Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 28


__ADS_3

Karina duduk di sofa ruang tamu rumahnya berhadapan kedua anak itu. Memandang lekat dan intens. Mencari-cari kebohongan di mata pemuda ini. Tapi, yang ditemukan hanyalah keyakinan dan kejujurannya. Karina menghela nafas panjang, beralih mengusap dahinya. Bingung dan sedikit kecewa dengan mereka berdua. Kembali menatap lagi keduanya bergantian.


"Baiklah. Terima kasih atas kejujuranmu Dion. Tapi, sebaiknya kau segera pulang. Dan aku berharap hal ini tidak terjadi lagi. Akan lebih baik kau jujur dari awal. Tapi, aku menghargai keputusanmu untuk jujur hari ini. Sekarang pulanglah!" ucap Karina mengusir halus pada Dion.


Sesuai saran papanya, Dion mengantarkan Angel langsung pulang ke rumahnya. Meski dengan perasaan was-was, cemas dan khawatir tentang papa Angel. Dion sudah membulatkan tekad untuk jujur sesuai saran papanya. Mungkin hari ini dia akan dimarahi dan hukuman terberatnya dipukuli sampai babak belur, atau diusir secara kasar nantinya. Tapi, sekarang dia harus jujur dulu.


"Kau pulanglah! Aku yang akan mengatakan pada mama." ucap Angel mencoba menenangkan Dion yang sudah gugup dan panik.


"Tidak. Kata papa, aku harus jujur dan mengakui apa yang terjadi pada kita semalam. Aku tak mau keluargamu berpikir yang tidak-tidak kepadaku." jawab Dion yakin.


Dan disinilah mereka saat ini, duduk di kursi sofa ruang tamu rumah orang tua Angel, berhadapan langsung dengan mama Angel.


"Ma, ini bukan salah Dion, tapi karena kesalahanku ma?" rengek Angel memegang tangan Karina.


"Kau memang sudah salah. Tapi, Dion juga salah. Untung papamu sudah berangkat ke kantor. Jadi, tidak harus ada teriakan dan amukan dari papamu." ucap Karina masih dengan nada lembut menatap keduanya bergantian.


"Maaf tante." ucap Dion merasa bersalah, menundukkan wajahnya.


"Terima kasih sekali lagi. Sekarang pulanglah dulu. Aku ingin bicara dengan putriku." ucap Karina kembali menatap Angel lekat.


"Saya permisi Tante." jawab Dion hendak pergi tapi tangannya ditahan Angel, membuat Dion menoleh ke arah Angel.


"Maaf... dan terima kasih." ucap Angel lirih merasa bersalah pada Dion. Padahal dia sudah menolongnya saat dirinya sedang merasa sendiri.

__ADS_1


Karina melihat interaksi keduanya. Menghela nafasnya, Karina tau betul, begitu besar perasaan suka Dion pada Angel. Sesaat Karina tersenyum lembut melihat perlakuan Dion yang ditunjukkan pada Angel sangat perhatian dan lembut. Meski Dion masih seorang pelajar, dia terlihat lebih dewasa dalam bersikap. Sedang Angel menatap Dion dengan penuh rasa bersalah.


"Tak apa." jawab Dion tersenyum lembut menepuk punggung tangan Angel yang memegang lengannya.


Diapun pergi meninggalkan rumah Angel dan pulang dengan sopirnya. Diapun menghela nafas lega, meski masih ada yang sedikit mengganjalnya, entah apa itu.


Hari itu Angel memutuskan bolos kuliah karena dirinya tak punya semangat hari itu. Tadi, di rumah Dion dia mendapat banyak wejangan dari papanya Dion tentang dirinya yang menginap di rumahnya semalam.


Dan ditambah lagi, meski tak didesak mamanya tentang masalahnya kini. Tapi, wejangan, ceramahan panjang dari mamanya membuatnya hanya terdiam mendengarkan dengan hanya menjawab iya iya dan iya.


Angel sudah tak mungkin membuat alasan lain lagi. Semoga saja papanya tak mendengar kalau dirinya tidak pulang semalam karena menginap di rumah Dion, rumah lelaki. Pasti papanya akan langsung meledakkan amarah.


Angel tetap tak mau cerita pada Karina dengan masalah yang dihadapinya. Angel tetap mengelak saat Karina bertanya sedang ada masalah.


Setelah wisuda pun Al tak pernah datang ke kampus lagi. Selain sibuk dengan magangnya, dia juga memang sudah tak ada urusan lagi di kampus. Saat dia masih bolak-balik ke kampus, itu alasannya saja sekalian untuk bertemu Angel. Tapi, saat hubungan mereka sudah berakhir. Tak ada alasan lagi Al harus kembali ke kampus, apalagi jadwal magangnya sangat padat.


Karena Aftano corporation selain perusahaan terbesar nomor satu, juga perusahaan paling sibuk. Bahkan anak magang pun juga disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan. Tak ada waktu untuk siapapun berleha-leha dalam pekerjaannya.


Dion telah dinyatakan lulus sekolah menengah umum dengan mendapat nilai terbaik satu sekolahnya. Banyak kampus yang menawarinya untuk kuliah dengan beasiswa prestasi full. Dion masih mencoba memilah-milah kampus yang mungkin ada Angel juga di kampus itu. Dia tak peduli meski tak ditawari beasiswa dari kampus itu. Yang penting bisa bersama dengan Angel.


"Selamat malam Tante." sapa Bryan malam itu mengunjungi rumah Angel, malam minggu.


Niat hati ingin mengajak Angel kencan, karena kabar yang diterima di kampus dia sudah putus dengan Al. Kini Bryan melancarkan aksinya mendekati Angel kembali meski dia juga sibuk magang. Toh dia magang di perusahaan papanya sendiri, jadi agak santai.

__ADS_1


"Selamat malam, Bryan?" sapa Karina balik menyapa.


"Angel ada Tante?" tanya Bryan yang masih berdiri di depan pintu masuk.


"Ada. Masuklah!" ajak Karina masuk yang diikuti Bryan menuju ruang tamu rumahnya.


"Akan kupanggilkan Angel, duduklah dulu!" ucap Karina ramah, meski Angel bilang tak menyukai pria ini, Karina tak mungkin bersikap kasar padanya.


Selain berakting sebagai nyonya rumah yang baik, Karina tak bisa berbuat apa-apa, karena selama berada di hadapannya, Bryan tak pernah menunjukkan sikap kasar, meski sedikit senyum yang menyebalkan.


Karina berjalan ke kamar Angel, sekarang masih jam 7 malam. Tak mungkinkan, Angel sudah tidur? batin Karina mulai mengetuk pintu kamar Angel. Setelah menyuruh pelayan menyiapkan minuman untuk tamunya.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2