Perselingkuhan

Perselingkuhan
Chapter 68


__ADS_3

Tautan tangan Derian tak lepas sedikitpun dari Karina, semenjak pulang dari kantor agama untuk mengesahkan hubungan mereka secara hukum. Tak henti-hentinya juga Derian mengecup punggung tangan Karina apalagi saat berhenti di lampu merah.


Karina hanya tersenyum senang, dirinya pun juga bahagia, karena hubungan mereka telah sah secara hukum dan agama. Itu artinya mereka tak perlu menyembunyikan apa yang terjadi pada mereka ke depannya. Hidupnya seakan semakin lengkap dengan ditambahnya kehadiran si kembar di antara mereka.


Memang usaha tidak pernah mengkhianati hasil, kesabarannya yang sudah sekian lama ternyata terjawab hari ini, mempunyai suami dan anak-anak yang diinginkan yang dicintainya dan juga mencintainya. Bahkan cintanya sangat berlebihan, meski di umurnya yang sudah tidak muda lagi dirinya mendapatkan itu semua. Karina tetap bersyukur, semoga kedepannya tak ada masalah yang berarti yang menghampiri mereka.


"Sampai kapan kau akan terus menciuminya? Bahkan tak pernah kau lepaskan?"tanya Karina tersenyum senang melihat kelakuan Derian seolah takut tangannya akan terlepas.


"Aku tak akan melepaskannya. Aku pun tak akan berhenti menciuminya. Karena aku suka." jawabnya dengan senyum cerah secerah cuaca hari itu.


"Kau membuat yang lain iri?"goda Karina tersenyum menggoda.


"Siapa yang berani iri, kau adalah milikku." tegasnya masih fokus menyetir mobil. Sambil menatap Karina yang mencoba menggodanya.


"Ini."ucap Karina menunjuk pada bibirnya.


Derian menoleh menatap Karina yang masih tersenyum menggoda.


"Aku tak akan melepaskannya saat di rumah nanti." godaan Karina membuat tubuh bawah Derian sesak menginginkan untuk dibebaskan.


Derian menarik nafas dalam-dalam, mengontrol emosi nafsunya yang mulai naik ke ubun-ubun. Semalam dirinya harus menahan diri karena Karina ikut mengurus si kembar yang semalaman tak mau diam, mungkin karena mereka masih penyesuaian dengan rumah baru mereka.


Alhasil Karina tertidur di kamar si kembar dan tak pernah kembali ke kamar mereka. Derian sempat mengumpat kesal dan tekadnya untuk membopong kembali Karina ke kamar mereka diurungkan melihat keletihan wajahnya tertidur pulas memeluk si kembar.


Derian terpaksa ikut masuk ke dalam lelapan si kembar dan istrinya di kamar si kembar, memeluk Karina dari belakang dan hanya bisa mendekapnya saat tidur.


Derian tiba-tiba menghentikan mobilnya di tepi jalan yang agak sepi.


"Ada apa?"tanya Karina kebingungan.


"Kau yang menggodaku."sahut Derian yang sorot matanya sudah berkabut gairah nafsu.


Derian menarik tubuh mungil Karina untuk duduk di pangkuannya, setelah melepas sabuk pengaman keduanya.

__ADS_1


"Sayang...ini di jalan?"ucap Karina wajahnya memerah malu.


"Aku tak peduli, sekarang kau hanya milikku. Aku akan menunjukkan pada dunia bahwa kau sudah menjadi milikku seutuhnya." jawab Derian tak sabaran, melepas ikat pinggang dan resletingnya. Menaikkan dres Karina dan memulainya dengan tak sabaran. Karina ******* bibir Derian, dibalas lebih liar oleh Derian.


Ini semua akan memberikan mereka sensasi yang berbeda dan lebih menantang. Mereka pernah melakukannya di mobil, tapi di kursi belakang, belum pernah di kursi depan.


Derian memundurkan kursinya, memberikan tempat lebih leluasa untuk Karina. Dan benar-benar sangat menantang untuk mereka.


Ponsel Derian berbunyi setelah mereka selesai menuntaskan hasrat gairah mereka meski sebenarnya Derian masih menginginkan lagi dan lagi. Derian mengumpat kesal menghentikan gerakannya untuk melanjutkan ronde kedua.


Deru nafas mereka yang tak beraturan membuat keduanya terengah-engah melepaskan ciuman mereka.


"Angkatlah dulu!"perintah Karina hendak kembali ke kursinya tapi ditahan oleh Derian dengan mendekap tubuhnya lebih menempel pada tubuh Derian. Derian mengambil ponselnya dan melihat nama PRT di rumah lamanya di ponselnya.


"Siapa?"bisik Karina, Derian menunjukkan layar ponselnya pada Karina. Karina hanya mengangguk.


"Sebentar?"ucap Derian menatap Karina tersenyum bahagia dan menggeser layar ponsel pertanda menerima panggilan itu.


"..."


"Ya bi?"


"..."


"Tak ada di sekolah!Apa maksutmu?"


"..."


"Lalu Putri juga?"


"..."


"Ah syukurlah?Bibi sudah menanyakan pada guru-guru di sekolah?"

__ADS_1


"..."


"Mamanya? Adelia?"


"..."


"Baiklah bi, aku akan coba menghubungi Adelia dulu."


"..." Derian menutup ponselnya dan meletakkan kembali ponselnya kembali ke dashboard mobilnya, ingin melanjutkan yang sejak tadi ditundanya.


"Kenapa?Apa yang terjadi dengan anak-anakmu?Apa maksutnya tadi?"tanya Karina mencegah Derian meneruskan percintaan mereka kembali.


"Adelia menemui Angel dan membawanya. Mungkin dia hanya ingin bertemu putrinya." jawab Derian enteng masih menginginkan Karina lagi masuk sepenuhnya ke dalam dirinya.


"Apa Adelia sudah menghubungimu, minta izin padamu? Kenapa kau tak segera menanyakan kepadanya?"tanya Karina lagi sudah tak bisa mencegah Derian untuk memasukkan dirinya kembali padanya dengan sekali hentakan membuat Karina mengerang nikmat, mengikuti gerakan Derian dengan sensual.


"Aku tak perlu menghubunginya, toh mereka ibu dan anak mungkin dia merindukan putrinya dan membawanya jalan-jalan sebentar. Aku tak peduli, aku hanya peduli dengan ini, sebaiknya kita selesaikan." jawab Derian tersenyum menggoda, Karina tak meneruskan pertanyaannya lagi, karena Derian menyerangnya dengan brutal dan liar.


Menerobos mulutnya tak henti-hentinya. Mengoyak tubuh bawahnya yang memberikan sensasi yang sangat luar biasa. Mobil mereka dipenuhi erangan dan desahan keduanya, yang membuat mobil mereka bergoyang bergerak-gerak karena gerakan mereka yang sangat kencang di dalam mobil.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih sudah yang sudah memberikan dukungannya 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2