
Sudah satu minggu sejak Angel sakit, dia sudah sembuh. Tapi tetap saja dia tak mau pergi ke sekolah dengan alasan yang tak mau dikatakan. Malah dia meminta untuk pindah sekolah karena tak mau bertemu dengan Dion. Karina berulang kali mendesaknya mengatakan alasan membenci Dion.
Tapi Angel tetap tak mau mengatakan apapun, setiap ditanya dia selalu menangis memohon untuk tidak mendesaknya meski tak histeris seperti dulu. Karina hanya menghela nafas kasar, tak tau lagi bagaimana caranya untuk membujuk Angel untuk sekolah.
Karina terpaksa mengajukan permohonan kepada guru sekolah Angel untuk memberikan prioritas pada Angel melakukan privat home schooling khusus pada putrinya Angel. Guru di sekolah Angel pun menuruti keinginan Karina, bagaimana pun juga suami Karina adalah donatur dana terbesar di sekolah itu.
Para guru mengizinkan kepada Angel. Karina pun terpaksa menggunakan kekuasaan suaminya karena Angel bersikeras tetap tak mau pergi ke sekolah. Malah meminta pindah sekolah. Pikir Karina daripada memindahkan sekolah mending Karina meminta pada sekolah untuk mengupayakan pengajuannya meski terpaksa menggunakan kekuasaan suaminya.
Dion setiap sore selalu datang dengan diantar Reno selama seminggu itu pula. Meski Angel tetap tak mau menemuinya. Reno sudah mencoba bicara pada Karina secara pribadi menjelaskan permasalahannya tapi Angel pun tak pernah mengizinkan mamanya untuk bicara, setiap Dion datang, Angel langsung menarik lengan Karina dan mengajaknya masuk ke kamar tanpa sempat berbicara.
Seperti sore itu, Dion juga berkunjung dengan membawa bingkisan entah apa isinya dengan diantar Reno.
"Ma, ayo ma masuk! Aku enggak mau menemuinya." rengek Angel menarik lengan Karina untuk menuju kamarnya ke lantai atas yang awalnya Angel bermain bersama adik-adiknya di ruang keluarga.
Melihat tamu yang muncul adalah Dion, seketika Angel langsung merengek memohon untuk ditemani di dalam kamarnya.
"Sayang...." bujuk Karina setelah tiba di dalam kamar Angel. Yang Angel masih memeluk Karina intens tak mau melepaskannya sama sekali.
Angel hanya diam ketakutan terlihat tubuhnya gemetar.
"Bagaimana kalau kita mencoba bicara dengan ....?"
"ENGGAK!" Angel langsung menjawab memotong kalimat Karina. Karina menghela nafas berat.
"Mama akan menemanimu, mama akan ikut berbicara dengannya di sisimu. Jika dia berani macam-macam denganmu, mama yang akan langsung mengusirnya." ucap Karina panjang berharap Angel tak memotong kalimatnya lagi, masalah ini akan semakin berlarut-larut jika tak dihadapi dan sampai kapan Angel akan terus trauma seperti ini.
"Mama mohon sayang, kau harus berani menyelesaikan masalahmu? Mama tak mau kau menjadi seorang yang kuper dan ketakutan seperti ini. Kau harus berani dan kuat." ucap Karina lembut dengan bersemangat dan tangannya ikut mengepal memberi semangat.
"Tapi Angel takut ma?" jawab Angel mulai menangis.
__ADS_1
"Ada mama bersamamu, ada mama yang ikut bicara padanya. Kau hanya perlu ada disisi mama dan mendengar mama bicara padanya." jelas Karina merayu Angel.
"Mama gak akan meninggalkan Angel? Mama akan selalu di sisi Angel?" tanya Angel memelas mulai mau menerima bujukan Karina.
"Tentu. Sampai akhir, sampai selesai bicara dengannya, sampai dia pulang ke rumahnya." jawab Karina antusias tersenyum memberi semangat.
"Baiklah ma." ucap Angel akhirnya.
"Syukurlah sayang, kita bicara sekarang ya?" ucap Karina lagi. Angel hanya mengangguk.
Terlihat Dion dan Reno duduk di sofa ruang tamu rumah Karina, Reno yang menepuk-nepuk punggung Dion yang seperti membujuk Dion yang kecewa karena ditolak menemui Angel untuk kesekian kalinya. Sedang Dion menundukkan kepalanya tak bersemangat dan tampak dari raut wajahnya kecewa dan bersedih.
Karina yang baru turun dari tangga bersama Angel yang bersembunyi di balik tubuh Karina hanya memegang baju belakang Karina dengan tangan gemetar ketakutan dan panik.
" Kak Angel.." ucap Dion bersemangat sontak berdiri menatap arah tangga datangnya Karina dan Angel.
Reno spontan juga ikut berdiri menatap Karina dengan tatapan mata kerinduan. Ya, Reno tak menyangkal bahwa dirinya dalam lubuk hati terkecilnya masih mencintai Karina. Di usianya yang sudah semakin matang membuat Karina semakin cantik dan menawan.
"Apa kabarmu?" sapa Reno pada Karina dengan tatapan memuja.
"Aku... baik mas." jawab Karina serba salah, karena Karina juga melihat tatapan Reno masih seperti dulu memujanya dan mencintainya tapi Karina mencoba bersikap biasa, dia hanya mencintai suaminya saat ini dan akan tetap selalu mencintainya.
"Putriku bersedia bicara dan dia sudah menceritakan garis besar masalah yang terjadi antara mereka. Kurasa ini bukan masalah sepele." jelas Karina masih dengan nada lembut.
" Ah maaf atas sikap putraku, mungkin aku kurang memperhatikan mereka, bagaimanapun hanya aku sebagai papanya yang bisa diandalkannya." jelas Reno merasa bersalah.
Sedang Dion mencoba mencuri-curi pandang pada pada Angel yang menyembunyikan wajahnya di balik lengan Karina meski dia duduk di dekat Karina. Karina melihat tingkah Dion dan Angel bergantian dan menghela nafas panjang. Reno langsung menarik kepala Dion mengerti maksud tatapan Karina.
"Kita langsung saja, sepertinya putriku sudah merasa tak nyaman. Mas Reno izinkan saya bicara langsung pada Dion, karena putriku menolak untuk bicara." ucap Karina masih dengan nada lembut.
__ADS_1
"Tentu." jawab Reno cepat.
"Dion..." panggil Karina membuat Dion tersentak kaget dan sedikit takut tapi dia tetap menunduk tanpa berani menatap Karina.
"I iya tante." jawab Dion gugup.
"Aku tak menyalahkanmu karena menyukai Angel. Aku juga tak menyalahkanmu karena ingin dekat dengan Angel. Tapi bukan berarti kau harus memaksakan kehendakmu padanya untuk dia juga harus membalasnya seperti yang kau harapkan. Tapi kalian masih kecil, masih belum dewasa. Bahkan jika kamu ingin berteman kamu harus melihat apa orang yang kau ajak berteman itu suka dan nyaman. Kalau kau selalu memaksakan semua hal untuk menuruti keinginanmu malah kau yang akan rugi, orang yang kau sukai akan malah membencimu." ucap Karina panjang lebar belum meneruskan perkataannya lagi melihat reaksi Dion yang sepertinya mulai bisa mencerna karena dia yang awalnya hanya menunduk beralih berani menatapnya. Karina tersenyum.
"Kalian masih kecil, masih panjang waktu kalian untuk bersenang-senang, kenapa tidak kalian habiskan waktu kalian untuk belajar dan berteman. Kalau masalah perasaan sukamu itu hanya akan sementara dan kalian butuh waktu untuk mencerna kehidupan panjang kalian nanti." ucap Karina lagi menjeda.
"Paksaanmu untuk mendekati Angel, kau tau, Angel jadi takut untuk datang ke sekolah karena kau selalu membututinya. Angel merasa tak nyaman saat dirinya sendiri dan bersama teman-temannya." ucap Karina masih dengan nada lembut.
"Maaf..."ucap Dion lirih menundukkan wajahnya lagi.
Reno terkagum dengan wejangan Karina pada putranya, wejangan perkataan Karina tidak menyalahkan Dion atau menyudutkan Dion malah seperti seorang ibu yang mencoba menasehati anaknya.
Pasti dia dulu menjadi guru yang baik, guru yang disukai murid-muridnya. batin Reno menghangat tersenyum senang.
"Sekarang maukah kau berjanji untuk kami?" tanya Karina lagi.
Mohon dukungannya 🙏 🙏
Menuju season 2
Tetap beri like, rate dan vote nya
Makasih 🙏🙏
.
__ADS_1
.
.