Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 20


__ADS_3

Karina terdiam di dalam mobil saat perjalanan pulang dari rumah ibu mertuanya.Reno menatap Karina dengan perasaan bersalah, dirinya sudah berusaha meminta maaf dan Karina pun juga sudah memaafkannya tapi entah kenapa Karina masih terlihat marah, ditanyapun selalu bilang tak apa-apa.Itu malah membuat Reno semakin merasa bersalah.Reno memarkirkan mobilnya di restoran seafood kesukaan Karina,Karina yang merasakan mobil berhenti menatap sekeliling.


"Aku ingin pulang!"pinta Karina.


"Kita makan dulu,ok,"jawab Reno hendak turun,tapi dicegah Karina.


"Kumohon?"sahut Karina memelas menatap Reno dengan wajah sendu.Reno menghela nafas menatap Karina sedih.


"Tapi kau belum makan apapun tadi?"bujuk Reno.


"Kita makan di rumah saja,"pinta Karina.


"Baiklah!Kita bungkus saja dan makan di rumah,"ucap Reno.


"Aku akan memasak,kumohon aku ingin cepat pulang,"pinta Karina lagi masih melihat Reno hendak keluar mobil.


"Kau sepertinya kurang sehat, bukankah...."


"Kumohon?"mohon Karina lagi menatap mata Karina yang sudah berkaca-kaca tapi Karina segera mengalihkan pandangannya.


Reno tak menjawab lagi, langsung pergi meninggalkan restoran itu untuk pulang ke rumah.


Setengah jam mereka sampai di rumah. Karina segera keluar mobil masuk ke rumah menuju kamar, mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya menuju ke dapur tak lupa memakai celemeknya.


Karina terdiam,memasak sambil melamun.


"Aduh,,"seru Karina memegangi jari tangannya yang teriris.Reno segera berlari ke dapur mendengar jeritan Karina, meraih tangan Karina dan mengguyur di bawah kran wastafel dapur.

__ADS_1


"Istirahatlah,kau pasti capek.Aku akan memasak untukmu,"ucap Reno setelah mengobati jari Karina.


"Maaf..."ucap Karina menunduk.


"Hei, akulah yang harusnya minta maaf,maaf aku tak bermaksud bohong padamu,aku berharap ibu bisa menerimamu kembali?Aku minta maaf atas sikap ibu?"ucap Reno menyesal menunduk di hadapan Karina.


"Tidak.Ibu benar, semua yang dikatakan ibu benar,akulah yang salah,aku memang sudah gagal menjadi seorang istri dan seorang wanita."ucap Karina terisak yang membuat air matanya menetes.


"Hei,tapi aku tetap menerimamu, apapun pada dirimu,aku bersyukur mempunyai istri sepertimu."ucap Reno mengusap air mata Karina, memeluknya erat.


"Istirahatlah,aku akan memasak untukmu,jika sudah matang aku akan membangunkanmu,"hibur Reno memapah Karina ke kamar.


"Terimakasih"Reno tersenyum mengusak rambut Karina.


**


"Tuan... saya mohon makanlah sedikit?"mohon Noah pada Derian yang masih setia melamun di depan jendela kaca kamar apartemennya, menatap kosong ke luar jendela, seperti mayat hidup.Tak ada reaksi apapun bahkan Noah sudah memanggil dokter umum, dokter spesialis bahkan dokter psikolog untuk memeriksa keadaan tuannya.Dan jawaban mereka semua sama, kalau dalam diri pasien tak ada keinginan untuk sembuh, sepertinya percuma tuan,diberi obat pun percuma, lebih baik pertemukan tuan muda dengan orang yang ingin ditemuinya,saya hanya bisa memasang infus padanya sebagai pengganti suplemen makanan yang tidak dikonsumsi sama sekali,ucap para dokter itu setiap setelah memeriksa tuannya.


Saat terakhir bertemu Karina hanya mengatakan akan memikirkannya kembali,tapi dia tak bisa berjanji. Noah sungguh frustasi, seandainya tuannya mau walau hanya sekedar menjawabnya saja apa yang diinginkan selain bertemu Karina mungkin itu akan sedikit membaik,tapi bahkan tuannya pun tak mengenali siapapun. Diputuskan Karina,orang yang paling dicintai tuannya merupakan pukulan terberat yang dialami tuannya setelah kematian nyonya besar,ibu kandung tuannya.Dulu tuannya juga seperti itu, mengurung dirinya di dalam kamar pribadinya tanpa mau bicara atau makan apapun,hanya makanan dari selang infusnya.


Noah menoleh saat tuannya mencoba berdiri namun gagal,hingga jatuh pingsan tak sadarkan diri membuat Noah semakin panik.


Di ruang perawatan VVIP rumah sakit milik Derian,tubuh Derian terbaring lemas di ranjang itu,dengan selang infus dengan wajah tirus terlihat tulang pipinya yang menonjol.Terlihat sekali seperti orang yang kekurangan gizi, kalau sudah seperti ini mungkin jika dimungkinkan sadar, Derian akan kehilangan ingatan sementaranya tentang Karina,mantan kekasihnya.Itulah penjelasan dokter saat memeriksa tubuh Derian. Mungkin itu lebih baik daripada dirinya harus seperti mayat hidup yang tak mengenali siapapun,batin Noah setelah mendengar penjelasan dokter.


**


Tiga bulan setelah Derian masuk rumah sakit, tiba-tiba kondisi tubuhnya drop,para dokter kalang kabut mendengar keadaan pasien pemilik rumah sakit itu drop, kondisi dalam keadaan kritis.Dokter melakukan segala upaya apapun untuk menyembuhkan.

__ADS_1


Setelah 2 jam para dokter berjuang,Derian dalam keadaan stabil bahkan Derian mampu membuka matanya perlahan, menatap sekeliling ruangan itu.Para tim dokter tersenyum bersyukur melihat pasien itu siuman.


"Aku dimana?"ucap Derian saat membuka matanya.


"Tuan sudah sadar? Syukurlah!"ucap Noah penuh kelegaan menggenggam tangan Derian.


"Apa yang terjadi Noah?"tanya Derian melihat wajah kecemasan Noah.


"Anda koma selama 3 bulan tuan?"jawab Noah berdiri sopan menunduk di hadapan Derian.Derian memegang kepalanya yang dirasa berdenyut, dirinya berusaha mengingat kembali apa yang terjadi,tapi malah semakin membuat kepalanya semakin berdenyut.


"Aaaarg..."teriak Derian sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Tuan,anda tidak apa-apa?"tanya Noah memegang Derian,sambil memencet tombol darurat di sebelah kiri ranjang Derian.


Para dokter kembali masuk untuk memeriksa keadaan Derian,secara teliti tanpa melewatkan suatu apapun jika sampai mereka salah dalam satu tindakan saja mungkin akan berakhir menjadi seorang mantan dokter yang kemungkinan besar lisensi dokternya dicabut oleh pemilik rumah sakit itu.


Karina yang mengetahui keadaan Derian mulai saat Noah mendatanginya,Karina tak pernah melewatkan satu pun kabar tentang perkembangan Derian, meski dijaga dengan ketat,Karina berusaha untuk menemui Derian saat dirawat tak sadarkan diri,awalnya dirinya hanya menatap dari jauh,tapi sampai 2 bulan Karina hanya mengawasi dari kejauhan tak banyak perkembangan,Karina berusaha untuk menemui Derian ke ruang inapnya entah dengan cara apapun demi mengelabui para penjaga Derian di luar kamar rawatnya.


Karina tak mau menemuinya langsung, dirinya takut kembali goyah, begitu juga Derian.Saat dokter memberikan penjelasan padanya apa yang terjadi jika Derian kembali bangun,Karina sungguh shock,itu artinya Derian hanya akan melupakan dirinya, orang yang katanya menyebabkan dirinya dirawat. Karina terduduk di kursi taman rumah sakit, setelah melihat Derian sadar,Karina hanya melihat di kejauhan ruangan Derian yang tentu saja masih dijaga para pengawalnya. Berharap semoga Derian cepat sembuh.


Mungkin lebih baik jika dia melupakanku,pasti itu akan membuatnya kembali seperti semula, seperti tak mengenalnya dulu, batin Karina tersenyum meski dengan tetesan air mata yang mengalir di pipinya.


TBC


.


.

__ADS_1


.


Tolong beri like dan vote nya,,sarannya juga,, terima kasih 🙏🙏


__ADS_2