian langsung menarik tangan Karina tanpa mempedulikan belanjaan Karina yang berhamburan.Mengajaknya melarikan diri dari kejaran sekretarisnya Noah dan para pengawalnya.


Setelah koma beberapa bulan lalu, fisik Derian semakin lemah bukan karena penyakit,tapi karena mental Derian yang sering naik turun,jika terbentur masalah yang cukup sulit dan menyita pikirannya, Derian pasti pingsan dan itu butuh pemulihan yang tidak sebentar kadang lebih dari tiga hari untuk pemulihan.


Para dokter menyarankan untuk tidak terlalu lelah bekerja menggunakan otaknya.Para dokterpun juga sudah memeriksa kondisi seluruh tubuh Derian secara detail dan teliti tapi tak ditemukan penyakit mematikan apapun,hanya kondisi mentalnya saja.


Harusnya Derian menemui dokter psikolog untuk mengobatinya tapi Derian selalu menolak dengan alasan dirinya tidak gila.


Dan setelah meeting survei keadaan mall-nya hari ini, jadwalnya pergi ke dokter psikolog. Itulah sebabnya Derian memilih untuk kabur dan menyambar topi pedagang di salah satu toko di mall nya dan berakhir bertubrukan dengan Karina, orang yang telah memporak-porandakan hatinya, orang yang dirindukannya orang yang juga membuatnya harus menemui dokter psikolog itu.


Mereka berhenti di balik dinding toko sebelah mall-nya,di perumahan dekat rumah Karina.Karena dirasa tak dikejar lagi, mereka berhenti dengan nafas ngos-ngosan.Mereka menarik nafas sejenak menghilangkan deru nafasnya yang memburu karena berlari.


Derian menatap Karina, begitu juga Karina,hingga mereka tertawa terbahak-bahak bersama mengingat tingkah mereka yang sangat kekanak-kanakan.


"Tak usah dipikirkan, mungkin belum rejeki saya,"jawab Karina masih dengan nafas ngos-ngosan.


"Aku akan menggantinya..."Derian mengambil kartu kredit limitnya, menyodorkan pada Karina.


"Tidak perlu, terimakasih.Itu terlalu banyak."tolak Karina bicara formal seolah masih mengira bahwa Derian masih tak ingat padanya.


"Belanjaan anda sangat banyak, aku tidak bisa untuk tidak menggantinya,"desak Derian lagi menyodorkan kartu kredit limitnya.Karina tetap menolak.


"Terimakasih itu tidak seberapa, karena sudah malam,aku harus pulang, selamat malam,"pamit Karina.Tapi ditarik pergelangan tangan Karina, membuat Karina berbalik menghadapnya.


"Aku tak mau berhutang pada anda."kata Derian pura-pura mencari berbagai alasan agar lebih lama bersama Karina.

__ADS_1


"Anggap saja semua itu balas budi dari saya karena anda menolong saya malam itu...ehm.. menginap di rumah anda."ucap Karina lembut. Derian sungguh merindukan kata-kata lembut Karina itu.Spontan Derian memeluk Karina erat.Karina tersentak tapi tak menolak,juga tak membalas pelukan Derian.


Aku merindukanmu,batin Derian dalam pelukan itu.


"Ah,maaf...entah kenapa aku seperti merindukan sosok anda, tubuhku refleks," ucap Derian melepas pelukannya tersenyum senang.


"Aku harus pulang,"kata Karina merasa salah tingkah mengira Derian sudah mengingat dirinya.


"Bolehkah aku mampir di rumah anda? Mungkin minta segelas air? Berlari membuatku...haus."kata Derian.Karina berpikir menimbang-nimbang antara mengiyakan atau tidak.


"Tapi...rumahku tak semewah tempat anda?"ucap Karina.


"Jika bersedia aku bisa memberikan kemewahan pada anda?"jawab Derian membuat Karina terkejut, seolah merasakan de-javu.


"Lelucon anda sangat lucu.. Mari!"ajak Karina diikuti Derian tersenyum senang usahanya untuk mendekati Karina berjalan lancar.


Perasaan marah yang ingin dilampiaskan pada Karina saat melihat kemesraan Karina dengan suaminya dulu yang membuat Derian menyerah tentang Karina membuat otaknya tumpul saat bertemu kembali.Dirinya selalu dan selalu terjatuh kembali pada pesona Karina,saat hari ini yang tak sengaja bertemu Karina membuatnya luruh tak berdaya.Begitu besar cintanya pada wanita ini.Yang selalu membuatnya luluh dalam setiap kemarahannya,bahkan saat ini dirinya ingin menaklukkan hati Karina lagi meski harus berpura-pura tak mengingatnya.


TBC


Mohon like dan vote nya


Juga saran-sarannya


Terimakasih 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2