Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 22


__ADS_3

'Maaf... aku tidak bisa menemuimu untuk satu minggu ke depan, karena aku sudah mulai masuk untuk magang. Maaf...' isi pesan Al di ponsel Angel pagi itu. Setelah Al pulang mengantarkannya kemarin, dia berjanji akan menjemputnya dan bertemu di halte bus tempat Angel selalu naik.


Angel sudah berdiri di depan halte bus yang lumayan ramai, karena besok weekend. Banyak orang-orang yang ingin segera menyelesaikan pekerjaannya pagi-pagi sekali karena agar besok bisa menikmati weekend dengan keluarga atau pasangan masing-masing mungkin.


'Iya kak, tak apa. Semangat.' balas Angel pada pesan Al.


'Terima kasih... sayang...' balas Al lagi membuat wajah Angel tersipu malu membaca kata 'sayang' pada pesan terakhir Al.


"Mama sudah mendesakku untuk dipertemukan dengan kak Al, bagaimana kalau kak Al sudah mulai sibuk seperti ini?" bisik Angel lirih.


**


Pulang kuliah tak ada masalah berarti yang terjadi di kampus. Bryan juga sudah mulai magang, makanya dia juga tak mengusik Angel beberapa hari ini. Angel pun sedikit lega tak ada yang mengganggunya.


Setelah kelas akhir selesai Angel mampir ke perpustakaan untuk meminjam buku sebagai referensi tugasnya hari ini. Sebenarnya dia juga bisa pinjam buku di perpustakaan papanya di rumah. Tapi, Angel ingin menghabiskan waktu sebentar di perpustakaan sambil menyelesaikan tugasnya sekalian karena hari ini tak ada kegiatan lain setelah pulang ke rumah dan dia juga tak bersemangat untuk pulang.


Tak terasa sudah lebih dari tiga jam Angel berada di perpustakaan hingga petugas perpustakaan menegurnya karena sudah waktunya tutup dan sudah tidak ada mahasiswa atau mahasiswi yang ada di perpustakaan itu.


"Maaf, perpustakaan sudah mau tutup. Mungkin anda bisa meminjam buku itu saja." tegur petugas perpustakaan itu.


Angel sontak menoleh karena dia terlalu serius mengerjakan tugasnya, Angel tak sadar jika waktu sudah sangat sore. Angel menatap sekeliling sudah tidak ada orang lagi selain dirinya dan petugas perpustakaan itu.


"Ah, tentu maaf... saya sampai lupa waktu." jawab Angel merasa bersalah dan mulai membereskan barang-barangnya di meja.


"Tak apa." jawab petugas perempuan itu.

__ADS_1


Angel melirik jam tangannya menunjuk pukul 6 sore. Dia juga melihat ponselnya yang entah sejak tadi tidak bersuara.


Ya ampun, ternyata mati. batin Angel menepuk dahinya. Memang saat kelas terakhir tadi waktu pelajaran dosen killer yang terkenal di kampusnya. Peraturan ketatnya, dilarang membawa ponsel atau paling tidak harus dimatikan. Jika sampai berbunyi saat pelajarannya dosen itu tidak segan-segan akan mengeluarkan dari mata kuliahnya sampai kenaikan tingkat.


Angel menyalakan ponselnya. Begitu banyak pesan yang masuk, hingga 35 pesan 17 panggilan. Pesan itu dari mamanya menanyakan dirinya dimana dan kapan pulang, Kenapa dengan ponselnya. Dan juga dari Al, mengabarkan dirinya dimana dan mau menjemputnya tapi pesan itu sudah satu jam yang lalu. Dan pesan satu lagi.


'Kakak tak jadi datang kemari?' isi pesan Dion tapi dia tak menghubunginya lagi. Angel segera menghubungi sopirnya untuk menjemputnya di kampus untuk pergi ke rumah sakit tempat Dion dirawat kemarin. Kemarin dia sudah berjanji akan menemani Dion setelah pulang kampus dan dia lupa itu.


Al melihat Angel masih di halte bus dekat kampus, Al yang sedang berdiri di seberang jalan ingin berteriak menyapanya. Tapi, segera diurungkannya saat melihat ada mobil yang cukup mewah berhenti di depan Angel.


Dan tanpa bicara apapun, Angel langsung masuk ke dalam mobil itu lewat pintu belakang seolah mobil itu adalah mobil pribadi yang memang sedang menjemputnya.


Al tanpa banyak berpikir menyetop taksi yang lewat untuk membuntuti mobil yang dinaiki Angel. Al khawatir mobil itu adalah suruhan Bryan. Karena setahu Al, hanya Bryan yang suka membawa mobil mewah berganti-ganti untuk ke kampus.


Mobil berjarak tak jauh dari depannya. Mungkin sekitar 100 meter. Al dengan cemas mengikuti mobil itu meski mengorbankan sedikit lebih banyak uangnya untuk naik taksi.


Mobil mewah itu terus melaju memasuki jalan perumahan dekat rumah Angel yang sering diantarnya pulang, tapi mobil itu melewati rumah minimalis yang diakui sebagai rumah Angel memasuki gerbang tinggi besar rumah mewah bak istana yang ada di sebelah rumah minimalis itu. Al melongo dan terkejut melihatnya.


"Mobil itu masuk kedalam, apa kita terus apa berhenti tuan?" tanya sopir taksi itu belum mendapat perintah lagi dari sang penumpang.


"Berhenti pak! Makasih." pinta Al keluar dari dalam taksi setelah membayar ongkosnya. Al menatap rumah mewah bak istana yang berdiri di depannya membuat banyak berpikir tentang banyak hal.


"Mungkinkah rumah Bryan, tapi rumah Bryan tidak di kawasan ini." bisiknya lirih, menatap seseorang keluar dari dalam mobil mewah yang dia ikuti tadi.


Angel keluar setelah sopir itu membukakannya dan tak lupa disertai senyum manis Angel, mungkin berterima kasih pada sopir itu. Angel langsung memasuki rumah mewah itu dengan santai tanpa merasa canggung seolah itu adalah rumahnya sendiri.

__ADS_1


Deg... tiba-tiba dada Al terasa sesak entah karena apa? Dia merasakan firasat tak enak di dadanya. Al mencoba mendekati gerbang depan yang terdapat pos satpam dan ada dua orang yang berjaga berdiri masing-masing di sisi gerbang.


"Permisi pak, boleh tanya?" tanya Al canggung menatap salah satu satpam yang berbadan kekar itu.


"Ada yang bisa dibantu?" kata salah satu satpam itu balik tanya.


"Ini rumah siapa ya?" tanya Al ragu.


"Maaf... adik ini siapa ya?" jawab satpam itu balik bertanya karena ragu dan memicing menatap Al curiga.


"Ah, maaf... saya tidak bermaksud apa-apa. Tadi saya melihat teman saya masuk, mungkin juga saya salah. Apa benar gadis bernama Angel tinggal disini?" tanya Al lagi.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2