Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 71


__ADS_3

Hingga siang hari Angel keluar kamar menuju resepsionis dan menanyakan bagian keamanan yang bisa memberikan informasi tentang kepergian suaminya.


"Dimana aku bisa mencari informasi tentang suamiku?" tanya Angel pada bagian resepsionis yang ada dua orang wanita yang sebaya dengannya.


"Apa maksud anda nona?" tanya balik resepsionis itu ramah.


"Katakan! Bagian keamanan, tidak cctv atau apalah itu. Tolonglah! " ucap Angel panik dan cemas tentang suaminya.


"Tenangkan diri nona. Bicara perlahan, apa yang bisa kami bantu?" tanya salah satu resepsionis itu sambil mendekap tubuh Angel yang panik dan ketakutan.


"Suamiku, suamiku menghilang sejak pagi tadi. Aku tak tahu harus mencari kemana?" ucap Angel terbata-bata sambil menangis dengan air mata yang mengalir begitu deras.


Salah seorang resepsionis itu mendudukkan Angel di sofa istirahat dekat lobi. Dan satu orang resepsionis lainnya melakukan panggilan pada pihak keamanan hotel itu.


"Tenang dulu nona. Kapan terakhir suami anda pergi. Apa dia membawa ponselnya?" tanya resepsionis satu itu ramah.


"Tidak. Ponselnya tertinggal di hotel. Aku tak bisa menghubunginya. Sudah sejak pagi tapi belum kembali." ucap Angel panik dengan air mata yang terus mengalir.


"Baiklah, siapa nama anda dan suami anda. Pihak kami akan mencoba mencari di sekitar hotel. Dan kami akan lapor pada pihak berwajib jika dalam dua puluh empat jam suami anda belum kembali." ucap resepsionis itu.


Hingga akhirnya pihak keamanan datang dan ikut bergabung dengan Angel dan salah satu resepsionis itu. Sedang resepsionis satunya tetap di mejanya karena banyaknya pelanggan datang dan telpon masuk operator.


"Mari ikut saya ke ruang kontrol cctv!" ajak pria bagian keamanan yang diketahui bernama Didi yang ternyata dia adalah kepala keamanan di hotel itu.


Sesaat resepsionis dan Didi terkejut begitu mengetahui Angel merupakan anak pemilik hotel itu. Mereka pun berkali-kali membungkuk minta maaf karena tak mengetahui siapa sebenarnya Angel.


"Jangan lakukan itu, bantulah aku mencari suamiku." itulah yang dikatakan Angel saat petugas resepsionis itu membungkuk meminta maaf padanya.


"Kau kembalilah ke tempatmu. Biar aku urus nona Angel." perintah Didi pada petugas resepsionis itu yang mengganggukan kepalanya.


Kini Didi dan Angel melangkah menuju ruang kontrol cctv. Angel menatap ruangan yang penuh dengan layar komputer yang tidak hanya sedikit, tapi sangat banyak yang menampilkan seluruh lorong kamar mulai lantai atas hingga bawah.

__ADS_1


"Kapan tepatnya suami anda terlihat keluar kamar?" tanya Didi pada Angel yang masih terlihat shock dan cemas itu.


"Sekitar jam lima pagi tadi, dia pergi dari kamar kami." jawab Angel agak tenang karena dia akhirnya mendapat sedikit petunjuk dari cctv itu.


"Coba tunjukkan cctv kamar suite room lantai atas jam lima pagi." perintah Didi pada salah seorang rekannya bagian kontrol.


Pria itu langsung mengutak-atik keyboard itu mencari sesuai petunjuk sang ketua keamanan hotel itu. Angel dan Didi menatap layar cctv yang diutak-atik oleh petugas kontrol tadi.


"Itu...itu suamiku. Benar dia memakai jaket hitam." ucap Angel menunjuk layar cctv yang menunjukkan gambar suaminya.


"Benarkah nona?" tanya Didi menatap Angel. Angel hanya mengangguk-angguk mengiyakan.


"Coba ikuti kemana pria itu!" perintah Didi pada pria pemegang kontrol utama cctv tadi.


"Itu, dia naik taksi. Bisakah kau tunjukkan plat nomer taksi itu?" perintah Didi lagi. Pria petugas kontrol tadi mengangguk mulai mengutak-atik keyboard itu.


Angel hanya menatap dan berdoa penuh harap agar segera menemukan suaminya. Dengan penuh kecemasan Angel hanya menyimak percakapan kedua petugas hotel itu.


"Iya, benar ... kemana anda mengantarkan pria tadi pagi?" tanya Didi di telpon.


"Ya ... betul ... baiklah, terima kasih." jawab Didi menutup telpon itu.


"Sepertinya suami anda ke restoran dua puluh empat jam lima ratus meter dari hotel ini. Mari kita tanyakan pada restoran tersebut!" jelas Didi berusaha menjelaskan dengan hati-hati karena tak tega menatap Angel yang terlihat berharap dan cemas.


"Baik, Ayo kita kesana!" jawab Angel.


Mereka pun pergi menuju restoran yang dimaksud dengan mengendarai mobil fasilitas hotel yang memang disediakan untuk Didi sebagai ketua keamanan yang dipercaya pihak hotel.


Sesampainya di restoran itu tepat pukul tiga sore, Angel langsung keluar mobil tanpa menunggu Didi keluar dan menuju kasir tempat restoran itu.


"Permisi, apa anda pagi tadi menerima pembayaran dari seorang pria yang... sebentar." tanya Angel tak sabaran. Dia mengeluarkan ponselnya ingin menunjukkan wajah suaminya.

__ADS_1


"Dia, apa dia tadi pagi beli makanan disini?" tanya Angel penuh harap. Didi hanya mengikuti dari belakang Angel.


"Maaf, saya mulai kerja jam delapan pagi, mungkin teman shift saya semalam tahu. " jawab kasir perempuan itu.


"Maaf, ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang pria datang yang kelihatannya adalah manajer penanggung jawab restoran itu. Dia diberi tahu kalau ada sedikit keributan di kasir restoran yang dibawah tanggung jawabnya.


"Maaf tuan. Saya dari keamanan hotel sedang mencari keberadaan salah satu tamu hotel kami, yang diketahui keberadaannya pagi tadi sedang membeli makanan di restoran anda." jelas Didi pada manajer itu.


Manajer itu mengangguk paham bergantian menatap Angel yang terlihat cemas dan panik. Keduanya pun berbincang yang disimak juga oleh Angel yang penuh harap akan mendapat informasi tentang suaminya.


"Bagaimana kalau kita melihat cctb restoran kami, mungkin kita bisa melihat tamu anda?" usul manajer tadi pada Didi.


"Itu lebih baik." Angel hanya mengangguk pasrah, dirinya yang dilanda kecemasan sudah terlihat kecapekan yang ditahannya.


Mereka pun menuju ke ruang kendali cctv.


"Itu... itu suami saya." ucap Angel begitu layar cctv menunjukkan wajah suaminya yang terlihat menenteng dua kantong plastik hendak meninggalkan restoran setelah membayar di kasir.


"Maaf, tadi pagi kalau sekitar jam lima lebih tepatnya hampir jam enam, di depan restoran terjadi kecelakaan." ucap petugas ruang kontrol restoran itu.


"APA!!" Seketika Angel langsung shock dan pingsan yang langsung ditangkap Didi yang berdiri di belakangnya.


"Baringkan di sofa.!" ucap manajer itu.


TBC


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2