Perselingkuhan

Perselingkuhan
Episode 37


__ADS_3

Pagi itu, libur weekend Angel terlihat duduk dengan gugup di sofa ruang kerja Derian. Derian memutuskan untuk bicara langsung dengan Angel tentang banyak hal, mulai perjodohan, perkelahian dan Angel yang berhubungan dengan Dion putra Reno.


Derian tak merasa keberatan Angel berhubungan dengan siapapun selama itu orang baik. Tapi Dion adalah putra Reno, meski Dion bukan putra kandungnya tapi sekarang dia tetap anak yang dirawatnya sejak kecil. Dan kemungkinan besar Dion tetap akan ikut terus dengan Reno. Meski Dion bertemu orang tua kandungnya.


Dan itu artinya Derian akan berbesan dengan Reno, mantan suami istrinya, Karina. Meski Derian percaya sepenuhnya pada cinta Karina tapi Derian masih melihat cinta di mata Reno untuk istrinya. Meski demikian Derian yang mungkin sudah terlalu jauh berpikir hubungan mereka belum tentu sampai ke jenjang pernikahan, tapi kemungkinan hal itu suatu saat mungkin terjadi.


Karena melihat Dion yang begitu menyukai Angel sejak kecil dan sampai sekarang pun tetap ada perasaannya itu bahkan mungkin lebih besar. Derian menghela nafas panjang sebelum memulai bicara, dia menatap Angel tajam dan dingin. Menyandar di sofa ruang kerjanya dengan tangan disilangkan yang terlihat mengintimidasi Angel.


Angel meremas tangannya cemas. Takut dimarahi, takut dipukul, takut ... takut dengan Derian, apalagi wajah Derian tak ada ramah-ramahnya sama sekali membuat Angel menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Derian maupun Karina yang ada di hadapannya kini.


Karina meremas jemari tangan Derian, Karina sudah mewanti-wanti pada suaminya itu untuk tidak terlalu emosi. Bagaimanapun Angel tetaplah gadis lemah yang dengar suara keras saja akan terserang rasa panik. Traumanya saat penculikan masa kecilnya yang dilakukan ayah kandungnya membuatnya terserang penyakit panik.


Itulah sebabnya Karina memutuskan untuk ikut bicara meski Derian sempat melarangnya, tapi Karina memaksa. Terpaksa Derian menuruti keinginan istri tercintanya.


"Angel..." ucap Derian datar, memecah keheningan menunggu reaksi Angel yang sudah gugup sejak duduk di sofa ruang kerjanya itu.


"I... iya pa..." jawab Angel gugup langsung mendongak menatap Derian yang masih dingin dan kembali menunduk lagi.


"Suruh Dion kemari!"


"I.. iya?" Angel langsung menatap Derian penuh tanda tanya.


"Kurasa menunggu dirimu jujur pada papa entah sampai kapan? Papa akan langsung bicara dengan Dion." ucap Derian tegas.


"Sayang..." sahut Karina yang tak mengerti, bukan itu yang ingin dibicarakan mereka tadi.


Derian dan Karina sepakat untuk menanyakan perasaan Angel yang sebenarnya. Entah karena takut papanya atau memang belum siap mengatakannya atau memang tak mau mengatakannya. Derian tak menjawab sahutan istrinya. Tangannya langsung memberi kode pada Karina untuk tidak ikut bicara. Karina diam sesuai keinginan Derian.

__ADS_1


"Memang ada apa dengan Dion pa?" tanya Angel ragu.


"Kau yakin tak tau maksud papa apa ingin bertemu Dion?" tanya Derian mengintimidasi. Wajah Angel langsung pias, ternyata papanya sudah tau semuanya tentang Angel apalagi saat Derian mendengar Angel punya kekasih yang disebut-sebutnya bernama Al.


Derian langsung menyuruh Noah untuk menyelidiki putrinya itu, sejauh mana dia berhubungan dengan pemuda yang bernama Al itu dan siapa saja pemuda yang dekat dengan putrinya.


Dan berdasarkan penyelidikan Noah, Al seorang mahasiswa semester akhir yang mendapat beasiswa prestasi dari kampusnya. Dan orang tuanya tinggal di kota sebelah. Meski keluarganya tak terlalu kaya masih bisa dikatakan keluarga kaya yang perusahaannya ayahnya tidak terlalu besar tapi masih tergolong lumayan besar karena sudah berdiri sendiri meski belum memiliki cabang.


Dan kebetulan juga, perusahaan Aftano corporation menanam investasi yang lumayan juga pada perusahaan ayah Al. Dan kebetulan atau entah karena anak itu yang cerdas, dia juga diterima magang di perusahaannya Aftano corporation. Derian sempat tertawa geli, semua pemuda yang mendekatinya adalah pemuda yang berhubungan dengan perusahaannya kini.


Tapi entah karena masalah apa, berdasarkan laporan Noah, mereka kini sudah putus Dan Al yang memutuskan untuk berpisah. Dia pikir putrinya akan bersedih berhari-hari sampai akhirnya dia mengetahui putrinya menginap di rumah Dion yang entah kebetulan atau tidaknya Dion yang menolong putrinya saat terpuruk.


Derian langsung emosi saat mendengar putrinya menginap di rumah seorang pemuda. Tapi saat mendengar istrinya bercerita tentang Dion yang datang mengantar pulang dan berterus terang tentang perihal menginapnya putrinya di rumah Dion dan bujukan istrinya untuk tidak terlalu marah pada putrinya membuatnya diam tak berkata apapun karena Derian juga tau penyakit putrinya yang gampang terserang panik.


"Kau ingin papa bicara dengannya sekarang atau kapan? Papa tak mau lama-lama putri papa pergi dari rumah tanpa pamit dan dibawa pemuda entah kemana?" jawab Derian masih mengintimidasi. Angel semakin meremas jemari tangannya di atas pahanya.


"Ya, papa mengawasimu setiap saat setiap waktu. Jadi papa tau apa dan yang tidak kamu lakukan, bahkan saat kalian di Bukit Seduri." ucap Derian tegas. Membuat Angel terkesiap terkejut, menutup mulutnya.


"Papa... i..itu...a.. aku..."


"Itulah sebabnya papa ingin mendengar sendiri pengakuanmu dan pengakuannya. Papa tak mau kau menjadi salah pergaulan hanya karena pacaran." ucap Derian tegas.


Angel menunduk merasa bersalah dan menyesal. Dia terlalu takut untuk jujur pada orang tuanya bahkan pada mamanya yang jelas-jelas juga sangat menyayanginya dan tak mungkin tidak akan menolongnya jika papanya akan berbuat kasar pada anak-anaknya.


"Maaf pa... maaf ..bukan Angel ingin berbohong, tapi ... Angel takut papa marah jika Angel menceritakan yang sebenarnya." jelas Angel terbata-bata, gugup sambil masih menunduk dan meremas jemari tangannya.


Derian menghela nafas panjang dan kecewa. Putrinya takut jika dia marah, padahal selama anak-anaknya bicara baik-baik padanya dan menjelaskan segalanya dia tak akan bisa marah, apalagi istrinya selalu ada di sisinya untuk mengendalikan amarahnya.

__ADS_1


"Sekarang kau mau mengatakan yang sebenarnya?" tanya Derian lebih lembut dari pada tadi.


Angel mendongak menatap Derian dan beralih menatap Karina yang sejak tadi diam hanya menyimak. Karina hanya mengangguk paham akan arti tatapan Angel yang meminta pendapatnya.


"Aku...aku... dan Dion pacaran." ucap Angel menunduk lagi takut mendengar dan melihat reaksi Derian.


"ANGEL..." bentak Derian langsung berdiri dari duduknya, yang langsung dipeluk Karina untuk menenangkan suaminya yang sudah terlihat emosi.


Derian segera mengendalikan emosinya. Angel langsung tersentak kaget dan takut saat mendengar bentakan Derian. Badannya langsung menggigil, serangan panik datang padanya. Karina spontan melepas pelukannya pada Derian dan beralih memeluk tubuh Angel. Derian pun ikut memeluk Angel yang menangis tersedu-sedu. Derian sungguh menyesal telah membentaknya.


"Sayang... tenang ya, tenangkan dirimu... Ambil nafas dan buang nafas... lakukan beberapa kali..." hibur Karina mencoba menenangkan Angel yang sesak memegang dadanya.


"Maafkan papa, maaf sayang..." ucap Derian duduk di sisi Angel dengan nada lembut, mengelus punggung putrinya dan Karina mengelus rambut Angel.


TBC


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2