Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 76


__ADS_3

Sudah selama 5 hari Angel dirawat dan pagi itu dokter sudah mengizinkan untuk pulang.


Angel yang sudah terlihat segar dan sehat terlihat kecewa karena Derian papanya tak bisa menjemputnya karena ada urusan di kantor yang tak bisa ditinggal.


Yang sebenarnya Derian harus memenuhi undangan polisi untuk memberikan penjelasan dan kesaksian terkait penculikan putrinya Angel.


Angel dijemput pak sopir dan ditemani bi Ani membereskan barang-barangnya dan menuju ke rumah.


Karina yang sudah tau kepulangan Angel bersiap menyambut di rumah di ruang tamunya dengan si kembar yang digendong masing-masing pengasuhnya dan Putri yang juga sudah bersiap di ruang tamu.


Suara mobil memasuki halaman rumah Karina, semua orang di dalam bersiap.


Angel turun dengan penuh tanda tanya di kepalanya.


"Ini rumah siapa bi? Kenapa kita kesini? Tidak ke rumah kita?"tanya Angel polos sambil menatap sekeliling rumah itu, rumah yang lebih besar dan mewah dari rumahnya yang ditinggalinya sebelumnya.


"Tuan menyuruh kita untuk tinggal disini non?" jelas bi Ani yang masih kebingungan untuk mengatakan kebenaran pada Angel.


"Ini... juga rumah papa?"tanya Angel lagi. Bi Ani hanya mengangguk, tak menjelaskan apapun lagi, takut dirinya salah bicara.


Tuannya dan Karina sudah memberi tahunya untuk jangan mengatakan apapun, biar mereka sendiri nanti yang akan menjelaskan.


Angel melangkah maju menuju pintu rumah yang diikuti bi Ani dan pak sopir yang membawa koper barang bawaan Angel dari rumah lama dan dari rumah sakit tadi.


Pelayan membukakan pintu rumah, muncul Angel di pintu.


"Selamat datang ke rumah!"seru semua orang dari ruang tamu dengan sambil membawa kue ulang tahun sebagai wujud sambutan untuk menyambut kepulangan Angel.


Angel yang terkejut ada siapa saja yang ada disitu tersenyum senang dan bahagia. Meski tak ada papanya, Angel tetap senang karena mereka bukannya tidak bisa menjemput tapi karena sedang menyiapkan kejutan selamat datang untuknya.


"Bu guru! Putri!bibi!"sebut Angel satu persatu yang dikenalinya dengan tersenyum cerah dan senang.


Karina mendekat dan yang lainnya mengikuti.

__ADS_1


"Selamat datang ke rumah, ditiup dong lilinnya?" pinta Karina dengan nada dibuat manja dan imut.


Angel tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya menyetujui kemauan Karina. Angel meniup lilin, Putri juga ikut-ikutan meniup, hingga semua orang tertawa bahagia dan senang.


Mereka masuk ke dalam, ke ruang makan untuk sekalian makan siang. Karina menyiapkan makan untuk Angel dan Putri.


"Mereka anak bu guru?"tanya Angel menunjuk ke arah si kembar yang digendong masing-masing pengasuhnya yang duduk di ruang keluarga sedang menonton tv. Karina menoleh arah yang ditunjuk Angel.


"Iya."jawab Karina singkat meneruskan menyiapkan makanan untuk mereka.


Angel hanya tersenyum masih bingung dengan jawaban Karina tapi tak bertanya lagi, meneruskan makannya.


**


Sore itu setelah si kembar mandi dan baru bangun dari tidurnya, Karina mengajak si kembar di gazebo samping rumahnya. Karina meletakkan si kembar di kereta dorong sepasang yang memang dikhususkan untuk bayi kembar. Si kembar yang sudah bisa menyangga kepalanya tampak tersenyum senang dan gembira, seolah ikut menikmati udara segar di sore hari.


"Anak-anak papa."seru Derian menghampiri si kembar di gazebo samping rumah.


"Biarkan aku mencium mereka, aku merindukan mereka...juga istriku tercinta..." seru Derian yang sudah berdiri dan menarik pinggang Karina menempel padanya.


Karina yang terkejut dan sontak mendorong tubuh Derian tapi pegangan tangan Derian sangat erat. Bibi pengasuh si kembar memerah malu menatap kemesraan majikannya dan segera memalingkan muka yang saat itu mereka baru datang setelah mandi untuk melanjutkan mengurus si kembar.


"Sayang ..."teriak Karina yang wajahnya ikut tersipu malu.


"Temani aku ke kamar!"bisik Derian tersenyum menggoda.


"Tapi anak-anak..."


"Bi, tolong jaga anak-anak!"perintah Derian pada pengasuh si kembar.


"Iya tuan."jawab mereka yang mendekati si kembar.


Derian menuju kamar dengan tangannya masih membelit pinggang Karina yang tak mau dilepaskannya.

__ADS_1


"Papa."panggil Angel yang saat itu hendak naik ke lantai 3 tempat kamar mereka berada sedang Angel dan Putri yang sudah selesai mandi dengan dibantu bibi pengasuhnya hendak turun ke bawah menemui Karina dan si kembar. Karina sontak melepas pegangan tangan Derian di pinggangnya meski Derian tak terima, terpaksa menurutinya.


"Sayang, kau sudah pulang?"serunya seolah terkejut dengan munculnya kedua putrinya.


Angel menatap Derian dan Karina bergantian seolah curiga dan tatapan penuh selidik kepada kedua orang itu.


"Apa hubungan papa dan bu guru?"tanya Angel langsung.


Derian mendekati Angel dan Putri dan mengajak mereka duduk di sofa ruang keluarga lantai 3 diikuti Karina dan bibi pengasuh meninggalkan mereka untuk membahas tentang urusan pribadi keluarga mereka.


"Begini sayang..."kata Derian masih ragu untuk mengatakan kenyataan kebenaran hubungannya pada kedua putrinya.


Karina memegang tangan Derian erat, untuk mencegah Derian mengatakan yang sebenarnya. Derian menggeleng menolak menyembunyikan lagi.


"Papa mandi dulu. Nanti papa jelaskan setelah mandi."perintah Derian tegas, meninggalkan mereka yang kebingungan.


Dan Karina tentu saja melongo melihat kelakuan Derian.


"Kalian bersama bibi pengasuh dulu ya? Ibu akan bicara pada papa kalian?"hibur Karina meminta, kedua gadis kecil itu mengangguk dan segera menuju ke gazebo tempat si kembar berada bersama pengasuhnya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2