Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 37


__ADS_3

Ponsel Karina berdering, Karina menyingkir sebentar dari keramaian pesta ulang tahun putra Reno berdiri di teras depan rumah Reno.


"Halo..."


"..."


"Aku sudah menghadiri pesta ulang tahun."


"..."


"Ulang tahun anaknya Reno."


"..."


"Maaf... aku lupa bilang padamu?"


"..."


"Iya...maaf.."


"..."


"Mereka memperlakukanku dengan baik."


"..."


"Sungguh?"


"..."


"Iya... sampai ketemu di rumah, jangan lupa kunjungi anak-anakmu walau hanya sebentar."


Karina menutup ponselnya dan kembali ke dalam rumah yang ternyata sudah akan berakhir, semua berpamitan pulang.


Karina membantu membereskan meja, tapi segera dicegah Reno. Membuat Irene semakin cemberut.


Dan saat Reno ke belakang, Irene tak sengaja menyenggol agak kencang Karina hingga Karina terjatuh.


"Ah maaf mbak..maaf.."ucap Irene tersenyum seringai sambil berusaha membantu Karina.


Tapi tiba-tiba Karina merintih sakit di bagian perutnya, sakit seperti yang dirasakan pagi tadi. Reno yang melihat Karina kesakitan terkejut dan segera mendekati Karina dan membopongnya ke rumah sakit dengan naik mobilnya.


"Sungguh...tak apa..aku tak apa... aku memang.. sedang datang.. bulan saja,"ucap Karina terbata-bata masih meringis.


"Apa masih sering sakit jika datang bulan?"menjadi suami Karina lebih dari 10 tahun membuat Reno paham betul kondisi Karina. Tapi biasanya rasa sakit itu tidak seperti saat dia hidup bersamanya dulu. Reno menambah kecepatan agar segera tiba di rumah sakit.


Tidak sampai 30 menit mereka sampai, suster perawat membawanya ke UGD, Reno menunggunya di luar ruangan UGD dengan cemas dan panik. Sepanjang hidup bersama Karina, baru sekarang Reno gelisah mengantar Karina yang kesakitan ke rumah sakit. Jarang sekali Karina kesakitan sampai di bawa ke rumah sakit, atau Reno yang tidak tau dan tidak terlalu memperhatikannya.


Setelah satu jam pemeriksaan dokter keluar.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Syukurlah anda segera membawanya kemari."


"Memangnya dia sakit apa dok?"tanya Reno penasaran seperti Karina sedang sakit yang mematikan.


"Apa anda suaminya?"


"Suami? saya...ya,saya suaminya."Jawab Reno tak banyak berpikir lagi, sekarang Reno mencemaskan keadaan Karina mungkin segera membutuhkan wali jika kondisinya memungkinkan harus mengambil tindakan.


"Mari ikut ke ruangan saya sebentar,"Reno mengekor mengikuti ke ruangan dokter itu.


"Selamat... sepertinya istri anda sedang hamil?"Reno terkejut langsung shock mendengar kabar yang begitu mengejutkan baginya. Mungkin jika sekarang Karina benar masih menjadi istrinya, Reno pasti akan sangat bahagia. Itulah yang dinantikan keduanya saat menjadi pasangan, tapi sekarang Karina bukan istrinya, tentu saja itu membuat Reno tersenyum getir dan mungkin menyesal meninggalkan Karina.


"Memang masih sangat muda baru 2 minggu, kandungan istri anda juga sangat lemah sebaiknya istri anda banyak istirahat dan jangan sampai kecapean,saya akan memberikan resep untuk penguat kandungannya."


Reno meninggalkan ruangan dokter itu dengan langkah lunglai. Pernyataan dokter tentang Karina yang hamil membuat Reno shock, terkejut sekaligus senang.


Reno menatap Karina yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Dan masuk ke dalam menemui Karina.


"Mas Reno?"sapa Karina melihat Reno masuk.


"Gimana?Masih sakitkah?"tanya Reno tersenyum ceria melupakan segala kesedihan.


"Sudah lebih baik, kenapa aku harus dirawat memangnya aku sakit apa?"jawab Karina memegang perutnya merasakan tidak sakit seperti tadi dan jarum infus menancap di tangan kirinya.


Reno masih terdiam, menarik kursi di sebelah ranjang dan duduk menghadap Karina yang sedang cemas menunggu penjelasan Reno tentang keadaannya.


"Seburuk itukah keadaanku?"tanya Karina cemas.


Reno menggeleng, menatap Karina lekat.


"Selamat ya? Akhirnya apa yang kamu inginkan tercapai!"jawab Reno memaksa untuk tersenyum.


"Ya? Maksutnya apa?"tanya Karina kebingungan, melihat Reno tersenyum.


"Permisi!"sapa dokter yang baru masuk untuk memeriksa keadaan Karina.


Reno menyingkir membiarkan dokter itu memeriksa Karina. Dokter memeriksa dengan teliti.


"Syukurlah, suami anda cepat membawa kemari, kalau tidak mungkin anda akan keguguran lagi,"kata dokter itu tersenyum manis. Reno tersentak mendengar ucapan dokter.


Keguguran lagi?Apa maksut dokter ini? batin Reno semakin bingung.


"Maksut dokter keguguran? Aku kok masih bingung?"tanya Karina menatap dokter dan Reno bergantian. Dokter itu ikut kebingungan menatap Karina dan Reno bergantian juga.


"Ah,suami anda belum bilang?Anda sedang hamil masih usia 2 minggu,dan sangat rawan dan lemah kandungan anda,jadi harus banyak istirahat dan lagipula anda pernah mengalami keguguran sebelumnya,"jelas dokter itu. Karina menganga tak percaya menutup mulutnya.


"Tapi dok,tadi pagi saya kan sedang datang bulan keluar darah juga meski tak terlalu banyak?"

__ADS_1


"Ah,itu bukan darah datang bulan, sebenarnya hampir saja janin anda tidak bisa diselamatkan, sebaiknya kurangi kegiatan anda dan anda harus bedrest selama usia janin 2-3 bulan ke depan," terang dokter itu lagi membuat Karina tersenyum bahagia dan mengelus perut Karina terharu.


Dokter pamit dan diikuti Reno yang benaknya dipenuhi banyak pertanyaan.


"Permisi dokter?"


"Ya?"


"Tadi dokter bilang Karina pernah keguguran kapan itu dok?"tanya Reno penasaran.


"Ah, belum lama juga mungkin 2 atau 3 bulan lalu, saat itu malah sudah berumur 5 minggu, tapi memang kandungan istri anda lemah, jadi sulit hamil juga, beruntung dia bisa hamil lagi.Selamat,"


"Ah,te...terima..kasih dok?"jawab Reno tersenyum getir,shock. Dokter pamit pergi meninggalkan Reno yang terbengong sendiri.


Reno masuk lagi setelah beberapa menit termenung di luar kamar Karina dirawat. Mendapati Karina tersenyum manis dan terlihat bahagia mengelus perutnya yang masih rata. Hati Reno langsung mencelos menatap kebahagiaan Karina. Hal yang sangat diinginkan di rumah tangga mereka kini didapatkan oleh Karina yang dikaruniai anak yang mirisnya tidak saat bersuamikan dirinya. Hati Reno bagai dihujami batu berton-ton dan semakin sesak saja.


Jadi, siapa yang salah dengan semua ini. Saat kami bersama, aku tak pernah mau sekalipun untuk diajak memeriksa kesehatan, lalu siapa yang mandul? batin Reno membayangkan situasi terburuk yang mungkin terjadi pada dirinya.


"Mas Reno?"panggil Karina saat melihat Reno berdiri melamun di dekat pintu masuk.


"Maaf...aku harus pulang, Irene menghubungi untuk pulang. Aku akan menghubungi Derian, jaga kesehatanmu."jawab Reno hendak pergi tapi ditahan Karina.


"Tolong jangan hubungi Derian, aku akan menghubunginya sendiri."pinta Karina, Reno mengangguk mengiyakan segera pergi membawa luka hati yang sangat sakit.


Reno pulang ke rumah disambut Irene yang mendesaknya dengan berbagai pertanyaan tentang Karina. Reno tak menjawab sama sekali langsung masuk kamar mandi membersihkan diri, merendam tubuhnya di bathtub. Ketukan Irene di pintu kamar mandi tak dihiraukannya.


**


Dering ponsel Karina berdering nyaring, membuat Karina tersentak dari tidurnya. Setelah minum obat Karina terlelap, lupa untuk menghubungi Derian. Diliriknya jam dinding tempatnya dirawat menunjukkan pukul 9 malam. Karina mengangkat ponselnya tertera nama 'my love'.


"Halo.."


"..." Karina menjauhkan ponselnya mendengar teriakkan Derian yang mengkhawatirkannya.


"Aku...aku sedang di rumah sakit,"


"..."


"Di rumah sakit kota, kemarilah!"ucap Karina langsung menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban Derian.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like,rate dan vote nya


Terimakasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2